Daftar Perdana Menteri Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Perdana Menteri Indonesia)
Lompat ke: navigasi, cari
Perdana Menteri Indonesia
Bekas Jabatan Politik
National emblem of Indonesia Garuda Pancasila.svg
SoetanSjahrir.jpg
Sutan Sjahrir, Perdana Menteri Pertama Indonesia
Pemegang jabatan pertama Sutan Sjahrir
Pemegang jabatan terakhir Djuanda Kartawidjaja (Resmi)
Soekarno (Tidak Resmi)
Pelantik Presiden
Jabatan dimulai 14 November 1945
Jabatan berakhir 9 Juli 1959
(Konstitusi)
25 Juli 1966
(Pengunduran Soekarno)

Perdana Menteri Indonesia adalah pimpinan kabinet dalam pemerintahan Republik Indonesia yang pernah ada dari tahun 1945 hingga tahun 1959.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

UUD 1945 Indonesia menyatakan bahwa Indonesia dibangun di sekitar sistem presidensial. Dengan demikian, tidak ada ketentuan konstitusional untuk Perdana Menteri. Namun demikian, mulai tahun 1945 Perdana Menteri dipilih untuk memimpin kabinet. Posisi Perdana Menteri kemudian dijamin oleh Pasal 52 UUD Sementara 1950. Perdana Menteri, dipilih oleh Presiden, ditugaskan untuk menangani bisnis rutin pemerintah dan yang bertanggung jawab atas Kabinet, yang bertanggung jawab kepada Presiden dan Wakil Presiden.

Dalam prakteknya, Perdana Menteri bertanggung jawab kepada Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) atau Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS) dan harus berkonsultasi dengan Presiden sebelum membuat keputusan besar. Jika Perdana Menteri datang ke dalam konflik dengan KNIP atau Presiden, yang lain bisa dipilih.

Dalam prakteknya, Perdana Menteri bertanggung jawab kepada Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat atau Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS) dan harus berkonsultasi dengan Presiden sebelum membuat keputusan besar. Jika Perdana Menteri datang ke dalam konflik dengan KNIP atau Presiden, yang lain bisa dipilih.

Pada 5 Juli 1959, Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden yang menyatakan bahwa, karena ketidakmampuan Konstituante untuk mencapai mayoritas dua pertiga, UUD 1945 akan diberlakukan kembali, ini dihapus landasan konstitusional bagi kantor Perdana Menteri. Namun, pada tanggal 9 Juli tahun yang sama, Sukarno mengambil jabatan Perdana Menteri selain Kepresidenan, kemudian menggunakan kalimat "Saya Menteri Presiden dan Perdana" sebagai pesan yang dominan dalam pidato-pidatonya setelah kudeta yang gagal terhadap pemerintah pada tahun 1965 dan pelepasan dokumen mentransfer semua kekuatan politik untuk Soeharto, Soekarno kehilangan gelar Perdana Menteri bersama-sama dengan Presiden tersebut.

Perdana Menteri[sunting | sunting sumber]

