Utbah bin Ghazwan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Utbah bin Ghazwan (bahasa Arab: عُتبة بن غَزْوان, translit. ʿUtbah bin Ghazwān‎) adalah seorang Sahabat Nabi Muhammad.[1][2] Ia adalah orang ketujuh yang masuk Islam dan mengikuti hijrah ke Abisinia, tetapi kembali lagi bersama Muhammad ke Mekkah dan kembali ikut hijrah ke Madinah. Ia turut bertempur dalam Pertempuran Badar, Pertempuran Uhud, Pertempuran Khandaq, dan banyak lainnya, termasuk Pertempuran Yamamah.

Selama kekhalifahan Umar bin Khattab (berkuasa 634–644), Utbah memimpin 2.000 pasukan dalam kampanye penaklukan Ubullah yang berlangsung dari Juni hingga September 635. Setelah Ubullah ditaklukkan, Utbah mengirim pasukan untuk menyeberangi Sungai Tigris lalu menduduki distrik dari Furat, Baghdad, diikuti oleh Maysan dan Abarqubaz. Ia kemudian diangkat sebagai gubernur Basra oleh khalifah. Pada tahun 639 Utbah berangkat ke Mekkah untuk menunaikan haji sekaligus meminta Umar membebaskannya dari jabatannya sebagai gubernur. Umar menolak, namun saat kembali ke Basra, Utbah jatuh dari untanya dan meninggal. Ia digantikan oleh Al-Mughirah bin Syu'bah sebagai gubernur.

Kehidupan[sunting | sunting sumber]

Utbah lahir pada ca. 581 dan putra dari Ghazwan bin al-Harits bin Jabir.[3] Ia berasal dari Banu Mazin, sebuah klan kecil dari cabang Mansur bin Ikrimah dari suku Qais di Hijaz (Arab barat).[3][4] Utbah adalah seorang konfederasi klan Bani Naufal dari suku Quraisy Mekkah.[4] Ia menjadi seorang pemeluk islam awal dan sahabat nabi Muhammad.[4] Dia dikenal sebagai orang ketujuh yang memeluk Islam dan dia berpartisipasi dalam dua imigrasi Muslim dari Mekkah ke Abisinia, serta memainkan peran tempur dalam Pertempuran Badar dan beberapa penyerangan yang dipimpin atau diperintahkan oleh Muhammad.[3] Utbah menikah dengan putri al-Harits bin Kaldah dari Bani Tsaqif; menurut al-Baladzuri namanya adalah Azdah,[5] sedangkan menurut Al-Mada'ini namanya adalah Safiyyah.[6]

Penaklukan Irak[sunting | sunting sumber]

Selama kekhalifahan Abu Bakar (memerintah 632–634), kaum Muslim yang dipimpin oleh Khalid bin Walid mungkin telah melancarkan serangan pertama mereka melawan Persia Sasan di Mesopotamia Bawah (Irak), tetapi kemenangan mereka hanya sebentar. Abu Bakr's successor Umar (m. 634–644) dispatched Utba to this front from the capital at Medina, which marked the commencement of the definitive conquest of Iraq.[4] His force was relatively small, ranging from 300 to 2,000 men, according to the medieval Arabic sources.[4] Its ranks were dominated by members of the Banu Thaqif,with whom Utba had marital links,[7] and partly consisted of nomadic Arab tribesmen who joined Utba's army while it was on the move.[4] Utba launched an assault against the town of Ubulla and its 500-strong garrison of Persian cavalry.[4] He set up camp at a nearby village called Khurayba, then bested Ubulla's defenders and occupied and plundered the town. He installed one of his lieutenants, his brother-in-law Nafi ibn al-Harith ibn Kalada, to guard the town, which he used as a base of operations against other Sasanian positions in the area.[4] He and/or his lieutenant commanders al-Mughira ibn Shu'ba and Mujashi ibn Mas'ud al-Sulami thereafter captured the towns of al-Furat and Maysan and the districts of Abazqubadh and Dast Maysan, all located along the lower Tigris river banks.[8]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Ibn Sa'ad 1990.
  2. ^ Az-Zirakli 2002.
  3. ^ a b c Bosworth 2000, hlm. 944.
  4. ^ a b c d e f g h Donner 1981, hlm. 213.
  5. ^ Donner 1981, hlm. 415.
  6. ^ Friedmann 1992, hlm. 171.
  7. ^ Donner 1981, hlm. 214.
  8. ^ Donner 1981, hlm. 213–214.

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Al-Asqalani, Abu al-Fadhl Ahmad bin Hajar (1415 H). Adil Ahmad Abdul-Maujud; Ali Muhammad Mu'awwidh, ed. Al-Iṣābah fī Tamyīz al-Ṣaḥābah (dalam bahasa bahasa Arab). Jilid 4. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah. hlm. 363–364. 
  • Az-Zirakli, Khairuddin bin Mahmud bin Muhammad (2002). Al-A‘lām (dalam bahasa bahasa Arab). Jilid 4. Beirut: Dar el-Ilm Lilmalayin. hlm. 201–202. 
  • Ibn Sa'ad, Abu Abdillah Muhammad (1990). Muhammad Abdul-Qadir Atha, ed. Al-Ṭabaqāt al-Kubrā (dalam bahasa bahasa Arab). Jilid 3. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah. hlm. 72–73.