Wikipedia:Warung Kopi (Bahasa)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Warung Kopi - diskusi bahasa   kirim topik baru

Bagian ini digunakan untuk mendiskusikan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa Indonesia di Wikipedia berpedoman kepada ejaan yang disempurnakan. Lihat pula:

Ingat beri tanda tangan dan tanggal pada akhir pesan Anda dengan cara mengetikkan ~~~~. Harap menambahkan topik baru hanya di bagian bawah halaman ini.
Warung Kopi
Kebijakan
Usulan
Teknis
Bahasa
Berita
Lain-lain
Facebook
Semua
Kembali ke atas
Pengguna yang berulang tahun hari ini, Sabtu, 25 Maret 2017
Nuvola apps cookie.svg Selamat ulang tahun, Alqhaderi Aliffianiko!
Lihat pula tokoh yang berulang tahun hari ini
(Tambahkan tanggal lahir Anda, dan jangan lupa mengucapkan selamat {{ulang tahun}} kepada mereka)


Pemenggalan[sunting sumber]

Menurut PUEBI (bukan EYD), kalau kata "Citra" dipenggal menurut suku katanya, dengan menggunakan spasi (misalnya "kata" menjadi "ka ta")? Masih agak bingung sedikit. 202.62.17.178 24 September 2016 13.48 (UTC)

Laman ini [1]चित्र cukup membantu untuk memperjelas. Karena citra pada dasarnya adalah kata serapan dari Sanskrit, dan चित्र berasal dari PIE *kit-ro- (“bright, shining”), dari *skai-, *ski-. Itu sebabnya pemenggalannya cit·ra, bukan ci·tra. Sevenorbs (bicara) 12 Maret 2017 16.16 (UTC)

Adakah terjemahan yang cocok untuk kata sambung "Co-..." ?[sunting sumber]

Saya mau tanya, kalo kata sambung "Co-..." macam pada kata Co Pilot dan Co-Pangeran Andorra apakah perlu dipertahankan saja dari penulisannya dari en.wiki ? Dijadikan "Ko-..." (C diganti K) ? Atau ada terjemahan lain yang cocok untuk dijadikan padanan ? Misalnya "Wakil" (jadinya "Wakil Pilot") ? atau "...Bersama" (jadinya Pangeran Bersama Andorra) gitu ? --Erik Fastman (bicara) 27 September 2016 15.17 (UTC)

Kopilot, per KBBI. "co-" itu kalau diserap, jadinya "ko-", tapi aneh juga sih kalau co-prince, jadi "Ko-Pangeran". ·· Kℇℵ℟ℑℭK 27 September 2016 15.55 (UTC)
Copilot dan Co-prince of Andorra agak beda artinya, karena copilot itu semacam wakil pilot, sedangkan co-prince itu ada 2 orang yang kedudukannya sama (jadi bukan "Wakil Pangeran"). Menurut saya co-prince diterjemahkan jadi Pangeran aja, biar tidak usah bingung. Misal, "Selain Presiden Perancis, Francois Hollande juga menjabat sebagai Pangeran Andorra" tidak keliatan salah. Sama juga dengan cofounder, "Jimmy Wales adalah seorang pendiri Wikipedia", atau "Sergey Brin adalah seorang pengusaha Amerika Serikat yang menjadi pendiri Google" menurut saya tidak salah dan masih akurat juga. HaEr48 (bicara) 28 September 2016 01.10 (UTC)
Co-prince dan co-founder lebih mirip. Karena belum ada istilah padanannya, usul HaEr48 bisa jadi solusi. ꦱꦭꦩ꧀Bennylin omong 14 November 2016 - 13:01 WIB
Nimbrung ya. Mencoba membuka padanannya, walaupun tidak bisa langsung dieksekusi.
Dalam bahasa Minang ada istilah konco. Teman/partner yang seiring dan gak bisa terpisahkan. Nah saya pengen menawarkan kata "konco-" untuk padanan "co-", tidak panjang dan ada kemiripannya. Konco-sutradara, konco-pendiri, konco-pilot... Senang bisa mengusulkan, salam. Rahmatdenas (bicara) 15 November 2016 10.55 (UTC)

Isidor Isaac Rabi[sunting sumber]

Bagi yang ahli dalam bidang fisika atau kimia, tolong dibetulkan yang bila ada kata-kata yang salah dalam artikel Isidor Isaac Rabi --Erik Fastman (bicara) 7 Oktober 2016 05.21 (UTC)

Edit-a-thon[sunting sumber]

Sebaiknya edit-a-thon dipadankan jadi apa ya? ·· Kℇℵ℟ℑℭK 30 Oktober 2016 11.50 (UTC)

Bagaimana jika Sunting maraton? tidak terdengar janggal. ibensis (What’s the Story?) 31 Oktober 2016 08.40 (UTC)
Tapi jika demikian, "sunting" bukanlah nomina dan karena itu, per Hukum D-M, tidak dapat diterangkan oleh "maraton". "Maraton penyuntingan" bisa diambil namun memiliki suku kata yang cukup banyak dan tidak terdengar menarik. Kalau dibiarkan saja "edit-a-thon", takutnya orang tidak dapat mengucapkan dengan baik dan/atau mengerti arti istilah itu. ·· Kℇℵ℟ℑℭK 1 November 2016 03.29 (UTC)

Edit-a-thon dalam konteks menyunting wiki, saya rasa "maraton wiki" dapat dipahami. Kita telah juga telah beberapa kali mengadakan Maraton (Wikipedia). Bagaimana? ·· Kℇℵ℟ℑℭK 1 November 2016 05.17 (UTC)

Begitu ya. Soalnya saya fokus agar tetap terdengar catchy dan sesuai kata asalnya yang merupakan portmanteau. Maraton wiki boleh juga. ibensis (What’s the Story?) 1 November 2016 07.36 (UTC)
Sunting gegas? Muhraz (bicara) 3 November 2016 22.21 (UTC)

Masalahnya bakal sama dengan Sunting maraton, mas Muhraz. Juga a-thon-nya merujuk pada suntingan yang panjang bukannya cepat. ibensis (What’s the Story?) 5 November 2016 14.11 (UTC)

@Kenrick95:, Mas @Wirjadisastra:, sering pakai besut untuk padanan sunting di Wikipedia Jawa, coba Besut-a-ton :p. --Beeyan (bicara) 29 November 2016 08.07 (UTC)

