Vladimir Lenin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Lenin)
Jump to navigation Jump to search
Vladimir Lenin
Владимир Ленин
Bundesarchiv Bild 183-71043-0003, Wladimir Iljitsch Lenin.jpg
ke-Ketua Dewan Komisar Rakyat Uni Soviet
(Perdana Menteri Uni Soviet)
Masa jabatan
30 Desember 1922 – 21 Januari 1924
Pendahulu Jabatan baru
Pengganti Aleksey Rykov
ke-Ketua Dewan Komisar Rakyat Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia
Masa jabatan
8 November 1917 – 21 Januari 1924
Pendahulu Jabatan baru
Pengganti Aleksey Rykov
ke-Anggota Politbiro
Masa jabatan
25 Maret 1919 – 21 Januari 1924
Masa jabatan
23 Oktober 1917 – 7 November 1917
Informasi pribadi
Lahir

Vladimir Ilyich Ulyanov

(bahasa Rusia: Владимир Ильич Ульянов)
(1870-04-22)22 April 1870
Simbirsk, Kekaisaran Rusia
Meninggal dunia 21 Januari 1924(1924-01-21) (umur 53)
Gorki, RSFS Rusia, Uni Soviet
Kebangsaan  Uni Soviet
 Kekaisaran Rusia
Partai politik Partai Komunis Rusia (Bolshevik)
Pasangan Nadezhda Krupskaya (1898-1924)
Profesi Pengacara, revolusioner, politikus
Tanda tangan

Vladimir Ilyich Ulyanov,[a] yang lebih dikenal dengan sebutan Lenin[b] (22 April [K.J.: 10 April] 1870 – 21 Januari 1924), adalah revolusioner komunis, politikus, dan penggagas teori politik berkebangsaan Rusia. Nama Lenin sebenarnya adalah nama samaran yang diambil dari nama Sungai Lena di Siberia. Ia menjabat sebagai pemimpin RSFS Rusia sejak tahun 1917, lalu Perdana Menteri Uni Soviet sejak tahun 1922 hingga kematiannya. Lenin berhaluan politik Marxis dan telah ikut menyumbangkan gagasan politiknya dalam pemikiran Marxis yang disebut sebagai Leninisme. Gagasannya itu bila digabung dengan teori ekonomi Marx dikenal dengan sebutan Marxisme–Leninisme.

Lenin terlahir sebagai putra dari keluarga kelas menengah di Simbirsk, Kekaisaran Rusia. Ketertarikannya pada politik revolusioner sayap kiri diawali dari hukuman mati yang dijatuhkan kepada seorang kakak laki-lakinya pada tahun 1887. Ia sempat mengenyam pendidikan di Universitas Negeri Kazan, tetapi dikeluarkan karena terlibat dalam protes anti-tsar sehingga pada tahun-tahun berikutnya, ia berjuang mendapatkan gelar sarjana hukum dan bergabung ke aliran politik radikal sebagai pengikut Marx. Pada tahun 1893, ia pindah ke St. Petersburg, menjadi tokoh senior dalam Liga Perjuangan Kesetaraan Kelas Buruh. Lenin kemudian ditangkap karena dituduh telah menghasut orang banyak dan diasingkan selama tiga tahun ke Siberia di mana ia menikah dengan Nadezhda Krupskaya. Setelah itu, ia mengasingkan diri ke Jerman, Inggris, dan Swiss. Ia baru pulang ke Rusia pasca-Revolusi Februari 1917 yang menyebabkan turunnya tsar dan berkuasanya pemerintahan sementara.

Sebagai pemimpin faksi Bolshevik dari Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia, ia memegang peran utama dalam melancarkan Revolusi Oktober 1917 yang berhasil menggulingkan Pemerintahan Sementara Rusia dan mendirikan Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia, negara sosialis pertama di dunia secara konstitusional. Segera setelah itu, Lenin menerapkan reformasi sosialis yang meliputi pengalihan hak milik atas tanah dan bangunan kepada soviet (dewan buruh). Adanya ancaman serangan dari Jerman membuat Lenin terpaksa menandatangani perjanjian damai yang menandai keluarnya Rusia dari Perang Dunia I. Pada tahun 1921, ia menggagas Kebijakan Ekonomi Baru, suatu sistem kapitalisme negara yang memulai proses industrialisasi dan pemulihan keadaan pasca-Perang Sipil Rusia. Setahun kemudian, RSFS Rusia bergabung dengan wilayah lain yang dulu juga termasuk wilayah kekuasaan Kekaisaran Rusia untuk membentuk Uni Soviet dengan Lenin sebagai pemimpinnya.

Pasca-kematiannya, Marxisme–Leninisme berkembang menjadi beberapa cabang pemikiran baru seperti Stalinisme, Trotskyisme, dan Maoisme. Lenin hingga saat ini masih menjadi tokoh dunia yang kontroversial. Para pencelanya memberi label diktator kepadanya karena ia dianggap telah melanggar banyak hak asasi manusia selama berkuasa, sedangkan para pendukungnya melawan pendapat itu dengan beranggapan bahwa kekuasaan Lenin saat itu terbatas dan memberinya gelar sebagai pembela kaum buruh. Lenin memiliki peranan besar dalam gerakan komunis internasional dan menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia pada abad ke-20.

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Masa kecil: 1870–87[sunting | sunting sumber]

Ayah Lenin, Ilya Nikolayevich Ulyanov, berasal dari keluarga buruh tani Kalmyk, Rusia, dan Chuvash.[2] Disamping latar belakang kelas bawah ini, ia naik tingkat menjadi kelas menengah, belajar fisika dan matematika di Universitas Kekaisaran Kazan sebelum mengajar di Institut Penza untuk Bangsawan.[3] Ilya menikah dengan Maria Alexandrovna Blank pada pertengahan 1863.[4] Dididik dengan baik dan berasal dari latar belakang yang relatif makmur, istrinya merupakan putri dari wanita JermanSwedia dan dokter Yahudi Rusia yang telah berpindah ke agama Kristen.[5] Setelah pernikahan mereka, Ilya meraih pekerjaan di Nizhny Novgorod, naik pangkat menjadi Direktur Sekolah Dasar di distrik Simbirsk enam tahun kemudian. Lima tahun setelah itu, ia diangkat menjadi Direktur Sekolah Negeri untuk provinsi tersebut, yang mengurusi pendirian lebih dari 450 sekolah sebagai bagian dari rencana pemerintah untuk modernisasi. Dedikasinya untuk pendidikan membuatnya meraih Ordo St. Vladimir, yang memberikannya status bangsawan warisan .[6]

Rumah masa kecil Lenin di Simbirsk

Pasangan tersebut memiliki dua anak, Anna (kelahiran 1864) dan Alexander (kelahiran 1868), sebelum Lenin lahir dengan nama Vladimir "Volodya" Ilyich di Simbirsk pada 10 April 1870, dan dibaptis beberapa hari kemudian. Mereka disusul dengan tiga anak lainnya, Olga (kelahiran 1871), Dmitry (kelahiran 1874), dan Maria (kelahiran 1878). Dua saudara terakhir meninggal saat dilahirkan.[7] Ilya adalah anggota Gereja Ortodoks Rusia yang taat dan membaptis anak-anaknya dalam gereja tersebut, meskipun Maria – seorang Lutheran – memiliki perbedaan yang sangat besar pada Kekristenan, sebuah pandangan yang mempengaruhi anak-anaknya.[8]

Kedua orangtuanya adalah monarkis dan konservatif liberal, yang memperjuangkan reformasi emansipasi 1861 yang diperkenalkan oleh reformis Tsar Alexander II; mereka memegang paham politik yang radikal dan tidak ada bukti bahwa polisi menangkap mereka karena pemikiran semacam itu.[9] Setiap musim panas, mereka berlibur ke sebuah pedesaan di Kokushkino.[10] Di antara saudara-saudaranya, Lenin dekat dengan saudarinya Olga, yang sering ia arahkan; ia memiliki alam yang sangat kompetitif dan terkesan desktruktif, namun biasanya dikarenakan perilakunya yang salah.[11] Sebagai seorang olahragawan yang handal, ia menjalani waktu luangnya di luar ruangan atau bermain catur, dan unggul di sekolahnya, sekolah disipliner dan konservatif Simbirsk Klasik Gimnazia.[12]

Ilya Ulyanov meninggal karena stroke pada Januari 1886, saat Lenin pada usia 16 tahun.[13] Kemudian, perilaku Lenin menjadi keras kepala dan pemberontak, dan ia kemudian meninggalkan kepercayaannya terhadap Tuhan.[14] pada waktu itu, kakak Lenin, Alexander belajar di Universitas Saint Petersburg. Terlibat dalam penentangan politik melawan monarki absolut dan reaksioner Tsar Alexander III, ia mempelajari tulisan-tulisan sayap kiri yang dicekal dan menyelenggarakan unjuk rasa anti-pemerintah. Ia bergabung dengan sel revolusioner yang merencanakan pembunuhan Tsar dan dipilih untuk membuat sebuah bom. Sebelum serangan tersebut dilakukan, para konspirator ditangkap dan ditahan, dan pada Mei, saudaranya Alexander dihukum mati dengan cara digantung.[15] Disamping trauma emosionalnya terhadap kematian ayahnya dan kakaknya, Lenin tetap melanjutkan studi, lulus dengan medali emas untuk penampilan unggul, dan memutuskan untuk belajar hukum di Universitas Kazan.[16]

Universitas dan radikalisasi politik: 1887–93[sunting | sunting sumber]

Lenin mendapat pengaruh dari Karl Marx.

Setelah masuk Universitas Kazan pada Agustus 1887, Lenin berpindah ke sebuah rumah susun terdekat.[17] Disana, ia bergabung dengan zemlyachestvo, sebuah bentuk perhimpunan universitas yang mewakili kaum pemuda di wilayah tersebut.[18] Kelompok tersebut memilihnya sebagai perwakilannya untuk dewan zemlyachestvo universitas tersebut, dan pada bulan Desember, ia ikut unjuk rasa melawan kebijakan pemerintah yang melarang perhimpunan pelajar. Polisi menangkap Lenin dan menuduhnya sebagai biang kerok dalam unjuk rasa tersebut; ia dikeluarkan dari universitas tersebut dan Kementerian Urusan Dalam Negeri mengasingkannya ke estate Kokushkino milik keluarganya.[19] Disana, ia membaca novel pro-revolusioner 1863 Nikolay Chernyshevsky Apa Yang Harus Dilakukan?.[20]

Ibu Lenin menyadari radikalisasi putranya, dan meminta Kementerian Dalam Negeri untuk membolehkannya kembali ke kota Kazan, meskipun tidak kembali masuk universitasnya.[21] Saat ia kembali, ia bergabung dengan lingkar revolusioner Nikolai Fedoseev, dimana ia menemukan buku 1867 Karl Marx Kapital. Hal ini meluaskan pemahamannya dalam Marxisme, sebuah teori sosio-politik yang menyatakan bahwa masyarakat dikembangkan bertahap, yang pengembangannya dihasilkan dari perjuangan kelas, dan bahwa masyarakat kapitalis memberikan jalan untuk masyarakat sosialis dan kemudian masyarakat komunis.[22] Khawatir akan pandangan politiknya, ibu Lenin membawanya ke sebuah lahan negara di desa Alakaevka, Oblast Samara, dengan harapan agar putranya tertarik terhadap pertanian. Namun, ia hanya memiliki sedikit minat dalam pengurusan pertanian, dan ibunya menjual lahan tersebut dan menjadikannya rumah musim panas.[23]

Pada September 1889, keluarga Ulyanov berpindah ke kota Samara, dimana Lenin bergabung dengan lingkar diskusi sosialis Alexei Sklyarenko.[24] Baik Sklyarenko dan Lenin sama-sama mengadopsi Marxisme, dan Lenin menerjemahkan pamflet politik 1848 Marx dan Friedrich Engels, Manifesto Komunis, ke dalam bahasa Rusia.[25] Ia mulai membaca karya-karya Marxis Rusia Georgi Plekhanov, yang sepakat dengan argumen Plekhanov bahwa Rusia beralih dari feodalisme ke kapitalisme dan sehingga sosialisme akan diimplementasikan oleh proletariat, atau kelas pekerja kota, ketimbang petani.[26] Pandangan Marxis ini berseberangan dengan pandangan gerakan agrarian-sosialis Narodnik, yang memandang bahwa kaum petani harus mendirikan sosialisme di Rusia dengan membentuk komune-komune petani, sehingga melengserkan kapitalisme. Pandangan Narodnik ini berkembang pada 1860an dengan Partai Kebebasan Rakyat dan kemudian menjadi dominan dalam gerakan revolusioner Rusia .[27] Meskipun Lenin menolak pengutamaan argumen agrarian-sosialis, ia dipengaruhi oleh agrarian-sosialis seperti Pëtr Tkachëvi dan Sergei Nechaev, dan berteman dengan beberapa anggota Narodnik.[28]

Pada Mei 1890, Maria—yang memiliki pengaruh sosialita sebagai janda bangsawan—meminta otoritas untuk membolehkan Lenin untuk mengambil ujiannya secara eksternal di Universitas St Petersburg, dimana ia meraih gelar yang setara dengan gelar kelas pertama. Perayaan kelulusan tersebut berubah saat saudarinya Olga meninggal karena tifoid.[29] Lenin menetap di Samara selama beberapa tahun, mula-mula bekerja sebagai asisten hukum untuk pengadilan regional dan kemudian pengacara lokal.[30] Ia mencurahkan waktunya untuk politik radikal dengan tetap aktif dalam kelompok Skylarenko dan merumuskan gagasan-gagasan tentang bagaimana Marxisme diterapkan di Rusia. Terinspirasi oleh karya Plekhanov, Lenin mengumpulkan data tentang masyarakat Rusia, menggunakannya untuk mendukung interpretasi Marxis perkembangan sosialita dan melawan klaim-klaim Narodnik.[31] Ia menulis sebuah makalah tentang ekonomi petani, meskipun hal tersebut disangkal oleh jurnal liberal Pemikiran Rusia.[32]

Aktivitas revolusioner[sunting | sunting sumber]

Permulaan aktivisme dan penahanan: 1893–1900[sunting | sunting sumber]

Pada akhir tahun 1893, Lenin pindah ke Sankt Peterburg.[33] Di sana, ia bekerja sebagai asisten barister, dan pada saat yang sama ia juga memperoleh jabatan senior di dalam sebuah kelompok revolusioner Marxis yang menyebut diri mereka "Demokrat Sosial" (nama diambil dari Partai Demokrat Sosial Jerman yang juga berhaluan Marxis).[34] Ia secara terbuka memperjuangkan Marxisme di dalam pergerakan sosialis, dan ia mendukung pendirian kelompok-kelompok revolusioner di pusat-pusat industri Rusia.[35] Pada akhir tahun 1894, ia memimpin sebuah lingkar buruh Marxis, dan ia juga berupaya menyembunyikan langkah-langkahnya karena ia sadar bahwa mata-mata polisi sedang mencoba menyusupi pergerakan tersebut.[36] Pada tahun yang sama, ia memulai hubungan percintaan dengan Nadezhda "Nadya" Krupskaya, seorang guru sekolah yang juga berhaluan Marxis.[37] Lenin juga menulis sebuah risalah politik yang berjudul Apa Itu "Teman-Teman Rakyat" dan Bagaimana Mereka Melawan Demokrat Sosial; di dalam risalah tersebut, ia mengkritik gerakan agrarian-sosialis Narodnik, dan sebagian besar isinya didasarkan pada pengalamannya di Samara. Sekitar 200 salinan risalah ini dicetak secara ilegal pada tahun 1894.[38]

Lenin ingin mempererat hubungan antara kelompok Demokrat Sosial dengan Emansipasi Buruh, yaitu kelompok migran Marxis Rusia yang berbasis di Swiss; ia mengunjungi negara tersebut untuk bertemu dengan anggota-anggota kelompok tersebut, yakni Plekhanov dan Pavel Axelrod.[39] Ia kemudian pergi ke Paris untuk menemui keponakan Marx, Paul Lafargue, dan untuk meneliti Komune Paris 1871, yang ia anggap sebagai purwarupa pemerintahan proletar.[40] Dengan dibiayai oleh ibunya, ia singgah di sebuah pemandian air panas di Swiss sebelum berkunjung ke Berlin, dan di situ ia belajar selama enam minggu di Staatsbibliothek dan juga sempat bertemu dengan aktivis Marxis, Wilhelm Liebknecht.[41] Ia kembali ke Rusia dengan membawa sejumlah publikasi revolusioner yang ilegal, dan ia berkunjung ke berbagai kota untuk menyebarkan tulisan-tulisan kepada para buruh yang sedang mogok.[42] Saat terlibat dalam proses pembuatan lembaran berita Rabochee delo ("Kepentingan Buruh"), ia menjadi salah satu dari 40 aktivis yang ditangkap di Sankt Peterburg dan didakwa melakukan penghasutan.[43]

Lenin (duduk tengah) dengan anggota-anggota Liga Perjuangan Emansipasi Kelas Buruh pada tahun 1897

Lenin menolak perwakilan hukum maupun pembayaran jaminan, dan ia membantah semua tuduhan yang dilayangkan kepadanya, sehingga ia masuk penjara selama setahun sebelum mendapatkan vonis putusan.[44] Ia menjalani waktunya di penjara dengan berteori dan menulis. Dalam karyanya yang ditulis pada masa ini, ia menyatakan bahwa perkembangan kapitalisme industrial di Rusia telah menyebabkan sejumlah besar petani pindah ke kota, dan di situ mereka membentuk golongan proletariat. Lenin berpendapat bahwa proletariat Rusia ini akan mengembangkan kesadaran golongan, yang akan mendorong mereka untuk menjatuhkan Tsarisme, aristokrasi, dan kaum borjuis, dan kemudian mendirikan sebuah negara proletar yang akan bergerak menuju sosialisme.[45]

Pada Februari 1897, tanpa melalui proses pengadilan, ia dijatuhkan hukuman pengasingan selama tiga tahun di Siberia Timur, meskipun diberi waktu selama beberapa hari di Sankt Peterburg untuk mempersiapkan barang-barangnya. Ia menggunakan waktu tersebut untuk bertemu dengan anggota-anggota kelompok Demokrat Sosial, yang telah mengganti nama mereka menjadi Liga Perjuangan untuk Emansipasi Kelas Buruh.[46] Perjalanannya ke Siberia Timur memakan waktu 11 minggu, dan selama perjalanan tersebut ia ditemani oleh ibunya dan saudari-saudarinya. Ia tidak dianggap sebagai ancaman yang besar oleh pemerintah, sehingga ia diasingkan di sebuah gubuk petani di Shushenskoye, Distrik Minusinsky, dan di situ ia berada di bawah pengawasan polisi; meskipun begitu, ia masih dapat menjalin hubungan surat-menyurat dengan para pejuang revolusi lainnya, dan banyak dari antara mereka yang mengunjunginya, dan Lenin sendiri juga diizinkan pergi berenang di Sungai Yenisei dan berburu bebek dan burung snipe.[47]

Pada Mei 1898, Nadya bergabung dengan Lenin dalam pengasingan setelah Nadya ditangkap pada Agustus 1896 karena telah mengorganisasi sebuah serangan. Meskipun awalnya dikirim ke Ufa, ia meminta kepada aparat untuk dipindahkan ke Shushenskoye, dan mengklaim bahwa ia dan Lenin sudah bertunangan; mereka kemudian menikah di sebuah gereja pada tanggal 10 Juli 1898.[48] Nadya memulai kehidupan keluarga bersama dengan ibunya, Elizaveta Vasilyevna, di Shushenskoye, dan ia bersama-sama dengan Lenin menerjemahkan literatur-literatur sosialis berbahasa Inggris ke dalam bahasa Rusia.[49] Lenin ingin tetap mengikuti kabar-kabar terbaru dari perkembangan Marxisme di Jerman – terutama mengingat di situ telah terjadi perpecahan idelogi, karena kelompok revisionis seperti Eduard Bernstein menganjurkan perwujudan sosialisme lewat pemilu dan cara-cara yang damai – tetapi Lenin masih berniat melancarkan revolusi dengan menggunakan kekerasan, dan ia menyerang argumen-argumen revisionis dalam karyanya yang berjudul Sebuah Protes dari Seorang Demokrat Sosial Rusia.[50] Ia juga menyelesaikan buku Perkembangan Kapitalisme di Rusia (1899), yang merupakan buku terpanjang yang pernah ia tulis pada masa itu, yang mengkritik kelompok agrarian-sosialis dan mempromosikan analisis Marxis terhadap perkembangan ekonomi Rusia. Buku ini diterbitkan dengan nama samaran "Vladimir Ilin", tetapi seusai penerbitannya buku tersebut mendapatkan ulasan-ulasan yang buruk.[51]

München, London, dan Jenewa: 1900–05[sunting | sunting sumber]

Seusai pengasingannya, Lenin bermukim di Pskov pada awal tahun 1900.[52] Di sana, ia mulai menggalang dana untuk sebuah surat kabar, Iskra ("Percikan Api"), yang merupakan organ baru Partai Marxis Rusia; sebagai catatan, pada masa itu partai ini telah berganti nama menjadi Partai Buruh Demokrat Sosial Rusia (PBDSR).[53] Pada Juli 1900, Lenin meninggalkan Rusia dan pindah ke Eropa Barat. Di Swiss, ia bertemu dengan tokoh-tokoh Marxis Rusia lainnya, dan di sebuah konferensi di Corsier, mereka bersepakat untuk menerbitkan surat kabar tersebut di München, dan Lenin sendiri pindah ke kota tersebut pada bulan September.[54] Surat kabar Iskra yang berisi tulisan-tulisan tokoh-tokoh penting Marxis Eropa mulai diselundupkan ke Rusia,[55] dan kemudian menjadi publikasi bawah tanah paling sukses di negara tersebut.[56] Ia mula-mula menggunakan nama samaran "Lenin" pada Desember 1901, yang diyakini berasal dari Sungai Lena;[57] ia seringkali menggunakan nama samaran yang lebih lengkap, "N. Lenin", dan meskipun N tidak memiliki arti apapun, muncul kesalahpahaman bahwa huruf tersebut merupakan singkatan dari kata "Nikolai".[58] Dengan nama samaran tersebut, ia menerbitkan pamflet politik Apa Yang Harus Dilakukan? pada tahun 1902; pamflet ini merupakan publikasi paling berpengaruh yang pernah ia tulis hingga saat itu dan berisi pemikiran-pemikiran Lenin tentang dibutuhkannya partai pelopor untuk memimpin kaum proletariat menuju revolusi.[59]

Rumah Lenin di Zürich, Swiss.

Nadya bergabung dengan Lenin di München dan menjadi sekretaris pribadinya.[60] Mereka melanjutkan perjuangan politik mereka, dan Lenin sendiri terus menulis untuk surat kabar Iskra, menyusun program PBDSR, serta menyerang lawan-lawan ideologi dan kritikus-kritikus dari luar (terutama Partai Revolusioner Sosialis,[61] sebuah kelompok Narodnik yang didirikan pada tahun 1901).[62] Meskipun masih menjadi seorang Marxis, ia menerima pandangan Narodnik tentang kekuatan revolusioner kaum petani Rusia, dan kemudian menuangkan gagasan ini ke dalam sebuah pamflet pada tahun 1903 yang berjudul Untuk Orang Miskin Desa.[63] Untuk menghindari polisi Bayern, Lenin pindah ke London bersama dengan surat kabar Iskra pada April 1902,[64] dan di situ ia berteman dengan tokoh Marxis Rusia lainnya, Leon Trotsky.[65] Di London, Lenin terserang penyakit erisipelas dan tidak dapat memimpin badan editorial Iskra, sehingga surat kabar tersebut memindahkan basis operasinya ke Jenewa.[66]

Kongres PBDSR kedua diadakan di London pada Juli 1903.[67] Selama konferensi tersebut, terjadi perpecahan antara pendukung Lenin dan pendukung Julius Martov. Martov berpendapat bahwa anggota partai seharusnya boleh bebas berekspresi, tetapi Lenin tidak setuju karena menurutnya masih diperlukan kepemimpinan kuat yang mengendalikan partai secara menyeluruh.[68] Pendukung Lenin merupakan kelompok mayoritas, dan Lenin menjuluki mereka "mayoritarian" (bol'sheviki dalam bahasa Rusia; kemudian dikenal dengan sebutan Bolshevik); sebagai balasan, Martov menamai pengikutnya "minoritarian" (men'sheviki dalam bahasa Rusia; kemudian dikenal dengan nama Menshevik).[69] Adu pendapat antara kaum Bolshevik dan Menshevik berlanjut seusai konferensi; Bolshevik menuduh lawan mereka oportunis dan reformis yang kurang disiplin, sementara Menshevik mencap Lenin sebagai seorang despot dan otokrat.[70] Lenin dibuat murka oleh kaum Menshevik, sehingga ia mengundurkan diri dari badan editorial Iskra dan pada Mei 1904 menerbitkan risalah anti-Menshevik yang berjudul Satu Langkah Kedepan, Dua Langkah Kebelakang.[71] Stres membuat Lenin sakit, sehingga ia memutuskan untuk liburan mendaki di pedesaan Swiss.[72] Faksi Bolshevik sendiri bertambah kuat; pada musim semi, seluruh anggota Komite Pusat PBDSR merupakan bagian dari kelompok Bolshevik,[73] dan pada Desember mereka mendirikan surat kabar Vperëd (Maju ke Depan).[74]

Revolusi 1905 dan setelahnya: 1905–14[sunting | sunting sumber]

Pada Januari 1905, pembantaian Minggu Berdarah terhadap para pengunjuk rasa di Sankt Peterburg memicu pemberontakan rakyat yang dikenal dengan sebutan Revolusi 1905.[75] Lenin memerintahkan kaum Bolshevik untuk mengambil peranan besar dalam pemberontakan tersebut.[76] Ia lalu mengadopsi slogan kelompok Revolusioner Sosialis yang terkait dengan "pemberontakan bersenjata", "teror massal", dan "penyitaan lahan bangsawan", sehingga kelompok Menshevik menuduh Lenin telah menyimpang dari Marxisme yang murni.[77] Di sisi lain, Lenin memutuskan agar kaum Bolshevik memisahkan diri sepenuhnya dari Menshevik; banyak Bolshevik yang menolak dan kedua kelompok tersebut menghadiri Kongres PBDSR Ketiga, yang diadakan di London pada April 1905.[78] Lenin kemudian menyajikan gagasan-gagasannya di dalam pamflet Dua Taktik Demokrasi Sosial dalam Revolusi Demokratik, yang diterbitkan pada Agustus 1905. Di dalam pamflet tersebut, ia memprediksi bahwa kaum borjuis liberal Rusia akan dipuaskan oleh transisi menuju monarki konstitusional, sehingga mereka dianggap akan mengkhianati revolusi; ia justru malah berpendapat bahwa kaum proletariat harus bersekutu dengan kaum petani untuk melengserkan rezim Tsar dan mendirikan "kediktatoran demokratik revolusioner sementara atas kaum proletariat dan petani".[79]

Pemberontakan telah dimulai. Kekuatan lawan kekuatan. Pertempuran berkecamuk di jalanan, barikade-barikade didirikan, senapan-senapan ditembakkan, meriam-meriam berdentum. Sungai-sungai darah mengalir, perang saudara untuk memperoleh kebebasan berkobar. Moskwa dan wilayah Selatan, Kaukasus dan Polandia siap bergabung dengan proletariat Sankt Peterburg. Slogan para buruh menjadi: Mati atau Merdeka!

