Lompat ke isi

Abbad bin Bisyr

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Abbad bin Bisyr
Lahir33 SH (591)
Meninggal12 H (632 atau 633)
Yamamah
Orang tuaBisyr bin Waqsy (ayah)
Fatimah binti Bisyr bin Adi al-Khazrajiyah[1]
PanggilanAbu ar-Rabi'[2]

Abbad bin Bisyr (bahasa Arab: عباد بن بشر, lahir tahun 33 sebelum hijrah (591) – meninggal di Yamamah, tahun 12 H (633)) adalah seorang sahabat Nabi Muhammad dari kalangan Anshar.[3]

Abbad bin Bisyr bin Waqsy bin Zugbah bin Zu'aura' bin Abdul Asyhal memeluk Islam di tangan Mush'ab bin Umair[2] sebelum keislaman Usaid bin Hudhair dan Sa'ad bin Mu'adz.[1] Setelah hijrah, Muhammad mempersaudarakan Abbad dengan Abu Hudzaifah bin Utbah.[2] Abbad kemudian turut serta bersama Nabi dalam seluruh peperangan.[1]

Abbad dikenal dalam peristiwa ketika solat ia dipanah musuh saat sedang berjaga dalam perjalan bersama Muhammad paska Pertempuran Dzatur Riqa. Ia ditugaskan berjaga malam bersama Ammar bin Yasir, saat giliran berjaga, ia mengerjakan solat, lalu dipanah musuh hingga tiga kali, setelah solat barulah ia membangunkan Ammar untuk menghadapi musuh.[4]

Nabi Muhammad memberikan sejumlah tugas kepada Abbad. Ia termasuk dalam detasemen yang ditugaskan untuk membunuh Ka'ab bin al-Asyraf setelah Perang Badar karena Ka'ab merencanakan pembunuhan terhadap Muhammad.[5] Nabi juga mengutusnya untuk mengumpulkan zakat dari Bani Muzainah, Bani Sulaim, dan Bani Mushthaliq, salah satu cabang dari kabilah Khuza'ah.[1] Dalam Pertempuran Wadil Qura setelah Khaibar, Nabi menyiapkan para sahabat untuk berperang dan membariskan mereka. Satu bendera diserahkan kepada Sa'ad bin Ubadah, satu bendera lagi diserahkan kepada al-Hubab bin al-Mundzir dan satu bendera lagi diserahkan kepada kepada Abbad bin Bisyr.[6]

Setelah Fathu Makkah, Nabi Muhammad juga mengangkat Abbad sebagai pembagi ghanimah (harta rampasan perang) dalam Pertempuran Hunain.[1] Pada tahun 9 H, ia ditugaskan mengurus sedekah dari Bani Sulaim dan Muzainah.[6] Nabi juga menjadikannya sebagai komandan pengawalnya dalam Pertempuran Tabuk.[2] Ketika Muhammad mendengar bacaan Abbad di dalam masjid, ia mendoakannya,"Ya Allah sayangilah Abbad."[7]

Peta Lokasi Yamamah.

Setelah Nabi wafat, Abbad turut serta dalam Perang Riddah pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar. Ia kemudian gugur dalam Pertempuran Yamamah yang dipimipin oleh Khalid bin Walid melawan Musailamah pada tahun 12 H dalam usia 45 tahun.[2] Sehari sebelumnya ia bermimpi melihat langit terbuka untuknya dan ia ceritakan pada kawannya Abu Said al-Khudri.[4] Saat pertempuran Abbad memberi semangat pada para sahabat,"Wahai kaum Anshar, berpencarlah kalian dari pasukan! Patahkanlah sarung pedang kalian! Dan janganlah kalian meninggalkan Islam yang datang dari arahmu!", sehingga mereka bersama-sama merangsek pasukan Musailamah, setelah banyak luka di tubuhnya ia pun roboh di dekat gerbang benteng. Jasadnya nyaris tidak dikenali karena penuh luka.[7]

Abbad bin Bisyr meriwayatkan satu hadis Nabi yang diriwayatkannya dari Abdurrahman bin Tsabit bin ash-Shamit al-Anshari.[2] Hadis tersebut dicantumkan oleh Abu Dawud dalam bab Keutamaan Kaum Anshar.[8]

Referensi

[sunting | sunting sumber]

Kutipan

  1. 1 2 3 4 5 (Arab) Ath-Thabaqat al-Kubra oleh Ibnu Sa'ad – Abbad bin Bisyr Diarsipkan 29 ديسمبر 2017 di Wayback Machine.
  2. 1 2 3 4 5 6 (Arab) Siyar A'lam an-Nubala – Abbad bin Bisyr Diarsipkan 03 ديسمبر 2017 di Wayback Machine.
  3. Az-Zarkali 2002, hlm. 257.
  4. 1 2 Kunnas, Muhammad Raji Hassan (2012). Ensiklopedia Biografi Sahabat Nabi. Jakarta: Penerbit Zaman. hlm. 27–31. ISBN 978-979-024-295-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. Katsir, Ibnu (2012). Terjemah Al Bidayah wa an-Nihayah Vol 5. Jakarta: Pustaka Azzam. ISBN 978-602-236-034-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. 1 2 Al-Mubarakfuri, Shafiyyurrahman (2012). Sirah Nabawiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. ISBN 978-602-98968-3-1
  7. 1 2 Hakim, Manshur Abdul (2024-10-21). Agar Selamat Sampai di Surga Allah (dalam bahasa Melayu). Maghfirah Pustaka. hlm. 137. ISBN 9799792525839.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. (Arab) Tahdzib al-Kamal oleh al-Mizzi – Abbad bin Bisyr bin Waqasy Diarsipkan 02 فبراير 2017 di Wayback Machine.

Daftar pustaka

  • Az-Zarkali, Khairuddin bin Mahmud bin Muhammad (2002). Al-A’lām (dalam bahasa bahasa Arab). Vol. Jilid 3. Beirut: Dar el-Ilm Lilmalayin. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-08-09. Diakses tanggal 2017-08-03. {{cite book}}: ; |ref=harv tidak validPemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)