Wanita kanselir atau kanselir wanita?[sunting sumber]

Di Halaman Utama bagian peristiwa terkini 22 November, salah satu poin tertulis "2005 - Angela Merkel menjadi kanselir wanita pertama Jerman". Terus terang, jika mengacu kepada hukum DM dalam bahasa Indonesia, saya agak terganggu, sebab maknanya menjadi rusak. Mari kita telisik lebih lanjut:

  • penulis wanita: penulis (apa pun jenis kelaminnya) yang banyak menulis tentang dunia kewanitaan.
  • wanita penulis: wanita yang menekuni profesi sebagai penulis
  • wanita pengusaha: wanita yang menekuni profesi sebagai pengusaha
  • pengusaha wanita: orang (apa pun jenis kelaminnya) yang memperjualbelikan wanita sebagai usahanya

Jadi, mari kita kembali ke kaidah bahasa Indonesia. Salam hangat, salam Wikipedia! Igho (bicara) -  22 November 2016 jam 14:27 WIB

Menurut saya, ini tidak bertentangan dengan Hukum D-M sama sekali, wanita di sini menerangkan jenis kelamin dari kanselir tersebut. Kalau dalam bahasa Inggris akan ditulis (secara MD) sebagai "female chancellor". Contoh lain: "Henk Ngantung adalah gubernur non-Muslim pertama di Jakarta" (bukan non-Muslim gubernur), "Barack Obama menjadi presiden berkulit hitam pertama Amerika Serikat. Namun kalau mau diubah biar tidak ambigu, misal "Angela Merkel menjadi wanita pertama yang terpilih sebagai kanselir Jerman", saya kira juga tidak apa-apa. HaEr48 (bicara) 22 November 2016 19.50 (UTC)
Ya, langkah antisipatif paling tepat adalah menghindari ambigu. Sebab kanselir wanita tetap memiliki makna: kanselir yang bertugas mengurusi masalah wanita. Sedangkan wanita kanselir adalah wanita yang menjabat sebagai kanselir. Igho (bicara) 22 November 2016 21.35 (UTC)

Unsur kimia[sunting sumber]

Mengikuti pola penerjemahan yang sudah ada, saya menerjemahkan empat unsur kimia yang namanya baru-baru ini diresmikan oleh IUPAC menjadi nihonium, moskovium (moscovium), tenesin (tennessine), dan oganeson (oganesson). Ini terjemahan sepihak sih. Terima kasih. — FarrasLa Poste 3 Desember 2016 18.53 (UTC)

Apa huruf ganda dipertahankan saja? Jadi "tennessin" dan "oganesson". Karena asal katanya dari nama daerah (Tennessee) dan nama orang (en:Yuri Oganessian), yang biasanya ejaannya tidak diubah, rasanya aneh kalau ejaannya diubah sepihak seperti itu. HaEr48 (bicara) 3 Desember 2016 22.33 (UTC)
Terima kasih Farras. Tidak, karena telah menjadi nama unsur, ini bukan lagi nama tempat/orang, jadi penulisan nama unsur pun tidak perlu dikapitalisasi huruf pertamanya (misalnya "oksigen" alih-alih "Oksigen"). Lagi pula, "palladium" --> "paladium"; "tellurium" --> "telurium". ·· Kℇℵ℟ℑℭK 4 Desember 2016 03.23 (UTC)

Wiki Bahasa Batak Toba[sunting sumber]

Dear Team Wikipedia Indonesia, Seperti Judul, Saya berniat dan ingin mengembangkan wiki versi bahasa batak toba, (layaknya Bhs Aceh, Jawa, Sunda dll) Untuk artikelnya sudah siap upload sekitar 54 Artikel. namun untuk prosesnya saya kurang paham, (Proses buat halaman baru dan simpan dimana)

Mohon advice,

Rgds, onald 19 Desember 2016 07.01 (UTC)

Silahkan lakukan disini: https://incubator.wikimedia.org/wiki/Wp/bbc/Main_Page --Erik Fastman (bicara) 20 Desember 2016 02.27 (UTC)

Sharpshooter dan marksman[sunting sumber]

Ada artikel berjudul Penembak Jitu (dengan "j" kapital) yang diterjemahkan dari artikel bahasa Inggris, sharpshooter. Padahal ada artikel yang judulnya serupa Penembak jitu (dengan "j" kecil) yang artikelnya terhubung dengan artikel bahasa Inggris marksman. Adakah perbedaan antara isi dua artikel ini yang mengharuskan ditulis ke dalam dua artikel berbeda? ··· 👦 Rachmat04 · 💬 22 Desember 2016 08.54 (UTC)

sesuai info yg saya dapat dari artikel marksman ini : "In popular and historical usage, " sharpshooter " and "marksman" are considered synonyms. Within the shooting sports and military usages today, however, sharpshooter and marksman refer to distinctly different levels of skill, which are never conflated. Specifically, in the US Army, "marksman" is a rating below "sharpshooter" and "expert".". Jadi sebenarnya, di kalangan umum, marksman dan sharpshooter itu sinonim, namun untuk di kalangan militer AS, kedua kata ini menunjukkan tingkat kemampuan yang berbeda, jadi ada baiknya kedua artikel tersebut tetap dipertahankan, namun saya tidak punya ide soal gimana cara membedakan judulnya. Semoga membantu :D ardhan (bicara) 31 Desember 2016 04.38 (UTC)
Oke, keputusan saya, kedua artikel itu saya ganti judulnya pake judul bahasa Inggrisnya & laman penembak jitu saya jadikan halaman disambiguasi --Erik Fastman (bicara) 8 Februari 2017 15.05 (UTC)

Israeli settlements[sunting sumber]

Portal:Peristiwa terkini

Bukannya settlement artinya 'pemukiman'? 'Pendudukan' setahu saya occupation. Sersan Mayor Kururu (bicara) 28 Desember 2016 03.42 (UTC)

  • Pemukiman: upaya memukimkan (pemukiman warga ex-Bantar Gebang ke Bantar Bolang mengalami kendala karena cuaca buruk)
  • Permukiman: semua hal mengenai mukim, kawasan yang dihuni penduduk (banjir langsung masuk ke permukiman, tak lama setelah bendungan jebol)

——igho (bicara) 10 Januari 2017 - 21:28 WIB

Empress, Duchess, & County[sunting sumber]