Lenin mengenai Revolusi 1905[80]

Sebagai tanggapan terhadap revolusi 1905, Tsar Nikolai II menyetujui sejumlah reformasi liberal dalam Manifesto Oktober-nya, dan sesudah itu Lenin merasa aman untuk kembali ke Sankt Peterburg.[81] Ia bergabung dengan badan editorial Novaya Zhizn ("Hidup Baru"), yaitu sebuah surat kabar hukum radikal yang dijalankan oleh Maria Andreyeva, dan ia memanfaatkan surat kabar ini untuk membahas masalah-masalah yang dihadapi PBDSR.[82] Ia mendorong partai tersebut untuk mencari anggota yang kalangan yang lebih luas dan menganjurkan peningkatan konfrontasi bersenjata secara terus menerus, karena Lenin merasa bahwa kedua hal tersebut diperlukan untuk menyukseskan revolusi.[83] Ia sadar bahwa biaya keanggotaan dan sumbangan dari beberapa simpatisan kaya tidak cukup untuk membiayai kegiatan-kegiatan Bolshevik, sehingga ia mendukung gagasan perampokan kantor pos, stasiun kereta, kereta api, dan bank. Di bawah kepemimpinan Leonid Krasin, kelompok Bolshevik mulai melakukan aksi-aksi kejahatan semacam itu, dan yang paling dikenal terjadi pada Juni 1907, saat sekelompok Bolshevik yang berada di bawah kepemimpinan Josef Stalin melakukan sebuah perampokan bersenjata terhadap sebuah Bank Negara di Tiflis, Georgia.[84]

Meskipun ia sempat mendukung gagasan rekonsiliasi antara Bolshevik dan Menshevik,[85] Lenin dikutuk oleh kaum Menshevik selama Kongres Partai Keempat (yang diadakan di Stockholm pada April 1906) karena ia mendukung penggunaan kekerasan dan perampokan.[86] Lenin terlibat dalam pembentukan Pusat Bolshevik di Kuokkala, Keharyapatihan Finlandia (yang pada waktu itu merupakan wilayah semi-otonom di Kekaisaran Rusia), sebelum kaum Bolshevik akhirnya mendominasi PBDSR di Kongres Kelima-nya, yang diselenggarakan di London pada Mei 1907.[87] Namun, pemerintahan Tsar berupaya memberantas gerakan perlawanan dengan membubarkan majelis legislatif Rusia (yang disebut Duma Kedua) dan memerintahkan kepolisian rahasia Okhrana untuk menangkapi para aktivis revolusioner, sehingga Lenin melarikan diri dari Finlandia ke Swiss.[88] Di sana, ia mencoba menukarkan uang-uang yang dicuri di Tiflis yang memiliki nomor seri yang dapat diidentifikasi di lembarannya.[89]

Alexander Bogdanov dan tokoh penting Bolshevik lainnya memutuskan untuk memindahkan Pusat Bolshevik ke Paris; meskipun Lenin tidak setuju, ia pindah ke kota tersebut pada Desember 1908.[90] Lenin tidak menyukai Paris, menjulukinya sebagai "lubang busuk", dan saat berada di sana ia menuntut seorang pengemudi mobil yang membuatnya terjatuh dari sepedanya.[91] Pada masa ini, Lenin juga menjadi sangat kritis terhadap pandangan Bogdanov yang menyatakan bahwa proletariat Rusia harus mengembangkan budaya sosialis agar dapat menjadi kendaraan revolusi yang sukses. Sebagai gantinya, Lenin mendukung gagasan pelopor dari kaum terpelajar sosialis yang akan memimpin golongan pekerja selama revolusi. Selain itu, Bogdanov – yang dipengaruhi oleh Ernst Mach – meyakini bahwa seluruh konsep di dunia bersifat relatif, sementara Lenin menganut pandangan Marxis yang menyatakan bahwa terdapat sebuah kenyataan objektif yang terpisah dari pengamatan manusia.[92] Meskipun Bogdanov dan Lenin berlibur bersama-sama di vila milik Maxim Gorky di Capri pada April 1908,[93] sekembalinya di Paris, Lenin menggalakkan perpecahan di dalam tubuh kelompok Bolshevik antara pengikutnya melawan pendukung Bogdanov, dan ia menuduh Bogdanov telah menyimpang dari Marxisme.[94]

Lenin melakukan penelitian di British Museum, London

Pada Mei 1908, Lenin sempat singgah di London, dan di situ ia memakai Ruang Baca British Museum untuk menulis Materialisme dan Empirio-kritisisme, yang merupakan sebuah upaya untuk menyerang apa yang ia sebut sebagai "kepalsuan reaksioner borjuis" dalam sudut pandang relativisme Bogdanov.[95] Namun, tindakan Lenin yang mendorong munculnya faksionalisme telah menjauhkan semakin banyak anggota Bolshevik, termasuk mantan pendukung dekatnya Alexei Rykov dan Lev Kamenev.[96] Okhrana mencoba memanfaatkan faksionalisme ini dengan mengirimkan seorang mata-mata, Roman Malinovsky, untuk bertindak sebagai pendukung Lenin yang lantang bersuara. Berbagai anggota Bolshevik lainnya mulai melaporkan kecurigaan mereka kepada Lenin, meskipun tidak diketahui secara pasti apakah Lenin tahu bahwa Malinovsky adalah seorang mata-mata; terdapat kemungkinan bahwa Lenin justru malah mengakali Malinovsky dan menggunakannya untuk mengirimkan informasi palsu kepada Okhrana.[97]

Pada Agustus 1910, Lenin menghadiri Kongres Kedelapan Internasional Kedua (sebuah pertemuan sosialis internasional) di Kopenhagen sebagai perwakilan PBDSR, setelah berlibur di Stockholm dengan ibunya.[98] Ia kemudian pindah ke Prancis bersama dengan istri dan saudari-saudarinya, mula-mula bermukim di Bombon dan kemudian di Paris.[99] Di sana, ia menjadi teman dekat seorang Bolshevik Prancis yang bernama Inessa Armand; beberapa penulis biografi menduga bahwa mereka menjalin hubungan di luar nikah dari tahun 1910 hingga 1912.[100] Sementara itu, di sebuah pertemuan Paris pada Juni 1911, Komite Pusat PBDSR memutuskan untuk mengalihkan fokus operasi mereka kembali ke Rusia, dan mereka memerintahkan penutupan Pusat Bolshevik dan surat kabarnya, Proletari.[101] Dalam rangka memperkuat kembali pengaruhnya di partai tersebut, Lenin menggelar sebuah konferensi partai di Praha pada Januari 1912; meskipun 16 dari 18 hadirinnya berasal dari kaum Bolshevik, Lenin dikritik habis-habisan akibat kecenderungan faksionalisnya, sehingga ia tidak berhasil meningkatkan statusnya di partai tersebut.[102]

Ia lalu pindah ke Kraków di Kerajaan Galisia dan Lodomeria, yang merupakan wilayah Austria-Hongaria yang mayoritas penduduknya adalah orang Polandia. Ia memanfaatkan perpustakaan Universitas Jagellonian untuk melakukan penelitian.[103] Pada masa itu, ia tetap menjalin hubungan dekat dengan PBDSR (yang beroperasi di Kekaisaran Rusia), dan ia mencoba meyakinkan anggota Bolshevik untuk berhenti bersekutu dengan kaum Menshevik di majelis Duma.[104] Pada Januari 1913, Stalin – yang Lenin sebut sebagai "orang Georgia yang mengagumkan" – datang mengunjunginya, dan mereka membahas masa depan kelompok-kelompok etnis non-Rusia di wilayah Kekaisaran Rusia.[105] Akibat memburuknya kesehatan Lenin dan istrinya, mereka pindah ke kota pedesaan Biały Dunajec,[106] dan kemudian mereka pergi ke Bern untuk mengobati penyakit gondok yang diidap oleh Nadya.[107]

Perang Dunia Pertama: 1914–17[sunting | sunting sumber]

Perang [Dunia Pertama] dikobarkan untuk membagi-bagi jajahan dan merampok wilayah asing; pencuri-pencuri telah berjatuhan-dan penyebutan kekalahan salah satu pencuri pada suatu waktu dengan maksud untuk mengidentifikasikan kepentingan semua pencuri dengan kepentingan bangsa atau tanah air adalah suatu kebohongan borjuis yang rendah budi.

Lenin pada interpretasinya terhadap Perang Dunia Pertama[108]

Lenin sedang berada di Galisia saat Perang Dunia Pertama meletus.[109] Selama perang tersebut, Kekaisaran Rusia bertempur melawan Austria-Hongaria, sehingga Lenin sempat ditangkap dan ditahan akibat kewarganegaraan Rusia-nya hingga akhirnya ia dapat menjelaskan pandangannya yang anti-Tsar.[110] Lenin dan istrinya kembali ke Bern,[111] sebelum berpindah ke Zürich pada Februari 1916.[112] Lenin murka setelah mendengar kabar bahwa Partai Demokrat Sosial Jerman mendukung upaya perang Jerman – yang berlawanan dengan Resolusi Stuttgart yang dikeluarkan oleh Internasional Kedua yang menyatakan bahwa partai-partai sosialis akan menentang konflik tersebut – sehingga Lenin merasa bahwa Internasional Kedua sudah mati.[113] Ia menghadiri Konferensi Zimmerwald pada September 1915 dan Konferensi Kienthal pada April 1916,[114] dan menyerukan kepada kaum sosialis untuk mengubah "perang imperialis" menjadi "perang saudara" di seluruh benua antara kaum proletariat melawan borjuis dan aristokrasi.[115] Pada Juli 1916, ibu Lenin meninggal, namun ia tidak bisa menghadiri pemakamannya.[116] Kematiannya sangat berdampak padanya, dan ia menjadi depresi dan takut bahwa ia akan menjemput ajal sebelum dapat menyaksikan revolusi proletar dengan mata kepalanya sendiri.[117]

Pada September 1917, Lenin menerbitkan buku Imperialisme, Tahap Tertinggi Kapitalisme, yang menyatakan bahwa imperialisme adalah produk kapitalisme monopoli, karena kaum kapitalis mencoba meningkatkan keuntungan mereka dengan merambah ke wilayah baru dengan upah yang lebih rendah dan bahan-bahan mentah yang lebih murah. Ia meyakini bahwa kompetisi dan konflik akan meningkat dan perang antar kekuatan imperialis akan berlanjut sampai mereka dijatuhkan oleh revolusi proletar.[118] Pada saat yang sama, ia menjalani masa tersebut dengan membaca karya-karya Georg Wilhelm Friedrich Hegel, Ludwig Feuerbach, dan Aristoteles, dan para filsuf ini sendiri sangat memengaruhi pemikiran Marx.[119] Dengan membaca karya-karya ini, penafsiran Marxisme ala Lenin berubah; sebelumnya ia sempat meyakini bahwa kebijakan-kebijakan dapat disusun berdasarkan asas-asas ilmiah yang telah ditentukan sebelumnya, tetapi ia kemudian menyimpulkan bahwa satu-satunya cara untuk mengetahui apakah suatu kebijakan itu benar adalah dengan melihat praktiknya.[120] Meskipun masih menganggap dirinya sebagai seseorang yang mengamalkan pemikiran-pemikiran asli Marx, ia mulai menyimpang dari beberapa prediksi Marx tentang perkembangan masyarakat; Marx meyakini bahwa "revolusi borjuis-demokrat" dari kelas menengah harus terjadi sebelum dimulainya "revolusi sosialis" yang dikobarkan oleh kaum proletariat, tetapi Lenin berkeyakinan bahwa di Rusia, kaum proletariat akan meruntuhkan rezim Tsar tanpa memerlukan revolusi perantara.[121]

Revolusi Februari dan Hari-Hari Juli: 1917[sunting | sunting sumber]

Pada Februari 1917, Revolusi Februari meletus di Sankt Peterburg (yang kemudian berganti nama menjadi Petrograd pada permulaan Perang Dunia Pertama) setelah para buruh industri berdemo akibat kekurangan pangan dan kondisi pabrik yang memburuk. Kerusuhan menyebar ke wilayah-wilayah Rusia lainnya, dan Tsar Nikolas II akhirnya mengundurkan diri karena ia takut dijatuhkan dengan menggunakan kekerasan. Lembaga Duma mengambil alih kekuasaan dan mendirikan Pemerintahan Sementara dan mengubah Kekaisaran menjadi Republik Rusia.[122] Setelah mendengar kabar mengenai peristiwa tersebut, Lenin bersukacita.[123] Ia memutuskan untuk kembali ke Rusia untuk memimpin kaum Bolshevik, namun ia menghadapi kesulitan karena jalan-jalan banyak yang ditutup akibat perang. Bersama dengan pembangkang-pembangkang lainnya, ia berencana memohon agar diizinkan lewat wilayah Jerman, yang saat itu sedang berperang melawan Rusia. Jerman sadar bahwa para pembangkang tersebut akan mengakibatkan permasalahan di Rusia, sehingga mereka mengizinkan 32 warga Rusia untuk menaiki sebuah gerbong kereta "tertutup", termasuk di antaranya adalah Lenin dan istrinya.[124] Kelompok tersebut naik kereta dari Zürich ke Sassnitz, dan lalu menumpangi kapal feri ke Trelleborg, Swedia, dan dari sana mereka menuju ke Helsinki sebelum akhirnya menaiki kereta terakhir menuju Petrograd.[125]

Lenin kembali ke Rusia dengan menaiki sebuah kereta yang digerakkan oleh lokomotif uap ini, sekarang disimpan di Stasiun Finlandia, Sankt Peterburg

Setibanya di Stasiun Finlandia di kota Petrograd, Lenin menyampaikan pidato di hadapan para pendukung Bolshevik, dan dalam pidato tersebut ia mengutuk Pemerintahan Sementara dan kembali menyerukan revolusi proletar di seluruh benua Eropa.[126] Pada hari-hari berikutnya, ia menjadi pembicara dalam pertemuan-pertemuan Bolshevik, mencerca orang-orang yang ingin rujuk dengan kaum Menshevik, dan juga mengeluarkan Tesis April, yaitu garis besar rencana-rencananya untuk kaum Bolshevik yang ia tulis selama perjalanan dari Swiss.[127] Ia secara terbuka mengutuk kaum Menshevik dan Revolusioner Sosial (yang mendominasi Petrograd Soviet) karena mereka telah mendukung Pemerintahan Sementara, dan ia mencela mereka sebagai pengkhianat sosialisme. Ia merasa bahwa pemerintahan sementara sama imperialisnya dengan rezim Tsar. Lenin menyerukan perdamaian dengan Jerman dan Austria-Hongaria, kekuasaan oleh dewan-dewan soviet, nationalisasi industri dan bank, dan penyitaan lahan oleh negara, semuanya dengan maksud untuk mendirikan sebuah pemerintahan proletariat, dan pengambilan langkah untuk mewujudkan masyarakat sosialis. Di sisi lain, kaum Menshevik meyakini bahwa Rusia belum cukup maju untuk dapat bertransisi menuju sosialisme, dan mereka menuduh Lenin mencoba memicu perang saudara di Rusia.[128] Selama beberapa bulan berikutnya, Lenin berupaya mengampanyekan usulan-usulan kebijakannya, menghadiri pertemuan-pertemuan Komite Pusat Bolshevik, menulis untuk surat kabar Bolshevik Pravda, dan menyampaikan pidato-pidato di Petrograd untuk memperoleh dukungan dari para buruh, tentara, pelaut, dan petani.[129]

Setelah Lenin merasa bahwa para pendukung Bolshevik mulai merasa frustrasi, ia mengusulkan demonstrasi bersenjata di Petrograd untuk melihat tanggapan pemerintah.[130] Namun, akibat kesehatannya yang memburuk, ia meninggalkan kota tersebut untuk memulihkan diri di desa Neivola di Finlandia.[131] Demonstrasi bersenjata yang dilancarkan oleh kaum Bolshevik, yang dikenal dengan sebutan "Hari-Hari Juli", dimulai saat Lenin sudah pergi, tetapi Lenin akhirnya kembali ke Petrograd dan memerintahkan mereka untuk tenang setelah mendengar kabar bahwa mereka bentrok dengan aparat pemerintah.[132] Sebagai tanggapan terhadap tindakan kekerasan, pemerintah memerintahkan penangkapan Lenin dan tokoh-tokoh Bolshevik lainnya yang berpengaruh, menyerbu kantor-kantor mereka, dan secara terbuka menuduh Lenin sebagai agent provocateur Jerman.[133] Dalam rangka menghindari penangkapan, Lenin bersembunyi di berbagai tempat rahasia di Petrograd.[134] Lenin merasa khawatir bahwa ia akan dibunuh, sehingga ia memutuskan untuk melarikan diri dari Petrograd dan pindah ke Razliv bersama dengan tokoh senior Bolshevik lainnya, Grigory Zinoviev.[135] Di sana, Lenin mulai menulis buku yang kelak diterbitkan dengan judul Negara dan Revolusi, yang menjelaskan bagaimana negara sosialis akan berkembang setelah terjadinya revolusi proletar, dan bagaimana kemudian negara tersebut akan hilang secara bertahap hingga hanya menyisakan masyarakat komunis murni.[136] Ia mulai mengajukan gagasan untuk melancarkan pemberontakan yang dipimpin oleh Bolshevik untuk menjatuhkan pemerintah, tetapi gagasan tersebut ditolak mentah-mentah selama pertemuan rahasia komite pusat partai.[137] Lenin kemudian pergi ke Finlandia dengan menaiki kereta dan berjalan kaki, dan ia tiba di Helsinki pada tanggal 10 Agustus; di situ ia bersembunyi di tempat rahasia milik para simpatisan Bolshevik.[138]

Revolusi Oktober: 1917[sunting | sunting sumber]

Lukisan Lenin di depan Institut Smolny karya Isaak Brodsky

Pada Agustus 1917, saat Lenin sedang berada di Finlandia, Jenderal Lavr Kornilov, Komandan Tertinggi Angkatan Darat Rusia, mengirim pasukan ke Petrograd dan mencoba mengkudeta Pemerintahan Sementara. Perdana Menteri Alexander Kerensky meminta tolong kepada Soviet Petrograd, termasuk anggota-anggota Bolsheviknya, dan ia juga mengizinkan para pejuang revolusi untuk mengerahkan para buruh sebagai bagian dari Garda Merah untuk mempertahankan kota tersebut. Kudeta ini mereda sebelum dapat mencapai kota Petrograd, tetapi peristiwa tersebut memungkinkan kaum Bolshevik kembali ke panggung perpolitikan secara terbuka.[139] Kaum Menshevik dan Revolusioner Sosialis yang mendominasi Petrograd Soviet merasa khawatir bahwa pasukan sayap kanan akan mengobarkan tindakan kontra-revolusi yang anti-sosialisme, sehingga mereka telah menekan pemerintah untuk menormalisasikan hubungan dengan kaum Bolshevik.[140] Kaum Menshevik dan Revolusioner Sosialis telah kehilangan banyak dukungan akibat hubungan mereka dengan Pemerintahan Sementara dan kebijakan untuk meneruskan perang yang sama sekali tidak populer. Kaum Bolshevik memanfaatkannya dan kemudian seorang Marxis pro-Bolshevik yang bernama Trotsky terpilih sebagai pemimpin Petrograd Soviet.[141] Pada bulan September, Bolshevik menjadi kelompok mayoritas di seksi buruh Soviet Moskwa dan Petrograd.[142]

Setelah menyadari bahwa situasi di Rusia sudah lebih aman, Lenin kembali ke Petrograd.[143] Di sana, ia menghadiri pertemuan Komite Pusat Bolshevik pada tanggal 10 Oktober, dan selama pertemuan tersebut ia kembali mengajak mereka melancarkan pemberontakan bersenjata untuk menggulingkan Pemerintahan Sementara. Kali ini argumen Lenin berhasil meyakinkan kamerad-kameradnya, dengan sepuluh suara mendukung dan dua menentang.[144] Orang-orang yang mengkritik rencana tersebut, yaitu Zinoviev dan Kamenev, berpendapat bahwa para buruh Rusia tidak akan mendukung kudeta dan juga tidak terdapat bukti yang memperkuat pernyataan Lenin bahwa seluruh Eropa berada di ambang revolusi proletar.[145] Setelah pengambilan keputusan ini, partai mulai merencanakan serangan-serangan, dan mereka mengadakan pertemuan terakhir mereka di Institut Smolny pada tanggal 24 Oktober.[146] Tempat tersebut adalah basis Komite Revolusioner Militer (KRM), yaitu milisi bersenjata yang kebanyakan anggotanya setia kepada Bolshevik, dan milisi ini sendiri didirikan oleh Soviet Petrograd selama kudeta yang dilancarkan oleh Kornilov.[147]

Pada bulan Oktober, KRM diperintahkan untuk mengambil alih sarana transportasi, komunikasi, percetakan, dan utilitas terpenting di Petrograd, dan mereka berhasil mewujudkannya tanpa pertumpahan darah.[148] Bolshevik mengepung pemerintah di Istana Musim Dingin, dan akhirnya berhasil menangkap para menterinya setelah kapal penjajap Aurora, yang dikendalikan oleh pelaut Bolshevik, menembaki gedung tersebut.[149] Selama terjadinya pemberontakan, Lenin menyampaikan pidato kepada Petrograd Soviet yang mengumumkan bahwa Pemerintahan Sementara telah dilengserkan.[150] Kaum Bolshevik mengumandangkan pembentukan pemerintahan baru yang disebut Dewan Komisar Rakyat atau "Sovnarkom". Lenin awalnya menolak jabatan Ketua dan menyarankan agar jabatan tersebut dianugerahkan kepada Trotsky, namun orang-orang Bolshevik lainnya bersikeras dan Lenin pun akhirnya bersedia.[151] Lenin dan orang-orang Bolshevik lainnya kemudian menghadiri Kongres Soviet Kedua pada tanggal 26 dan 27 Oktober, dan mengumumkan pendirian pemerintahan baru. Para hadirin dari kelompok Menshevik mengutup pengambilalihan kekuasaan yang tidak sah dan merasa khawatir akan risiko perang saudara.[152] Pada hari-hari pertama rezim baru tersebut, Lenin menghindari penggunaan istilah-istilah Marxis dan sosialis agar tidak menjauhkan rakyat Rusia, dan sebagai gantinya ia berbicara mengenai negara yang dikendalikan oleh para buruh.[153] Pada saat yang sama, Lenin dan banyak orang-orang Bolshevik lainnya merasa bahwa revolusi proletar akan segera berkobar di Eropa dalam beberapa hari atau bulan.[154]

Pemerintahan Lenin[sunting | sunting sumber]

Mengatur pemerintahan Soviet: 1917–18[sunting | sunting sumber]

Pemerintahan Sementara sebelumnya telah merencanakan pemilihan anggota Majelis Konstituen pada November 1917; walaupun ditentang oleh Lenin, Sovnarkom sepakat agar pemilihan tersebut digelar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.[155] Dalam pemilu ini, Bolshevik berhasil memperoleh sekitar seperempat suara dan dikalahkan oleh Partai Revolusioner Sosialis.[156] Lenin menganggap pemilihan tersebut tidak mencerminkan kehendak rakyat secara adil; selain itu, ia juga merasa bahwa para pemilih tidak diberi cukup waktu untuk memahami program politik Bolshevik, dan daftar kandidatnya dibuat sebelum kelompok Revolusioner Sosialis Sayap Kiri berpisah dari Partai Revolusioner Sosialis.[157] Walaupun begitu, Majelis Konstituen Rusia yang baru terpilih mulai dihimpunkan di Petrograd pada Januari 1918.[158] Sovnarkom berpendapat bahwa majelis tersebut bersifat kontra-revolusi karena mereka mencoba mencabut wewenang dewan-dewan soviet, tetapi kaum Revolusioner Sosialis dan Menshevik membantahnya.[159] Bolshevik mengajukan usulan di hadapan majelis yang akan mencabut sebagian besar wewenang hukum majelis tersebut; setelah majelis menolak usulan tersebut, Sovnarkom menganggapnya sebagai bukti bahwa majelis tersebut memang kontra-revolusi, dan mereka membubarkan majelis ini secara paksa.[160]

Lenin menolak menerima seruan – termasuk dari beberapa Bolshevik – untuk mendirikan sebuah pemerintahan koalisi dari partai sosialis lainnya.[161] Namun, Sovnarkom setengah mengalah; meskipun menolak sebuah koalisi dengan Menshevik atau Revolusioner Sosialis, pada Desember 1917 mereka memperbolehkan Revolusioner Sosialis Sayap Kiri memegang lima jabatan dalam kabinet. Koalisi tersebut hanya berlangsung empat bulan, sampai Maret 1918, saat Revolusioner Sosialis Sayap Kiri ditendang dari pemerintah atas pertidaksetujuan terhadap keputusan Bolshevik untuk mengakhiri Perang Dunia Pertama.[162] Di Kongres ke-7 mereka pada Maret 1918, Bolshevik mengubah nama resmi mereka dari "Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia" menjadi "Partai Komunis Rusia", karena Lenin ingin memisahkan kelompok tersebut dari reformis Partai Sosialis Demokrat Jerman dan untuk mewujudkan tujuan utamanya: sebuah masyarakat komunis.[163]

