Burhanuddin Harahap

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Burhanuddin Harahap
Perdana Menteri Indonesia ke-9
Masa jabatan
11 Agustus 1955 – 20 Maret 1956
Presiden Soekarno
Didahului oleh Ali Sastroamidjojo
Digantikan oleh Ali Sastroamidjojo
Menteri Pertahanan Indonesia ke-9
Masa jabatan
12 Agustus 1955 – 24 Maret 1956
Presiden Soekarno
Didahului oleh Hamengkubuwono IX
Digantikan oleh Ali Sastroamidjojo
Informasi pribadi
Lahir 27 Desember 1917
Bendera Belanda Medan, Sumatera Utara, Hindia Belanda
Meninggal 14 Juni 1987 (umur 69)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Kebangsaan Indonesia
Partai politik Masyumi
Profesi Politikus
Agama Islam

Burhanuddin Harahap (ejaan lama: Boerhanoeddin Harahap) (lahir di Medan, Sumatera Utara 1917 - Jakarta, 14 Juni 1987), ayahnya seorang Jaksa di Medan Sumatra Utara, bernama Junus Harahap adalah Perdana Menteri Indonesia ke-9 yang bersama Kabinet Burhanuddin Harahap memerintah antara 12 Agustus 1955 sampai 24 Maret 1956. Burhanuddin Harahap merupakan keturunan Sultan Aru Barumun yaitu Aminuddin Harahap gelar Baginda Pamenang, di wilayah Pasir Pangaraian, Rokan Hulu. Pada masa jabatannya menjadi Perdana Menteri tahun 1955 dilaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu) di Indonesia yang pertama kali sejak masa kemerdekaan dan pertama kali di Indonesia. Pemilu ini juga merupakan satu-satunya Pemilu yang pernah dilaksanakan pada masa Pemerintahan Presiden Soekarno. Burhanuddin Harahap juga berperan besar dalam pelaksanan Konfrensi Asia Afrika, Burhan mengundang semua negara Asia Afrika, walaupun terlaksana pada Ali Soetromidjojo. Burhanuddin Harahap juga membubarkan Uni Indonesia Belanda yang disetujui Sultan Hamid 2 sebagai ketua Indonesia Serikat, Burhanuddin pun tidak mau membayar sisa hutang Belanda. Burhanuddin juga menghidupkan pemberantasan Korupsi sehingga puluhan pejabat yang tersandung korupsi pada masanya banyak di tangkap oleh polisi militer, pemberantasan korupsi inipun dihapuskan Sukarno karena tokoh PNI banyak yang korupsi. Burhanuddin juga berperan dalam perdamaian dengan DII Aceh, dia mengabulkan tuntutan Aceh jadi Provinsi yang pisah dari Sumbagut, dibawah pimpinannya mendirikan USU di Aceh dan Sumut sebagai lembaga pendidikan.

Kepemimpinan Burhanuddin Harahap yang bagus, tetapi digantikan Suekarno dengan Kabinet Ali mengakibatkan perselisihan di Kubu Hatta yang mendukung penuh Burhanuddin Harahap. Perselisihan itu mengakibatkan M. Hatta dari wakil presiden karena tak dihargai Sukarno, kubu Masyumi pun pendukung Burhan keluar dari kabinet dan membuat pemerintahan tandingan di Sumatera Barat yang disebut dengan PRRI. Sukarno tak menerima tuntutan Masyumi, sukarno menyelesaikannya dengan kekerasan Abdul Haris Nasution sebagai Jendral TNI , ribuan masyarakat Sumatera Barat kehilangan nyawanya, membumi hanguskan Sumatera Barat, yang mengakibatkan trauma pada masyarakat Sumatera Barat.

Burhanuddin menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Dia bergabung dengan Partai Masyumi pada tahun 1946 dan kemudian diangkat menjadi Ketua Fraksi Masyumi di DPRS RI.

Ia meninggal di RS Jantung Harapan Kita dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.

Jabatan politik
Didahului oleh:
Ali Sastroamidjojo
Perdana Menteri Indonesia
1955–1956
Diteruskan oleh:
Ali Sastroamidjojo
Didahului oleh:
Hamengkubuwana IX
Menteri Pertahanan Indonesia
1955–1956