Pengadilan Agama

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kantor Pengadilan Agama di Kabupaten Cirebon

Pengadilan Agama (biasa disingkat: PA) adalah pengadilan tingkat pertama yang melaksanakan kekuasaan kehakiman di lingkungan Peradilan Agama yang berkedudukan di ibu kota kabupaten atau kota. Pengadilan Agama dibentuk dengan Keputusan Presiden.

Sejak 1 Maret 2003 Pengadilan Agama di Aceh berbentuk Pengadilan Khusus dengan nama Mahkamah Syar'iyah. Pembentukan tersebut berdasarkan UU No. 18 Tahun 2001 dan Keppres No. 11 Tahun 2003 tentang Mahkamah Syar'iyah dan Mahkamah Syar'iyah Provinsi.[1]

Kewenangan[sunting | sunting sumber]

Pengadilan Agama menyelenggarakan penegakan hukum dan keadilan di tingkat pertama bagi rakyat pencari keadilan perkara tertentu antara orang-orang yang beragama Islam di bidang perkawinan, waris, wasiat, hibah, wakaf, zakat, infaq, shadaqah, dan ekonomi syari'ah. Kewenangan penegakan hukum ekonomi syari'ah oleh Pengadilan Agama disebutkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.

Susunan[sunting | sunting sumber]

Susunan Pengadilan Agama terdiri dari Pimpinan, Hakim Anggota, Panitera, Sekretaris, dan Jurusita.

Pimpinan[sunting | sunting sumber]

Pimpinan terdiri dari seorang Ketua dan seorang Wakil Ketua. Untuk dapat diangkat menjadi ketua atau wakil ketua pengadilan agama harus berpengalaman paling singkat 10 (sepuluh) tahun sebagai hakim pengadilan agama. Ketua dan wakil ketua pengadilan diangkat dan diberhentikan oleh Ketua Mahkamah Agung. Ketua Pengadilan Agama mengucapkan sumpah di hadapan Ketua Pengadilan Tinggi Agama sementara Wakil Ketua Pengadilan Agama Ketua Pengadilan Agama.

Hakim Anggota[sunting | sunting sumber]

Untuk dapat diangkat sebagai calon hakim pengadilan agama, seseorang harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. warga negara Indonesia;
  2. beragama Islam;
  3. bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  4. setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
  5. sarjana syariah dan/atau sarjana hukum yang menguasai hukum Islam;
  6. sehat jasmani dan rohani;
  7. berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela; dan
  8. bukan bekas anggota organisasi terlarang Partai Komunis Indonesia termasuk organisasi massanya, atau bukan orang yang terlibat langsung dalam Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia.

Selain itu untuk dapat diangkat menjadi hakim harus pegawai negeri yang berasal dari calon hakim dan berumur paling rendah 25 (dua puluh lima) tahun.

Panitera[sunting | sunting sumber]

Pengadilan Agama mempunyai Kepaniteraan yang dipimpin oleh seorang Panitera. Panitera Pengadilan Agama dibantu oleh seorang Wakil Panitera, beberapa orang Panitera Muda, beberapa orang Panitera Pengganti, dan beberapa orang Jurusita.

Sekretaris[sunting | sunting sumber]

Pengadilan Agama mempunyai Sekretariat yang dipimpin oleh seorang Sekretaris dan dibantu oleh seorang Wakil Sekretaris.

Daftar Pengadilan Agama/Mahkamah Syar'iyah[sunting | sunting sumber]

Wilayah hukum Mahkamah Syar'iyah Aceh[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah Mahkamah Syar'iyah yang masuk dalam wilayah hukum Mahkamah Syar'iyah Aceh:

No. Mahkamah Syar'iyah Yurisdiksi
1 Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh Kota Banda Aceh
2 Mahkamah Syar'iyah Sabang Kota Sabang
3 Mahkamah Syar'iyah Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara
4 Mahkamah Syar'iyah Idi Kabupaten Aceh Timur
5 Mahkamah Syar'iyah Kuala Simpang Kabupaten Aceh Tamiang
6 Mahkamah Syar'iyah Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues
7 Mahkamah Syar'iyah Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara
8 Mahkamah Syar'iyah Sinabang Kabupaten Simeulue
9 Mahkamah Syar'iyah Meuredeu Kabupaten Pidie Jaya
10 Mahkamah Syar'iyah Calang Kabupaten Aceh Jaya
11 Mahkamah Syar'iyah Singkil Kabupaten Aceh Singkil · Kota Subulussalam
12 Mahkamah Syar'iyah Tapak Tuan Kabupaten Aceh Selatan · Kabupaten Aceh Barat Daya
13 Mahkamah Syar'iyah Sigli Kabupaten Pidie
14 Mahkamah Syar'iyah Bireuen Kabupaten Bireuen
15 Mahkamah Syar'iyah Lhokseumawe Kota Lhokseumawe
16 Mahkamah Syar'iyah Takengon Kabupaten Aceh Tengah
17 Mahkamah Syar'iyah Meulaboh Kabupaten Aceh Barat · Kabupaten Nagan Raya
18 Mahkamah Syar'iyah Jantho Kabupaten Aceh Besar
19 Mahkamah Syar'iyah Langsa Kota Langsa
20 Mahkamah Syar'iyah Simpang Tiga Redelong Kabupaten Bener Meriah

Wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Medan[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah Pengadilan Agama yang masuk dalam wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Medan:

No. Pengadilan Agama Yurisdiksi
1 Pengadilan Agama Medan Kota Medan
2 Pengadilan Agama Binjai Kota Binjai
3 Pengadilan Agama Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang
4 Pengadilan Agama Stabat Kabupaten Langkat
5 Pengadilan Agama Rantau Prapat Kabupaten Labuhanbatu · Kabupaten Labuhanbatu Utara · Kabupaten Labuhanbatu Selatan
6 Pengadilan Agama Kabanjahe Kabupaten Karo
7 Pengadilan Agama Tebing Tinggi Kota Tebing Tinggi · Kabupaten Serdang Bedagai
8 Pengadilan Agama Tanjungbalai Kota Tanjungbalai
9 Pengadilan Agama Gunung Sitoli Kota Gunung Sitoli · Kabupaten Nias · Kabupaten Nias Utara · Kabupaten Nias Selatan · Kabupaten Nias Barat
10 Pengadilan Agama Sidikalang Kabupaten Dairi · Kabupaten Pakpak Bharat
11 Pengadilan Agama Pematangsiantar Kota Pematangsiantar
12 Pengadilan Agama Simalungun Kabupaten Simalungun
13 Pengadilan Agama Balige Kabupaten Toba Samosir · Kabupaten Samosir
14 Pengadilan Agama Sibolga Kota Sibolga
15 Pengadilan Agama Padangsidempuan Kabupaten Tapanuli Selatan · Kabupaten Padang Lawas · Kabupaten Padang Lawas Utara
16 Pengadilan Agama Kisaran Kabupaten Asahan · Kabupaten Batubara
17 Pengadilan Agama Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah
18 Pengadilan Agama Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara · Kabupaten Humbang Hasundutan
19 Pengadilan Agama Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal
20 Pengadilan Agama Kota Padangsidempuan Kota Padangsidempuan

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]