Kremlin Moskwa, dimana Lenin berpindah pada 1918

Meskipun kekusaaan pemerintahan negara tersebut secara resmi dipegang oleh Sovnarkom dan Komite Eksekutif (VTSIK) yang dipilih oleh Kongres Soviet Seluruh Rusia (KSSR), Partai Komunis secara de facto mengendalikan Rusia, seperti yang diketahui oleh para anggotanya pada waktu itu.[164] Pada 1918, Sovnarkom mulai bertindak secara unilateral, mengklaim butuh perluasan, dengan KSSR dan VTSIK menjadi semakin termarginalisasi,[165] sehingga soviet-soviet tidak lama memiliki sebuah peran dalam memerintah Rusia.[166] Pada 1918 dan 1919, pemerintah mengeluarkan Menshevik dan Revolusioner Sosialis dari soviet-soviet.[167] Rusia menjadi negara satu partai.[168]

Partai tersebut mengadakan sebuah Biro Politik ("Politburo") dan Biro Organisasi ("Orgburo") untuk mendirikan Komite Pusat; keputusan dari badan-badan partai tersebut diadopsi oleh Sovnarkom dan Dewan Buruh dan Pertahanan.[169] Lenin merupakan figur penting dalam struktur pemerintagan tersebut; serta menjadi Ketua Sovnarkom dan duduk pada Dewan Buruh dan Pertahanan, ia ikut dalam Komite Pusat dan Politburo Partai Komunis.[170] Satu-satunya orang yang memiliki kedekatan pengaruh adalah pria tangan kanan Lenin, Yakov Sverdlov, yang meninggal pada Maret 1919 saat wabah flu.[171] Pada November 1917, Lenin dan istrinya bertempat di apartemen dua kamar di Institut Smolny, meskipun pada bulan berikutnya mereka pergi berlibur ke Halia, Finlandia.[172] Pada Januari 1918, ia selamat dari sebuah upaya pembunuhan di Petrograd; Fritz Platten, yang bersama dengan Lenin pada waktu itu, melindunginya dan terluka oleh sebuah peluru.[173]

Mengetahui bahwa Angkatan Darat Jerman mengancam akan menyerang Petrograd, pada Maret 1918 Sovnarkom berpindah ke Moskwa, awalnya untuk sementara.[174] Disana, Lenin, Trotsky, dan pemimpin Bolshevik lainnya berpindah ke Kremlin, dimana Lenin tinggal dengan istrinya dan saudarinya Maria di rumah susun lantai pertama yang berdekatan dengan ruang dimana pertemuan Sovnarkom diselenggarakan.[175] Lenin tidak menyukai Moskwa,[176] meskipun ia jarang meninggalkan pusat kota tersebut sepanjang masa hidupnya.[177] Di kota tersebut pada Agustus 1918, ia selamat dari upaya pembunuhan kedua; ia ditembak setelah pidato publik dan luka berat.[178] Seorang Revolusioner Sosialis, Fanny Kaplan, ditangkap dan dihukum mati.[179] Serangan tersebut sangat disoroti dalam pers Rusia, menimbulkan banyak simpati untuknya dan meningkatkan ketenarannya.[180] Saat pulih, pada September 1918 Lenin berpindah ke estate Gorki, tepat di luar Moskwa, yang diberikan oleh pemerintah untuknya.[181]

Reformasi sosial, hukum, dan ekonomi: 1917–18[sunting | sunting sumber]

Kepada seluruh buruh, prajurit dan petani. Otoritas Soviet akan mempersiapkan perdamaian demokratis kepada seluruh bangsa dan gencatan senjata pada seluruh front. Kami akan mengamankan peralihan tanpa kompensasi dari seluruh lahan – tuan tanah, kekaisaran, dan biara – kepada komite-komite petani; kami akan mempertahankan hak-hak prajurit, mengenalkan demokratisasi bulat terhadap tentara; kami akan mendirikan kontrol buruh atas industri; kami akan menyelesaikan konvokasi Majelis Konstituen pada waktu yang ditentukan; kami akan menyuplai kota-kota dengan roti dan desa-desa dengan artikel-artikel kebutuhan pertama; dan kami akan mengamankan hak penentuan diri seluruh warga negara yang tinggal di Rusia ... Panjang umur revolusi!

Program politik Lenin, Oktober 1917[182]

Setelah meraih kekuasaan, rezim Lenin mengeluarkan serangkaian dekrit. Yang pertama adalah Dekrit Lahan, yang menyatakan bahwa estate lahan aristokrasi dan Gereja Ortodoks akan dinasionalisasi dan dikembalikan kepada petani oleh pemerintah lokal. Ini berseberangan dengan rencana Lenin untuk kolektivisasi pertanian namun mengakui bahwa perampasan lahan petani telah merebak.[183] Pada November 1917, pemerintah mengeluarkan Dekrit Pers yang menuntut beberapa otlet media oposisi yang menyerukan kontra-revolusioner. Mereka mengklaim bahwa keputusan tersebut bersifat sementara, meskipun dekrit tersebut sangat dikritik, termasuk oleh beberapa Bolshevik, karena mencederai kebebasan pers.[184]

Pada November 1917, Lenin mengeluarkan Deklarasi Hak-Hak Rakyat Rusia, yang menyatakan bahwa kelompok etnis non-Rusia yang tinggal di dalam Republik memiliki hak yang diberikan dari otoritas Rusia dan mendirikan negara independen mereka sendiri.[185] Hasilnya, beberapa negara mengumandangkan kemerdekaan: Finlandia dan Lithuania pada Desember 1917, Latvia dan Ukraina pada Januari 1918, Estonia pada Februari 1918, Transkaukasia pada April 1918, dan Polandia pada November 1918.[186] Kemudian, Bolshevik secara aktif mempromosikan partai-partai komunis di negara-negara independen tersebut,[187] sementara pada Juli 1918, di Kongres Soviet Seluruh Rusia Kelima, sebuah konstitusi menyatakan bahwa Republik Rusia akan direformasi menjadi Republik Sosialis Federatif Soviet Rusia.[188] Dalam rangka memodernisasi negara tersebut, pemerintah secara resmi mengkonversi Rusia dari kalender Julian ke kalender Gregorian yang digunakan di Eropa.[189]

Pada November 1917, Sovnarkom mengeluarkan sebuah dekrit yang meniadakan sistem hukum Rusia dan menyerukan penggunaan "hati nurani revolusioner" untuk menggantikan hukum yang ditiadakan tersebut.[190] Pengadilan digantikan oleh dua pasang sistem: Pengadilan Revolusioner untuk menindak kejahatan kontra-revolusioner,[191] dan Pengadilan Rakyat untuk menindak kejahatan sipil dan tindak kejahatan lainnya. Mereka memutuskan untuk mengabaikan hukum yang telah ada sebelumnya, dan mendasarkan peraturan mereka dengan dekrit Sovnarkom dan "esensi keadilan sosialis".[192] Pasukan bersenjata juga diurus pada bulan November; Sovnarkom mengimplementasikan ukuran egalitarian, meniadakan pangkat gelar, dan medali pada masa sebelumnya, dan menyerukan para prajurit untuk mendirikan komite untuk memiliki komandan mereka.[193]

Psoter kartun politik Bolshevik dari 1920, yang menampilkan Lenin menyapu penguasa monarki, rohaniwan, dan kapitalis

Pada Oktober 1917, Lenin mengeluarkan sebuah dekrit yang membatasi kerja untuk setiap orang di Rusia menjadi delapan jam per hari.[194] Ia juga mengeluarkan Dekrit Pendidikan Populer yang menyatakan bahwa pemerintah akan menggratiskan pendidikan sekuker untuk seluruh anak-anak di Rusia,[194] dan sebuah dekrit yang mendirikan sistem panti asuhan negara.[195] Untuk melawan buta huruf massal, sebuah kampanye melek huruf diadakan; sekitar 5 juta orang diberi kursus tata bahasa dasar dari 1920 sampai 1926.[196] Dalam rangka mewujudkan kesamaan gender, diperkenalkanlah hukum yang membantu emansipasi wanita, dengan memberikan otonomi ekonomi dari suami-suami mereka dan menghapus larangan perceraian.[197] Organisasi wanita Bolshevik, Zhenotdel, didirikan untuk mewujudkan tujuan tersebut.[198] Secara ateis militan, Lenin dan Partai Komunis ingin meniadakan agama terorganisir,[199] dan pada Januari 1918, pemerintah mengeluarkan keputusan pemisahan gereja dan agama dan melarang pelajaran agama di sekolah-sekolah.[200]

Pada November 1917, Lenin mengeluarkan Dekrit Kontrol Buruh, yang menyerukan agar para buruh berwirausaha untuk mendirikan sebuah komite terpilih untuk memantau manajemen wirausaha merek.[201] Pada bulan tersebut, mereka juga mengeluarkan sebuah perintah penggantian emas negara,[202] dan menasionalisasikan bank-bank, yang Lenin pandang sebagai langkah besar menuju sosialisme.[203] Pada bulan Desember, Sovnarkom mendirikan Dewan Tertinggi Ekonomi Nasional (VSNKh), yang memiliki otoritas atas industri, perbankan, pertanian, dan perdagangan.[204] Komite-komite pabrik adalah cabang dari serikat dagang, yang merupakan cabang dari VSNKh; kemudian, rencana ekonomi yang disentralisasikan di negara tersebut memprioritaskan kepentingan ekonomi lokal para buruh.[205] Pada awal 1918, Sovnarkom menunda seluruh utang luar negeri dan menolak membayar kepentingan mereka.[206] Pada April 1918, mereka menasionalisasikan perdagangan luar negeri, mendirikan monopoli negara atas impor dan ekspor.[207] Pada Juni 1918, mereka memutuskan untuk menasionalisasikan kebutuhan publik, perkeretaapian, teknik, tekstil, pengerjaan logam, dan pertambangan, meskipun seringkali hanya namanya yang dimiliki negara.[208] Nasionalisasi skala penuh tidak terjadi sampai November 1920, saat wirausaha-wirausaha industrial berskala kecil berada di bawah kontrol negara.[209]

Sebuah faksi Bolshevik yang dikenal sebagai "Komunis Kiri" mengkritik kebijakan ekonomi Sovnarkom karena terlalu moderat; mereka ingin nasionalisasi seluruh industri, pertanian, perdagangan, keuangan, transportasi, dan komunikasi.[210] Lenin percaya bahwa ini tidak perlu dipraktikan, dan bahwa pemerintah hanya harus menasionalisasikan wirausaha-wirausaha kapitalis berskala besar Rusia, seperti bank-bank, perkeretaapian, estate lahan besar, dan pabrik-pabrik dan pertambangan-pertambangan besar, membolehkan usaha-usaha kecil untuk beroperasi secara pribadi sampai mereka bertumbuh besar agar dapat sukses dinasionalisasikan.[210] Lenin juga tidak setuju dengan Komunis Kiri tentang organisasi ekonomi; pada Juni 1918, ia berpendapat bahwa diperlukan kontrol ekonomi tersentralisasi, sementara Komunis Kiri ingin setiap pabrik dikontrol oleh para buruhnya, sebuah pernyataan sindikalis yang Lenin anggap merugikan sebab-sebab sosialisme.[211]

Mengadopsi sudut pandang libertarian sayap kiri, Komunis Kiri dan faksi-faksi lainnya dalam Partai Komunis mengkritik pembubaran lembaga-lembaga demokratik di Rusia.[212] Secara internasional, beberapa sosialis menyesalkan rezim Lenin dan menyangkal bahwa ia mendirikan sosialis; secara garis besar, mereka menyoroti kurangnya persebaran partisipasi politik, konsultasi populer, dan demokrasi industrial.[213] Pada musim gugur 1918, Marxis Ceko-Austria Karl Kautsky mengarang sebuah pamflet anti-Leninis yang menyoroti alam anti-demokratik Soviet Rusia, yang sangat Lenin kecam.[214] Marxis Jerman Rosa Luxemburg mendukung pandangan Kautsky,[215] sementara anarkis Rusia Peter Kropotkin menyebut perluasan kekuasaan Bolshevik sebagai "penguburan Revolusi Rusia".[216]

Traktat Brest-Litovsk: 1917–18[sunting | sunting sumber]

[Pada masa sebelum perang] kami tak biasanya memperkuat imperialisme Jerman, dan perdamaian akan selalu terjadi, namun saat perdamaian akan menjadi memburuk karena kami akan ditaklukan oleh beberapa negara ketimbang oleh kami sendiri. Tidak ada keraguan perdamaian yang kami saat ini paksakan untuk mencapai perdamaian tabu, namun jika perang terjadi, pemerintahan kami akan menindaknya dan perdamaian akan diinjak oleh pemerintah lain.

Lenin tentang perdamaian dengan Kekuatan Sentral[217]

Setelah mengambil kekuasaan, Lenin percaya bahwa kebijakan penting dari pemerintahannya harus menarik diri dari Perang Dunia Pertama dengan mendirikan gencatan senjata dengan Kekuatan Sentral Jerman dan Austria-Hongaria.[218] Ia percaya bahwa perang yang terjadi akan membuat pengiriman kembali pasukan Rusia – untuk menjanjikan perdamaian – dan bahwa pasukan tersebut dan pergerakan Tentara Jerman mengancam pemerintahannya sendiri dan sosialisme internasional.[219] Sebaliknya, Bolshevik lainnya – terutama Bukharin dan Komunis Kiri – percaya bahwa perdamaian dengan Kekuatan Sentral akan mencederai sosialisme internasional dan Rusia akan menghadapi "perang pertahanan revolusioner" yang akan menimbulkan kebangkitan proletariat Jerman melawan pemerintahannya sendiri.[220]

Lenin mengeluarkan gencatan senjata tiga bulan dalam Dekrit Perdamaian-nya pada November 1917, yang disetujui oleh Kongres Soviet Kedua dan diserahkan kepada pemerintah Jerman dan Austria-Hongaria.[221] Jerman menanggapinya dengan baik, memandangnya sebagai kesempatan untuk berfokus pada Front Barat dan menghindari kekalahan.[222] Pada November, perbincangan gencatan senjata dimulai di Brest-Litovsk, markas besar komando tinggi Jerman di Front Timur, dengan delegasi Rusia dipimpin oleh Trotsky dan Adolph Joffe.[223] Sehingga, gencatan senjata sampai Januari disetujui.[224] Saat negosiasi, Jerman tetap berniat mempertahankan taklukan masa perangnya – yang meliputi Polandia, Lithuania, dan Courland – sementara Rusia menanggapinya dengan menuntut hak negara-negara tersebut untuk penentuan nasib sendiri.[225] Beberapa Bolshevik mencurahkan harapan agar hasil negosiasi tersebut bertahan sampai revolusi proletarian pecah di seluruh Eropa.[226] Pada 7 Januari 1918, Trotsky kembali dari Brest-Litovsk ke St. Petersburg dengan sebuah ultimatum dari Kekuatan Sentral: Rusia menerima tawaran wilayah Jerman atau perang berlanjut.[227]

Penandatanganan Traktat Brest-Litovsk

Pada Januari dan kembali pada Februari, Lenin meminta Bolshevik untuk menerima proposal Jerman. Ia menyatakan bahwa wilayah yang direbut tersebut didapatkan jika proposal tersebut disetujui pemerintah yang dipimpin Bolshevik. Kebanyakan Bolshevik menolaknya, berharap gencatan senjata berkelanjutan dan membujuk Jerman.[228] Pada 18 Februari, Tentara Jerman meluncurkan kembali sebuah serangan, maju ke wilayah yang dikuasai Rusia dan dalam sehari menaklukan Dvinsk.[229] Pada saat itu, Lenin akhirnya menepati mayoritas kecil Komite Sentral Bolshevik untuk menerima tawaran Kekuatan Sentral.[230] Namun, pada 23 Februari, Kekuatan Sentral mengeluarkan sebuah ultimatum baru: Rusia harus mengakui kekuasaan Jerman tak hanya atas Polandia dan negara-negara Baltik namun jika Ukraina, atau Rusia menghadapi invasi berskala besar.[231]

Pada 3 Maret, Traktat Brest-Litovsk ditandatangani.[232] Traktat tersebut menyebabkan Rusia kehilangan teritorial secara masif, dengan 26% dari bekas Kekaisaran, 37% wilayah pertanian, 28% industri, 26% trek perkeretaapiannya, dan tiga per empat deposit batubara dan besinya ditransfer ke kontrol Jerman.[233] Selain itu, Traktat tersebut mengecewakan spektrum politik Rusia,[234] dan beberapa Bolshevik dan Revolusioner Sosialis Kiri mengundurkan diri dari Sovnarkom sebagai bentuk protes.[235] Setelah Traktat tersebut, Sovnarkom berupaya untuk mengadakan revolusi proletarian di Jerman, mengeluarkan publikasi anti-perang dan anti-pemerintah di negara tersebut; pemerintah Jerman menanggapinya dengan mengusir diplomat-diplomat Rusia.[236] Pada November 1918, Kaisar Jerman Wilhelm II mengundurkan diri dan pemerintahan baru negara tersebut menandatangani Gencatan Senjata dengan Sekutu. Akibatnya, Sovnarkom menyatakan Traktat Brest-Litovsk dicabut.[237]

Kampanye Anti-Kulak, Cheka, dan Teror Merah: 1918–22[sunting | sunting sumber]

[Kaum burjois] mempraktikan teror melawan kaum buruh, prajurit dan petani dalam kepentingan sekelompok kecil tuan tanah dan bankir, sementara rezim Soviet menerapkan ukuran desisif melawan para tuan tanah, perampas dan mereka yang ikut dalam kepentingan kaum buruh, prajurit dan petani.

Lenin saat Teror Merah[238]

Pada musim semi 1918, beberapa kota di barat Rusia menghadapi bencana kelaparan akibat penyusutan pangan yang kronis.[239] Lenin menuduh bahwa para kulak, atau para petani kaya, menyeludupkan hasil panen yang mereka produksi untuk meningkatkan nilai keuangan mereka. Pada Mei 1918, ia mengeluarkan perintah kepada detasemen bersenjata untuk memaksa para kulak agar mengirimkan hasil panen mereka ke kota-kota, dan pada bulan Juni menyerukan pembentukan Komite Petani Miskin untuk membantu pelaksanaannya.[240] Kebijakan ini mengakibatkan kekerasan dan ketegangan sosial, karena detasemen bersenjata seringkali bertikai dengan kelompok petani, yang menciptakan terjadinya perang saudara.[241] Contoh penting dari pandangan Lenin adalah telegram Agustus 1918-nya kepada Bolshevik Penza, yang menyerukan kepada para petani untuk menggantung sekitar 100 orang yang "diketahui sebagai kulak, orang kaya, [dan] penghisap darah".[242]

Memerintahkan agar para petani memproduksi hasil panen yang lebih banyak ketimbang yang mereka konsumsi sendiri, dan kemudian produksinya merosot.[243] Ledakan pasar gelap membuat negara memberlakukan sanksi ekonomi resmi,[244] dan Lenin menyerukan agar spekulator, pemasar gelap dan perampas ditembak .[245] Revolusioner Sosialis dan Revolusioner Sosialis Kiri menyatakan penolakan pasukan bersenjata terhadap kebijakan hasil panen di Kongres Soviet Seluruh Rusia Kelima pada Juli 1918.[246] Menyadari bahwa Komite Petani Miskin juga menganiaya kaum petani yang bukan kulak dan menimbulkan perasaan anti-pemerintahan di kalangan petani, pada Desember 1918, Lenin membubarkannya.[247]

Lenin masih menginginkan terjadinya teror dan kekerasan untuk melengserkan tatanan lama dan agar revolusi tersebut menjadi sukses.[248] Saat berbicara kepada Komite Eksekutif Pusat Soviet Seluruh Rusia pada November 1917, ia mengumandangkan bahwa "negara adalah sebuah lembaga yang dibangun untuk mengguncang kekerasan yang terjadi. Sebelumnya, kekerasan tersebut terjadi karena dipegangnya kantung-kantung uang atas sejumlah orang sekarang kami ingin ... untuk melakukan kekerasan demi kepentingan rakyat."[249] Ia sangat menentang nasehat untuk meniadakan hukuman mati.[250] Khawatir pasukan anti-Bolshevik akan melengserkan pemerintahannya, pada Desember 1917 Lenin memerintahkan pendirian Komisi Darurat Melawan Kontra-Revolusi dan Sabotase, atau Cheka, sebuah pasukan polisi politik yang dipimpin oleh Felix Dzerzhinsky.[251]

Lenin dengan istri dan saudarinya di sebuah mobil setelah menonton pawai Tentara Merah di Lapangan Khodynka, Moskwa pada Hari Buruh 1918.

Pada September 1918, Sovnarkom mengeluarkan sebuah dekrit yang meluncurkan Teror Merah, sebuah sistem opresi yang diselenggarakan oleh Cheka.[252] Meskipun terkadang disebut sebagai upaya untuk mengeliminasi kaum burjois secara keseluruhan,[253] Lenin tidak ingin menendang seluruh anggota dari kelas tersebut, terutama orang-orang yang setia dengan pemerintahannya.[254] Kebanyakan korban Teror tersebut adalah warga negara tersohor atau bekas anggota pemerintahan Tsaris,[255] namun terdapat pula anti-Bolshevik non-burjois dan orang-orang yang secara sosial dianggap melenceng seperti para pelacur.[256] Cheka mengklaim hak untuk mendakwa dan mengeksekusi siapapun yang dianggap menjadi musuh pemerintah, tanpa melewati Pengadilan Revolusioner.[257] Sehingga, pembunuhan yang dilakukan oleh Soviet Rusia dan Cheka seringkali berjumlah besar.[258] Contohnya, Petrograd Cheka mengeksekusi 512 orang dalam beberapa hari.[259] Tidak ada catatan yang selamat yang mencantumkan jumlah akurat dari orang-orang yang tertimpa Teror Merah,[260] meskipun para sejarawan memperkirakan jumlahnya dari 10,000 sampai 15,000 dalam satu perkiraan,[261] dan 50,000 sampai 140,000 dalam perkiraan lainnya.[262]

Lenin tidak pernah menyaksikan kekerasan tersebut atau ikut sebagai tangan pertama,[263] dan secara publik menjauhi diri sendiri dari kejadian tersebut.[264] Pidato-pidato dan artikel-artikel yang ia publikasikan jarang menyebut eksekusi-eksekusi tersebut, meskipun ia giat menyebutkannya dalam telegram-telegramnya yang terkode dan catatan-catatan konfidensial.[265] Beberapa Bolshevik menyatakan ketidaksetujuan terhadap eksekusi massal Cheka dan khawatir organisasi tersebut menjadi tak terakuntabilitas.[266] Partai berupaya untuk menarik aktivitas-aktivisnya pada Februari 1919, melucuti kekuasaan pengadilannya dan eksekusi di wilayah-wilayah yang tidak berada di bawah darurat militer resmi, meskipun Cheka tetap berlanjut.[267] Pada 1920, Cheka telah menjadi lembaga paling berkuasa di Soviet Rusia yang meraih pengaruh atas seluruh aparatus negara lainnya.[268]

Sebuah dekrit yang dikeluarkan pada April 1919 menghasilkan pendirian kamp-kamp konsentrasi, yang dipercayakan kepada Cheka,[269] meskipun mereka kemudian diurus oleh sebuah agensi pemerintahan baru, Gulag.[270] Pada akhir 1920, 84 kamp telah didirikan di Soviet Rusia, menampung sekitar 50,000 tahanan; pada Oktober 1923, jumlahnya bertambah menjadi 315 kamp dan sekitar 70,000 tahanan.[271] Orang-orang yang dimasukkan dalam kamp-kamp tersebut dijadikan sebagai buruh budak.[272] Dari Juli 1922, kaum intelektual yang dituduh menentang pemerintahan Bolshevik diasingkan ke wilayah-wilayah yang tidak menyehatkan atau dideportasi dari Rusia; Lenin secara pribadi memegang daftar orang-orang yang akan diperlakukan demikian.[273] Pada Mei 1922, Lenin mengeluarkan sebuah dekrit yang menyerukan untuk eksekusi para pendeta anti-Bolshevik, yang menyebabkan antara 14,000 dan 20,000 orang tewas.[274] Selain Gereja Ortodoks Rusia yang terkena dampaknya, kebijakan-kebijakan anti-agama pemerintah juga berdampak pada gereja-gereja Katolik Roma dan Protestan, sinagoga-sinagoga Yahudi, dan masjid-masjid Islam.[275]

Perang Saudara dan Perang Polandia–Soviet: 1918–20[sunting | sunting sumber]

Keberadaan Republik Soviet bersama dengan negara-negara imperialis yang berjalan lama tak terpikirkan. Pada akhirnya, salah satu atau yang lainnya akan menang. Dan sampai akhir tersebut akan datang, serangkaian konflik paling menakutkan antara Republik Soviet dan pemerintah-pemerintah burjois menjadi tak terelakkan. Artinya bahwa kelas pemerintah, proletariat, jika hanya berharap untuk memerintah dan memerintah, harus mengecam hal ini juga dengan organisasi militernya.