Saya mau nanya, sebenernya apa sih terjemahan yang cocok untuk kata "Empress" (sebutan untuk Kaisar/Emperor tapi yang berjenis kelamin perempuan), apakah itu:

Selain itu juga, bagaimana dengan gelar "Duchess" (sebutan untuk Duke (biasanya saya lihat diterjemahkan menjadi "Adipati" dalam bahasa Indonesia) tapi berjenis kelamin perempuan, CMIIW), apakah itu:

Selain itu juga, saya seringkali menerjemahkan "County" menjadi "Kabupaten", pasalnya dari yang saya lihat, wilayah "County" berada di bawah Provinsi (meskipun biasanya Kabupaten di Indonesia diterjemahkan menjadi "Regency"). Kalau begitu, bisakah kalo kata "Count" (kepala dari sebuah County) diterjemahkan menjadi "Bupati" (kepala Kabupaten) dan Countess (sebutan untuk Count tapi yang berjenis kelamin perempuan) diterjemahkan menjadi "Istri Bupati/Bupati Wanita" --Erik Fastman (bicara) 8 Januari 2017 07.34 (UTC)

Mengenai county

Sepertinya saya ingat pernah ada diskusi tentang county dan sempat cukup hangat. Menurut saya ini istilah yang tidak dapat diterjemahkan dan biarkan saja tetap "county" dan tidak dapat setara dengan "kabupaten" karena tidak konsisten per negara (di RRT, "county" itu dati ke-3; di Amerika Serikat, "county" itu dati ke-2). Salam. ·· Kℇℵ℟ℑℭK 9 Januari 2017 10.33 (UTC)

Mengenai "Kaisarina"
Jujur saja, neologisme ini sudah parah. Entah dari manakah sumbernya. Speechless saya saat tahu bahwa neologisme itu mampu bertahan di Wikipedia ini selama bertahun-tahun. -- Adiputra बिचर -- 10 Januari 2017 14.00 (UTC)

Paviliun → Bangsal[sunting sumber]

Ada yang bisa mengubah seluruh kata Paviliun menjadi Bangsal nggak di WBI, kek pas dulu si Benny ngubah-ngubah kata Cina jadi Tiongkok/Tionghoa, pake bot sekalian gitu. Karena saya lihat di artikel en:Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, kata paviliun dipadankan dengan kata bangsal. Biar nggak terlalu neoglotisme gitu --Erik Fastman (bicara) 12 Januari 2017 13.36 (UTC)

paviliun itu sudah ada di KBBI kok. ·· Kℇℵ℟ℑℭK 12 Januari 2017 13.43 (UTC)

Memorabilia dan Cendera mata[sunting sumber]

Kemarin, saya merintis artikel bertopik bahasa berjudul Memorabilia. Setelah selesai, saya mencoba meng-interwiki-kan ke dalam bahasa lain, namun ternyata sudah ada artikel sejenis yang terbubung, yaitu Cendera mata. Di artikel bahasa Inggris pun, en:Memorabilia sendiri ternyata juga sudah dipindahkan ke en:Souvenir. Namun dari isinya, saya melihat perbedaan pengertian antara memorabilia dengan cendera mata, di mana menurut saya, memorabilia bukan sekadar cendera mata. Lantaran itulah, sampai sekarang saya belum memindahkan artikel Memorabilia ke Cendera mata. Barangkali artikel saya kurang pas, mohon kawan-kawan, yang berkenan, dapat membandingkan antara keduanya, dan memberikan komentar di sini. Demikian yang saya sampaikan. Atas perhatian dan kesediaan kawan-kawan, saya sampaikan terima kasih. Salam hangat dari saya. gigho (bicara) 22 Januari 2017 - 01.43 WIB

Jika berkenan, dengan hormat dan sedikit menghiba-hiba saya mengundang beberapa pengurus untuk berkomentar di sini @Bonaditya: @Farras: @Kenrick95: @Hidayatsrf: @Arifin.wijaya: @JohnThorne: @Erik Fastman: @Murbaut: @Johnstad Di Maria: @Meursault2004: @RaymondSutanto:. Jika tidak ada tanggapan, postingan saya ini akan segera saya arsipkan. Terima kasih. Salam gigho (bicara) 3 Februari 2017 - 01.57 WIB
Menurut definisi KBBI kedua istilah itu berbeda, jadi dapat tetap berupa dua artikel yang terpisah. Mengenai pranala ke artikel bahasa Inggris, tidak jarang ada dua artikel bahasa lain yang hanya menjadi satu artikel dalam bahasa Inggris, sehingga dapat diberi interwiki secara manual. Demikian saran saya. JohnThorne (Bicara) 2 Februari 2017 21.25 (UTC)
Terima kasih atas jawaban Anda, Mas John. Salam gigho (bicara) 8 Februari 2017 - 21.46 WIB

Jenis kelamin[sunting sumber]

Akhir-akhir ini saya sedang melengkapi artikel pemeran Hollywood, tetapi ada satu hal yang mengganggu, yaitu penerjemahan profesi sesuai jenis kelamin. Wikipedia bahasa Inggris membagi actor menjadi dua jenis kelamin, male actor dan actress, jadi actor itu kategori induk yang netral. Contohnya, en:Category:American film actors terbagi menjadi en:Category:American male film actors untuk laki-laki dan en:Category:American film actresses untuk perempuan.

Bagaimana sebaiknya kita menerjemahkan Actor (male actor/actress)?

  • Pemeran (pemeran laki-laki/pemeran perempuan)
  • Pemeran (pemeran pria/pemeran wanita)
  • Pemeran (aktor/aktris) — "aktor" di sini penanda jenis kelamin. Orang Indonesia biasanya langsung terpikir laki-laki apabila mendengar kata "aktor".

