Susi Pudjiastuti

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Dr. (H.C.)
Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti.jpg
Menteri Kelautan dan Perikanan ke-6
Masa jabatan
27 Oktober 2014 – 20 Oktober 2019
PresidenJoko Widodo
PendahuluSharif Cicip Sutarjo
PenggantiEdhy Prabowo
Informasi pribadi
Lahir15 Januari 1965 (umur 54)
Bendera Indonesia Pangandaran, Jawa Barat, Indonesia
KewarganegaraanIndonesia
PasanganYoyok Yudi Suharyo
(–1986)
Daniel Kaiser
(k. 1992; c.1999)[1]
Christian von Strombeck [2]
AnakPanji Hilmansyah
Nadine Kaiser
Alvy Xavier
Tempat tinggalIndonesia
PekerjaanPengusaha

Dr. (H.C.) Susi Pudjiastuti (lahir di Pangandaran, 15 Januari 1965; umur 54 tahun)[3] adalah seorang Menteri Kelautan dan Perikanan dari Kabinet Kerja 2014-2019 yang juga pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil-hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation atau penerbangan Susi Air dari Jawa Barat[3] . Hingga awal tahun 2012, Susi Air mengoperasikan 50 pesawat dengan berbagai tipe seperti 32 Cessna Grand Caravan, 9 Pilatus PC-6 Porter dan 3 Piaggio P180 Avanti. Susi Air mempekerjakan 185 pilot, dengan 175 di antaranya merupakan pilot asing. Tahun 2012 Susi Air menerima pendapatan Rp300 miliar dan melayani 200 penerbangan perintis.[4][3]

Saat ia menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, ia dikenal akan kebijakannya yang tegas terhadap penangkapan ikan ilegal. Namanya bahkan dikaitkan dengan kata "tenggelamkan" yang mengacu kepada hukuman penenggelaman kapal-kapal asing ilegal di perairan Indonesia.[5] Upaya ini pada akhirnya membuahkan hasil; penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature menunjukkan bahwa kebijakan agresif Susi terhadap penangkapan ikan ilegal telah mengurangi upaya tangkap sebesar 25% dan berpotensi menambah jumlah tangkapan sebesar 14% dan keuntungan sebesar 12%.[6]

Masa kecil dan pendidikan[sunting | sunting sumber]

Susi lahir pada 15 Januari 1965 di Pangandaran.[3] Ayahnya bernama Haji Ahmad Karlan dan ibunya bernama Hajjah Suwuh Lasminah, keduanya berasal dari Jawa Tengah, namun sudah lima generasi hidup di Pangandaran.[3] Keluarga Susi memiliki usaha ternak, memperjualbelikan ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat.[3] Kakek buyutnya adalah Haji Ireng, yang dikenal sebagai tuan tanah di daerahnya.[3] Setelah mengenyam pendidikan hingga tingkat SMP, Susi melanjutkan pendidikannya ke SMA Negeri 1 Yogyakarta, namun berhenti di kelas 2 karena dikeluarkan dari sekolah akibat keaktifannya dalam gerakan Golput.[3]

Setelah menjadi menteri, Susi mendaftar untuk mengikuti Paket C di PKBM Bina Pandu Mandiri Kabupaten Ciamis pada 2015. Setelah melewatkan ujian pada tahun 2017, Susi lulus dari ujian susulan pada bulan Mei 2018.[7]

Bisnis[sunting | sunting sumber]

Seputus sekolah, Susi menjual perhiasannya dan mengumpulkan modal Rp.750.000 untuk menjadi pengepul ikan di Pangandaran pada tahun 1983.[3] Bisnisnya berkembang hingga pada tahun 1996 Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster yang diberi merek "Susi Brand."[3] Bisnis pengolahan ikan ini pun meluas dengan pasar hingga ke Asia dan Amerika.[3] Karena hal ini, susi memerlukan sarana transportasi udara yang dapat dengan cepat mengangkut produk hasil lautnya dalam keadaan masih segar.[3]

Pada 2004, Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp20 miliar menggunakan pinjaman bank. Melalui PT ASI Pudjiastuti Aviation yang ia dirikan kemudian, satu-satunya pesawat yang ia miliki itu ia gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang. Call sign yang digunakan Cessna itu adalah Susi Air.

Sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Kerja (2014)[sunting | sunting sumber]

Penunjukan dan pelantikan[sunting | sunting sumber]

Susi Pudjiastuti ditunjuk sebagai menteri di Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla, yang ditetapkan secara resmi pada 26 Oktober 2014.[3] Sebelum dilantik, Susi melepas semua posisinya di perusahaan penerbangan Susi Air dan beberapa posisi lainnya, termasuk Presiden Direktur PT. ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan serta PT ASI Pudjiastuti Aviation yang bergerak di bidang penerbangan untuk menghindari konflik kepentingan antara dirinya sebagai menteri dan sebagai pemimpin bisnis.[8] Selain itu, alasan lain Susi melepas semua jabatannya adalah agar dapat bekerja maksimal menjalankan pemerintahan, khususnya di bidang kelautan dan perikanan.[8] Saat pelantikan, Susi menuai kontroversi karena kedapatan menghisap sebatang rokok dan memiliki tato, sesuatu yang tidak lazim dimiliki oleh menteri Indonesia.[9][10][11] Atas tindakannya ini, Susi mendapatkan kritik maupun pujian di media sosial.[11]

Kiprah[sunting | sunting sumber]

Selama menjabat, Susi dikenal sangat giat dalam memberantas illegal fishing di laut Indonesia. Ia tak segan-segan memerintahkan penenggelaman kapal terutama milik asing yang terbukti mencuri ikan di perairan Indonesia. Dalam rentang waktu November 2014 hingga Agustus 2018, sebanyak 488 kapal pencuri ikan ditenggelamkan.[12] Kapal berbendera Vietnam paling banyak ditenggelemkan yaitu sebanyak 276 kapal, diikuti Filipina (90), Thailand (50), Malaysia (41), Indonesia (26), Papua Nugini (2), Tiongkok (1), Belize (1), dan tanpa negara (1).[13] Selama dua tahun kebijakan tersebut diterapkan, stok ikan Indonesia bertambah 5,4 juta ton atau sekitar 76%.[14] Pada tahun 2018, stok ikan mencapai 13,1 juta ton, lebih tinggi dari tahun 2015 yang hanya sebanyak 7,3 juta ton.[15] Kebijakan tegas dalam memerangi pencurian ikan oleh Susi Pudjiastuti juga berdampak pada meningkatnya ekspor ikan Indonesia.

Langkah Susi menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan mendapat respon positif dan negatif dari berbagai pihak. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan yang merupakan bagian dari kabinet Jokowi sendiri mengkritik kebijakan Susi soal penenggelaman kapal.[16] Luhut meminta Susi untuk fokus meningkatkan ekspor perikanan Indonesia. Pernyataan ini didukung pula oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang meminta Susi melelang kapal pencuri ikan ketimbang menenggelamkannya.[17] Susi tetap bergeming dan mengatakan langkahnya sudah sesuai dengan undang-undang serta dampaknya terasa dengan meningkatnya produktivitas perikanan.[18] Di luar negeri, kebijakan Susi mendapatkan apresiasi seperti dari WWF Internasional yang menganugerahinya 'Leaders for a Living Planet Awards' atas komitmennya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan di Indonesia.[19]

Selain penenggelaman kapal, komitmen Susi pada perlindungan sumber daya kelautan juga ditunjukkan melalui penerbitan Peraturan Menteri Kelautan Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets).[20] Kedua alat tangkap tersebut dinilai dapat merusak lingkungan.[21] Setahun kemudian, Susi juga menerbitkan surat Edaran Nomor:72/MEN-KP/II/2016 mengenai Pembatasan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Cantrang di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Indonesia (WPPNRI).[21] Cantrang merupakan alat tangkap yang bekerja dengan menebar jaring yang sudah diikat dengan tali selambar secara melingkar kemudian ditarik ke arah kapal sehingga kantong jaring yang berisi ikan-ikan bisa terangkat.[22] Penggunaan tali selambar yang panjang menyebabkan jaring cantrang menyapu dasar lautan sehingga merusak ekosistem dasar laut. Selain itu, cantrang juga menarik ikan-ikan kecil maupun biota laut yang bukan target penangkapan.[22]