Lenin saat perang[276]

Meskipun Lenin berharap arsitokrasi dan burjois Rusia akan menentang pemerintahannya, ia meyakini bahwa superioritas numerik kelas bawah, dipasangkan dengan kemampuan Bolshevik untuk secara efektif mengorganisir mereka, memandu kemenangan dalam konflik manapun.[277] Dalam hal ini, ia gagal untuk mengantisipasi kemampuan oposisi keras terhadap pemerintah Bolshevik di Rusia.[277] Perang Saudara Rusia tak hanya terjadi antara pro-Bolshevik Merah dengan anti-Bolshevik Putih, namun juga disertai konflik etnis di perbatasan Rusia dan konflik antara tentara Merah dan Putih dengan kelompok petani lokal, tentara Hijau, di seluruh bekas Kekaisaran tersebut.[278] Selain itu, berbagai sejarawan memandang perang saudara tersebut mewakili dua konflik perbeda, yang satu antara revolusioner dan kontra-revolusioner, dan yang lainnya antar faksi revolusioner yang berbeda.[279]

Tentara putih didirikan oleh para mantan perwira militer Tsaris,[280] dan meliputi Tentara Sukarelawan pimpinan Anton Denikin di Rusia Selatan,[281] pasukan Alexander Kolchak di Siberia,[282] dan pasukan Nikolai Yudenich di negara-negara Baltik yang baru merdeka.[283] Pasukan Putih meningkat saat 35,000 anggota Legiun Ceko – para tahanan perang dari konflik dengan Kekuatan Sentral – berbalik melawan Sovnarkom dan bersekutu dengan Komite Para Anggota Majelis Konstituen (Komuch), sebuah pemerintahan anti-Bolshevik yang didirikan di Samara.[284] Tentara Putih juga dibekingi oleh pemerintah-pemerintah Barat yang menganggap Traktat Brest-Litovsk sebagai pengkhianatan upaya perang Sekutu dan kekhawatiran akan seruan Bolshevik untuk revolusi dunia.[285] Pada 1918, Britania Raya, Perancis, Amerika Serikat, Kanada, Italia, dan Serbia mendaratkan 10,000 pasukan di Murmansk, menyerang Kandalaksha, sementara setahun kemudian, pasukan Inggris, Amerika dan Jepang mendarat di Vladivostok.[286] Pasukan Barat mundur dari perang saudara, sehingga pasukan Putih hanya didukung dengan para perwira, teknisi dan persenjataan, namun Jepang masih bertahan karena mereka memandang konflik tersebut sebagai kesempatan untuk ekspansi teritorial.[287]

Lenin menugaskan Trotsky untuk mendirikan Tentara Merah Buruh dan Petani, dan dengan dukungannya, Trotsky mengorganisir Dewan Militer Revolusioner pada September 1918, dimana ia menjadi ketuanya sampai 1925.[288] Mengakui pengalaman militer berharganya, Lenin sepakat agar para perwira dari tentara Tsaris lama dapat bertugas dalam Tentara Merah, meskipun Trotsky mendirikan dewan-dewan militer untuk memantau aktivitas mereka.[289] Tentara Merah mengambil kontrol dua kota terbesar di Rusia, Moskwa dan Petrograd, serta sebagian besar Rusia Raya, sementara Tentara Putih memegang sebagian besar wilayah pinggiran bekas Kekaisaran tersebut.[290] Tentara Putih khawatir dengan wilayah geografi yang terpecah,[291] dan karena supremasisme etnis Rusia mereka menyudutkan minoritas-minoritas nasional di wilayah tersebut.[292] Tentara anti-Bolshevik melakukan Teror Putih, sebuah kampanye kekerasan melawan para pendukung Bolshevik, meskipun terjadi lebih spontan ketimbang Teror Merah yang dibuat oleh negara.[293] Tentara Putih dan Merah sama-sama bertanggung jawab atas serangan melawan komunitas Yahudi, yang membuat Lenin mengeluarkan kecaman terhadap anti-Semitisme, yang ia anggap propaganda kapitalis.[294]

Sebuah poster propaganda anti-Bolshevik Rusia Putih, dimana Lenin digambarkan mengenakan jubah merah, membantu para Bolshevik lainnya dalam mengurbankan Rusia kepada sebuah patung Marx

Pada Juli 1918, Sverdlov mengabarkan Sovnarkom di Wilayah Ural Soviet bahwa telah terjadi pembantaian bekas keluarga Tsar dan kerabat-kerabatnya di Yekaterinburg dalam rangka agar mereka tidak diselamatkan oleh kemajuan pasukan Putih.[295] Meskipun kurang disetujui, para biografer dan sejarawan seperti Richard Pipes dan Dmitri Volkogonov mengeluarkan pandangan bahwa pembantaian tersebut mungkin dilakukan oleh Lenin;[296] sedangkan, sejarawan James Ryan menyatakan bahwa "tidak ada alasan" untuk mempercayainya.[297] Namun, bagi Lenin, pembantaian tersebut diperlukan; ia membandingkannya dengan eksekusi Louis XVI dalam Revolusi Perancis.[298]

Setelah Traktat Brest-Litovsk, Revolusioner Sosialis Kiri membubarkan koalisi tersebut dan meningkatkan pandangan bahwa Bolshevik adalah pengkianat revolusi.[299] Pada Juli 1918, Revolusioner Sosialis Kiri Yakov Grigorevich Blumkin membunuh duta besar Jerman untuk Rusia, Wilhelm von Mirbach, dengan harapan menumbuhkan insiden diplomatik yang berujung pada diluncurkannya kembali perang revolusioner melawan Jerman.[300] Revolusioner Kiri Sosialis kemudian meluncurkan sebuah kudeta di Moskwa, mengepung Kremlin dan merebut kantor pos pusat kota tersebut sebelum dihentikan oleh pasukan Trotsky.[301] Para pemimpin dan beberapa anggota partai tersebut ditangkap dan ditahan, namun diperlakukan lebih halus ketimbang lawan-lawan Bolshevik lainnya.[302]

Pada 1919, pasukan putih kembali bergerak dan pada 1920 mereka mengalahkan seluruh tiga front.[303] Namun, Perang Polandia-Soviet pecah pada tahun tersebut, setelah Polandia berupaya untuk menganeksasikan bagian Belarus dan Ukraina Barat; pada Mei 1920, mereka menaklukan Kiev.[304] Setelah Tentara Polandia mundur, Lenin menyatakan bahwa Tentara Merah menekan Polandia itu sendiri, dengan meyakini bahwa proletariat Polandia akan bangkit untuk mendukung pasukan Rusia dan melancarkan revolusi Eropa. Meskipun Trotsky dan Bolshevik lainnya bersikap skeptis, mereka kemudian sepakat terhadap invasi tersebut. Namun, proletariat Polandia tidak bangkit, dan Tentara Merah dikalahkan di Pertempuran Warsawa.[305] Tentara Polandia mulai menekan Tentara Merah kembali ke Rusia, memaksa Sovnarkom untuk berdamai; perang memuncak dalam Perdamaian Riga, dimana Rusia menyerahkan wilayah ke Polandia dan membayar ganti ruginya.[306] Pada 1921, pasukan Soviet telah mengejutkan gerakan-gerakan nasional di Ukraina dan menduduki Kaukasus, sesambil bertarung di Asia Selatan yang berlangsung sampai akhir 1920an.[307]

Comintern dan revolusi dunia: 1919–20[sunting | sunting sumber]

Foto Lenin pada 1919, diambil oleh Grigori Petrowitsch Goldstein

Setelah Gencatan Senjata pada Front Barat, Lenin meyakini bahwa pecahnya revolusi Eropa akan terjadi.[308] Melihat kesempatan ini, Sovnarkom mendukung pendirian pemerintahan Komunis di Hongaria oleh Béla Kun pada Maret 1919, disusul oleh pemerintah komunis di Bayern dan berbagai pemberontakan revolusioner sosialis di bagian Jerman lainnya, termasuk Liga Spartakus.[309] Pada masa Perang Saudara Rusia, Tentara Merah dikirim ke republik-republik nasional independen yang baru di perbatasan-perbatasan Rusia untuk membantu kaum Marxis disana dalam mendirikan sistem pemerintahan soviet.[310] Di Eropa, peristiwa tersebut menghasilkan pembentukan negara-negara baru yang dipimpin Komunis di Estonia, Latvia, Lithuania, Belarus, dan Ukraina, yang semuanya secara resmi merdeka dari Rusia,[310] sementara di wilayah timur berujung pada pembentukan pemerintahan Soviet di Georgia, dan kemudian di Mongolia Luar.[311] Berbagai Bolshevik senior ingin negara-negara tersebut masuk dalam negara Rusia; Lenin menyatakan bahwa sensibilitas nasional harus diperhatikan, namun menganggap kembali bahwa pemerintahan-pemerintahan Partai Komunis baru dari negara-negara tersebut adalah cabang-cabang regional de facto dari pemerintahan Moskwa.[312]

Pada akhir 1918, Partai Buruh Inggris menyerukan pendirian sebuah konferensi partai-partai sosialis internasional, Buruh dan Sosialis Internasional.[313] Lenin memandangnya sebagai kebangkitan Second International, yang telah ia kesampingkan, dan merumuskan konferensi sosialis internasional tandingannya sendiri untuk menyiapkan dampaknya.[314] Ia mengadakan konferensi tersebut dengan bantuan Zinoviev, Trotsky, Christian Rakovsky, dan Angelica Balabanoff.[314] Pada Maret 1919, Kongres Pertama Komunis Internasional ("Comintern") dibuka di Moskwa.[315] Karena kurangnya perhatian global, 34 delegasi bermajelis, 30 perwakilan dari negara-negara bekas Kekaisaran Rusia, dan sebagian besar delegasi internasional secara resmi tak diakui oleh partai-partai sosialis di negara-negara mereka sendiri.[316] Selain itu, Bolshevik mendominasi pemprosesannya,[317] dengan Lenin kemudian mengarang serangkaian regulasi yang menyatakan bahwa hanya partai-partai sosialis pemegang pandangan Bolshevik yang diijinkan untuk bergabung dengan Comintern.[318] Pada konferensi pertama tersebut, Lenin berbicara kepada para delegasi, dengan menyerukan wadah parlementer untuk sosialis yang dipegang oleh Marxis revisionis seperti Kautsky dan mengulang seruannya untuk melengserkan pemerintahan-pemerintahan borjuis Eropa.[319] Meskipun Zinoviev menjadi Presiden badan Internasional tersebut, Lenin tetap memegang kontrol besar terhadapnya.[320]

Kongres Komunis Internasional Kedua dibuka di Institut Smolny, Petrograd pada Juni 1920, mewakili kali terakhir Lenin mengunjungi sebuah kota selain Moskwa.[321] Disana, ia menyatakan kepada delegasi-delegasi asing agar meluaskan kekuasaan Bolshevik, dan meruntuhkan sudut pandang kapitalis yang berdiri lama merupakan tahap yang diperlukan dalam pengembangan masyarakat, termasuk negara-negara yang berada di bawah pendudukan kolonial untuk mengubah masyarakat pra-kapitalis mereka secara langsung menjadi sosialis.[322] Untuk konferensi tersebut, ia mengarang Komunisme "Sayap Kiri": Sebuah Penyakit Infantil, sebuah buku pendek yang menjabarkan kritikannya terhadap unsur-unsur kiri jauh dalam partai-partai komunis Inggris dan Jerman yang menolak untuk memasuki serikat-serikat dagang dan sistem-sistem parlementer negara tersebut; selain itu menyerukan mereka untuk memajukan sebab-sebab revolusioner.[323] Kongres tersebut telah tertunda selama beberapa hari karena perang yang terjadi dengan Polandia,[324] sebelum Kongres tersebut kemudian dipindahkan ke Moskwa, dimana kongres tersebut dilanjutkan pada sesi-sesi sampai bulan Agustus.[325] Namun, revolusi dunia yang diprediksi Lenin tidak terwujud, karena pemerintah Komunis Hongaria runtuh dan kebangkitan Marxis Jerman tertunda.[326]

Bencana kelaparan dan Kebijakan Ekonomi Baru: 1920–22[sunting | sunting sumber]

Dalam Partai Komunis, terdapat perpecahan dari dua faksi, Kelompok Sentralisme Demokrat dan Oposisi Buruh, keduanya menuduh negara Rusia terlalu tersentralisasi dan birokratik.[327] Oposisi Buruh, yang memiliki hubungan dengan serikat dagang negara resmi, juga mengekspresikan perhatian bahwa pemerintah telah kehilangan kepercayaan dari kelas buruh Rusia.[328] Mereka murka terhadap saran Tortsky yang meminta serikat-serikat dagang dieliminasi. Ia menganggap serikat-serikat tersebut telalu berlebihan dalam sebuah "negara buruh", namun Lenin tak sepakat, yang meyakini bahwa hal tersebut adalah hal yang terbaik bagi mereka; sebagian besar Bolshevik mengangkat pandangan Lenin dalam 'diskusi serikat buruh'.[329] Untuk menyelesaikan perpecahan tersebut, di Kongres Partai Kesepuluh pada Februari 1921, Lenin mengenalkan sebuah larangan aktivitas faksional di dalam partai.[330]

Korban-korban bencana kelaparan di Buzuluk, kawasan Volga, sebelah Saratov

Akibatnya, terjadilah bencana kelaparan Rusia 1921 yang merupakan bencana paling beruntun yang negara tersebut alami sejak yang terjadi pada 1891,[331] mengakibatkan sekitar lima juta orang tewas.[332] Kelaparan tersebut disebabkan oleh kebijakan pemerintah, serta ekspor bahan pangan Rusia dalam kuantitas besar.[333] Untuk membantu korban-korban bencana kelaparan tersebut, pemerintah AS mendirikan sebuah Administrasi Pemulihan Amerika untuk mendistribusikan pangan,[334] meskipun Lenin menganggap buruk bantuan tersebut dan sangat memantaunya.[335] Pada saat bencana kelaparan tersebut, Patriarkh Tikhon menyerukan gereja-gereja Ortodoks untuk menjual barang-barang tak diperlukan untuk membantu memberi makan orang-orang yang kelaparan, sebuah tindakan yang didukung oleh pemerintah.[336] Pada Februari 1922, Sovnarkom menyerukan lebih lanjut agar seluruh barang-barang berharga dari lembaga-lembaga agama dikeluarkan dan dijual.[337] Tikhon menentang penjualan barang-barang yang digunakan dalam Ekaristi dan beberapa rohaniwan menentang seruan tersebut, yang mengakibatkan kekerasan.[338]

Pada 1920 dan 1921, oposisi lokal menghasilkan kebangkitan petani anti-Bolshevik yang pecah di seluruh Rusia, meskipun kemudian diredam.[339] Salah satu peristiwa paling signifikan adalah Pemberontakan Tambov, yang diredam oleh Tentara Merah.[340] Pada Februari 1921, para buruh menyerang Petrograd, yang mengakibatkan pemerintah memproklamasikan darurat militer di kota tersebut dan mengirim Tentara Merah untuk melumpuhkan demonstrasi.[341] Pada bulan Maret, pemberontakan Kronstadt dimulai saat para pelaut di Kronstadt memberontak melawan pemerintah Bolshevik, menuntut agar seluruh sosialis diijinkan untuk bebas melakukan publikasi, agar serikat-serikat dagang independen diberi kebebasan bermajelis dan agar para petani diperbolehkan masuk pasar-pasar bebas dan tidak menjadi subyek penekanan. Lenin mengumandangkan bahwa para penuntut tersebut didalangi oleh Revolusioner Sosialis dan imperialis asing dan menyerukan untuk membalasnya dengan kekerasan.[342] Di bawah kepemimpinan Trotsky, Tentara Merah melumpuhkan pemberontakan tersebut pada 17 Maret, yang menyebabkan ribuan orang tewas dan korban-korban selamatnya dikirim ke kamp buruh.[343]

Kamu harus mula-mula berupaya untuk membangun jembatan-jembatan kecil yang menuju ke arah tanah para pemegang petani kecil melalui Kapitalisme Negara ke Sosialisme. Pada jalan yang lainnya kamu tidak akan pernah memimpin sepuluh juta orang ke Komunisme. Ini adalah apa yang menjadi pasukan obyektif dari pengembangan Revolusi yang telah diajarkan.

Lenin pada KEB, 1921[344]

Pada Februari 1921, Lenin mengenalkan Kebijakan Ekonomi Baru (KEB) kepada Politburo; ia menyatakan kepada sebagian besar Bolshevik senior bahwa kebijakan tersebut diperlukan dan disahkan dalam hukum pada bulan April.[345] Lenin menjelaskan kebijakan tersebut dalam sebuah buklet, Tentang Pajak Pangan, dimana ia menyatakan bahwa KEB mewakili kembalinya rencana-rencana ekonomi Bolshevik asli; ia mengklaim bahwa hal tersebut disebabkan oleh perang saudara, dimana Sovknarkom memaksa untuk mewujudkan kebijakan ekonomi "komunisme perang".[346] KEB mengijinkan beberapa wirausaha swasta di Rusia, mengijinkan pengenalan kembali sistem upah dan mengijinkan para petani untuk menjual produksi di pasar terbuka sementara pajak mereka dapatkan.[347] Kebijakan tersebut juga membolehkan kembalinya industri kecil yang dimiliki swasta, meskipun industri dasar, transportasi dan perdagangan asing masih berada di bawah kekuasaan negara.[348] Lenin menjulukinya "kapitalisme negara",[349] dan beberapa Bolshevik menganggap kebijakan tersebut telah mencederai prinsip-prinsip sosialis.[350] Para biografer Lenin seringkali mengkarakteristikan pengenalan KEB sebagai salah satu prestasi paling menonjolnya dan beberapa meyakini bahwa kebijakan tersebut tidak diimplementasikan Sovnarkom pada waktu itu yang akan dengan cepat diruntuhkan dengan kebangkitan populer.[351]

Pada Januari 1920, pemerintah mengeluarkan konskripsi buruh universal, yang menyatakan agar seluruh warga negara dari usia antara 16 sampai 50 tahun untuk bekerja.[352] Lenin juga menyerukan proyek elektrifikasi massal, rencana GOELRO, yang dimulai pada Februari 1920; Lenin mengumandangkan bahwa "komunisme yang merupakan kekuatan Soviet ditambah elektrifikasi terhadap seluruh negara" akan meluas pada bertahun-tahun berikutnya.[353] Melihat kemajuan ekonomi Rusia melalui perdagangan asing, Sovnarkom mengirim delegasi-delegasi ke Konferensi Genoa; Lenin berharap dapat menghadirinya namun terhalang karena sakit.[354] Kongerensi tersebut menghasilkan perjanjian Rusia dengan Jerman, yang menyusul perjanjian dagang dengan Britania Raya.[355] Lenin berharap agar perusahaan-perusahaan asing diperbolehkan untuk berinvestasi di Rusia, Sovnarkom berniat memperburuk permusuhan antar negara-negara asing dan mempercepat kejatuhan mereka; ia berusaha untuk menyewa ladang-ladang minyak Kamchatka kepada sebuah perusahaan Amerika untuk meningkatkan ketegangan antara AS dan Jepang, yang menginginkan Kamchatka untuk kekaisaran mereka.[356]

Kesehatan menurun dan adu pendapat dengan Stalin: 1920–23[sunting | sunting sumber]

Untuk menyemarakkan Lenin, pada April 1920 Bolshevik mengadakan sebuah pesta untuk merayakan ulang tahunnya yang kelima puluh, yang juga ditandai dengan merebaknya perayaan di seluruh Rusia dan publikasi puisi-puisi dan biografi-biografi yang didedikasikan untuknya.[357] Antara 1920 dan 1926, dua puluh volume Kumpulan Karya-Karya Lenin diterbitkan; beberapa bahan dihilangkan.[358] Pada 1920, sejumlah tokoh Barat penting mengunjungi Lenin di Rusia; tokoh-tokoh tersebut meliputi pengarang H. G. Wells dan filsuf Bertrand Russell,[359] serta anarkis Emma Goldman dan Alexander Berkman.[360] Lenin juga dikunjungi di Kremlin oleh Armand, yang kesehatannya semakin menurun.[361] Ia mengirimkannya ke sebuah sanatorium di Kislovodsk, Kaukasus Utara untuk pemulihan, namun ia meninggal disana pada September 1920 saat wabah kolera.[362] Jenasahnya dibawa ke Moskwa, dimana Lenin tampak berduka menyaksikan pemakamannya di bawah Tembok Kremlin.[363]

Lenin menjalani sebagian besar tahun-tahun akhirnya di mansion Gorki-nya

Lenin mengidap sakit berat pada paruh akhir 1921,[364] dengan gejala hiperakusis, insomnia, dan sering pusing.[365] Dalam ketidakhadiran Politburo, pada bulan Juli, ia meninggalkan Moskwa selama sebulan di mansion Gorki-nya, dimana ia dirawat oleh istri dan saudarinya.[366] Lenin mulai memikirkan untuk melakukan bunuh diri, dengan meminta Krupskaya dan Stalin untuk memberikan potasium sianida kepadanya.[367] 26 dokter berupaya untuk membantu Lenin pada tahun-tahun terakhirnya; beberapa diantaranya berasal dari luar negeri dan telah mendapatkan pengalaman besar.[368] Beberapa menyimpulkan bahwa sakitnya disebabkan karena oksidasi metal dari peluru-peluru yang bersarang di tubuhnya dari upaya pembunuhan 1918; pada April 1922 ia melakukan operasi bedah untuk menghilangkannya.[369] Karena gejalanya masih berlanjut, dan para dokter Lenin tidak sepakat tentang penyebabnya; beberapa menyimpulkan bahwa ia mengidap neurasthenia atau serebral arteriosklerosis, meskipun yang lainnya meyakini bahwa ia mengidap sifilis,[370] sebuah gagasan dikeluarkan dalam sebuah laporan 2004 oleh tim neurosaintis, yang menyatakan bahwa penyebabnya kemudian disembunyikan oleh pemerintah.[371] Pada Mei 1922, ia terserang gejala stroke pertamanya, yang secara temporer kehilangan kemampuannya untuk berbicara dan menggerakkan bagian kanan tubuhnya.[372] Ia dibawa ke Gorki, dan sebagian besar pulih pada bulan Juli.[373] pada bulan Oktober, ia kembali ke Moskwa, meskipun pada bulan Desember, ia terserang stroke kedua dan kembali ke Gorki.[374]

Meskipun sakit, Lenin masih menyimpan minat dalam pengembangan politik. Saat memimpin Partai Revolusioner Sosialis, ditemukan persekongkolan melawan pemerintah dalam sebuah pengadilan yang diadakan antara Juni dan Agustus 1922, Lenin menyerukan agar mereka dieksekusi; meskipun mereka masih ditahan pada waktu itu dan baru dieksekusi saat Pembersihan Besar-Besaran pada masa kepemimpinan Stalin.[375] Dengan dukungan Lenin, pemerintah juga meneruskan penekanan Menshevisme di Rusia dengan mengeluarkan seluruh Menshevik dari lembaga-lembaga dan wirausaha-wirausaha negara pada Maret 1923 dan menahan para anggota partai tersebut di kamp-kamp konsentrasi.[376] Lenin khawatir dengan kelangsungan sistem birokratik Tsaris di Soviet Rusia,[377] dan menjadi semakin khawatir dalam tahun-tahun terakhirnya.[378] Mengutuk sikap birokratik, ia menyarankan agar perbaikan total dilakukan untuk menangani masalah semacam itu,[379] dalam satu surat menyatatakan bahwa "kita sedang tersedot dalam sebuah rawa biokratik busuk".[380]

Pada Desember 1922 dan Januari 1923, Lenin mengeluarkan "Penyataan Lenin", dimana ia mendiskusikan kualitas pribadi dari para ajudannya, terutama Trotsky dan Stalin.[381] Ia menyarankan agar Stalin dihapuskan dari jabatan Sekretaris Jenderal Partai Komunis, dengan alasan ia tidak cocok untuk jabatan tersebut.[382] Selain itu, ia merekomendasikan Trotsky untuk pekerjaan tersebut, dengan menyebutnya sebagai "pria paling mampu dalam Komite Pusat saat ini"; ia menyanjung tingginya intelektualitas Trotsky namun pada saat yang bersamaan mengkritik keyakinan dirinya dan kecenderungan terhadap pemerintahan yang berlebihan.[383] Pada masa tersebut, ia mengeluarkan kritikan terhadap alam biokratik Inspektorat Buruh dan Petani, menyerukan untuk perekrutan staf kelas pekerja baru untuk menyelesaikan masalah tersebut,[384] sementara di artikel lainnya ia menyerukan agar negara melawan buta huruf, mempromosikan ketepatan waktu dan perhatian terhadap masyarakat, dan mendorong para petani untuk bergabung dalam koperasi-koperasi.[385]

Dalam ketidakhadiran Lenin, Stalin mulai mengkonsolidasikan kekuasaannya dengan melantik para pendukungnya ke jabatan-jabatan penting,[386] dan menumbuhkan citranya sendiri sebagai penerus mutlak dan orang terdekat Lenin.[387] Pada Desember 1922, Stalin mengambil tanggung jawab untuk resimen Lenin, yang ditugaskan oleh Politburo untuk mengendalikan siapa yang telah mengaksesnya.[388] Namun, Lenin sangat mengkritik Stalin; sementara Lenin menyatakan bahwa negara harus mempertahankan monopolinya di perdagangan internasional pada musim panas 1922, Stalin memimpin sejumlah Bolshevik lainnya dalam penentangan gagal tersebut.[389] Terdapat juga adu pendapat antar keduanya; Stalin memerintahkan Krupskaya untuk mencekalnya saat konservasi telepon, yang membuat Lenin sangat murka, yang mengirimkan Stalin sebuah surat yang mengekspresikan keprihatinannya.[390]

Perpecahan politik paling signifikan antara keduanya terjadi saat Skandal Georgia. Stalin berpendapat bahwa Georgia dan negara-negara tetangganya seperti Azerbaijan dan Armenia harus digabung dalam negara Rusia, meskipun terdapat penentangan pada pemerintahan nasional mereka.[391] Lenin memandangnya sebagai ekspresi chauvisime etnis Rusia Besar yang dikeluarkan oleh Stalin dan para pendukungnya, yang sebagai gantinya menyerukan agar negara-negara tersebut bergabung dengan Rusia sebagai bagian semi-independen dari sebuah uni kebesaran, yang ia sebut Uni Republik Soviet Eropa dan Asia.[392] Stalin awalnya menolak proposal tersebut, namun kemudian menerimanya, meskipun – dengan perjanjian Lenin – ia mengubah namanya menjadi Uni Republik Sosialis Soviet (URSS).[393] Lenin mengirim Trotsky untuk berbicara sebagai perantaranya di plenum Komite Pusat pada bulan Desember, dimana rencana-rencana untuk URSS disahkan; rencana tersebut kemudian diratifikasikan pada 30 Desember oleh Kongres Soviet, yang menghasilkan pembentukan Uni Soviet.[394] Meskipun kesehatannya menurun, Lenin dipilih menjadi ketua pemerintahan baru Uni Soviet.[395]

Kematian dan pemakaman: 1923–24[sunting | sunting sumber]

Pada Maret 1923, Lenin terserang stroke ketiga dan kehilangan kemampuannya untuk berbicara;[396] pada bulan tersebut, ia kehilangan kemampuan geraknya pada sisi kanannya dan mulai mengalami afasia sensori.[397] Pada bulan Mei, ia menjalani pemulihan perlahan, karena ia mulai kehilangan kemampuan mobilitas, berpidato dan menulisnya.[398] Pada Oktober, ia membuat kunjungan terakhirnya ke Moskwa dan Kremlin.[399] Pada minggu terakhirnya, Lenin dikunjungi oleh Zinoviev, Kamenev, dan Bukharin dengan Bukharin mengunjunginya di mansion Gorki-nya pada hari kematiannya.[400] Lenin meninggal dunia di rumah Gorki-nya pada 21 Januari 1924, setelah jatuh koma pada hari sebelumnya.[401] Penyebab kematian resminya adalah penyakit penyumbatan pembuluh darah.[402]

Pemerintah secara terbuka mengumumkan kematian Lenin pada hari berikutnya.[403] Pada 23 Januari, para pelayat dari Partai Komunis, serikat dagang, dan soviet mengunjungi rumah Gorki-nya untuk melihat jasadnya, yang dimasukkan dalam sebuah peti merah oleh para Bolshevik utama.[404] Dibawa menggunakan kereta menuju Moskwa, peti tersebut dibawa ke Gedung Serikat Dagang, dimana jenazahnya disemayamkan.[405] Pada tiga hari berikutnya, sekitar sejuta pelayat datang untuk melihat jenazahnya, beberapa diantaranya bertahan selama berjam-jam dalam kondisi dingin.[406] Pada 26 Januari, Kongres Seluruh Uni Soviet bertemu untuk berbela sungkawa terhadap almarhum, dengan pidato yang dibuat oleh Kalinin, Zinoviev, dan Stalin, namun tidak dengan Trotsky, yang sedang berada di Kaukasus.[406] Pemakaman Lenin diadakan pada hari berikutnya, dimana jenazahnya dibawa ke Lapangan Merah, diiringi oleh musik, dimana kerumunan menyimak serangkaian pidato sebelum jenazah tersebut ditempatkan dalam sebuah mausoleum yang didirikan secara khusus.[407] Meskipun bersuhu dingin, sepuluh ribu orang hadir.[408]

Bertentangan dengan saran Krupskaya, jasad Lenin diawetkan untuk ditempatkan pada tempat penyimpanan publik berjangka panjang di mausoleum Lapangan Merah.[409] Pada proses tersebut, otak Lenin diangkat; pada 1925, sebuah lembaga didirikan untuk memeriksanya, dan menyimpulkan bahwa Lenin telah terserang sklerosis.[410] Pada Juli 1929, Politburo sepakat untuk mengganti mausoleum temporer tersebut dengan bangunan granit permanen alternatif, yang diselesaikan pada 1933.[411] Sebuah sarkofagus dimana jasad Lenin ditempatkan digantikan pada 1940 dan lagi pada 1970.[412] Dari 1941 sampai 1945, jenazahnya dipindahkan dari Moskwa dan dibawa ke Tyumen untuk dilindungi dari Perang Dunia Kedua.[413]

Ideologi politik[sunting | sunting sumber]

Kami tidak percaya bahwa Marx dan Marxis mengetahui jalan menuju sosialisme dalam seluruh kekonkretannya. Itu tidaklah masuk akal. Kami tahu pengarahan jalan, kami tahu apa pasukan-pasukan kelas akan memimpinnya, namun secara konkret, praktik, ini akan diperlihatkan oleh pengalaman jutaan orang saat mereka mengambil tindakan tersebut.