Soal jenis kelamin ini penting karena bisa diterapkan di berbagai kategori profesi lain. Oleh karena itu, kita perlu sekalian menyeragamkan "laki-laki/perempuan" atau "pria/wanita". Apabila sudah pasti, nanti bisa diperbaiki secara massal pakai bot atau AWB. Terima kasih. — FarrasLa Poste 25 Januari 2017 01.56 (UTC)

Melihat pada Festival Film Indonesia dan nomenklatur penghargaannya, saya kira "pemeran pria/wanita" lebih cocok, tepat, dan sesuai. Muhraz (bicara) 25 Januari 2017 02.03 (UTC)
Menurut hemat saya, lebih baik gunakan "pemeran laki-laki/perempuan". Alasannya adalah tidak semua para pemeran adalah sosok dewasa, melainkan usia remaja maupun anak-anak dapat menjadi pemeran jika memang layak. Sebagai bahan pertimbangan; silakan lihat kata wanita, perempuan, pria, dan laki-laki di KBBI. Salam. — Bonaditya (bicara) 25 Januari 2017 02.13 (UTC)
Saya pikir sebaiknya konvensi perfilman yang telah jamak dipakai di Indonesia, dan telah umum pada masyarakat awam, tak ada salahnya diikuti. Muhraz (bicara) 25 Januari 2017 02.16 (UTC)
Pemikiran saya bahwa membiarkan yang kurang tepat adalah kurang baik, jadi harus diubah demi kemaslahatan kita bersama. Hayah Bonaditya (bicara) 25 Januari 2017 02.20 (UTC)
Sistem penamaan FFI itu menarik, yha. Akan tetapi, poin 1 sepertinya lebih sesuai atas alasan kenetralan bahasa dan kecocokan penerjemahan (male child actor tidak cocok diterjemahkan menjadi "pemeran cilik pria"; dewasa sekali :P). Ini untuk penamaan kategori artikel saja, bukan kategori penghargaan. — FarrasLa Poste 25 Januari 2017 06.55 (UTC)

Opsi "pemeran laki-laki/perempuan" atau "pemeran pria/wanita" menurut saya boleh saja dipakai. (bercanda dimulai) Kalau bingung, pakai saja simbol/emoji: "pemeran ♂️/♀️" (bercanda selesai). Secara arti, "pemeran aktor/aktris" itu tidak masuk akal toh kalau dikembangkan, arti dari frasa "pemeran aktor" itu "pemeran pemeran" (jadinya aneh). Sekian pendapat saya. ·· Kℇℵ℟ℑℭK 25 Januari 2017 05.51 (UTC)

Saya klarifikasi dulu. Sepertinya saya salah menggambar "silsilah". :P Maksud poin ketiga itu kategori induk yang netral Kategori:Pemeran film Zimbabwe terbagi menjadi dua, Kategori:Aktor film Zimbabwe (laki-laki) dan Kategori:Aktris film Zimbabwe (perempuan). "Pemeran" itu jadi blanket term untuk kedua jenis kelamin, tetapi berpotensi membingungkan.
Komunitas Wikipedia bahasa Inggris pernah memperdebatkan soal ini. Kata mereka, "actor" itu dengan sendirinya sudah netral, jadi perlu dibuat kategori terpisah untuk laki-laki, "male actor". Aneh memang, tetapi konsensusnya demikian di sana. — FarrasLa Poste 25 Januari 2017 06.55 (UTC)
Dalam KBBI sudah jelas diakui kata-kata "aktor" dan "aktris" masing-masing untuk pemeran laki-laki dan perempuan. Kita ikuti istilah-istilah itu saja. Jika menerjemahkan kata Inggris "actor" dalam arti netral, maka gunakanlah kata Indonesia "pemeran". Demikian saran saya. JohnThorne (Bicara) 2 Februari 2017 22.52 (UTC)

Templat Tahukah Anda yang terlindung[sunting sumber]

Gak tahu sih apa bener apa nggak minta di bagian sini. Tapi Templat:Tahukah Anda/Januari untuk hari ini (25 Januari), link Harpi yang dimaksud itu Elang Harpi (elang beneran di Amerika Selatan, bukan makhluk mitologi seperti di artikel). Artikel b. Inggrisnya ada di en:Harpy eagle. Saya nggak edit karena templatnya dilindungi. Trims. Sersan Mayor Kururu (bicara) 25 Januari 2017 09.36 (UTC)

Selesai Telah disunting, terima kasih koreksinya, untuk mencegah vandalisme, templat-templat yang dipakai di halaman utama memang dikenakan perlindangan beruntun, dan bisa minta bantuan pengurus kalau ingin menyuntingnya, atau tambahkan {{edit protected}} di halaman pembicaraanya.--Hidayatsrf (bicara) 25 Januari 2017 09.56 (UTC)

Transportasi vs. Angkutan[sunting sumber]

MRT Singapura kini tengah menjadi artikel pilihan yang ditampilkan di Halaman Utama. Di dalamnya terdapat pranala menuju Angkutan rel di Singapura tetapi setelah saya lihat, ternyata artikel tentang subjek yang terkait memiliki judul Transportasi rel seperti Transportasi rel di India, Transportasi rel di Indonesia, dan Transportasi rel di Jepang. Saya ingin menyeragamkan nama artikelnya agar dapat ditampilkan menggunakan {{Topik Asia}}, tapi sebaiknya mana yang harus digunakan, Transportasi atau Angkutan? Trims. Sersan Mayor Kururu (bicara) 8 Februari 2017 14.39 (UTC)

Saya lebih sepakat dengan "transportasi". Salam, Muhraz (bicara) 13 Februari 2017 16.31 (UTC)
Saya juga setuju dengan transportasi. Meursault2004ngobrol 8 Maret 2017 23.59 (UTC)

Aksi 112 VS Aksi 11 Februari[sunting sumber]

Saya mau nanya, apakah Aksi Bela Islam VI cocoknya diberi judul Aksi 112 mengingat aksi tersebut populer dengan sebutan itu atau Aksi 11 Februari seperti halnya Aksi 4 November (Aksi 411) sama Aksi 2 Desember (Aksi 212). Sekedar info aja, penyebutan aksi-aksi tersebut dengan sebutan angka semua (411, 212, 112) seingat saya baru dilakukan saat aksi 212, sementara pada masa-masa sebelumnya terutama pada aksi 411, aksinya masih disebut Aksi 4 November.

Apakah penyebutan aksi-aksi tersebut harus kompakan semua (yang satu pake angka semua maka yang lainnya juga pake angka semua, yang satu nyebutin nama bulannya maka yang lainnya juga nyebutin nama bulannya) atau nggak perlu kompakan, aksi yang terjadi pada masa 411 disebut dengan nama panjangnya karena pada masa kontemporer dikenal dengan nama kepanjangannya & baru disebut dengan singkatan pada masa belakangan sementara aksi 212 & 112 disebut dengan sebutan singkatannya karena pada masa kontemporer sudah dikenal dengan sebutan singkatannya.