Kebijakan Susi soal cantrang menjadi persoalan yang berlarut-larut lantaran mendapat banyak pertentangan. Nelayan dari sejumlah daerah melakukan demonstrasi meminta larangan penggunaan cantrang dicabut.

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • Purwa citra Priangan Award untuk Peningkatan Kehidupan Nelayan dari Pikiran Rakyat. Tahun 2004
  • Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004
  • Pelopor Ekspor Ikan Laut dari Gubernur Jawa Barat 2005
  • Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005
  • Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia. Tahun 2006
  • Metro TV Award for Economics-2006,
  • Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia
  • Tokoh Wanita Inspiratif Penggerak Pembangunan, dari Gubernur Jawa Barat, 2008
  • Saudagar Tatar Sunda dari Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat. Tahun 2008
  • Berprestasi Award dari PT Exelcomindo tahun 2009
  • Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tahun 2009
  • Indonesian Small & Medium Business Entrepreneur Award dari Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Tahun 2010
  • Ganesha Widyajasa Aditama Award dari ITB. Tahun 2011
  • Award for Innovative Achievements, Extraordinary Leadership and Significant Contributions to the Economy, APEC. Tahun 2011
  • People of The Year 2013 dari Koran Sindo. Tahun 2014
  • Person of The Year 2014 dari Warga Kota Solo. Tahun 2015
  • Kanjeng Ratu Ayu (KRAY) Susi Pudjiastutiningrat, dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Tahun 2015
  • Perempuan Pertama yang Menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Tahun 2015
  • Penghargaan Perempuan Jawa Barat, dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI Jawa Barat). Tahun 2015
  • Penghargaan 10 Nopember dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS Surabaya). Tahun 2015
  • Tokoh Publik Inspirasional Tahun Ini, Public Relation Award and Summit, dari Serikat Perusahaan Pers. tahun 2016
  • Leaders for a Living Planet Award dari WWF, 16 September 2016, sebagai penghargaan atas perannya dalam memajukan pembangunan sektor perikanan yang berkelanjutan, pelestarian alam laut, dan pemberantasan pencurian ikan.[23]
  • Doktor Honoris Causa oleh Universitas Diponegoro pada 3 Desember 2016.[24]
  • Peter Benchley Ocean Awards. Tahun 2017
  • Seafood Champion Award dalam acara Seaweb Seafood Summit yang diselenggarakan di Seattle, Washington, Amerika Serikat 5 Juni 2017.[25]
  • The BBC 100 Women. Tahun 2017
  • Doktor Honoris Causa bidang keilmuan management dan konservasi sumberdaya kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS Surabaya). November Tahun 2017
  • Srikandi Nekat Award dari Yayasan Retno Sekar Budoyo pada 25 Februari 2018
  • Creative & Innovative Person of the Year; Indonesian Choice Awards NET. 5.0. 29 April 2018