Lenin, 11 September 1917[414]

Lenin adalah seorang pemegang teguh Marxisme,[415] dan meyakini bahwa interpretasinya terhadap Marxisme – yang mula-mula disebut "Leninisme" oleh Martov pada 1904[416] – adalah sebuah hal tunggal yang otentik dan ortodoks.[417] menurut sudut pandang Marxis-nya, umat manusia akan meraih komunisme murni, menjadi tak bernegara, tak berkelas, masyarakat buruh egalitarian yang bebas dari eksploitasi dan alienasi, dikendalikan oleh pikiran mereka sendiri, dan dijunjung dengan peran "dari setiap orang menurut kemampuannya, menuju setiap orang untuk kebutuhannya".[418] Menurut Volkogonov, Lenin "sangat dan telah lama" meyakini bahwa wadah yang ia bentuk pada Rusia akan langsung berujung pada pendirian masyarakat komunis tersebut.[419]

Namun, kepercayaan Marxis Lenin membuatnya memandang bahwa masyarakat tidak berubah langsung dari keadaan saat ininya ke komunisnya, namun mula-mula harus memasuki periode sosialisme, sehingga perhatian utamanya adalah bagaimana mengubah Rusia menjadi masyarakat sosialis. Sampai disitu, ia meyakini bahwa kediktatoran proletatiat diperlukan untuk menekan burjois dan mengembangkan ekonomi sosialis.[420] Ia mendefinisikan sosialisme sebagai "sebuah tatanan kooperator tersipilisasi dimana alat produksi dimiliki secara sosial",[421] dan meyakini bahwa sistem ekonomi tersebut akan berakhir sampai masyarakat akan menjadi masyarakat berkelimpahan.[418] Untuk mencapainya, ia menempatkan ekonomi Rusia di bawah kontrol negara agar menjadi perhatian utamanya, dengan – dalam kata-katanya – "seluruh warga negara" menjadi "pekerja dari negara".[422] Interpretasi sosialisme Lenin tersentralisasi, terencana dan statis, dengan produksi dan distribusi yang terkendali.[418] Ia meyakini bahwa seluruh buruh di seluruh negara tersebut akan secara sukarela bergabung bersama untuk mewujudkan sentralisasi ekonomi dan politik di negara tersebut.[423] Dalam cara tersebut, seruannya untuk "kontrol buruh" dari ukuran produksi tak hanya menuju kontrol langsung wirausaha-wirausaha oleh para pekerja mereka, namun operasi seluruh wirausaha di bawah kontrol "negara buruh".[424] Hal tersebut menghasilkan dua tema yang bertentangan pada pemikiran Lenin: kontrol buruh populer, dan aparatus negara koerktif, hierarkial dan tersentralisasi.[425]

Lenin berpidato pada 1919

Sebelum 1914, Lenin sangat sepakat dengan Marxis Eropa ortodoks arus utama.[415] Namun, Leninisme mengenalkan revisi dan inovasi terhadap Marxisme ortodoks, dan mengadopsi sudut pandang terdoktrinasi dan lebih absolut.[415] Selain itu, Leninisme membedakan dirinya sendiri dari varian-varian Marxisme oleh intensitas emosional terhadap visi liberasionisnya dan fokusnya terhadap peran kepemimpinan proletatiat penggerak revolusioner.[426] Kemudian, Lenin memberikan pernyataan dari arus utara Marxis tentang masalah bagaimana mendirikan sebuah negara proletarian; ia meyakini bahwa aparatus negara yang kuat akan mengeluarkan kaum burjois yang berkonflik dengan pandangan Marxis Eropa seperti Kautsky yang mendorong pemerintahan demokratik parlementer dimana proletariat menjadi mayoritas.[426] Selain itu, menurut sejarawan James Ryan, Lenin adalah "pakar teori Marxis pertama dan paling signifikan yang secara dramatis meningkatkan peran kekerasan sebagai alat revolusioner".[427] Lenin memasukkan peningkatan perubahan ke dalam sistem kepercayaannya,[428] dan realitas pragmatik dari pemerintah Rusia saat menghadapi perang, bencana kelaparan, dan kejatuhan ekonomi yang membuatnya menyimpang dari beberapa gagasan Marxis yang telah ia artikulasikan sebelum Revolusi Oktober.[429]

Gagasan-gagasan Lenin sangat dipengaruhi oleh pemikiran yang telah ada sebelum gerakan revolusioner Rusia, dan oleh varian-varian teoretikal Marxisme Rusia, yang sangat berfokus terhadap bagaimana penulisan Marx dan Engels akan diterapkan kepada Rusia.[430] Selain itu, Lenin juga terpengaruhi oleh pemikiran sosialis Rusia seperti orang-orang dari agrarian-sosialis Narodnik.[431] Meskipun demikian, ia menampik Marxis yang mengadopsi gagasan dari filsuf dan sosiolog non-Marxis kontemporer.[432] Dalam penulisan teoretikalnya, terutama Imperialisme, ia menyatakan bahwa apa yang ia pikirkan adalah perkembangan dalam kapitalisme sejak kematian Marx, dengan berpendapat bahwa telah terjadi tahap baru, kapitalisme monopoli negara.[433] Sebelum meraih kekuasaan pada 1917, ia meyakini bahwa meskipun ekonomi Rusia masih didominasi oleh kaum petani, pada kenyataannya monopoli kapitalisme yang ada di Rusia menandakan bahwa negara tersebut secara material bergerak menuju sosialisme.[434]

[Lenin] meyakini kebenaran dipegang oleh Marx dan data dan argumen terpilih yang menggelembungkan kebenaran tersebut. Ia tidak mempertanyakan naskah Marxis lama, ia mengomentarinya, dan komentar tersebut menjadi sebuah naskah baru.

Biografer Louis Fischer, 1964[435]

Lenin adalah seorang internasionalis dan pendukung revolusi dunia, melampaui batas-batas dunia untuk menjadi sebuah konsep dan nasionalisme dari perjuangan kelas.[436] Ia meyakini bahwa di bawah sosialisme revolusioner, akan ada "penggabungan negara-negara" dan pendirian "Persatuan Negara-Negara Dunia".[437] Ia menentang federalisme, menganggapnya burjois, dan sebagai gantinya menyerukan kebutuhan untuk negara uniter tersentralisasi.[438] Lenin merupakan seorang anti-imperialis, dan meyakini bahwa seluruh negara menyajikan "hak penentuan nasib sendiri".[438] Ia juga mendukung perang-perang pembebasan nasional, menyatakan bahwa konflik tersebut merupakan keperluan bagi sebuah kelompok minoritas untuk terpecah dari negara sosialis, karena negara-negara sosialis tidaklah "suci atau bertentangan dengan kesalahpahaman atau kesadaran".[439]

Ia mengekspresikan pandangan bahwa "pemerintahan Soviet adalah beberapa juta kali lebih demokratis ketimbang kebanyakan republik burjois demokratik", yang ia anggap "demokrasi untuk kekayaan".[440] Ia menuntut agar "kediktatoran proletariat"-nya menjadi demokratis melalui pemilihan perwakilan untuk soviet-soviet, dan para buruh memilih para pemimpin mereka sendiri, dengan giat digilir dan melibatkan seluruh buruh dalam pemerintahan negara tersebut.[441] Lenin meyakini bahwa demokrasi perwakilan dari negara-negara kapitalis telah digunakan untuk memberi ilusi demokrasi sesambil mengutamakan kediktatoran burjois; saat menyinggung sistem perwakilan demokratis Amerika Serikat, ia menyebutnya "duel spektakuler dan kurang berarti antara dua partai burjois," yang keduanya dipimpin oleh "multi-jutawan cerdik" yang mengeksploitasi proletariat Amerika.[442] Ia juga menentang liberalisme, mengeluarkan antipati besar terhadap kebebasan sebagai sebuah nilai,[443] dan meyakini bahwa kebebasan liberalisme adalah kecurangan karena bukanlah kebebasan buruh dari eksploitasi kapitalis.[444]

Kehidupan pribadi dan karakteristik[sunting | sunting sumber]

Lenin memandang dirinya sendiri sebagai orang penentu, dan meyakini hak atas sebab-sebabnya dan kemampuannya sendiri sebagai pemimpin revolusioner.[445] Biografer Louis Fischer menyebutnya sebagai "seorang pecinta perubahan radikal dan kebangkitan maksimum", seorang pria yang "tidak pernah menjadi menengah kebawah. Ia merupakan seorang eksagerator hitam atau merah".[446] Menyoroti "kapasitas luar biasa atas karya kedisiplinan" dan "devosi sebab revolusioner" Lenin, Pipes menyatakan bahwa ia mencurahkan karisma penuh.[447] Hal yang sama diutarakan oleh Volkogonov yang meyakini bahwa "dengan kekuatan kepribadiannya, [Lenin] memiliki pengaruh terhadap rakyat.[448] Meskipun demikian, teman Lenin Gorky menyatakan bahwa dalam penampilan fisiknya sebagai "orang berkepala botak, gempal dan tegak", revolusioner komunis tersebut "terlalu biasa" dan tidak memberikan "impresi menjadi seorang pemimpin".[449]

[Kumpulan tulisan-tulisan Lenin] mengungkapkan secara rinci seorang pria dengan kehendak besi, memperbudak sendiri disiplin diri, mencemooh lawan dan tantangan, penentuan dingin fanatik, pengendalian fanatik, dan kemampuan untuk meyakinkan atau menggertak orang lemah dengan keperluan tunggalnya, memaksakan intensitas, pendekatan impersonal, pengorbanan pribadi, kecerdasan politik, dan keyakinan penuh terhadap kepemilikan kebenaran mutlak. Hidupnya menjadi sejarah gerakan Bolshevik.

—Biografer Louis Fischer, 1964[450]

Salah satu penulis biografi Lenin, sejarawan Robert Service, menjelaskan bahwa Lenin merupakan "seorang muda yang emosinya meledak-ledak"[451] dan menunjukkan "kebencian mendalam" terhadap "sedikit saja tanda-tanda pelanggaran hukum atau korupsi" yang dilihatnya dalam pemerintahan Tsar.[452] Service juga menyatakan bahwa Lenin memiliki "ikatan batin" dengan para pahlawan ideologisnya seperti Marx, Engels, dan Chernyshevsky yang ditunjukkan dengan menyimpan foto-foto mereka,[453] dan secara pribadi menyebut dirinya sendiri "cinta" dengan Marx dan Engels.[454] Menurut biografer Lenin James D. White, Lenin menganggap tulisan-tulisan mereka sebagai "tulisan suci", "dogma relijius", yang harus "tidak dipertanyakan namun dipercaya".[455] Dalam pandangan Volkogonov, Lenin menerima Marxisme sebagai "kebenaran absolut", dan bertindak seperti "fanatik relijius".[456] Hal yang sama juga diutarakan oleh Bertrand Russell yang menyatakan bahwa Lenin memamerkan "kepercayaan teguh – kepercayaan relijius dalam injil Marxian".[457] Biografer Christopher Read menyimpulkan bahwa Lenin merupakan "orang sekuler yang setara dengan para pemimpin teokratik yang memberikan pengesahan mereka dari kebenaran doktrin-doktrin mereka, bukannya mandat populer".[458] Lenin adalah seorang ateis dan kritikus agama, meyakini bahwa sosialisme adalah ateistik inheren; ia menganggap sosialisme Kristen adalah sebuah kontradiksi.[459]

Lebih lanjut, Service beranggapan bahwa Lenin bisa jadi sosok yang "sikap dan pendiriannya mudah berubah",[460] dan Pipes menyebutnya "pembenci setiap orang",[461] sebuah pandangan yang disangkal oleh Read, yang menyoroti beberapa hal dimana Lenin menyimpan rasa baik hati, terutama kepada anak-anak.[462] Menurut beberapa biografer, Lenin, bersikap intoleran terhadap oposisi dan sering menyingkirkan opini-opini yang berbeda dari miliknya sendiri.[463] Ia akan "mengecam kritikan terhadapnya dari orang lain", memberikan cemoohan, ejekan, dan serangan ad hominem terhadap orang-orang yang tidak setuju dengannya.[464] Ia mengabaikan kenyataan yang tidak selaras dengan argumennya,[465] menolak berkompromi,[466] dan sangat jarang membenahi kesalahannya sendiri.[467] Ia menolak untuk menarik opini-opininya, sampai ia menyangkalnya secara bulat, setelah ia menerima pandangan baru jika hal tersebut tidak menyimpang.[468] Meskipun ia tidak menunjukkan sikap sadisme atau kepribadian yang menyukai tidak kekerasan, Lenin mendorong tindak kekerasan terhadap orang lain dan menunjukan pertidaktanggungjawaban terhadap orang-orang yang tewas karena sebab revolusioner.[469] Mengadopsi pendirian amoral, dalam pandangan Lenin pada akhirnya selalu menjustifikasikan pengartian tersebut;[470] menurut Service, Lenin "mengkriteriakan moralitas secara sederhana: apakah tindakan tersebut memajukan atau memundurkan sebab Revolusi?"[471]

Lenin yang pada bagian luar tampaknya begitu lembut dan baik hati, yang suka tertawa, menyayangi binatang dan rawan kenangan sentimental, berubah saat pertanyaan kelas atau politik muncul. Ia sekaligus menjadi sangat kejam, tanpa kompromi, jahat dan pendendam. Namun, bahkan dalam keadaan seperti itu, ia mampu membuat humor gelap.

—Biografer Dmitri Volkogonov, 1994[472]

Disamping bahasa Rusia, Lenin dapat berbicara dan membaca bahasa Perancis, Jerman, dan Inggris.[473] Selain pemanasan fisik, ia giat[474] bersepeda, berenang, dan berburu,[475] dan juga mengembangkan minat untuk mendaki gunung di puncak-puncak Swiss.[476] Ia juga pecinta hewan,[477] terutama kucing.[478] Meskipun hidup berkemewahan, ia menjalani gaya hidup sederhana,[479] dan Pipes menyatakan bahwa Lenin "sangat sederhana dalam kebutuhan pribadinya", yang berujung pada "gaya hidup yang keras dan hampir asketis".[480] Lenin menyukai kerapian yang ditunjukkan oleh meja kerjanya yang selalu tertata rapi dan pensil-pensil yang selalu runcing, dan mengambil sikap ketenangan total saat bekerja.[481] Menurut Fischer, Lenin "tidak terlalu sombong",[482] dan karena alasan tersebut, ia tidak menyukai kultus personalitas yang pemerintah Soviet mulai bangun untuknya; ia tidak pernah menerima bahwa hal tersebut memiliki beberapa manfaat dalam menyatukan gerakan komunis.[483]

Disamping politik revolusionernya, Lenin membenci eksperimentasi revolusioner dalam sastra dan seni rupa, selain mengekpresikan kebenciannya terhadap ekspresionisme, futurisme, dan kubisme, dan menyukai realisme dan sastra klasik Rusia.[484] Lenin juga memiliki pandangan konservatif terhadap seks dan pernikahan.[485] Sepanjang kehidupan dewasanya, ia menjalin hubungan dengan Krupskaya, seorang Marxis sejawatnya yang ia nikahi. Lenin dan Krupskaya merasa sedih karena mereka tidak pernah memiliki anak,[486] meskipun mereka dihibur teman-teman mereka.[487] Read menyatakan bahwa Lenin memiliki "hubungan seumur hidup, hangat, dan sangat dekat" dengan para anggota keluarga dekatnya,[488] meskipun ia tidak memiliki teman seumur hidup, dan Armand disebut sebagai satu-satunya orang dekat kepercayaannya.[489]

Secara etnis, Lenin diidentifikasikan sebagai orang Rusia.[490] Ia tampaknya tidak menyadari bahwa ibunya adalah keturunan Yahudi, dan baru disadari oleh saudarinya Anna setelah Lenin meninggal.[491] Service menyebut Lenin "tidak terlalu sombong dalam hal nasional, sosial dan kebudayaan".[492] Pemimpin Bolshevik tersebut meyakini bahwa negara-negara Eropa lainnya, khususnya Jerman, memiliki budaya superior ketimbang Rusia,[493] "salah satu negara yang terlalu kemalaman, abad pertengahan dan bahkan terbelakang dari negara-negara Asia".[442] Ia menyayangkan terhadap apa yang ia anggap kurangnya kehati-hatian dan disiplin dari masyarakat Rusia, dan dari masa mudanya, ia ingin Rusia menjadi lebih modern dari Eropa dan Barat.[494]

Warisan[sunting | sunting sumber]

Volkogonov mengklaim bahwa "orang tersebut dapat menandingi orang lainnya dalam sejarah yang membuat perubahan besar pada masyarakat pada skala semacam itu".[495] Pemerintahan Lenin menjadi kertas kerja untuk sistem pemerintahan yang memerintah Rusia selama tujuh dekade dan menyediakan model tersebut untuk negara-negara yang kemudian dipimpin Komunis yang meliputi wilayah yang paling banyak diduduki ketiga pada pertengahan abad ke-20.[496] Sehingga, pengaruh Lenin bersifat global.[497] Sebagai seorang figur kontroversial, Lenin masih dihormati sekaligus dicerca;[427] ia dipuja oleh kaum komunis, dan dipandang buruk oleh para kritikus baik dari sayap kiri, seperti demokrat sosialis dan anarki, dan sayap kanan, seperti konservatif dan fasis.[498] Bahkan pada masa hidupnya, Lenin "dicintai dan dibenci, dikagumi dan dicemooh" oleh masyarakat Rusia.[499]

Patung Lenin yang didirikan oleh pemerintah Marxis-Leninis Jerman Timur di Leninplatz, Berlin Timur, Jerman Timur (dihancurkan pada 1992)

Sejarawan Albert Resis berkesimpulan bahwa jika Revolusi Oktober dianggap menjadi peristiwa paling signifikan pada abad ke-20, maka Lenin "seharusnya entah baik atau buruk dianggap menjadi pemimpin politik paling signifikan pada abad tersebut".[500] White menyebut Lenin sebagai "salah satu figur menakjubkan tak terbantahkan pada sejarah modern",[501] sementara Service menyatakan bahwa pemimpin Rusia tersebut sangat dipahami sebagai salah satu "aktor utama" abad ke-20.[502] Read menganggapnya "salah satu ikon yang paling tersohor dan diakui secara universal pada abad kedua puluh",[503] sementara Ryan menyebutnya "salah satu figur berpengaruh dan paling signifikan pada sejarah modern".[504] Majalah Time mengangkat Lenin menjadi salah satu dari 100 tokoh paling berpengaruh pada abad ke-20,[505] dan salah satu dari 25 ikon politik papan atas mereka sepanjang masa.[506]

Di dunia Barat, para biografer mulai menulis tentang Lenin setelah ia meninggal, beberapa diantaranya – seperti Christopher Hill – menyatakan rasa simpatetik terhadapnya, dan yang lainnya – seperti Richard Pipes dan Robert Gellately – mengekspresikan cemoohan. Sejumlah biografer pada masa berikutnya, seperti Read dan Lars Lih, memberikan komentar-komentar positif dan cemooh terhadapnya, bahkan stereotipe yang dipolitisasi.[507] Bagi para simpatisannya, ia dianggap sebagai pakar teori Marxis yang jenius yang mempengaruhi kondisi sosio-ekonomi Rusia.[508] Pandangan Soviet mengkarakteristikannya sebagai seorang pria yang diakui secara sejarah tak terelakkan dan membantu membuat peristiwa tak terelakkan.[509] Sebaliknya, sebagian besar sejarawan Barat memandangnya sebagai orang yang memanipulasi peristiwa dalam rangka meraih dan mempertahankan kekuasaan politik, selain menganggap gagasan-gagasannya sebagai upaya untuk menjustifikasikan kebijakan-kebijakan pragmatiknya secara ideologi.[509] Yang paling terkini, kaum revisionis baik di Rusia dan dunia Barat menyoroti dampak dari gagasan sebelumnya dan pengaruh populer yang merasuki Lenin dan kebijakan-kebijakannya.[510]

Berbagai sejarawan dan biografer mengkarakteristikan pemerintahan Lenin sebagai totalitarian,[511] dan sebagai seorang negara polisi,[512] dan beberapa mendeskripsikannya sebagai kediktatoran satu partai.[513] Beberapa sarjana semacam itu menyebut Lenin sebagai diktator,[514] meskipun Ryan menyatakan bahwa ia "bukanlah seorang diktator dalam hal bahwa seluruh rekomendasinya diterima dan diimplementasikan", karena beberapa koleganya tidak setuju dengannya pada berbagai masalah.[515] Fischer menyatakan bahwa meskipun "Lenin adalah seorang diktator, [ia] bukanlah jenis dari diktator Stalin yang kemudian ada",[516] sementara Volkogonov meyakini bahwa meskipun Lenin mendirikan "kediktatoran Partai", baru di bawah kepemimpinan Stalin dimana Uni Soviet menjadi "kediktatoran satu orang".[517]

Sebaliknya, berbagai pengamat Marxis – termasuk sejarawan Barat Hill dan John Rees – menyatakan penentangan pandangan bahwa pemerintahan Lenin adalah sebuah kediktatoran, dan sebagai gantinya memandangnya sebagai cara tidak bagus untuk menyajikan unsur-unsur demokrasi tanpa beberapa proses yang ditemukan di negara-negara demokrat liberal.[518] Ryan menyatakan bahwa sejarawan sayap kiri Paul Le Blanc "membuat poin yang sangat valid bahwa kualitas pribadi membuat Lenin mengeluarkan kebijakan-kebijakan brutal yang sangat tidak diperlukan ketimbang beberapa pemimpin Barat besar dari abad kedua puluh".[519] Sejarawan J. Arch Getty menyatakan bahwa, "Lenin menyajikan pemikiran yang menyatakan bahwa gagasannya dapat diwarisi dunia, bahwa hal tersebut dapat menjadi sebuah gerakan politik yang berdasarkan pada keadilan sosial dan kesetaraan."[520] Beberapa intelektual sayap kiri, seperti Slavoj Žižek, Alain Badiou, Lars T. Lih, dan Fredric Jameson, menyerukan untuk membangkitkan jiwa revolusioner tak berkompromi Lenin untuk menyetir masalah-masalah global kontemporer.[521]

Di Uni Soviet[sunting | sunting sumber]

Mausoleum Lenin, di depan Kremlin, pada 2007

Di Uni Soviet, sebuah kultus personalitas yang mendevosikan Lenin mulai berkembang pada masa hidupnya, namun baru sepenuhnya berdiri setelah ia meninggal.[522] Menurut sejarawan Nina Tumarkin, kultus tersebut mewakili "kultus paling erat dari seorang pemimpin revolusioner" di dunia semenjak George Washington di Amerika Serikat,[523] dan masih dianggap sebagai "quasi-relijius".[524] Patung-patung atau patung-patung dada Lenin didirikan di hampir setiap desa,[525] dan wajahnya tercantum pada perangko-perangko pos, peralatan rumah tangga, poster, dan laman-laman depan surat kabar Soviet Pravda dan Isvestia.[526] Tempat-tempat dimana ia tinggal atau singgah dijadikan museum untuk mendevosikannya.[525] Perpustakaan, jalan, kebun, museum, klota, dan seluruh kawasan dinamai dengan namanya,[525] dengan kota Petrograd diganti menjadi "Leningrad" pada 1924,[527] dan tempat kelahirannya Simbirsk menjadi "Ulyanovsk".[528] Ordo Lenin didirikan sebagai salah satu penghargaan tertinggi di negara tersebut.[526] Itu semua berseberangan dengan keinginan Lenin sendiri, dan secara terbuka dikritik oleh janda istrinya.[408]

Berbagai biografer menyatakan bahwa tulisa-tulisan Lenin telah diperlakukan mirip dengan naskah suci di Uni Soviet,[529] sementara Pipes menyatakan bahwa "setiap opininya digunakan untuk menjustifikasikan satu kebijakan atau yang lainnya dan diperlakukan seperti Injil".[530] Stalin menyinggung Leninisme pada serangkaian ceramahnya di Universitas Sverdlov, yang kemudian diterbitkan dengan judul Pertanyaan-Pertanyaan Leninisme.[531] Stalin juga mengumpulkan tulisan-tulisan almarhum pemimpin tersebut dan menyimpannya dalam sebuah arsip rahasia di institut Marx-Engels-Lenin.[532] Material-material seperti koleksi buku Lenin di Kraków juga dikumpulkan dari luar negeri untuk disimpan di Institut tersebut, seringkali dalam jumlah besar.[533] Pada era Soviet, tulisan-tulisan tersebut sangat dikontrol dan hanya sedikit orang yang dapat mengaksesnya.[534] Seluruh tulisan Lenin yang disetujui untuk digunakan oleh Stalin diterbitkan, namun yang lainnya masih disembunyikan,[535] dan kabar darah non-Rusia Lenin dan status kebangsawanannya memberikan sebuah keterkejutan.[526] Sehingga, darah Yahudinya mengagetkan sampai 1980an,[536] meskipun Soviet memegang sikap anti-Semitisme,[537] dan tak terpikirkan saat upaya Rusifikasi yang dilakukan oleh Stalin,[538] dan tidak menyediakan pemenuhan untuk sentimen anti-Soviet terhadap anti-semit internasional.[537] Di bawah rezim Stalin, Lenin aktif digambarkan sebagai teman dekat Stalin yang mendukung tawaran Stalin untuk menjadi pemimpin Soviet berikutnya.[539] Pada era Soviet, lima edisi terpisah dari karya-karya yang diterbitkan Lenin diterbitkan dalam bahasa Rusia, yang pertama diterbitkan pada 1920 dan yang terakhir dari 1958 sampai 1965; meskipun edisi kelimanya disebut "lengkap", pada kenyataannya banyak dihilangkan untuk kepentingan politik.[540]

Koin peringatan satu rubel yang dicetak pada tahun 1970 untuk memperingati seabad kelahiran Lenin.