Sekadar tambahan aja, Malaysia Airlines Penerbangan 370 itu baru populer istilah MH370 itu pada waktu belakangan pada masa pencarian, walaupun sebetulnya penyebutan MH370 sudah ada bahkan sebelum terjadi musibah tersebut tapi tetep aja pada penulisan judulnya di Wikipedia, nama artikelnya memakai nama panjangnya, Malaysia Airlines Penerbangan 370. Meskipun sebetulnya beda konteks, MH370 itu sebutan rute penerbangan yang mengalami musibah, sementara aksi 411, 212, 112 itu aksi sosial) --Erik Fastman (bicara) 12 Februari 2017 06.31 (UTC)

Saya mengusulkan mengganti frasa "aksi damai" hanya dengan kata "aksi" saja untuk gerakan 4 November 2016, sebab kenyataannya aksi tersebut berbuntut ricuh yang disebabkan oleh belum bubarnya pada saat batas waktu demo. gigho (bicara) 14 Februari 2017 - 02.29 WIB
Hhhhmmm... menurut saya boleh juga sih. Tapi menurut saya kasusnya jadi kayak Kekaisaran Romawi Suci, namanya sih boleh pake kata "suci" tapi ya bukan berarti bersih dari kesalahan --Erik Fastman (bicara) 14 Februari 2017 02.53 (UTC)
Ya, begitu juga boleh, asal fakta ricuhnya tetap dipaparkan. Salam gigho (bicara) 14 Februari 2017 - 12.31 WIB
Saya malah berpikir bahwa masukkan saja isi artikel itu ke Aksi Bela Islam karena aksi terakhir ini dampaknya kurang luas dibandingkan aksi ke-2 dan ke-3. Kalau tidak dilakukan demikian, saya berpikir bahwa aksi-aksi atau demonstrasi-demonstrasi lainnya (misalnya setiap kali ada demo antikenaikan harga BBM) bisa jadi memiliki artikel sendiri atas dasar dipertahankannya artikel "aksi 112". Salam. ·· Kℇℵ℟ℑℭK 14 Februari 2017 05.58 (UTC)
Artikel tentang demo boleh kok dimasukkin Wikipedia, contohnya nih yang di luar negeri: 8N sama 18A --Erik Fastman (bicara) 14 Februari 2017 06.32 (UTC)
Iya, maksud saya adalah untuk yang dampak demonya tidak besar, seperti "aksi 112" ini, digabungkan saja ke artikel utamanya. Salam. ·· Kℇℵ℟ℑℭK 14 Februari 2017 13.13 (UTC)

Liga Utama Inggris[sunting sumber]

Permisi. Saya mau bertanya untuk judul artikel liga sepak bola Inggris (Premier League) dalam bahasa Indonesia menjadi Liga Utama Inggris 2016–17 atau Liga Primer Inggris 2016–17. Terima kasih. Yogwi21 (bicara) 15 Februari 2017 04.35 (UTC)

Resor atau Resort?[sunting sumber]

Singkat saja, saya sedang "berjalan-jalan" dan menemukan artikel tentang Kepolisian Resort/Resor (Kepolisian Resort Magelang Kota; Kepolisian Resort Cirebon; Kepolisian Resort Sorong). Di KBBI daring, yang ada hanyalah resor. Artikel terkait Polres di WBI pun bertitel Kepolisian resor. Saya berniat memindahkan artikel-artikel tsb per KBBI, tetapi sepertinya ada neologisme yang mengakar kuat tentang pemakaian kata "resort" di WBI, contohnya semua artikel dengan prefiks Komando resort militer (semuanya menggunakan "resort" dibandingkan "resor"). Bagaimana pendapat komunitas? -- Bagas Chrisara (bicara) 15 Februari 2017 08.27 (UTC)

Disesuaikan dengan PUEBI (KBBI) saja, Mas. Kalau memang yang baku adalah "resor", semua "resort" kita pindahkan ke "resor". Sedangkan artikel pengalihan dengan kata "resort" biarkan saja, untuk mengakomodasikan para pengunjung yang salah ketik "resort" saat pencarian di google atau langsung di Wikipedia. Dengan demikian, belajar dari kesalahan tersebut, ketika digiring menuju artikel yang benar ejaannya, maka pengunjung (atau kita semua) akan terbiasa menggunakan ejaan yang betul. Salam gigho (bicara) 15 Februari 2017 - 17.58 WIB
Saya pun sependapat dengan Mas Igho perihal pemindahan artikel-artikel terkait, dengan membiarkan halaman pengalihan ke judul yang baru. Dalam hal neologisme, penggiringan opini publik dapat dimulai setidaknya dari Wikipedia. Contoh kecilnya tentu saja dengan melaksanakan metode sederhana ini. Salam. -- Bagas Chrisara (bicara) 15 Februari 2017 23.46 (UTC)

Penganiayaan atau penindasan[sunting sumber]

Mau nanya, kata persecution tuh cocoknya diterjemahin jadi penganiayaan (kek Penganiayaan terhadap orang Kristen) atau penindasan (kek Penindasan terhadap Muslim di Myanmar dan Penindasan terhadap Rohingya di Myanmar 2016–2017). Itu aja, makasih --What a joke (bicara) 17 Februari 2017 02.30 (UTC)

Menurut saya, penindasan itu lebih luas daripada penganiayaan. Jadi penganiayaan (yang secara umum lebih mengerucut kepada hal-hal fisik) merupakan salah satu bentuk penindasan. Nah, untuk artikel yang menggunakan penganiayaan mestinya isinya harus penganiayaan. Sedangkan untuk artikel yang menggunakan judul penindasan, mestinya isinya lebih luas, salah satunya (mungkin) penganiayaan. Namun semua itu juga tergantung bagaimana dialektika yang digunakan dalam memungut dua kata tersebut. Mengingat bahwa bahasa kita itu sangat lentur, ada baiknya kita juga lentur. Salam gigho (bicara) 17 Februari 2017 - 10.12 WIB