Era Perjuangan Kemerdekaan
No. Mulai menjabat Selesai menjabat Perdana Menteri Foto Partai Kabinet Wakil Perdana Menteri Presiden
1 14 November 1945 12 Maret 1946 Sutan Sjahrir Soetan Sjahrir.jpg PSI Sjahrir I Tidak Ada Soekarno
12 Maret 1946 2 Oktober 1946 Sjahrir II
2 Oktober 1946 3 Juli 1947 Sjahrir III
2 3 Juli 1947 11 November 1947 Amir Sjarifoeddin Amir syarifudin.jpg PSI Amir Sjarifuddin I Adenan Kapau Gani
Setyadjit Soegondo
11 November 1947 29 Januari 1948 Amir Sjarifuddin II Adenan Kapau Gani
Setyadjit Soegondo
Raden Sjamsoedin
Wondoamiseno
3 29 Januari 1948 4 Agustus 1949 Mohammad Hatta [1] Hatta-1.jpg Nonpartisan Hatta I Tidak Ada
20 Desember 1949 6 September 1950 RIS
4 Agustus 1949 20 Desember 1949 Hatta II Sjafruddin Prawiranegara
20 Desember 1949 21 Januari 1950 Soesanto Tirtoprodjo
(Pejabat Sementara)
Susanto tirtoprodjo.jpg Nonpartisan Susanto Tidak Ada Assaat
4 21 Januari 1950 6 September 1950 Abdul Halim Abdul Halim.jpg Nonpartisan Halim Abdul Hakim
Era Demokrasi Parlementer
5 6 September 1950 27 April 1951 Muhammad Natsir Mohammad Natsir1.jpg Masyumi Natsir Sri Sultan Hamengkubuwono IX Soekarno
6 27 April 1951 3 April 1952 Sukiman Wirjosandjojo Sukiman Wirjosandjojo.jpg Masyumi Sukiman-Suwirjo Raden Suwirjo
7 3 April 1952 30 Juli 1953 Wilopo WIlopo.jpg PNI Wilopo Prawoto Mangkusasmito
8 30 Juli 1953 12 Agustus 1955 Ali Sastroamidjojo Ali Sastroamidjojo.jpg PNI Ali Sastroamidjojo I Wongsonegoro
Zainul Arifin
9 12 Agustus 1955 24 Maret 1956 Burhanuddin Harahap Burhanuddin harahap cropped.JPG Masyumi Burhanuddin Harahap Raden Djanu Ismadi
Harsono Tjokroaminoto
(8) 24 Maret 1956 9 April 1957 Ali Sastroamidjojo Ali Sastroamidjojo.jpg PNI Ali Sastroamidjojo II Mohammad Roem
Idham Chalid
10 9 April 1957 9 Juli 1959 Djuanda Kartawidjaja Djuanda Cartawidjaja.jpg PNI Djuanda Hardi
Idham Chalid
Johannes Leimena
Era Demokrasi Terpimpin
No. Mulai menjabat Selesai menjabat Perdana Menteri Foto Partai Kabinet Wakil Perdana Menteri
11 9 Juli 1959 18 Februari 1960 Soekarno Presiden Sukarno.jpg PNI Kerja I Djuanda Kartawidjaja
(Sebagai Menteri Pertama)
18 Februari 1960 6 Maret 1962 Kerja II
6 Maret 1962 13 November 1963 Kerja III
13 November 1963 27 Agustus 1964 Kerja IV Soebandrio
Johannes Leimena
Chaerul Saleh
27 Agustus 1964 22 Februari 1966 Dwikora I
22 Februari 1966 28 Maret 1966 Dwikora II Soebandrio
(Sampai 18 Maret 1966)
Sri Sultan Hamengkubuwono IX
(Sejak 18 Maret 1966)

Johannes Leimena

Chaerul Saleh
(Sampai 18 Maret 1966)
Adam Malik
(Sejak 18 Maret 1966)

Idham Chalid

Roeslan Abdulgani
(Sejak 18 Maret 1966)
28 Maret 1966 25 Juli 1966 Dwikora III Johannes Leimena
(Urusan Umum)

Adam Malik
(Urusan Sosial dan Politik)

Sri Sultan Hamengkubuwono IX
(Urusan Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan)

Soeharto
(Pertahanan dan Keamanan)

Idham Chalid
(Hubungan dengan Institusi Politik)
Ketua Presidium Kabinet
No. Mulai menjabat Selesai menjabat Ketua Presidium Foto Partai Kabinet Wakil Ketua Presidium Presiden
1 25 Juli 1966 12 Maret 1967 Soeharto Jendral Soeharto2.jpg Sekber Golkar Ampera I Tidak Ada Soekarno
12 Maret 1967 17 Oktober 1967 Soeharto
(Pejabat Presiden)

Menteri Pertama[sunting | sunting sumber]

No. Mulai menjabat Selesai menjabat Menteri Pertama Foto Partai Kabinet Wakil Menteri Pertama Presiden
1 9 Juli 1959 18 Februari 1960 Djuanda Kartawidjaja Djuanda Cartawidjaja.jpg Partai Nasional Indonesia Kerja I Tidak Ada Soekarno
18 Februari 1960 6 Maret 1962 Kerja II Johannes Leimena
6 Maret 1962 13 November 1963 Kerja III Johannes Leimena
Soebandrio
Sahardjo
Abdul Haris Nasution
Suprajogi
Notohamiprodjo
Muljadi Djojomartono
Mohammad Yamin

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Mohammad Hatta ditahan Belanda dari 19 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]


Lihat pula