Setelah kematian Stalin, Nikita Khruschev menjadi pemimpin Uni Soviet dan memulai proses de-Stalinisasi, mengutip tulisan-tulisan Lenin, termasuk hal-hal tentang Stalin, untuk mensahkan proses tersebut.[541] Saat Mikhail Gorbachev berkuasa pada 1985 dan memperkenalkan kebijakan glastnost dan perestroika, ia banyak mengutip aksi-aksi tersebut sebagai kembalinya prinsip-prinsip Lenin.[542] Pada akhir 1991, saat pembubaran Uni Soviet, Presiden Rusia Boris Yeltsin memerintahkan agar arsip Lenin diangkat dari kontrol Partai Komunis dan ditempatkan di bawah kontrol badan negara, Pusat Preservasi dan Pembelajaran Dokumen Sejarah Terkini Rusia, dimana terbongkar lebih dari 6,000 tulisan Lenin yang belum diterbitkan. Karya-karya tersebut dideklasifikasikan dan tersedia untuk pembelajaran sekolah.[543] Namun, Yeltsin tidak membongkar mausoleum Lenin karena mengakui bahwa Lenin terlalu populer dan sangat penting di kalangan masyarakat Rusia.[544]

Di Rusia pada 2012, sebuah proposal dari Partai Liberal Demokrat Rusia, dengan dukungan beberapa anggota partai pemerintahan Rusia Bersatu, memproporsalkan menurunkan seluruh monumen Lenin, sebuah proposal yang sanagt ditentang keras oleh Partai Komunis Federasi Rusia.[545] Di Ukraina, pada saat protes Euromaidan 2013–14, beberapa patung Lenin dirusak atau dihancurkan oleh para pemprotes yang memandangnya sebagai lambang imperialisme Rusia,[546] dan pada April 2015 pemerintah Ukraina memerintahkan agar patung-patung lainnya dibongkar atas dasar hukum dekomunisasi.[547] Setelah diketahui bahwa Lenin adalah keturunan Yahudi, aspek tersebut dipegang oleh sayap kanan jauh Rusia, yang mengklaim bahwa warisan genetik Yahudinya telah mendorongnya untuk mencabut masyarakat tradisional Rusia.[548]

Dalam gerakan komunis internasional[sunting | sunting sumber]

Menurut biografer Lenin David Shub, yang menulis pada 1965, gagasan Lenin "membentuk dasar gerakan Komunis pada masa sekarang".[549] Rezim-rezim komunis yang menempatkan persekutuannya terhadap gagasan-gagasan Lenin muncul di berbagai bagian dunia pada abad ke-20.[504]