Pada tahun 2008, ia mengembangkan bisnis aviasinya dengan membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School. Pada Minggu, 26 Oktober 2014, dalam pengumuman Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-JK Ibu Susi Pudjiastuti ditetapkan oleh Presiden RI Joko Widodo menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Ia sempat dua kali bercerai dan kemudian menikah dengan Christian von Strombeck.[26] Ia memiliki tiga orang anak, Panji Hilmansyah (dari pernikahannya dengan Yoyok Yudi Suharyo), Nadine Kaiser (dari pernikahannya dengan Daniel Kaiser),[27] dan Alvy Xavier.[28]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Mantan Suami Menteri Susi: Saya Anggap Dia Putri Laut
  2. ^ [1]
  3. ^ a b c d e f g h i j k l m Widianto 2014.
  4. ^ Wedo 2013.
  5. ^ "Kocak! Kumpulan Meme Susi Tenggelamkan Kapal". Detik (dalam bahasa Indonesia). 10 Januari 2018. 
  6. ^ Cabral, Reniel B.; et al. (April 2018). "Rapid and lasting gains from solving illegal fishing". Nature Ecology & Evolution. 2: 650–658. 
  7. ^ https://news.detik.com/berita/4113497/menteri-susi-lulus-ujian-paket-c-dan-dapat-ijazah-setara-sma
  8. ^ a b Malau 2014.
  9. ^ Gunawan 2014.
  10. ^ Manafe 2014.
  11. ^ a b Gunadha 2014.
  12. ^ Pratama, Fajar. "Kiprahnya Diakui Dunia, Menteri Susi Dapat Penghargaan Lingkungan dari WWF". detiknews. Diakses tanggal 2019-10-22. 
  13. ^ "488 Kapal Ikan Ilegal Ditenggelamkan KKP di Bawah Kepemimpinan Susi Pujiastuti | Databoks". databoks.katadata.co.id. Diakses tanggal 2019-10-22. 
  14. ^ "Menteri Susi Klaim Stok Ikan Melimpah karena Penenggelaman Kapal Asing - Katadata News". katadata.co.id. 2019-02-12. Diakses tanggal 2019-10-22. 
  15. ^ antaranews.com (2019-08-21). "KKP pamerkan peningkatan stok ikan Indonesia pada panel internasional". Antara News. Diakses tanggal 2019-10-22. 
  16. ^ "Luhut Sebut Penenggelaman Kapal Tak Bikin Pencuri Ikan Jera". kumparan. Diakses tanggal 2019-10-22. 
  17. ^ Okezone (2018-01-11). "Kontroversi Penenggelaman Kapal, Menteri Susi: Sudah Cukup! : Okezone Economy". https://economy.okezone.com/. Diakses tanggal 2019-10-22.  Hapus pranala luar di parameter |website= (bantuan)
  18. ^ "Menteri Susi dan Kontroversi Penenggelaman Kapal". Republika Online. 2018-01-10. Diakses tanggal 2019-10-22. 
  19. ^ Kertopati, Lesthia. "Susi Pudjiastuti Dapat Penghargaan dari WWF Internasional". nasional (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-22. 
  20. ^ Suhendra. "Menteri Susi, Cantrang, dan Polemik Lama Soal Alat Tangkap". tirto.id. Diakses tanggal 2019-10-23. 
  21. ^ a b Pratama, Fajar. "Mengenal Cantrang, Penangkap Ikan yang Bikin Susi Dipanggil Jokowi". detiknews. Diakses tanggal 2019-10-23. 
  22. ^ a b KOMINFO, PDSI. "Kenali Cantrang, Alat Tangkap Ikan yang Dilarang". Website Resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-23. 
  23. ^ "Susi Pudjiastuti Terima Penghargaan WWF Leaders for a Living Planet". WWF Indonesia (dalam bahasa Indonesian). 18 September 2016. 
  24. ^ Purbaya, Angling Adhitya (3 Desember 2016). "Menteri Susi Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari Undip Semarang". detiknews. Diakses tanggal 17 April 2017. 
  25. ^ Indonesia, PT Rilis Multimedia. "Tenggelamkan Kapal, Menteri Susi Diganjar Seafood Champion Award di Amerika". RILIS.ID. Diakses tanggal 2017-06-08. 
  26. ^ Artikel:"Kisah Susi Pudjiastuti Membesarkan Bisnisnya" di Kompas.com
  27. ^ Artikel:"Susi Pudjiastuti Jadi Menteri, Ini Kenangan Mantan Suami" di Kompas.com
  28. ^ Susi Pudjiastuti. Diakses dari situs Rustika Herlambang pada Oktober 🐂014

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Sharif Cicip Sutarjo
Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia
2014–2019
Diteruskan oleh:
Edhy Prabowo