Kalo Open Doors Indonesia setau ane lebih suka pake kata "penganiayaan" untuk menerjemahkan kata "persecution", kadang juga pake neoglotisme sendiri "persekusi" (suatu tindakan yang katanya perlu dihindari menurut M. Adiputra) Padahal setau ane yang dimaksud penganiayaan/persekusi/persecution disana juga mengacu pada pelarangan penginjilan, Bhutan contohnya, kagak pernah ngancurin gereja, menganiaya apalagi membantai umat Kristen tapi tetep dibilang menganiaya hanya karena melarang penginjilan sama sekali dan menyatakan diri sebagai negara Buddhis meskipun tidak pernah melakukan persecution secara fisik (CMIIW)

FYI aja, bagi Open Doors ngelarang penginjilan sama sekali itu masuk kategori "persecution", tapi kalo cuman dibatasin (misalnya Thailand masih ngasih tempat buat penginjilan tapi khusus buat orang Tionghoa dan bukannya orang Thai) ya nggak masuk, "persecution" yang terjadi cuman pada masa lampau (contohnya Pemberontakan Shimabara di Jepang, sentimen orang Perancis & Kristen pada masa PDI di Thailand, dlsb) juga nggak termasuk, karena kalo termasuk, berarti jangankan Jepang dan Thailand, negara-negara Eropa yang sekarang udah jadi mayoritas Kristen saya rasa juga bakalan masuk karena dulu juga sempet terjadi penganiayaan terhadap umat Kristen pada zaman pagan Romawi Kuno (contoh: Penganiayaan Diokletianus) hehehe. Cuman yang aneh lagi sih negara-negara yang udah mayoritas Kristen macem Meksiko dan Kolombia juga termasuk, dilihat dari sumbernya katanya yang melakukan penganiayaan orang-orang sono yang masih pagan.

Satu-satunya negara (selain negara-negara Eropa, Amerika, & Australia) yang bener-bener ngebebasin penginjilan tanpa batasan setau ane sih cuman Korea Selatan karena Kristen udah dianggep anak emas sama pemerintah sono, jadi simbol nasionalisme (beda ama Indonesia yang masih nganggep Kristen terkait dengan penjajahan disamping ada Pahlawan nasional Indonesia yang beragama Kristen dan bahkan bule macem Douwes Dekker, Pierre Tendean dan Albertus Soegijapranata), karena pas penjajahan Jepang, Kristen justru jadi garda terdepan dalam perlawanan terhadap Jepang dibanding Buddhis atau Shamanisme. Mbah buyutnya Kim Jong-un aja pastor lho, cuman kakek (Kim Il-sung), bapak (Kim Jong-il) sama anaknya (KJU) aja yang ndablek & malah bikin negara penganiaya Kristen no. 1 di dunia, disana yang namanya nganut Kristen dianggap kejahatan disamping Korut sendiri malah ngelegalin ganja.

Cuman karena saking sayangnya ama Kristen, orang Buddhis & Katolik Korea malah jadi cemburu & nganggep pemerintah Korsel pengen Kristenin rakyatnya sendiri. Buat ane sih lebih baik masing-masing pihak mah menahan diri karena kalo ntar terjadi Civil War malah Korutnya senang & bahkan menang. Kek pas menjelang jamannya Park Chung-hee, sesama kalangan militernya pengen tikai tapi nggak jadi karena takut malah nyenengin Korut. Korut menang juga menurut saya nggak bakalan nguntungin umat Buddhis deh karena pas Vietnam Utara menang Perang Vietnam, walaupun umat Buddhis disono kebebas dari Krisis Buddha, tapi yang ada justru jumlah umat Buddhis menurun drastis dari sekitar 80% jadi 8%-12%. Maaf kalo malah jadi OOT, maaf juga kalo nggak berkenan bicarain soal agama, hehehe --Erik Fastman (bicara) 17 Februari 2017 05.42 (UTC)

Itulah mengapa kita perlu lentur terhadap bahasa. Saya ingin memberi contoh paradoks tentang suatu definisi. Simbol adalah lambang yang mewakili suatu nilai. Nah kalau dibalik, Lambang adalah simbol yang mewakili suatu nilai. Mengingat suatu definisi tak elok kalau menyebut dua kali kata yang didefinisikan, maka dicarikanlah persamaan, yaitu simbol bersinonim dengan lambang. Mana yang stratanya lebih tinggi, simbol atau lambang? Sama saja, tergantung keperluan pendefinisian. Begitu juga dengan penindasan dan penganiayaan. Dapat saja kita terapkan bahwa penganiayaan bersifat lebih umum dan penindasan merupakan bagian dari penganiayaan. Namun dalam kesempatan lain, dapat saja kita katakan bahwa penindasan lebih bersifat umum, dan penganiayaan merupakan salah satu bentuk penindasan. Namun jika di sini kita akan membangun kesepakatan dikotomi dua kata itu, ya mari kita bersama-sama membangun kata sepakat. gigho (bicara) 19 Februari 2017 - 02.40 WIB

Istilah-istilah Katolik[sunting sumber]

Saya minta bantuannya bagi yang tau istilah-istilah Katolik, dalam hal ini mungkin @Ign christian: atau @Albertus Aditya:, pasalnya saya baru saja menemukan istilah-istilah baru ini

Pertama, saya baru menemukan istilah Eparchy yakni perwujudan dari suatu Keuskupan (Diocese) tapi dari Ritus Katolik Timur (CMIIW) cuman yang jadi pertanyaan enaknya diterjemahin begimana ya ? Eparkhi ? Eparki ? Keeparkhian ? Keeparkian ? atau Keuskupan ? Pasalnya ada beberapa artikel yang baru-baru ini memakai kata tersebut:

Kedua, saya juga baru menemukan istilah Grand Master (ordo) yakni semacam gelar/jabatan pada seorang pemimpin ordo/organisasi. Sama kaya yang diatas, yang jadi pertanyaan enaknya juga diterjemahin begimana ya ? Master Besar ? Pemimpin Besar ? atau tetep dipertahanin aja dengan sebutan bahasa Inggrisnya, Grand Master ?