Setelah kematian Lenin, pemerintah Stalin mendirikan sebuah ideologi yang dikenal sebagai Marxisme-Leninisme, sebuah gerakan yang diinterpretasikan secara berbeda oleh berbagai faksi dalam gerakan Komunis.[550] Setelah diasingkan oleh pemerintah Stalin, Trotsky menyatakan bahwa Stalinisme adalah sebuah penghinaan terhadap Leninisme, yang didominasi oleh birokratisme dan kediktatoran pribadi Stalin sendiri.[551] Marxisme-Leninisme diadaptasi beberapa gerakan revolusioner paling penting pada abad ke-20, terbentuk dalam varian-varian seperti Stalinisme, Maoisme, Juche, Pemikiran Ho Chi Minh, dan Castroisme.[503] Meskipun demikian, beberapa komunis Barat seperti Manuel Azcárate dan Jean Ellenstein yang terlibat dalam gerakan Eurokomunis mengekspresikan pandangan bahwa Lenin dan gagasannya tidak relevan bagi keobyektivitasan mereka sendiri, sehingga menyatakan diri mereka sebagai seorang Marxis namun bukan dari sudut pandang Marxis-Leninis.[552]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ bahasa Rusia: Владимир Ильич Ульянов [vlɐˈdʲimʲɪr ɪˈlʲitɕ ʊˈlʲanəf].
  2. ^ Dibaca /ˈlɛnɪn/;[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Lenin". Random House Webster's Unabridged Dictionary. Diakses tanggal 7 May 2016. 
  2. ^ Fischer 1964, hlmn. 1–2; Rice 1990, hlmn. 12–13; Volkogonov 1994, hlm. 7; Service 2000, hlmn. 21–23; White 2001, hlmn. 13–15; Read 2005, hlm. 6.
  3. ^ Fischer 1964, hlmn. 1–2; Rice 1990, hlmn. 12–13; Service 2000, hlmn. 21–23; White 2001, hlmn. 13–15; Read 2005, hlm. 6.
  4. ^ Fischer 1964, hlm. 5; Rice 1990, hlm. 13; Service 2000, hlm. 23.
  5. ^ Fischer 1964, hlmn. 2–3; Rice 1990, hlm. 12; Service 2000, hlmn. 16–19, 23; White 2001, hlmn. 15–18; Read 2005, hlm. 5; Lih 2011, hlm. 20.
  6. ^ Fischer 1964, hlm. 6; Rice 1990, hlmn. 13–14, 18; Service 2000, hlmn. 25, 27; White 2001, hlmn. 18–19; Read 2005, hlmn. 4, 8; Lih 2011, hlm. 21.
  7. ^ Fischer 1964, hlm. 6; Rice 1990, hlmn. 12, 14; Service 2000, hlmn. 13, 25; White 2001, hlmn. 19–20; Read 2005, hlm. 4; Lih 2011, hlmn. 21, 22.
  8. ^ Fischer 1964, hlmn. 3, 8; Rice 1990, hlmn. 14–15; Service 2000, hlm. 29.
  9. ^ Fischer 1964, hlm. 8; Service 2000, hlm. 27; White 2001, hlm. 19.
  10. ^ Rice 1990, hlm. 18; Service 2000, hlm. 26; White 2001, hlm. 20; Read 2005, hlm. 7; Petrovsky-Shtern 2010, hlm. 64.
  11. ^ Fischer 1964, hlm. 7; Rice 1990, hlm. 16; Service 2000, hlmn. 32–36.
  12. ^ Fischer 1964, hlm. 7; Rice 1990, hlm. 17; Service 2000, hlmn. 36–46; White 2001, hlm. 20; Read 2005, hlm. 9.
  13. ^ Fischer 1964, hlmn. 6, 9; Rice 1990, hlm. 19; Service 2000, hlmn. 48–49; Read 2005, hlm. 10.
  14. ^ Fischer 1964, hlm. 9; Service 2000, hlmn. 50–51, 64; Read 2005, hlm. 16; Petrovsky-Shtern 2010, hlm. 69.
  15. ^ Fischer 1964, hlmn. 10–17; Rice 1990, hlmn. 20, 22–24; Service 2000, hlmn. 52–58; White 2001, hlmn. 21–28; Read 2005, hlm. 10; Lih 2011, hlmn. 23–25.
  16. ^ Fischer 1964, hlm. 18; Rice 1990, hlm. 25; Service 2000, hlm. 61; White 2001, hlm. 29; Read 2005, hlm. 16.
  17. ^ Fischer 1964, hlm. 18; Rice 1990, hlm. 26; Service 2000, hlmn. 61–63.
  18. ^ Rice 1990, hlmn. 26–27; Service 2000, hlmn. 64–68, 70; White 2001, hlm. 29.
  19. ^ Fischer 1964, hlm. 18; Rice 1990, hlm. 27; Service 2000, hlmn. 68–69; White 2001, hlm. 29; Read 2005, hlm. 15; Lih 2011, hlm. 32.
  20. ^ Fischer 1964, hlm. 18; Rice 1990, hlm. 28; White 2001, hlm. 30; Read 2005, hlm. 12; Lih 2011, hlmn. 32–33.
  21. ^ Fischer 1964, hlm. 18; Rice 1990, hlm. 310; Service 2000, hlm. 71.
  22. ^ Fischer 1964, hlm. 19; Rice 1990, hlmn. 32–33; Service 2000, hlm. 72; White 2001, hlmn. 30–31; Read 2005, hlm. 18; Lih 2011, hlm. 33.
  23. ^ Rice 1990, hlm. 33; Service 2000, hlmn. 74–76; White 2001, hlm. 31; Read 2005, hlm. 17.
  24. ^ Rice 1990, hlm. 34; Service 2000, hlm. 78; White 2001, hlm. 31.
  25. ^ Rice 1990, hlm. 34; Service 2000, hlm. 77; Read 2005, hlm. 18.
  26. ^ Rice 1990, hlmn. 34, 36–37; Service 2000, hlmn. 55–55, 80, 88–89; White 2001, hlm. 31; Read 2005, hlmn. 37–38; Lih 2011, hlmn. 34–35.
  27. ^ Fischer 1964, hlmn. 23–25, 26; Service 2000, hlm. 55; Read 2005, hlmn. 11, 24.
  28. ^ Service 2000, hlmn. 79, 98.
  29. ^ Rice 1990, hlmn. 34–36; Service 2000, hlmn. 82–86; White 2001, hlm. 31; Read 2005, hlmn. 18, 19; Lih 2011, hlm. 40.
  30. ^ Fischer 1964, hlm. 21; Rice 1990, hlm. 36; Service 2000, hlm. 86; White 2001, hlm. 31; Read 2005, hlm. 18; Lih 2011, hlm. 40.
  31. ^ Fischer 1964, hlm. 21; Rice 1990, hlmn. 36, 37.
  32. ^ Fischer 1964, hlm. 21; Rice 1990, hlm. 38; Service 2000, hlmn. 93–94.
  33. ^ Pipes 1990, hlm. 354; Rice 1990, hlmn. 38–39; Service 2000, hlmn. 90–92; White 2001, hlm. 33; Lih 2011, hlmn. 40, 52.
  34. ^ Pipes 1990, hlm. 354; Rice 1990, hlmn. 39–40; Lih 2011, hlm. 53.
  35. ^ Rice 1990, hlmn. 40, 43; Service 2000, hlm. 96.
  36. ^ Pipes 1990, hlm. 355; Rice 1990, hlmn. 41–42; Service 2000, hlm. 105; Read 2005, hlmn. 22–23.
  37. ^ Fischer 1964, hlm. 22; Rice 1990, hlm. 41; Read 2005, hlmn. 20–21.
  38. ^ Fischer 1964, hlm. 27; Rice 1990, hlmn. 42–43; White 2001, hlmn. 34, 36; Read 2005, hlm. 25; Lih 2011, hlmn. 45–46.
  39. ^ Fischer 1964, hlm. 30; Pipes 1990, hlm. 354; Rice 1990, hlmn. 44–46; Service 2000, hlm. 103; White 2001, hlm. 37; Read 2005, hlm. 26; Lih 2011, hlm. 55.
  40. ^ Rice 1990, hlm. 46; Service 2000, hlm. 103; White 2001, hlm. 37; Read 2005, hlm. 26.
  41. ^ Fischer 1964, hlm. 30; Rice 1990, hlm. 46; Service 2000, hlm. 103; White 2001, hlm. 37; Read 2005, hlm. 26.
  42. ^ Rice 1990, hlmn. 47–48; Read 2005, hlm. 26.
  43. ^ Fischer 1964, hlm. 31; Pipes 1990, hlm. 355; Rice 1990, hlm. 48; White 2001, hlm. 38; Read 2005, hlm. 26.
  44. ^ Fischer 1964, hlm. 31; Rice 1990, hlmn. 48–51; Service 2000, hlmn. 107–108; Read 2005, hlm. 31; Lih 2011, hlm. 61.
  45. ^ Fischer 1964, hlm. 31; Rice 1990, hlmn. 48–51; Service 2000, hlmn. 107–108.
  46. ^ Fischer 1964, hlm. 31; Rice 1990, hlmn. 52–55; Service 2000, hlmn. 109–110; White 2001, hlmn. 38, 45, 47; Read 2005, hlm. 31.
  47. ^ Fischer 1964, hlmn. 31–32; Rice 1990, hlmn. 53, 55–56; Service 2000, hlmn. 110–113; White 2001, hlm. 40; Read 2005, hlmn. 30, 31.
  48. ^ Fischer 1964, hlm. 33; Pipes 1990, hlm. 356; Service 2000, hlmn. 114, 140; White 2001, hlm. 40; Read 2005, hlm. 30; Lih 2011, hlm. 63.
  49. ^ Fischer 1964, hlmn. 33–34; Rice 1990, hlmn. 53, 55–56; Service 2000, hlm. 117; Read 2005, hlm. 33.
  50. ^ Rice 1990, hlmn. 61–63; Service 2000, hlm. 124; Rappaport 2010, hlm. 31.
  51. ^ Rice 1990, hlmn. 57–58; Service 2000, hlmn. 121–124, 137; White 2001, hlmn. 40–45; Read 2005, hlmn. 34, 39; Lih 2011, hlmn. 62–63.
  52. ^ Fischer 1964, hlmn. 34–35; Rice 1990, hlm. 64; Service 2000, hlmn. 124–125; White 2001, hlm. 54; Read 2005, hlm. 43; Rappaport 2010, hlmn. 27–28.
  53. ^ Fischer 1964, hlm. 35; Pipes 1990, hlm. 357; Rice 1990, hlmn. 66–65; White 2001, hlmn. 55–56; Read 2005, hlm. 43; Rappaport 2010, hlm. 28.
  54. ^ Fischer 1964, hlm. 35; Pipes 1990, hlm. 357; Rice 1990, hlmn. 64–69; Service 2000, hlmn. 130–135; Rappaport 2010, hlmn. 32–33.
  55. ^ Rice 1990, hlmn. 69–70; Read 2005, hlm. 51; Rappaport 2010, hlmn. 41–42, 53–55.
  56. ^ Rice 1990, hlmn. 69–70.
  57. ^ Fischer 1964, hlmn. 4–5; Service 2000, hlm. 137; Read 2005, hlm. 44; Rappaport 2010, hlm. 66.
  58. ^ Rappaport 2010, hlm. 66; Lih 2011, hlmn. 8–9.
  59. ^ Fischer 1964, hlm. 39; Pipes 1990, hlm. 359; Rice 1990, hlmn. 73–75; Service 2000, hlmn. 137–142; White 2001, hlmn. 56–62; Read 2005, hlmn. 52–54; Rappaport 2010, hlm. 62; Lih 2011, hlmn. 69, 78–80.
  60. ^ Fischer 1964, hlm. 37; Rice 1990, hlm. 70; Service 2000, hlm. 136; Read 2005, hlm. 44; Rappaport 2010, hlmn. 36–37.
  61. ^ Fischer 1964, hlm. 37; Rice 1990, hlmn. 78–79; Service 2000, hlmn. 143–144; Rappaport 2010, hlmn. 81, 84.
  62. ^ Read 2005, hlm. 60.
  63. ^ Fischer 1964, hlm. 38; Lih 2011, hlm. 80.
  64. ^ Fischer 1964, hlmn. 38–39; Rice 1990, hlmn. 75–76; Service 2000, hlm. 147; Rappaport 2010, hlm. 69.
  65. ^ Fischer 1964, hlmn. 40, 50–51; Rice 1990, hlm. 76; Service 2000, hlmn. 148–150; Read 2005, hlm. 48; Rappaport 2010, hlmn. 82–84.
  66. ^ Rice 1990, hlmn. 77–78; Service 2000, hlm. 150; Rappaport 2010, hlmn. 85–87.
  67. ^ Pipes 1990, hlm. 360; Rice 1990, hlmn. 79–80; Service 2000, hlmn. 151–152; White 2001, hlm. 62; Read 2005, hlm. 60; Rappaport 2010, hlm. 92; Lih 2011, hlm. 81.
  68. ^ Rice 1990, hlmn. 81–82; Service 2000, hlmn. 154–155; White 2001, hlm. 63; Read 2005, hlmn. 60–61; Rappaport 2010, hlm. 93.
  69. ^ Fischer 1964, hlm. 39; Rice 1990, hlm. 82; Service 2000, hlmn. 155–156; Read 2005, hlm. 61; White 2001, hlm. 64; Rappaport 2010, hlm. 95.
  70. ^ Rice 1990, hlm. 83; Rappaport 2010, hlm. 107.
  71. ^ Rice 1990, hlmn. 83–84; Service 2000, hlm. 157; White 2001, hlm. 65; Rappaport 2010, hlmn. 97–98.
  72. ^ Service 2000, hlmn. 158–159, 163–164; Rappaport 2010, hlmn. 97, 99, 108–109.
  73. ^ Rice 1990, hlm. 85; Service 2000, hlm. 163.
  74. ^ Fischer 1964, hlm. 41; Rice 1990, hlm. 85; Service 2000, hlm. 165; White 2001, hlm. 70; Read 2005, hlm. 64; Rappaport 2010, hlm. 114.
  75. ^ Fischer 1964, hlm. 44; Rice 1990, hlmn. 86–88; Service 2000, hlm. 167; Read 2005, hlm. 75; Rappaport 2010, hlmn. 117–120; Lih 2011, hlm. 87.
  76. ^ Fischer 1964, hlmn. 44–45; Pipes 1990, hlmn. 362–363; Rice 1990, hlmn. 88–89.
  77. ^ Service 2000, hlmn. 170–171.
  78. ^ Pipes 1990, hlmn. 363–364; Rice 1990, hlmn. 89–90; Service 2000, hlmn. 168–170; Read 2005, hlm. 78; Rappaport 2010, hlm. 124.
  79. ^ Fischer 1964, hlm. 60; Pipes 1990, hlm. 367; Rice 1990, hlmn. 90–91; Service 2000, hlm. 179; Read 2005, hlm. 79; Rappaport 2010, hlm. 131.
  80. ^ Rice 1990, hlmn. 88–89.
  81. ^ Fischer 1964, hlm. 51; Rice 1990, hlm. 94; Service 2000, hlmn. 175–176; Read 2005, hlm. 81; Read 2005, hlmn. 77, 81; Rappaport 2010, hlmn. 132, 134–135.
  82. ^ Rice 1990, hlmn. 94–95; White 2001, hlmn. 73–74; Read 2005, hlmn. 81–82; Rappaport 2010, hlm. 138.
  83. ^ Rice 1990, hlmn. 96–97; Service 2000, hlmn. 176–178.
  84. ^ Fischer 1964, hlmn. 70–71; Pipes 1990, hlmn. 369–370; Rice 1990, hlm. 104.
  85. ^ Rice 1990, hlm. 95; Service 2000, hlmn. 178–179.
  86. ^ Fischer 1964, hlm. 53; Pipes 1990, hlm. 364; Rice 1990, hlmn. 99–100; Service 2000, hlmn. 179–180; White 2001, hlm. 76.
  87. ^ Rice 1990, hlmn. 103–105; Service 2000, hlmn. 180–182; White 2001, hlmn. 77–79.
  88. ^ Rice 1990, hlmn. 105–106; Service 2000, hlmn. 184–186; Rappaport 2010, hlm. 144.
  89. ^ Brackman 2000, hlmn. 59, 62.
  90. ^ Service 2000, hlmn. 186–187.
  91. ^ Fischer 1964, hlmn. 67–68; Rice 1990, hlm. 111; Service 2000, hlmn. 188–189.
  92. ^ Fischer 1964, hlm. 64; Rice 1990, hlm. 109; Service 2000, hlmn. 189–190; Read 2005, hlmn. 89–90.
  93. ^ Fischer 1964, hlmn. 63–64; Rice 1990, hlm. 110; Service 2000, hlmn. 190–191; White 2001, hlmn. 83, 84.
  94. ^ Rice 1990, hlmn. 110–111; Service 2000, hlmn. 191–192; Read 2005, hlm. 91.
  95. ^ Fischer 1964, hlmn. 64–67; Rice 1990, hlm. 110; Service 2000, hlmn. 192–193; White 2001, hlmn. 84, 87–88; Read 2005, hlm. 90.
  96. ^ Fischer 1964, hlm. 69; Rice 1990, hlm. 111; Service 2000, hlm. 195.
  97. ^ Fischer 1964, hlmn. 81–82; Pipes 1990, hlmn. 372–375; Rice 1990, hlmn. 120–121; Service 2000, hlm. 206; White 2001, hlm. 102; Read 2005, hlmn. 96–97.
  98. ^ Fischer 1964, hlm. 70; Rice 1990, hlmn. 114–116.
  99. ^ Fischer 1964, hlmn. 68–69; Rice 1990, hlm. 112; Service 2000, hlmn. 195–196.
  100. ^ Fischer 1964, hlmn. 75–80; Rice 1990, hlm. 112; Pipes 1990, hlm. 384; Service 2000, hlmn. 197–199; Read 2005, hlm. 103.
  101. ^ Rice 1990, hlm. 115; Service 2000, hlm. 196; White 2001, hlmn. 93–94.
  102. ^ Fischer 1964, hlmn. 71–72; Rice 1990, hlmn. 116–117; Service 2000, hlmn. 204–206; White 2001, hlmn. 96–97; Read 2005, hlm. 95.
  103. ^ Fischer 1964, hlm. 72; Rice 1990, hlmn. 118–119; Service 2000, hlmn. 209–211; White 2001, hlm. 100; Read 2005, hlm. 104.
  104. ^ Fischer 1964, hlmn. 93–94; Pipes 1990, hlm. 376; Rice 1990, hlm. 121; Service 2000, hlmn. 214–215; White 2001, hlmn. 98–99.
  105. ^ Rice 1990, hlm. 122; White 2001, hlm. 100.
  106. ^ Service 2000, hlm. 216; White 2001, hlm. 103; Read 2005, hlm. 105.
  107. ^ Fischer 1964, hlmn. 73–74; Rice 1990, hlmn. 122–123; Service 2000, hlmn. 217–218; Read 2005, hlm. 105.
  108. ^ Fischer 1964, hlm. 85.
  109. ^ Rice 1990, hlm. 127; Service 2000, hlmn. 222–223.
  110. ^ Fischer 1964, hlm. 94; Pipes 1990, hlmn. 377–378; Rice 1990, hlmn. 127–128; Service 2000, hlmn. 223–225; White 2001, hlm. 104; Read 2005, hlm. 105.
  111. ^ Fischer 1964, hlm. 94; Pipes 1990, hlm. 378; Rice 1990, hlm. 128; Service 2000, hlm. 225; White 2001, hlm. 104; Read 2005, hlm. 127.
  112. ^ Fischer 1964, hlm. 107; Service 2000, hlm. 236.
  113. ^ Fischer 1964, hlm. 85; Pipes 1990, hlmn. 378–379; Rice 1990, hlm. 127; Service 2000, hlm. 225; White 2001, hlmn. 103–104.
  114. ^ Fischer 1964, hlm. 94; Rice 1990, hlmn. 130–131; Pipes 1990, hlmn. 382–383; Service 2000, hlm. 245; White 2001, hlmn. 113–114, 122–113; Read 2005, hlmn. 132–134.
  115. ^ Fischer 1964, hlm. 85; Rice 1990, hlm. 129; Service 2000, hlmn. 227–228; Read 2005, hlm. 111.
  116. ^ Pipes 1990, hlm. 380; Service 2000, hlmn. 230–231; Read 2005, hlm. 130.
  117. ^ Rice 1990, hlm. 135; Service 2000, hlm. 235.
  118. ^ Fischer 1964, hlmn. 95–100, 107; Rice 1990, hlmn. 132–134; Service 2000, hlmn. 245–246; White 2001, hlmn. 118–121; Read 2005, hlmn. 116–126.
  119. ^ Service 2000, hlmn. 241–242.
  120. ^ Service 2000, hlm. 243.
  121. ^ Service 2000, hlmn. 238–239.
  122. ^ Rice 1990, hlmn. 136–138; Service 2000, hlm. 253.
  123. ^ Service 2000, hlmn. 254–255.
  124. ^ Fischer 1964, hlmn. 109–110; Rice 1990, hlm. 139; Pipes 1990, hlmn. 386, 389–391; Service 2000, hlmn. 255–256; White 2001, hlmn. 127–128.
  125. ^ Fischer 1964, hlm. 110–113; Rice 1990, hlmn. 140–144; Pipes 1990, hlmn. 391–392; Service 2000, hlmn. 257–260.
  126. ^ Fischer 1964, hlmn. 113, 124; Rice 1990, hlm. 144; Pipes 1990, hlm. 392; Service 2000, hlm. 261; White 2001, hlmn. 131–132.
  127. ^ Pipes 1990, hlmn. 393–394; Service 2000, hlm. 266; White 2001, hlmn. 132–135; Read 2005, hlmn. 143, 146–147.
  128. ^ Service 2000, hlmn. 266–268, 279; White 2001, hlmn. 134–136; Read 2005, hlmn. 147, 148.
  129. ^ Service 2000, hlmn. 267, 271–272; Read 2005, hlmn. 152, 154.
  130. ^ Service 2000, hlm. 282; Read 2005, hlm. 157.
  131. ^ Pipes 1990, hlm. 421; Rice 1990, hlm. 147; Service 2000, hlmn. 276, 283; White 2001, hlm. 140; Read 2005, hlm. 157.
  132. ^ Pipes 1990, hlmn. 422–425; Rice 1990, hlmn. 147–148; Service 2000, hlmn. 283–284; Read 2005, hlmn. 158–61; White 2001, hlmn. 140–141; Read 2005, hlmn. 157–159.
  133. ^ Pipes 1990, hlmn. 431–434; Rice 1990, hlm. 148; Service 2000, hlmn. 284–285; White 2001, hlm. 141; Read 2005, hlm. 161.
  134. ^ Fischer 1964, hlm. 125; Rice 1990, hlmn. 148–149; Service 2000, hlm. 285.
  135. ^ Pipes 1990, hlmn. 436, 467; Service 2000, hlm. 287; White 2001, hlm. 141; Read 2005, hlm. 165.
  136. ^ Pipes 1990, hlmn. 468–469; Rice 1990, hlm. 149; Service 2000, hlm. 289; White 2001, hlmn. 142–143; Read 2005, hlmn. 166–172.
  137. ^ Service 2000, hlm. 288.
  138. ^ Pipes 1990, hlm. 468; Rice 1990, hlm. 150; Service 2000, hlmn. 289–292; Read 2005, hlm. 165.
  139. ^ Pipes 1990, hlmn. 439–465; Rice 1990, hlmn. 150–151; Service 2000, hlm. 299; White 2001, hlmn. 143–144; Read 2005, hlm. 173.
  140. ^ Pipes 1990, hlm. 465.
  141. ^ Pipes 1990, hlmn. 465–467; White 2001, hlm. 144; Lee 2003, hlm. 17; Read 2005, hlm. 174.
  142. ^ Pipes 1990, hlm. 471; Rice 1990, hlmn. 151–152; Read 2005, hlm. 180.
  143. ^ Pipes 1990, hlmn. 473, 482; Rice 1990, hlm. 152; Service 2000, hlmn. 302–303; Read 2005, hlm. 179.
  144. ^ Pipes 1990, hlmn. 482–484; Rice 1990, hlmn. 153–154; Service 2000, hlmn. 303–304; White 2001, hlmn. 146–147.
  145. ^ Pipes 1990, hlmn. 471–472; Service 2000, hlm. 304; White 2001, hlm. 147.
  146. ^ Service 2000, hlmn. 306–307.
  147. ^ Rigby 1979, hlmn. 14–15; Leggett 1981, hlmn. 1–3; Pipes 1990, hlm. 466; Rice 1990, hlm. 155.
  148. ^ Pipes 1990, hlmn. 485–486, 491; Rice 1990, hlmn. 157, 159; Service 2000, hlm. 308.
  149. ^ Pipes 1990, hlmn. 492–493, 496; Service 2000, hlm. 311; Read 2005, hlm. 182.
  150. ^ Pipes 1990, hlm. 491; Service 2000, hlm. 309.
  151. ^ Pipes 1990, hlm. 499; Service 2000, hlmn. 314–315.
  152. ^ Pipes 1990, hlmn. 496–497; Rice 1990, hlmn. 159–161; Service 2000, hlmn. 314–315; Read 2005, hlm. 183.
  153. ^ Pipes 1990, hlm. 504; Service 2000, hlm. 315.
  154. ^ Service 2000, hlm. 316.
  155. ^ Shub 1966, hlm. 314; Service 2000, hlm. 317.
  156. ^ Shub 1966, hlm. 315; Pipes 1990, hlmn. 540–541; Rice 1990, hlm. 164; Volkogonov 1994, hlm. 173; Service 2000, hlm. 331; Read 2005, hlm. 192.
  157. ^ Volkogonov 1994, hlm. 176; Service 2000, hlmn. 331–332; White 2001, hlm. 156; Read 2005, hlm. 192.
  158. ^ Rice 1990, hlm. 164.
  159. ^ Pipes 1990, hlmn. 546–547.
  160. ^ Pipes 1990, hlmn. 552–553; Rice 1990, hlm. 165; Volkogonov 1994, hlmn. 176–177; Service 2000, hlmn. 332, 336–337; Read 2005, hlm. 192.
  161. ^ Fischer 1964, hlm. 158; Shub 1966, hlmn. 301–302; Rigby 1979, hlm. 26; Leggett 1981, hlm. 5; Pipes 1990, hlmn. 508, 519; Service 2000, hlmn. 318–319; Read 2005, hlmn. 189–190.
  162. ^ Rigby 1979, hlmn. 166–167; Leggett 1981, hlmn. 20–21; Pipes 1990, hlmn. 533–534, 537; Volkogonov 1994, hlm. 171; Service 2000, hlmn. 322–323; White 2001, hlm. 159; Read 2005, hlm. 191.
  163. ^ Fischer 1964, hlmn. 219, 256, 379; Shub 1966, hlm. 374; Service 2000, hlm. 355; White 2001, hlm. 159; Read 2005, hlm. 219.
  164. ^ Rigby 1979, hlmn. 160–164; Volkogonov 1994, hlmn. 374–375; Service 2000, hlm. 377.
  165. ^ Sandle 1999, hlm. 74; Rigby 1979, hlmn. 168–169.
  166. ^ Fischer 1964, hlm. 432.
  167. ^ Leggett 1981, hlm. 316; Lee 2003, hlmn. 98–99.
  168. ^ Rigby 1979, hlmn. 160–161; Leggett 1981, hlm. 21; Lee 2003, hlm. 99.
  169. ^ Service 2000, hlm. 388; Lee 2003, hlm. 98.
  170. ^ Service 2000, hlm. 388.
  171. ^ Rigby 1979, hlmn. 168, 170; Service 2000, hlm. 388.
  172. ^ Service 2000, hlm. 325–326, 333; Read 2005, hlm. 211–212.
  173. ^ Shub 1966, hlm. 361; Pipes 1990, hlm. 548; Volkogonov 1994, hlm. 229; Service 2000, hlmn. 335–336; Read 2005, hlm. 198.
  174. ^ Fischer 1964, hlm. 156; Shub 1966, hlm. 350; Pipes 1990, hlm. 594; Volkogonov 1994, hlm. 185; Service 2000, hlm. 344; Read 2005, hlm. 212.
  175. ^ Fischer 1964, hlmn. 320–321; Shub 1966, hlm. 377; Pipes 1990, hlmn. 94–595; Volkogonov 1994, hlmn. 187–188; Service 2000, hlmn. 346–347; Read 2005, hlm. 212.
  176. ^ Service 2000, hlm. 345.
  177. ^ Fischer 1964, hlm. 466; Service 2000, hlm. 348.
  178. ^ Fischer 1964, hlm. 280; Shub 1966, hlmn. 361–362; Pipes 1990, hlmn. 806–807; Volkogonov 1994, hlmn. 219–221; Service 2000, hlmn. 367–368; White 2001, hlm. 155.
  179. ^ Fischer 1964, hlmn. 282–283; Shub 1966, hlmn. 362–363; Pipes 1990, hlmn. 807, 809; Volkogonov 1994, hlmn. 222–228; White 2001, hlm. 155.
  180. ^ Volkogonov 1994, hlmn. 222, 231.
  181. ^ Service 2000, hlm. 369.
  182. ^ Rice 1990, hlm. 161.
  183. ^ Fischer 1964, hlmn. 252–253; Pipes 1990, hlm. 499; Volkogonov 1994, hlm. 341; Service 2000, hlmn. 316–317; White 2001, hlm. 149; Read 2005, hlmn. 194–195.
  184. ^ Shub 1966, hlm. 310; Leggett 1981, hlmn. 5–6, 8, 306; Pipes 1990, hlmn. 521–522; Service 2000, hlmn. 317–318; White 2001, hlm. 153; Read 2005, hlmn. 235–236.
  185. ^ Fischer 1964, hlm. 249; Pipes 1990, hlm. 514; Service 2000, hlm. 321.
  186. ^ Fischer 1964, hlm. 249; Pipes 1990, hlm. 514; Read 2005, hlm. 219.
  187. ^ White 2001, hlmn. 159–160.
  188. ^ Fischer 1964, hlm. 249.
  189. ^ Sandle 1999, hlm. 84; Read 2005, hlm. 211.
  190. ^ Leggett 1981, hlmn. 172–173; Pipes 1990, hlmn. 796–797; Read 2005, hlm. 242.
  191. ^ Leggett 1981, hlm. 172; Pipes 1990, hlmn. 798–799; Ryan 2012, hlm. 121.
  192. ^ Hazard 1965, hlm. 270; Leggett 1981, hlm. 172; Pipes 1990, hlmn. 796–797.
  193. ^ Volkogonov 1994, hlm. 170.
  194. ^ a b Service 2000, hlm. 321.
  195. ^ Fischer 1964, hlmn. 260–261.
  196. ^ Sandle 1999, hlm. 174.
  197. ^ Fischer 1964, hlmn. 554–555; Sandle 1999, hlm. 83.
  198. ^ Sandle 1999, hlmn. 122–123.
  199. ^ Fischer 1964, hlm. 552; Leggett 1981, hlm. 308; Sandle 1999, hlm. 126; Read 2005, hlmn. 238–239; Ryan 2012, hlmn. 176, 182.
  200. ^ Volkogonov 1994, hlm. 373; Leggett 1981, hlm. 308; Ryan 2012, hlm. 177.
  201. ^ Pipes 1990, hlm. 709; Service 2000, hlm. 321.
  202. ^ Volkogonov 1994, hlm. 171.
  203. ^ Rigby 1979, hlmn. 45–46; Pipes 1990, hlmn. 682, 683; Service 2000, hlm. 321; White 2001, hlm. 153.
  204. ^ Rigby 1979, hlm. 50; Pipes 1990, hlm. 689; Sandle 1999, hlm. 64; Service 2000, hlm. 321; Read 2005, hlm. 231.
  205. ^ Fischer 1964, hlmn. 437–438; Pipes 1990, hlm. 709; Sandle 1999, hlmn. 64, 68.
  206. ^ Fischer 1964, hlmn. 263–264; Pipes 1990, hlm. 672.
  207. ^ Fischer 1964, hlm. 264.
  208. ^ Pipes 1990, hlmn. 681, 692–693; Sandle 1999, hlmn. 96–97.
  209. ^ Pipes 1990, hlmn. 692–693; Sandle 1999, hlm. 97.
  210. ^ a b Fischer 1964, hlm. 236; Service 2000, hlmn. 351–352.
  211. ^ Fischer 1964, hlmn. 259, 444–445.
  212. ^ Sandle 1999, hlm. 120.
  213. ^ Service 2000, hlmn. 354–355.
  214. ^ Fischer 1964, hlmn. 307–308; Volkogonov 1994, hlmn. 178–179; White 2001, hlm. 156; Read 2005, hlmn. 252–253; Ryan 2012, hlmn. 123–124.
  215. ^ Shub 1966, hlmn. 329–330; Service 2000, hlm. 385; White 2001, hlm. 156; Read 2005, hlmn. 253–254; Ryan 2012, hlm. 125.
  216. ^ Shub 1966, hlm. 383.
  217. ^ Fischer 1964, hlmn. 193–194.
  218. ^ Shub 1966, hlm. 331; Pipes 1990, hlm. 567.
  219. ^ Fischer 1964, hlm. 151; Pipes 1990, hlm. 567; Service 2000, hlm. 338.
  220. ^ Fischer 1964, hlmn. 190–191; Shub 1966, hlm. 337; Pipes 1990, hlm. 567; Rice 1990, hlm. 166.
  221. ^ Fischer 1964, hlmn. 151–152; Pipes 1990, hlmn. 571–572.
  222. ^ Fischer 1964, hlm. 154; Pipes 1990, hlm. 572; Rice 1990, hlm. 166.
  223. ^ Fischer 1964, hlm. 161; Shub 1966, hlm. 331; Pipes 1990, hlm. 576.
  224. ^ Fischer 1964, hlmn. 162–163; Pipes 1990, hlm. 576.
  225. ^ Fischer 1964, hlmn. 171–172, 200–202; Pipes 1990, hlm. 578.
  226. ^ Rice 1990, hlm. 166; Service 2000, hlm. 338.
  227. ^ Service 2000, hlm. 338.
  228. ^ Fischer 1964, hlm. 195; Shub 1966, hlmn. 334, 337; Service 2000, hlmn. 338–339, 340; Read 2005, hlm. 199.
  229. ^ Fischer 1964, hlmn. 206, 209; Shub 1966, hlm. 337; Pipes 1990, hlmn. 586–587; Service 2000, hlmn. 340–341.
  230. ^ Pipes 1990, hlm. 587; Rice 1990, hlmn. 166–167; Service 2000, hlm. 341; Read 2005, hlm. 199.
  231. ^ Shub 1966, hlm. 338; Pipes 1990, hlmn. 592–593; Service 2000, hlm. 341.
  232. ^ Fischer 1964, hlmn. 211–212; Shub 1966, hlm. 339; Pipes 1990, hlm. 595; Rice 1990, hlm. 167; Service 2000, hlm. 342; White 2001, hlmn. 158–159.
  233. ^ Pipes 1990, hlm. 595; Service 2000, hlm. 342.
  234. ^ Fischer 1964, hlmn. 213–214; Pipes 1990, hlmn. 596–597.
  235. ^ Service 2000, hlm. 344.
  236. ^ Fischer 1964, hlmn. 313–314; Shub 1966, hlmn. 387–388; Pipes 1990, hlmn. 667–668; Volkogonov 1994, hlmn. 193–194; Service 2000, hlm. 384.
  237. ^ Fischer 1964, hlmn. 303–304; Pipes 1990, hlm. 668; Volkogonov 1994, hlm. 194; Service 2000, hlm. 384.
  238. ^ Volkogonov 1994, hlm. 182.
  239. ^ Fischer 1964, hlm. 236; Pipes 1990, hlmn. 558, 723; Rice 1990, hlm. 170; Volkogonov 1994, hlm. 190.
  240. ^ Fischer 1964, hlmn. 236–237; Shub 1966, hlm. 353; Pipes 1990, hlmn. 560, 722, 732–736; Rice 1990, hlm. 170; Volkogonov 1994, hlmn. 181, 342–343; Service 2000, hlmn. 349, 358–359; White 2001, hlm. 164; Read 2005, hlm. 218.
  241. ^ Fischer 1964, hlm. 254; Pipes 1990, hlmn. 728, 734–736; Volkogonov 1994, hlm. 197; Ryan 2012, hlm. 105.
  242. ^ Fischer 1964, hlmn. 277–278; Pipes 1990, hlm. 737; Service 2000, hlm. 365; White 2001, hlmn. 155–156; Ryan 2012, hlm. 106.
  243. ^ Fischer 1964, hlm. 450; Pipes 1990, hlm. 726.
  244. ^ Pipes 1990, hlmn. 700–702; Lee 2003, hlm. 100.
  245. ^ Fischer 1964, hlm. 195; Pipes 1990, hlm. 794; Volkogonov 1994, hlm. 181; Read 2005, hlm. 249.
  246. ^ Fischer 1964, hlm. 237.
  247. ^ Service 2000, hlm. 385; White 2001, hlm. 164; Read 2005, hlm. 218.
  248. ^ Shub 1966, hlm. 344; Pipes 1990, hlmn. 790–791; Volkogonov 1994, hlmn. 181, 196; Read 2005, hlmn. 247–248.
  249. ^ Shub 1966, hlm. 312.
  250. ^ Fischer 1964, hlmn. 435–436.
  251. ^ Shub 1966, hlmn. 345–347; Rigby 1979, hlmn. 20–21; Pipes 1990, hlm. 800; Volkogonov 1994, hlm. 233; Service 2000, hlmn. 321–322; White 2001, hlm. 153; Read 2005, hlmn. 186, 208–209.
  252. ^ Leggett 1981, hlm. 174; Volkogonov 1994, hlmn. 233–234; Sandle 1999, hlm. 112; Ryan 2012, hlm. 111.
  253. ^ Shub 1966, hlm. 366; Sandle 1999, hlm. 112.
  254. ^ Ryan 2012, hlm. 116.
  255. ^ Pipes 1990, hlm. 821; Ryan 2012, hlmn. 114–115.
  256. ^ Shub 1966, hlm. 366; Sandle 1999, hlm. 113; Read 2005, hlm. 210; Ryan 2012, hlmn. 114–115.
  257. ^ Leggett 1981, hlmn. 173–174; Pipes 1990, hlm. 801.
  258. ^ Leggett 1981, hlmn. 199–200; Pipes 1990, hlmn. 819–820; Ryan 2012, hlm. 107.
  259. ^ Shub 1966, hlm. 364; Ryan 2012, hlm. 114.
  260. ^ Pipes 1990, hlm. 837.
  261. ^ Ryan 2012, hlm. 114.
  262. ^ Pipes 1990, hlm. 834.
  263. ^ Volkogonov 1994, hlm. 202; Read 2005, hlm. 247.
  264. ^ Pipes 1990, hlm. 796.
  265. ^ Volkogonov 1994, hlm. 202.
  266. ^ Pipes 1990, hlm. 825; Ryan 2012, hlmn. 117, 120.
  267. ^ Leggett 1981, hlmn. 174–175, 183; Pipes 1990, hlmn. 828–829; Ryan 2012, hlm. 121.
  268. ^ Pipes 1990, hlmn. 829–830, 832.
  269. ^ Leggett 1981, hlmn. 176–177; Pipes 1990, hlmn. 832, 834.
  270. ^ Pipes 1990, hlm. 835; Volkogonov 1994, hlm. 235.
  271. ^ Leggett 1981, hlm. 178; Pipes 1990, hlm. 836.
  272. ^ Leggett 1981, hlm. 176; Pipes 1990, hlmn. 832–833.
  273. ^ Volkogonov 1994, hlmn. 358–360; Ryan 2012, hlmn. 172–173, 175–176.
  274. ^ Volkogonov 1994, hlmn. 376–377; Read 2005, hlm. 239; Ryan 2012, hlm. 179.
  275. ^ Volkogonov 1994, hlm. 381.
  276. ^ Pipes 1990, hlm. 610.
  277. ^ a b Service 2000, hlm. 357.
  278. ^ Service 2000, hlmn. 391–392.
  279. ^ Lee 2003, hlmn. 84, 88.
  280. ^ Read 2005, hlm. 205.
  281. ^ Shub 1966, hlm. 355; Leggett 1981, hlm. 204; Rice 1990, hlmn. 173, 175; Volkogonov 1994, hlm. 198; Service 2000, hlmn. 357, 382; Read 2005, hlm. 187.
  282. ^ Fischer 1964, hlmn. 334, 343, 357; Leggett 1981, hlm. 204; Service 2000, hlmn. 382, 392; Read 2005, hlmn. 205–206.
  283. ^ Leggett 1981, hlm. 204; Read 2005, hlm. 206.
  284. ^ Fischer 1964, hlmn. 288–289; Pipes 1990, hlmn. 624–630; Service 2000, hlm. 360; White 2001, hlmn. 161–162; Read 2005, hlm. 205.
  285. ^ Fischer 1964, hlmn. 262–263.
  286. ^ Fischer 1964, hlm. 291; Shub 1966, hlm. 354.
  287. ^ Fischer 1964, hlmn. 331, 333.
  288. ^ Pipes 1990, hlmn. 610, 612; Volkogonov 1994, hlm. 198.
  289. ^ Fischer 1964, hlm. 337; Pipes 1990, hlmn. 609, 612, 629; Volkogonov 1994, hlm. 198; Service 2000, hlm. 383; Read 2005, hlm. 217.
  290. ^ Fischer 1964, hlmn. 248, 262.
  291. ^ Pipes 1990, hlm. 651; Volkogonov 1994, hlm. 200; White 2001, hlm. 162; Lee 2003, hlm. 81.
  292. ^ Fischer 1964, hlm. 251; White 2001, hlm. 163; Read 2005, hlm. 220.
  293. ^ Leggett 1981, hlm. 201; Pipes 1990, hlm. 792; Volkogonov 1994, hlmn. 202–203; Read 2005, hlm. 250.
  294. ^ Leggett 1981, hlm. 201; Volkogonov 1994, hlmn. 203–204.
  295. ^ Shub 1966, hlmn. 357–358; Pipes 1990, hlmn. 781–782; Volkogonov 1994, hlmn. 206–207; Service 2000, hlmn. 364–365.
  296. ^ Pipes 1990, hlmn. 763, 770–771; Volkogonov 1994, hlm. 211.
  297. ^ Ryan 2012, hlm. 109.
  298. ^ Volkogonov 1994, hlm. 208.
  299. ^ Pipes 1990, hlm. 635.
  300. ^ Fischer 1964, hlm. 244; Shub 1966, hlm. 355; Pipes 1990, hlmn. 636–640; Service 2000, hlmn. 360–361; White 2001, hlm. 159; Read 2005, hlm. 199.
  301. ^ Fischer 1964, hlm. 242; Pipes 1990, hlmn. 642–644; Read 2005, hlm. 250.
  302. ^ Fischer 1964, hlm. 244; Pipes 1990, hlm. 644; Volkogonov 1994, hlm. 172.
  303. ^ Leggett 1981, hlm. 184; Service 2000, hlm. 402; Read 2005, hlm. 206.
  304. ^ Fischer 1964, hlm. 389; Rice 1990, hlm. 182; Volkogonov 1994, hlm. 281; Service 2000, hlm. 407; White 2001, hlm. 161.
  305. ^ Fischer 1964, hlmn. 391–395; Shub 1966, hlm. 396; Rice 1990, hlmn. 182–183; Service 2000, hlmn. 408–409, 412; White 2001, hlm. 161.
  306. ^ Rice 1990, hlm. 183; Volkogonov 1994, hlm. 388; Service 2000, hlm. 412.
  307. ^ Hall 2015, hlm. 84.
  308. ^ Shub 1966, hlm. 387; Rice 1990, hlm. 173.
  309. ^ Fischer 1964, hlm. 333; Shub 1966, hlm. 388; Rice 1990, hlm. 173; Volkogonov 1994, hlm. 395.
  310. ^ a b Service 2000, hlmn. 385–386.
  311. ^ Fischer 1964, hlmn. 531, 536.
  312. ^ Service 2000, hlm. 386.
  313. ^ Shub 1966, hlmn. 389–390.
  314. ^ a b Shub 1966, hlm. 390.
  315. ^ Fischer 1964, hlm. 525; Shub 1966, hlm. 390; Rice 1990, hlm. 174; Volkogonov 1994, hlm. 390; Service 2000, hlm. 386; White 2001, hlm. 160; Read 2005, hlm. 225.
  316. ^ Fischer 1964, hlm. 525; Shub 1966, hlmn. 390–391; Rice 1990, hlm. 174; Service 2000, hlm. 386; White 2001, hlm. 160.
  317. ^ Service 2000, hlm. 387; White 2001, hlm. 160.
  318. ^ Fischer 1964, hlm. 525; Shub 1966, hlm. 398; Read 2005, hlmn. 225–226.
  319. ^ Service 2000, hlm. 387.
  320. ^ Shub 1966, hlm. 395; Volkogonov 1994, hlm. 391.
  321. ^ Shub 1966, hlm. 397; Service 2000, hlm. 409.
  322. ^ Service 2000, hlmn. 409–410.
  323. ^ Fischer 1964, hlmn. 415–420; White 2001, hlmn. 161, 180–181.
  324. ^ Service 2000, hlm. 410.
  325. ^ Shub 1966, hlm. 397.
  326. ^ Fischer 1964, hlm. 341; Shub 1966, hlm. 396; Rice 1990, hlm. 174.
  327. ^ Fischer 1964, hlmn. 437–438; Shub 1966, hlm. 406; Rice 1990, hlm. 183; Service 2000, hlm. 419; White 2001, hlmn. 167–168.
  328. ^ Shub 1966, hlm. 406; Service 2000, hlm. 419; White 2001, hlm. 167.
  329. ^ Fischer 1964, hlmn. 436, 442; Rice 1990, hlmn. 183–184; Sandle 1999, hlmn. 104–105; Service 2000, hlmn. 422–423; White 2001, hlm. 168; Read 2005, hlm. 269.
  330. ^ White 2001, hlm. 170.
  331. ^ Fischer 1964, hlmn. 507–508; Rice 1990, hlmn. 185–186.
  332. ^ Ryan 2012, hlm. 164.
  333. ^ Volkogonov 1994, hlmn. 343, 347.
  334. ^ Fischer 1964, hlm. 508; Shub 1966, hlm. 414; Volkogonov 1994, hlm. 345; White 2001, hlm. 172.
  335. ^ Volkogonov 1994, hlm. 346.
  336. ^ Volkogonov 1994, hlmn. 374–375.
  337. ^ Volkogonov 1994, hlmn. 375–376; Read 2005, hlm. 251; Ryan 2012, hlmn. 176, 177.
  338. ^ Volkogonov 1994, hlm. 376; Ryan 2012, hlm. 178.
  339. ^ Fischer 1964, hlm. 467; Shub 1966, hlm. 406; Volkogonov 1994, hlm. 343; Service 2000, hlm. 425; White 2001, hlm. 168; Read 2005, hlm. 220; Ryan 2012, hlm. 154.
  340. ^ Fischer 1964, hlm. 459; Leggett 1981, hlmn. 330–333; Service 2000, hlmn. 423–424; White 2001, hlm. 168; Ryan 2012, hlmn. 154–155.
  341. ^ Shub 1966, hlmn. 406–407; Leggett 1981, hlmn. 324–325; Rice 1990, hlm. 184; Read 2005, hlm. 220; Ryan 2012, hlm. 170.
  342. ^ Fischer 1964, hlmn. 469–470; Shub 1966, hlm. 405; Leggett 1981, hlmn. 325–326; Rice 1990, hlm. 184; Service 2000, hlm. 427; White 2001, hlm. 169; Ryan 2012, hlm. 170.
  343. ^ Fischer 1964, hlmn. 470–471; Shub 1966, hlmn. 408–409; Leggett 1981, hlmn. 327–328; Rice 1990, hlmn. 184–185; Service 2000, hlmn. 427–428; Ryan 2012, hlmn. 171–172.
  344. ^ Shub 1966, hlmn. 412–413.
  345. ^ Shub 1966, hlm. 411; Rice 1990, hlm. 185; Service 2000, hlmn. 421, 424–427, 429; Read 2005, hlm. 264.
  346. ^ Fischer 1964, hlmn. 479–480; Sandle 1999, hlm. 155; Service 2000, hlm. 430; White 2001, hlmn. 170, 171.
  347. ^ Shub 1966, hlm. 411; Sandle 1999, hlmn. 153, 158; Service 2000, hlm. 430; White 2001, hlm. 169; Read 2005, hlmn. 264–265.
  348. ^ Shub 1966, hlm. 412; Service 2000, hlm. 430; Read 2005, hlm. 266; Ryan 2012, hlm. 159.
  349. ^ Fischer 1964, hlmn. 479; Shub 1966, hlm. 412; Sandle 1999, hlm. 155; Ryan 2012, hlm. 159.
  350. ^ Sandle 1999, hlm. 151; Service 2000, hlm. 422; White 2001, hlm. 171.
  351. ^ Service 2000, hlmn. 421, 434.
  352. ^ Pipes 1990, hlmn. 703–707; Sandle 1999, hlm. 103; Ryan 2012, hlm. 143.
  353. ^ Fischer 1964, hlmn. 423, 582; Sandle 1999, hlm. 107; White 2001, hlm. 165; Read 2005, hlm. 230.
  354. ^ Fischer 1964, hlmn. 567–569.
  355. ^ Fischer 1964, hlmn. 574, 576–577; Service 2000, hlmn. 432, 441.
  356. ^ Fischer 1964, hlmn. 424–427.
  357. ^ Fischer 1964, hlm. 414; Rice 1990, hlmn. 177–178; Service 2000, hlm. 405; Read 2005, hlmn. 260–261.
  358. ^ Volkogonov 1994, hlm. 283.
  359. ^ Fischer 1964, hlmn. 404–409; Rice 1990, hlmn. 178–179; Service 2000, hlm. 440.
  360. ^ Fischer 1964, hlmn. 409–411.
  361. ^ Fischer 1964, hlmn. 433–434; Shub 1966, hlmn. 380–381; Rice 1990, hlm. 181; Service 2000, hlmn. 414–415; Read 2005, hlm. 258.
  362. ^ Fischer 1964, hlm. 434; Shub 1966, hlmn. 381–382; Rice 1990, hlm. 181; Service 2000, hlm. 415; Read 2005, hlm. 258.
  363. ^ Rice 1990, hlmn. 181–182; Service 2000, hlm. 416–417; Read 2005, hlm. 258.
  364. ^ Shub 1966, hlm. 426; Lewin 1969, hlm. 33; Rice 1990, hlm. 187; Volkogonov 1994, hlm. 409; Service 2000, hlm. 435.
  365. ^ Shub 1966, hlm. 426; Rice 1990, hlm. 187; Service 2000, hlm. 435.
  366. ^ Service 2000, hlm. 436; Read 2005, hlm. 281; Rice 1990, hlm. 187.
  367. ^ Volkogonov 1994, hlmn. 420, 425–426; Service 2000, hlm. 439; Read 2005, hlmn. 280, 282.
  368. ^ Volkogonov 1994, hlm. 443; Service 2000, hlm. 437.
  369. ^ Fischer 1964, hlmn. 598–599; Shub 1966, hlm. 426; Service 2000, hlm. 443; White 2001, hlm. 172; Read 2005, hlm. 258.
  370. ^ Service 2000, hlmn. 444–445.
  371. ^ Lerner, Finkelstein & Witztum 2004, hlm. 372.
  372. ^ Fischer 1964, hlm. 600; Shub 1966, hlmn. 426–427; Lewin 1969, hlm. 33; Service 2000, hlm. 443; White 2001, hlm. 173; Read 2005, hlm. 258.
  373. ^ Shub 1966, hlmn. 427–428; Service 2000, hlm. 446.
  374. ^ Fischer 1964, hlm. 634; Shub 1966, hlmn. 431–432; Lewin 1969, hlmn. 33–34; White 2001, hlm. 173.
  375. ^ Fischer 1964, hlmn. 600–602; Shub 1966, hlmn. 428–430; Leggett 1981, hlm. 318; Sandle 1999, hlm. 164; Service 2000, hlmn. 442–443; Read 2005, hlm. 269; Ryan 2012, hlmn. 174–175.
  376. ^ Volkogonov 1994, hlm. 310; Leggett 1981, hlmn. 320–322; Aves 1996, hlmn. 175–178; Sandle 1999, hlm. 164; Lee 2003, hlmn. 103–104; Ryan 2012, hlm. 172.
  377. ^ Lewin 1969, hlmn. 8–9; White 2001, hlm. 176; Read 2005, hlmn. 270–272.
  378. ^ Fischer 1964, hlm. 578; Rice 1990, hlm. 189.
  379. ^ Rice 1990, hlmn. 192–193.
  380. ^ Fischer 1964, hlm. 578.
  381. ^ Fischer 1964, hlmn. 638–639; Shub 1966, hlm. 433; Lewin 1969, hlmn. 73–75; Volkogonov 1994, hlm. 417; Service 2000, hlm. 464; White 2001, hlmn. 173–174.
  382. ^ Fischer 1964, hlm. 647; Shub 1966, hlmn. 434–435; Rice 1990, hlm. 192; Volkogonov 1994, hlm. 273; Service 2000, hlm. 469; White 2001, hlmn. 174–175; Read 2005, hlmn. 278–279.
  383. ^ Fischer 1964, hlm. 640; Shub 1966, hlmn. 434–435; Volkogonov 1994, hlmn. 249, 418; Service 2000, hlm. 465; White 2001, hlm. 174.
  384. ^ Fischer 1964, hlmn. 666–667, 669; Lewin 1969, hlmn. 120–121; Service 2000, hlm. 468; Read 2005, hlm. 273.
  385. ^ Fischer 1964, hlmn. 650–654; Service 2000, hlm. 470.
  386. ^ Shub 1966, hlmn. 426, 434; Lewin 1969, hlmn. 34–35.
  387. ^ Volkogonov 1994, hlmn. 263–264.
  388. ^ Lewin 1969, hlm. 70; Rice 1990, hlm. 191; Volkogonov 1994, hlmn. 273, 416.
  389. ^ Fischer 1964, hlm. 635; Lewin 1969, hlmn. 35–40; Service 2000, hlmn. 451–452; White 2001, hlm. 173.
  390. ^ Fischer 1964, hlmn. 637–638, 669; Shub 1966, hlmn. 435–436; Lewin 1969, hlmn. 71, 85, 101; Volkogonov 1994, hlmn. 273–274, 422–423; Service 2000, hlmn. 463, 472–473; White 2001, hlmn. 173, 176; Read 2005, hlm. 279.
  391. ^ Fischer 1964, hlmn. 607–608; Lewin 1969, hlmn. 43–49; Rice 1990, hlmn. 190–191; Volkogonov 1994, hlm. 421; Service 2000, hlmn. 452, 453–455; White 2001, hlmn. 175–176.
  392. ^ Fischer 1964, hlm. 608; Lewin 1969, hlm. 50; Leggett 1981, hlm. 354; Volkogonov 1994, hlm. 421; Service 2000, hlm. 455; White 2001, hlm. 175.
  393. ^ Service 2000, hlmn. 455, 456.
  394. ^ Lewin 1969, hlmn. 40, 99–100; Volkogonov 1994, hlm. 421; Service 2000, hlmn. 460–461, 468.
  395. ^ Rigby 1979, hlm. 221.
  396. ^ Fischer 1964, hlm. 671; Shub 1966, hlm. 436; Lewin 1969, hlm. 103; Leggett 1981, hlm. 355; Rice 1990, hlm. 193; White 2001, hlm. 176; Read 2005, hlm. 281.
  397. ^ Fischer 1964, hlm. 671; Shub 1966, hlm. 436; Volkogonov 1994, hlm. 425; Service 2000, hlm. 474; Lerner, Finkelstein & Witztum 2004, hlm. 372.
  398. ^ Fischer 1964, hlm. 672; Rigby 1979, hlm. 192; Rice 1990, hlmn. 193–194; Volkogonov 1994, hlmn. 429–430.
  399. ^ Fischer 1964, hlm. 672; Shub 1966, hlm. 437; Volkogonov 1994, hlm. 431; Service 2000, hlm. 476; Read 2005, hlm. 281.
  400. ^ Rice 1990, hlm. 194; Volkogonov 1994, hlm. 299; Service 2000, hlmn. 477–478.
  401. ^ Fischer 1964, hlmn. 673–674; Shub 1966, hlm. 438; Rice 1990, hlm. 194; Volkogonov 1994, hlm. 435; Service 2000, hlmn. 478–479; White 2001, hlm. 176; Read 2005, hlm. 269.
  402. ^ Volkogonov 1994, hlm. 435; Lerner, Finkelstein & Witztum 2004, hlm. 372.
  403. ^ Rice 1990, hlm. 7.
  404. ^ Rice 1990, hlmn. 7–8.
  405. ^ Fischer 1964, hlm. 674; Shub 1966, hlm. 439; Rice 1990, hlmn. 7–8; Service 2000, hlm. 479.
  406. ^ a b Rice 1990, hlm. 9.
  407. ^ Shub 1966, hlm. 439; Rice 1990, hlm. 9; Service 2000, hlmn. 479–480.
  408. ^ a b Volkogonov 1994, hlm. 440.
  409. ^ Fischer 1964, hlm. 674; Shub 1966, hlm. 438; Volkogonov 1994, hlmn. 437–438; Service 2000, hlm. 481.
  410. ^ Fischer 1964, hlmn. 625–626; Volkogonov 1994, hlm. 446.
  411. ^ Volkogonov 1994, hlmn. 444, 445.
  412. ^ Volkogonov 1994, hlm. 445.
  413. ^ Volkogonov 1994, hlm. 444.
  414. ^ Fischer 1964, hlm. 150.
  415. ^ a b c Ryan 2012, hlm. 18.
  416. ^ Volkogonov 1994, hlm. 409.
  417. ^ Sandle 1999, hlm. 35; Service 2000, hlm. 237.
  418. ^ a b c Sandle 1999, hlm. 41.
  419. ^ Volkogonov 1994, hlm. 206.
  420. ^ Sandle 1999, hlm. 35.
  421. ^ Shub 1966, hlm. 432.
  422. ^ Sandle 1999, hlmn. 42–43.
  423. ^ Sandle 1999, hlm. 38.
  424. ^ Sandle 1999, hlmn. 43–44, 63.
  425. ^ Sandle 1999, hlm. 36.
  426. ^ a b Ryan 2012, hlm. 19.
  427. ^ a b Ryan 2012, hlm. 3.
  428. ^ Ryan 2012, hlm. 13.
  429. ^ Sandle 1999, hlm. 57; White 2001, hlm. 151.
  430. ^ Sandle 1999, hlm. 29; White 2001, hlm. 1.
  431. ^ Service 2000, hlm. 173.
  432. ^ Service 2000, hlm. 203.
  433. ^ Sandle 1999, hlm. 34.
  434. ^ White 2001, hlmn. 150–151.
  435. ^ Fischer 1964, hlm. 213.
  436. ^ Fischer 1964, hlm. 54; Shub 1966, hlm. 423; Pipes 1990, hlm. 352.
  437. ^ Fischer 1964, hlmn. 88–89.
  438. ^ a b Fischer 1964, hlm. 87.
  439. ^ Fischer 1964, hlmn. 91, 93.
  440. ^ Fischer 1964, hlm. 310; Shub 1966, hlm. 442.
  441. ^ Sandle 1999, hlmn. 36–37.
  442. ^ a b Rice 1990, hlm. 121.
  443. ^ Volkogonov 1994, hlm. 471.
  444. ^ Shub 1966, hlm. 443.
  445. ^ Service 2000, hlmn. 159, 202; Read 2005, hlm. 207.
  446. ^ Fischer 1964, hlmn. 47, 148.
  447. ^ Pipes 1990, hlmn. 348, 351.
  448. ^ Volkogonov 1994, hlm. 246.
  449. ^ Fischer 1964, hlm. 57.
  450. ^ Fischer 1964, hlmn. 21–22.
  451. ^ Service 2000, hlm. 73.
  452. ^ Fischer 1964, hlm. 44; Service 2000, hlm. 81.
  453. ^ Service 2000, hlm. 118.
  454. ^ Service 2000, hlm. 232; Lih 2011, hlm. 13.
  455. ^ White 2001, hlm. 88.
  456. ^ Volkogonov 1994, hlm. 362.
  457. ^ Fischer 1964, hlm. 409.
  458. ^ Read 2005, hlm. 262.
  459. ^ Fischer 1964, hlmn. 40–41; Volkogonov 1994, hlm. 373; Service 2000, hlm. 149.
  460. ^ Service 2000, hlm. 116.
  461. ^ Pipes 1996, hlm. 11; Read 2005, hlm. 287.
  462. ^ Read 2005, hlm. 259.
  463. ^ Fischer 1964, hlm. 67; Pipes 1990, hlm. 353; Read 2005, hlmn. 207, 212.
  464. ^ Petrovsky-Shtern 2010, hlm. 93.
  465. ^ Pipes 1990, hlm. 353.
  466. ^ Fischer 1964, hlm. 69.
  467. ^ Service 2000, hlm. 244; Read 2005, hlm. 153.
  468. ^ Fischer 1964, hlm. 59.
  469. ^ Fischer 1964, hlm. 45; Pipes 1990, hlm. 350; Volkogonov 1994, hlm. 182; Service 2000, hlm. 177; Read 2005, hlm. 208; Ryan 2012, hlm. 6.
  470. ^ Fischer 1964, hlm. 415; Shub 1966, hlm. 422; Read 2005, hlm. 247.
  471. ^ Service 2000, hlm. 293.
  472. ^ Volkogonov 1994, hlm. 200.
  473. ^ Service 2000, hlm. 242.
  474. ^ Fischer 1964, hlm. 56; Rice 1990, hlm. 106; Service 2000, hlm. 160.
  475. ^ Fischer 1964, hlm. 56; Service 2000, hlm. 188.
  476. ^ Read 2005, hlmn. 20, 64, 132–37.
  477. ^ Shub 1966, hlm. 423.
  478. ^ Fischer 1964, hlm. 367.
  479. ^ Fischer 1964, hlm. 368.
  480. ^ Pipes 1990, hlm. 812.
  481. ^ Service 2000, hlmn. 99–100, 160.
  482. ^ Fischer 1964, hlm. 245.
  483. ^ Pipes 1990, hlmn. 349–350; Read 2005, hlmn. 284, 259–260.
  484. ^ Fischer 1964, hlmn. 489, 491; Shub 1966, hlmn. 420–421; Sandle 1999, hlm. 125; Read 2005, hlm. 237.
  485. ^ Fischer 1964, hlm. 79; Read 2005, hlm. 237.
  486. ^ Service 2000, hlm. 199.
  487. ^ Shub 1966, hlm. 424; Service 2000, hlm. 213; Rappaport 2010, hlm. 38.
  488. ^ Read 2005, hlm. 19.
  489. ^ Fischer 1964, hlm. 515; Volkogonov 1994, hlm. 246.
  490. ^ Petrovsky-Shtern 2010, hlm. 67.
  491. ^ Petrovsky-Shtern 2010, hlmn. 66–67.
  492. ^ Service 2000, hlm. 453.
  493. ^ Service 2000, hlm. 389.
  494. ^ Pipes 1996, hlm. 11; Service 2000, hlm. 389–400.
  495. ^ Volkogonov 1994, hlm. 326.
  496. ^ Service 2000, hlm. 391.
  497. ^ Volkogonov 1994, hlm. 259.
  498. ^ Read 2005, hlm. 284.
  499. ^ Fischer 1964, hlm. 414.
  500. ^ Albert Resis. "Vladimir Ilich Lenin". Encyclopædia Britannica. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 June 2015. Diakses tanggal 4 February 2016. 
  501. ^ White 2001, hlm. iix.
  502. ^ Service 2000, hlm. 488.
  503. ^ a b Read 2005, hlm. 283.
  504. ^ a b Ryan 2012, hlm. 5.
  505. ^ David Remnick (13 April 1998). "TIME 100: Vladimir Lenin". Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 April 2011. 
  506. ^ Feifei Sun (4 February 2011). "Top 25 Political Icons: Lenin". Time. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 January 2015. Diakses tanggal 4 February 2016. 
  507. ^ Lee 2003, hlm. 14; Ryan 2012, hlm. 3.
  508. ^ Lee 2003, hlm. 14.
  509. ^ a b Lee 2003, hlm. 123.
  510. ^ Lee 2003, hlm. 124.
  511. ^ Fischer 1964, hlm. 516; Shub 1966, hlm. 415; Leggett 1981, hlm. 364; Volkogonov 1994, hlmn. 307, 312.
  512. ^ Leggett 1981, hlm. 364.
  513. ^ Lewin 1969, hlm. 12; Rigby 1979, hlmn. x, 161; Sandle 1999, hlm. 164; Service 2000, hlm. 506; Lee 2003, hlm. 97; Read 2005, hlm. 190; Ryan 2012, hlm. 9.
  514. ^ Fischer 1964, hlm. 417; Shub 1966, hlm. 416; Pipes 1990, hlm. 511; Pipes 1996, hlm. 3; Read 2005, hlm. 247.
  515. ^ Ryan 2012, hlm. 1.
  516. ^ Fischer 1964, hlm. 524.
  517. ^ Volkogonov 1994, hlm. 313.
  518. ^ Lee 2003, hlm. 120.
  519. ^ Ryan 2012, hlm. 191.
  520. ^ "Vladimir Lenin Biography". Biography. 42:10 rincian dalam. A&E Television Networks. Diakses tanggal 20 May 2016. 
  521. ^ Ryan 2012, hlm. 3; Budgen, Kouvelakis & Žižek 2007, hlmn. 1–4.
  522. ^ Volkogonov 1994, hlm. 327; Tumarkin 1997, hlm. 2; White 2001, hlm. 185; Read 2005, hlm. 260.
  523. ^ Tumarkin 1997, hlm. 2.
  524. ^ Pipes 1990, hlm. 814; Service 2000, hlm. 485; White 2001, hlm. 185; Petrovsky-Shtern 2010, hlm. 114; Read 2005, hlm. 284.
  525. ^ a b c Volkogonov 1994, hlm. 328.
  526. ^ a b c Service 2000, hlm. 486.
  527. ^ Volkogonov 1994, hlm. 437; Service 2000, hlm. 482.
  528. ^ Lih 2011, hlm. 22.
  529. ^ Shub 1966, hlm. 439; Pipes 1996, hlm. 1; Service 2000, hlm. 482.
  530. ^ Pipes 1996, hlm. 1.
  531. ^ Service 2000, hlm. 484; White 2001, hlm. 185; Read 2005, hlmn. 260, 284.
  532. ^ Volkogonov 1994, hlmn. 274–275.
  533. ^ Volkogonov 1994, hlm. 262.
  534. ^ Volkogonov 1994, hlm. 261.
  535. ^ Volkogonov 1994, hlm. 263.
  536. ^ Petrovsky-Shtern 2010, hlm. 99; Lih 2011, hlm. 20.
  537. ^ a b Read 2005, hlm. 6.
  538. ^ Petrovsky-Shtern 2010, hlm. 108.
  539. ^ Service 2000, hlm. 485.
  540. ^ Pipes 1996, hlmn. 1–2; White 2001, hlm. 183.
  541. ^ Volkogonov 1994, hlmn. 452–453; Service 2000, hlmn. 491–492; Lee 2003, hlm. 131.
  542. ^ Service 2000, hlmn. 491–492.
  543. ^ Pipes 1996, hlmn. 2–3.
  544. ^ Service 2000, hlm. 492.
  545. ^ "All monuments of Lenin to be removed from Russian cities". RT. 20 November 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 November 2015. 
  546. ^ "Ukraine crisis: Lenin statues toppled in protest". BBC News. 22 February 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 January 2016. 
  547. ^ "Goodbye, Lenin: Ukraine moves to ban communist symbols". BBC News. 14 April 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 March 2016. 
  548. ^ Petrovsky-Shtern 2010, hlmn. 134, 159–161.
  549. ^ Shub 1966, hlm. 10.
  550. ^ Shub 1966, hlm. 9; Service 2000, hlm. 482.
  551. ^ Lee 2003, hlm. 132.
  552. ^ Lee 2003, hlmn. 132–133.

