Thomas Trikasih Lembong

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Thomas Trikasih Lembong
Thomas Trikasih Lembong.jpg
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal 18
Mulai menjabat
27 Juli 2016
Presiden Joko Widodo
Pendahulu Franky Sibarani
Menteri Perdagangan Indonesia 34
Masa jabatan
12 Agustus 2015 – 27 Juli 2016
Presiden Joko Widodo
Pendahulu Rachmat Gobel
Pengganti Enggartiasto Lukita
Informasi pribadi
Lahir 4 Maret 1971 (umur 47)
Pasangan Franciska Wihardja
Anak 2
Alma mater Templat:Harvard University

Thomas Trikasih Lembong (lahir 4 Maret 1971; umur 47 tahun [1]) atau lebih dikenal Tom Lembong adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal sejak 27 Juli 2016 menggantikan Franky Sibarani. Sebelumnya dia adalah Menteri Perdagangan Republik Indonesia yang menjabat sejak 12 Agustus 2015, menggantikan Rahmat Gobel.

Sebelum menjadi Menteri Perdagangan, Tom adalah salah satu dari pendiri private equity fund, Quvat Management (Quvat) yang didirikan pada tahun 2006. Sampai sebelum menjadi Menteri Perdagangan, Tom menjabat sebagai CEO dan anggota Investment Committee.Pengalaman kerja Tom sebelum mendirikan Quvat adalah bekerja di Farindo Investments, Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) selama 2 tahun sebagai Senior Vice President and Division Head, Deutsche Bank, dan Morgan Stanley.

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Tom lahir di Jakarta pada 4 Maret 1971. Ayahnya adalah Dr. T Yohanes Lembong( Ong Joe Gie), seorang dokter ahli jantung dan THT lulusan Universitas Indonesia asal Manado (Kakak Dari Eddie Lembong) dan ibunda bernama Yetty Lembong, seorang ibu rumah tangga asal Tuban. Tom menikah dengan Franciska pada tahun 2002 dan dikaruniai sepasang puteri dan putera.

Riwayat pekerjaan[sunting | sunting sumber]

Sejak 2002 Tom telah berhasil menggalang dana investor yang diinvestasikan ke banyak perusahaan di berbagai sektor di Indonesia. Sejumlah investasi yang dilakukan Tom di antaranya adalah pada tahun 2002, Tom bersama tim memimpin investasi Farindo Investments (konsorsium antara Farallon Capital dan Djarum Group) untuk mengakuisisi 51 persen saham Bank BCA senilai 571 juta dolar AS. Investasi ini, didesain dengan sangat cermat dan kreatif. BCA saat ini menjadi satu-satunya bank swasta nasional besar yang mayoritas sahamnya masih dimiliki oleh perusahaan Indonesia.

Investasi penting lainnya adalah dirinya memimpin konsorsium untuk mem-back-up beberapa pengusaha nasional untuk melakukan akuisisi terhadap Adaro Coal yang pada saat itu dimiliki oleh investor asal Australia.

Pada tahun 2006, Tom mendirikan Quvat. Quvat telah berhasil menggalang dana sebesar 500 juta dolar AS yang hampir seluruhnya diinvestasikan di Indonesia. Quvat memiliki portfolio investasi di banyak sektor antara lain industry bioskop, industri pelayaran,industri pengolahan baja, properti, dll.

Salah satu investasi Quvat yang cukup dikenal adalah pendirian perusahaan bioskop Blitz. Munculnya persaingan antara Blitz dan Cineplex 21 memberikan manfaat yang luar biasa bagi konsumen. Laju pertumbuhan industri bioskop sebelum berdirinya Blitz hampir tidak ada. Namun setelah adanya Blitz , industri perbioskopan bertumbuh sekitar 20% per tahun. Perkembangan industri kreatif dan bioskop masih tumbuh dengan sangat sehat sampai hari ini Tom juga kerap menjadi pembicara pada berbagai konferensi investasi dan ekonomi baik di tingkat nasional dan internasional.

Pendidikan dan prestasi[sunting | sunting sumber]

Tom sempat mengenyam pendidikan dasar di Jerman tahun 1974-1981 ketika berusia 3 hingga 10 tahun ketika ayahnya studi di Jerman. Sekembalinya ke Jakarta, Tom meneruskan SD serta SMP di Sekolah Regina Pacis, Jakarta. Saat SMA, Tom pindah ke Boston, Massachusetts, Amerika Serikat. Tom memperoleh gelar A.B. di bidang Arsitektur dan Tata Kota dari Universitas Harvard pada tahun 1994. Pada tahun 2008, Tom ditetapkan sebagai Young Global Leader (YGL) oleh World Economic Forum di Davos. Tom sangat lancar berbahasa Inggris dan Jerman.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Franky Sibarani
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal
2016–sekarang
Petahana
Didahului oleh:
Rahmat Gobel
Menteri Perdagangan Indonesia
2015–2016
Diteruskan oleh:
Enggartiasto Lukita