& mungkin masih ada lagi yang masih belum saya pantau

--Erik Fastman (bicara) 1 Maret 2017 08.03 (UTC)

Menurut saya:
  • Ya, eparchy dalam tradisi Timur (khususnya Bizantin) sama dan setara dengan keuskupan/diosis dalam tradisi Barat. Sebaiknya diterjemahkan menjadi "eparki", contoh penggunaannya di: Kamus Teologi terbitan Kanisius, blog GOI. Dalam literatur Katolik di Indonesia, huruf "h" dalam gabungan huruf "kh" atau "ch" dari bahasa Yunani seringkali dihilangkan ketika diserap ke dalam bahasa Indonesia.
  • Kata major yang digunakan dalam major archeparchy atau major archbishop sebaiknya diterjemahkan menjadi "mayor", kata "besar" terasa janggal ya. Contoh penggunaanya di: situs Katolik, blog Katolik Timur, artikel majalah Hidup, salah satu buku.
  • "Siria-Malankara" sebaiknya diseragamkan dengan "Siro-Malabar" menjadi "Siro-Malankara". Contoh penggunaannya di: blog Katolik Timur, artikel majalah Hidup.
  • Mengenai Grand Master (ordo), ini sulit. Kalau dalam konteks non-Katolik, mungkin dibiarkan saja dalam bahasa Inggris. Kalau dalam konteks Katolik, mungkin dapat juga menggunakan istilah Magister generalis sebagaimana kebiasaan kalangan Katolik di Indonesia yang tetap menggunakan istilah dalam bahasa Latin untuk kata-kata asing yang sulit diterjemahkan. Ign christian (bicara) 1 Maret 2017 09.57 (UTC)

Oh ya, saya baru ingat lagi, kalo kata Immaculate Conception itu juga enaknya diterjemahin jadi apa ya ? Kalo diterjemahkan berdasarkan pada rujukan judulnya di WBI (Dikandung Tanpa Noda) juga sepertinya rancu, pasalnya beberapa artikel menggunakan kata tersebut sebagai sebutan personifikasi (pelindung dan semacemnya):

Kalo diterjemahin jadi "Konsepsi Imakulata" juga rasanya rancu soalnya terkesan neologisme yang tentunya suatu tindakan yang perlu dihindari menurut M. Adiputra. Keliatan cocoknya sih "Perawan Tak Bernoda" soalnya saya rasa kata tersebut rada umum. Tapi menurut Anda begimana ? --Erik Fastman (bicara) 1 Maret 2017 10.55 (UTC)

Sepertinya memang tidak ada keseragaman penyebutan istilah ini dalam bahasa Indonesia, ada banyak versi. Meski tidak umum, menurut saya sih "Konsepsi Imakulata" sah-sah saja digunakan, karena kata "konsepsi" sendiri terdaftar di KBBI dan memang sinonimnya adalah pembuahan atau fertilisasi. Kalau menyebut doktrinnya, sering disebut "Dikandung Tanpa Noda" atau "Dikandung Tanpa Dosa" saja (mis. dalam Kompendium KGK). Kalau menyebut pribadinya, sejumlah gereja/paroki menggunakan nama "Maria Imakulata" (lih. Google search); bisa juga tambahkan saja kata "Maria" di depannya menjadi "Maria Dikandung Tanpa Noda" (mis. artikel di Katolisitas, kendati dalam artikel tersebut juga tidak konsisten dalam penyebutan istilahnya). "Perawan Tak Bernoda" boleh juga, ada paroki yang menggunakan versi panjangnya (Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda, Putussibau). Kalau menurut saya pribadi, sebutan "(Santa) (Perawan) / (Bunda) Maria", atau "Perawan" saja seperti usulan Anda, ditambahkan di depan kalau dalam bahasa Inggris juga ada sebutan "Our Lady" di depannya. Bagaimanapun, rasanya tidak perlu terlalu kaku dalam penggunaan istilah ini karena sudah terlanjur banyak versi yang digunakan dalam bahasa Indonesia, tampak sulit untuk menyeragamkannya. Ign christian (bicara) 1 Maret 2017 14.47 (UTC)
Baru muncul lagi saat ini. Untuk "eparchy" saya sepakat untuk diterjemahkan menjadi "eparki" (dan saya sudah menggunakannya beberapa kali di WBI saat membahas terkait keuskupan di beberapa negara). Untuk "Immaculate Conception" saya juga tidak menganjurkan "Konsepsi Imakulata" namun ke "Dikandung Tanpa Noda". Dalam konteks Katedral Manila, saya lebih mengarah ke Gereja Katedral Basilika Dikandung Tanpa Noda Manila. Salam. Albertus Aditya (bicara) 4 Maret 2017 05.07 (UTC)

Penghalusan kalimat[sunting sumber]

Bahasa sebagai alat komunikasi sangat penting dalam menyampaikan pesan kepada orang lain. Wikipedia sebagai ensiklopedia berbasis gotong-royong sangat menjunjung tinggi etika berbahasa. Tujuannya, agar pengguna lain tetap memiliki semangat berkontribusi meskipun ditegur karena telah melakukan kesalahan. Tidak dapat kita pungkiri, penggunaan kalimat kasar saat menegur atau memberi peringatan kepada pengguna lain, sangat rawan terjadi pada pengguna dengan temperamen tinggi, atau karena statusnya sebagai pengurus. Untuk itu, saya ingin membagikan beberapa contoh kalimat yang merupakan penghalusan dari "kalimat kasar" sebagai wujud ketegasan sikap seorang pengguna biasa dan pengurus kepada pengguna lain.

Contoh kalimat kasar Penghalusan
Dilarang mengirim barnstar di halaman pembicaraan saya Dengan hormat, jika berkenan, waktu lain tidak mengirim barnstar di halaman pembicaraan saya, karena sudah saya sediakan halaman khusus. Terima kasih. Salam.
Permohonan pengguna ini ditolak Pengguna ini perlu diberikan kesempatan lebih lama untuk berkontribusi
Artikel berbahasa asing yang tidak diterjemahkan atau diterjemahkan secara buruk Artikel berbahasa asing yang diterjemahkan kurang memadai.
Kenapa Anda menghapus artikel saya? Jika tidak keberatan, saya mohon penjelasan alasan penghapusan artikel saya. Terima kasih. Salam.
Artikel Anda buruk! Terima kasih telah berkontribusi di Wikipedia. Melalui kesempatan ini saya beritahukan bahwa artikel Anda berjudul Bla bla bla tampaknya perlu koreksi. Jika tidak keberatan, lengkapilah dengan referensi yang Anda miliki. Terima kasih. Salam.