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

Aves, Jonathan (1996). Workers Against Lenin: Labour Protest and the Bolshevik Dictatorship. London: I.B. Tauris. ISBN 978-1-86064-067-4. 
Brackman, Roman (2000). The Secret File of Joseph Stalin: a Hidden Life. Portland, Oregon: Psychology Press. ISBN 978-0-7146-5050-0. 
Budgen, Sebastian; Kouvelakis, Stathis; Žižek, Slavoj (2007). Lenin Reloaded: Toward a Politics of Truth. Durham, North Carolina: Duke University Press. ISBN 978-0-8223-3941-0. 
Fischer, Louis (1964). The Life of Lenin. London: Weidenfeld and Nicolson. 
Hazard, John N. (1965). "Unity and Diversity in Socialist Law". Law and Contemporary Problems. 30 (2): 270–290. JSTOR 1190515. Diakses tanggal 8 August 2016. 
Lee, Stephen J. (2003). Lenin and Revolutionary Russia. London: Routledge. ISBN 978-0-415-28718-0. 
Leggett, George (1981). The Cheka: Lenin's Political Police. Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-822552-2. 
Lerner, Vladimir; Finkelstein, Y.; Witztum, E. (2004). "The Enigma of Lenin's (1870–1924) Malady". European Journal of Neurology. 11 (6): 371–376. doi:10.1111/j.1468-1331.2004.00839.x. PMID 15171732. 
Lewin, Moshe (1969). Lenin's Last Struggle. Diterjemahkan oleh Sheridan Smith, A. M. London: Faber and Faber. 
Lih, Lars T. (2011). Lenin. Critical Lives. London: Reaktion Books. ISBN 978-1-86189-793-0. 
Petrovsky-Shtern, Yohanan (2010). Lenin's Jewish Question. New Haven, Connecticut: Yale University Press. ISBN 978-0-300-15210-4. JSTOR j.ctt1npd80. 
Pipes, Richard (1990). The Russian Revolution: 1899–1919. London: Collins Harvill. ISBN 978-0-679-73660-8. 
 ⸻  (1996). The Unknown Lenin: From the Secret Archive. New Haven, Connecticut: Yale University Press. ISBN 978-0-300-06919-8. 
Rappaport, Helen (2010). Conspirator: Lenin in Exile. New York: Basic Books. ISBN 978-0-465-01395-1. 
Read, Christopher (2005). Lenin: A Revolutionary Life. Routledge Historical Biographies. London: Routledge. ISBN 978-0-415-20649-5. 
Rice, Christopher (1990). Lenin: Portrait of a Professional Revolutionary. London: Cassell. ISBN 978-0-304-31814-8. 
Rigby, T. H. (1979). Lenin's Government: Sovnarkom 1917–1922. Cambridge, England: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-22281-5. 
Ryan, James (2012). Lenin's Terror: The Ideological Origins of Early Soviet State Violence. London: Routledge. ISBN 978-1-138-81568-1. 
Sandle, Mark (1999). A Short History of Soviet Socialism. London: UCL Press. doi:10.4324/9780203500279. ISBN 978-1-85728-355-6. 
Service, Robert (2000). Lenin: A Biography. London: Macmillan. ISBN 978-0-333-72625-9. 
Shub, David (1966). Lenin: A Biography (edisi ke-revised). London: Pelican. 
Tumarkin, Nina (1997). Lenin Lives! The Lenin Cult in Soviet Russia (edisi ke-enlarged). Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press. ISBN 978-0-674-52431-6. 
Volkogonov, Dmitri (1994). Lenin: Life and Legacy. Diterjemahkan oleh Shukman, Harold. London: HarperCollins. ISBN 978-0-00-255123-6. 
White, James D. (2001). Lenin: The Practice and Theory of Revolution. European History in Perspective. Basingstoke, England: Palgrave. ISBN 978-0-333-72157-5. 

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

Cliff, Tony (1986). Building the Party: Lenin, 1893–1914. Chicago: Haymarket Books. ISBN 978-1-931859-01-1. 
Felshtinsky, Yuri (2010). Lenin and His Comrades: The Bolsheviks Take Over Russia 1917–1924. New York: Enigma Books. ISBN 978-1-929631-95-7. 
Gellately, Robert (2007). Lenin, Stalin, and Hitler: The Age of Social Catastrophe. New York: Knopf. ISBN 978-1-4000-3213-6. 
Gooding, John (2001). Socialism in Russia: Lenin and His Legacy, 1890–1991. Basingstoke, England: Palgrave Macmillan. doi:10.1057/9781403913876. ISBN 978-0-333-97235-9. 
Hill, Christopher (1971). Lenin and the Russian Revolution. London: Pelican Books. 
Lih, Lars T. (2008) [2006]. Lenin Rediscovered: What is to be Done? in Context. Chicago: Haymarket Books. ISBN 978-1-931859-58-5. 
Lukács, Georg (1970) [1924]. Lenin: A Study on the Unity of his Thought. Diterjemahkan oleh Jacobs, Nicholas. Diakses tanggal 7 August 2016. 
Nimtz, August H. (2014). Lenin's Electoral Strategy from 1907 to the October Revolution of 1917: The Ballot, the Streets—or Both. New York: Palgrave Macmillan. ISBN 978-1-137-39377-7. 
Pannekoek, Anton (1938). Lenin as Philosopher. Diakses tanggal 16 August 2016. 
Payne, Robert (1967). The Life And Death of Lenin. Simon & Schuster. 
Ryan, James (2007). "Lenin's The State and Revolution and Soviet State Violence: A Textual Analysis". Revolutionary Russia. 20 (2): 151–172. doi:10.1080/09546540701633452. 
Service, Robert (1985). Lenin: A Political Life – Volume One: The Strengths of Contradiction. Indiana University Press. ISBN 978-0-253-33324-7. 
 ⸻  (1991). Lenin: A Political Life – Volume Two: Worlds in Collision. Indiana University Press. ISBN 978-0-253-33325-4. 
 ⸻  (1995). Lenin: A Political Life – Volume Three: The Iron Ring. Indiana University Press. ISBN 978-0-253-35181-4. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]