Masih banyak contoh kalimat kasar yang dapat kita haluskan, agar pengguna lain tidak tersinggung, sehingga yang bersangkutan tetap semangat dalam berkontribusi di Wikipedia bahasa Indonesia. Demikian berbagi dari saya kali ini. Semoga bermanfaat. Salam. gigho (bicara) 3 Maret 2017 - 00.05 WIB

Tidak ada salahnya melakukan hal ini. Siapa tahu ke depannya Wikipedia bahasa Indonesia juga akan menghasilkan pengguna yang lebih sopan dan santun. よろしくね. ··· 🌸 Rachmat04 · 3 Maret 2017 14.58 (UTC
Sangat setuju dengan usul mas Igho, terdengar lebih bersahabat, mudah-mudahan bisa terlaksana. ibensis (What’s the Story?) 5 Maret 2017 06.25 (UTC)

Penaklukan[sunting sumber]

Halo, saya mau numpang tanya. Di Wikipedia Bahasa Inggris ada berbagai artikel tentang penaklukan, seperti Spanish conquest of the Aztec Empire, Mataram conquest of Surabaya atau French conquest of Algeria. Saya lihat di Wikipedia Indonesia ada tiga padanan yang digunakan:

Saya rasa sebaiknya tiga padanan ini diseragamkan. Kira-kira mana yang lebih tepat ya? Terima kasih sebelumnya. @Pengguna:Meursault2004  Mimihitam  8 Maret 2017 17.58 (UTC)

Kalo ane Penaklukan Perancis terhadap Aljazair --Erik Fastman (bicara) 8 Maret 2017 18.02 (UTC)

Saudara Mimihitam, yang benar ialah yang pertama: Penaklukan Aljazair oleh Perancis. Takluk itu kata kerja intransitif. Imbuhan -kan membuatnya transitif dan memiliki objek langsung. "Perancis menaklukkan Aljazair". Maka kalau diputar menjadi kalimat pasif menjadi "Ditaklukkannya Aljazair oleh Perancis" -> Penaklukan Aljazair oleh Perancis. Meursault2004ngobrol 8 Maret 2017 20.03 (UTC)

Terima kasih mas atas penjelasannya. Kalau tidak ada yang menentang, saya akan pindahkan semua halaman yang memakai varian lain menjadi "penaklukan (tempat yang ditaklukan) oleh (negara yang menaklukkan)."  Mimihitam  8 Maret 2017 20.20 (UTC)

Oh ya, trus kalo Penjajahan, Penaklukan, Invasi, (negara A) di bawah pemerintahan (negara B), (negara A) di bawah kekuasaan (negara B), kolonisasi (negara A) di (negara B), mana yang bener ?

NB: Menurut saya selama ini kata Penjajahan itu berkonotasi negatif dan standar ganda. Seperti di pelajaran sejarah di sekolah-sekolah Indonesia misalnya, Porto, Spanyol, Inggris, Perancis, Belanda & Jepang disebutnya ngejajah sementara bangsa-bangsa lain macem Tiongkok, Ottoman, Arab, Mongol, Majapahit & Sriwijaya dibilangnya cuman menaklukan/menguasai (kata yang cenderung netral). Apa sebab suatu bangsa dikatakan menjajah atau menaklukan/menguasai juga tidak jelas. Apa karena negara tersebut dianggap melakukan perbuatan tak menyenangkan (pembunuhan, perampasan, perbudakan) Mongol juga melakukan pembantaian, lebih besar malah ngelebihin bangsa-bangsa Barat & terbukti dari mereka sekarang kena karmanya sekarang negaranya cuman jadi landlocked diantara Rusia & Tiongkok. Apa karena negara tersebut tidak disenangi oleh negara yang pernah ia kuasai, Arab & Ottoman juga dicemberutin ama kali ama Balkan & Spanyol, Majapahit juga dicemberutin kali sama orang-orang Sunda, makanya nama jalan Gajah Mada & Hayam Wuruk nggak ada disana.

Menurut saya sih ini lebih ke arah sentimen aja terhadap bangsa-bangsa Barat (kek kasusnya sentimen terhadap Freeport milik Amrik di Papua gitu) Mungkin dalam hal ini WBI juga harusnya bersikap netral kali ya dalam hal ini mengontrol penggunaan antara kata menjajah & menguasai/menaklukan --Erik Fastman (bicara) 9 Maret 2017 03.59 (UTC)

Terbesit juga sebenarnya pertanyaan soal "kolonisasi". Contoh: kolonisasi Spanyol di Amerika, apakah lebih baik diubah menjadi kolonisasi Amerika oleh Spanyol? Terkait penjajahan/penaklukan, bung Erik ada benarnya. Indonesia tidak pernah berada di bawah kekuasaan Utsmaniyah, jadinya tidak pakai istilah "penjajahan", tapi kalau kita orang Bulgaria atau Serbia pasti akan memakai kata serupa, bahkan ada salah satu orang Bulgaria yang saya kenal yang mengeluh kalau mereka "diperbudak" oleh Utsmaniyah selama ratusan tahun. Jadi tergantung perspektif saja, dan saya setuju kalau WBI sebaiknya memakai istilah yang lebih netral seperti "penaklukan". Salam.  Mimihitam  9 Maret 2017 09.08 (UTC)

Jaman dulu kata jajahan atau penjajahan sebenarnya tidak berkonotasi negatif. Artinya hanya daerah yang dikuasai saja. Tapi memang benar sih ada semacam standar ganda. Mungkin karena sejarah penjajahan oleh Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris masih dikenal dengan baik. Jepang itu sebenarnya tidak menjajah Indonesia, tetapi menduduki. Orang Monggol malah kalah sama orang Jawa, karena mereka tidak biasa berperang di laut dan di hutan. Sebab saat itu adalah masa perang. Kalau bangsa Tiongkok, India dan Arab kan tidak diketahui apakah mereka benar-benar menjajah Indonesia? Yang terjadi ada migrasi. Masalah Majapahit dan Sunda itu sebenarnya perseteruan atau rivalitas. Majapahit kan tidak pernah menguasai Jawa Barat. Malah Mataram pernah. Meursault2004ngobrol 9 Maret 2017 11.43 (UTC)

Yaws[sunting sumber]

Yaws terjemahan bahasa Indonesianya apa ya? Hanif Al Husaini (bicara) 24 Maret 2017 07.12 (UTC)

Frambusia atau Patek. -- Bagas Chrisara (bicara) 24 Maret 2017 10.25 (UTC)