Tedjo Edhy Purdijatno

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Laksamana TNI (Purn.)
Tedjo Edhy Purdijatno
S.H.
Kabinet Kerja Tedjo Edi Purdjianto.jpg
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia ke-12
Masa jabatan
27 Oktober 2014 – 12 Agustus 2015
PresidenJoko Widodo
Wakil PresidenJusuf Kalla
PendahuluDjoko Suyanto
PenggantiLuhut Binsar Panjaitan
Kepala Staf TNI Angkatan Laut ke-21
Masa jabatan
1 Juli 2008 – 7 November 2009
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Wakil PresidenJusuf Kalla
Boediono
WakilMoekhlas Sidik (2008–09)
PendahuluSumardjono
PenggantiAgus Suhartono
Informasi pribadi
Lahir20 September 1952 (umur 68)
Bendera Indonesia Magelang, Jawa Tengah
Kebangsaan Indonesia
Partai politikP. NasDem (2013–16)
P. Berkarya (sejak 2016)
PasanganYusfien Karlina
AnakDian Avianti Yustedjo
Devi Novani Yustedjo
Dika Oktaviani Yustedjo
Mahendra Aji Pratama[1]
Alma materAkademi Angkatan Laut (1975)
PekerjaanTentara
Penghargaan sipilPingat Jasa Gemilang
(Singapura)
Grand Cross Knight to the Order of Crown of Thailand
(Kerajaan Thailand)
Panglima Gagah Angkatan Tentera (Kehormatan)
(Dari Kerajaan Malaysia)
Dinas militer
PihakBendera Indonesia Indonesia
Dinas/cabangLambang TNI AL.png TNI Angkatan Laut
Masa dinas1975–2010
PangkatPdu laksamanatni staf.png Laksamana TNI
SatuanKorps Pelaut
KomandoKRI
KRI Teluk Lampung (540)
KRI Teluk Semangka (512)
KRI Multatuli (561)

Laksamana TNI (Purn.) Tedjo Edhy Purdijatno, S.H. (lahir di Magelang, Jawa Tengah, 20 September 1952; umur 68 tahun[1]) adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia yang menjabat sejak 27 Oktober 2014 hingga 12 Agustus 2015. Tedjo juga pernah menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) periode 2008-2009. Setelah Sri Sultan Hamengkubuwono X mengundurkan diri dari organisasi massa (ormas) Nasional Demokrat (Nasdem) sebagai Ketua Dewan Pembina (Wanbin), Tedjo Edhy Purdijatno ditunjuk untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Sri Sultan Hamengkubuwono X.[2][3][4][5]

Pendidikan dan karier[sunting | sunting sumber]

Tedjo menamatkan pendidikan militernya di Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan 21 tahun 1975. Selain itu pendidikan militer lainnya yang pernah diikuti adalah Kursus Perwira Remaja, Dikbang ABRI, Sus Prostis, Diklapa 2, Seskoal Angkatan 29, Sesko ABRI,dan Lemhanas KRA 34. Tedjo Mendapatkan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Hangtuah Surabaya pada tahun 2001.

Karier[sunting | sunting sumber]

Karier militer[sunting | sunting sumber]

Dalam karier militernya, Tedjo pernah selama 14 tahun mengabdi di Satuan Udara. Kemudian mulai tahun 1982 bertugas di KRI, antara lain, sebagai Palaksa KRI Teluk Penyu (513) Satuan Amfibi Armatim. Kemudian Komandan KRI Teluk Lampung (540) Satlinlamil Surabaya, Komandan KRI Teluk Semangka (512) Satfib Armatim, dan Komandan KRI Multatuli (561) Satfib Armatim.[1]

Selanjutnya Tedjo Edhy ditugaskan di Mabes AL sebagai Paban VI Binkuat Sopsal Kasal Mabesal, Komandan Satfib Armatim, Asrena Mako Armatim, Kapok Sahli A Kasal Bidang Wilnas, Komandan Guskamla Armabar, Kepala Staf Koarmatim, Wakil Komandan Seskoal. Lalu Sahli Tingkat III bidang Hubintek Mabes TNI, Staf Ahli Manajemen Nasional Lemhanas, Panglima Koarmabar, Asisten Perencanaan Kasal, dan Dirjen Perencanaan Pertahanan Dephan, Komandan Sesko TNI, Serta Kepala Staf Umum TNI .[1]

Ia dilantik pada tanggal 1 Juli 2008 oleh Presiden RI, menggantikan Laksamana TNI Sumardjono yang memasuki masa pensiun. Sebelumnya Tedjo Edhy menjabat sebagai Kepala Staf Umum TNI.

Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno secara resmi digantikan sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut oleh Laksamana Agus Suhartono pada tanggal 13 November 2009.[6]

Karir Politik[sunting | sunting sumber]

Tedjo dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan pada 27 Oktober 2014 oleh presiden Joko Widodo. Ia bersama 33 menteri lainnya masuk dalam Kabinet Kerja.[7][8]

Pada Maret 2015, Tedjo bersama TNI menggelar latihan perang di Poso, karena adanya potensi terorisme dalam acara Sail Tomini 2015.[9] Di bulan yang sama tepatnya 16 Maret 2015, Tedjo bersama 6 menteri lainnya membatalkan pembebasan visa bagi turis Australia yang merupakan salah satu dari sejumlah paket kebijakan ekonomi yang akan diumumkan pemerintah untuk menstabilkan rupiah. Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, batalnya pemberian fasiltas bebas visa kepada Australia karena selama ini negara tersebut telah melaksanakan sistem visa on arrival.[10]

Di akhir Mei 2015, terjadi bentrokan antara 5 anggota Komando Pasukan Khusus dan 4 anggota TNI Angkatan Udara di Sukoharjo, Jawa Tengah. Kejadian tersebut mengakibatkan tewasnya Serma Zulkifli, anggota Bintara Sarban Dislog Derma Mabes AU. Menanggapi kejadian tersebut pada 3 Juni 2015, Tedjo menganggapnya itu sebagai kenakalan remaja, namun di sisi lain publik menganggap kejadian ini adalah kejadian yang serius.[11]

Posisi Tedjo pada 12 Agustus 2015 digantikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan bersama 5 menteri lainnya dalam perombakan kabinet oleh presiden Joko Widodo.[12]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Bintang Dharma Ribbon.gif Star of the Navy - 1st Class (Indonesia) - ribbon bar.png Bintang Kartika Eka Paksi Utama.gif Bintang Swa Bhuana Paksa Utama.gif

Bintang Bhayangkara Utama.gif Yudha Dharma Pratama Rib.png Yudha Dharma Nararya Rib.png Pingat Jasa Gemilang (Tentera) ribbon.png

Panglima Gagah Angkatan Tentera (Malaysia).png Order of the Crown of Thailand - 1st Class (Thailand) ribbon.svg Star of the Navy - 2nd Class (Indonesia) - ribbon bar.png Star of the Navy - 3rd Class (Indonesia) - ribbon bar.png

Satyalancana Dharma Samudra.gif Satyalancana Kesetiaan 32 year service.gif Satyalancana Kesetiaan 24 year service.gif Satyalancana Kesetiaan 16 year service.gif

Satyalancana Kesetiaan 8 year service.gif Satyalancana Dwidya Sistha.gif Satyalancana Kebhaktian Sosial.gif Satyalancana Dharma Nusa.gif


  • Bintang Dharma
  • Bintang Yudha Dharma Pratama
  • Bintang Yudha Dharma Naraya
  • Bintang Jalasena Utama
  • Bintang Jalasena Pratama
  • Bintang Jalasena Naraya
  • Bintang Kartika Eka Paksi Utama
  • Bintang Swa Buana Paksa Utama
  • Bintang Bhayangkara Utama
  • Pingat Jasa Gemilang (Dari pemerintah Singapura)
  • Grand cross knight to the order of crown of Thailand (Dari Kerajaan Thailand Bendera Thailand
  • Panglima Gagah Angkatan Tentra (Kehormatan) (Dari Kerajaan Malaysia)Bendera Malaysia
  • Satya Lencana GOM IX/RAKSAKA DHARMA
  • Satya Lencana Kesetiaan VII
  • Satya Lencana Kesetiaan XVI
  • Satya Lencana Kesetiaan XXIV
  • Satya Lencana Dwidya Sistha
  • Satya Lencana Kebaktian Sosial
  • Satya Lencana Dharma Nusa
  • Karaeng Bontomarannu (Dari Kesultanan Gowa)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Laksamana Madya TNI Tedjo Edhy Purdijatno. www.presidensby.info, 1 Juli 2008
  2. ^ Mantan KSAL Jadi Ketua Ormas NasDem
  3. ^ Posisi Sultan Diganti Tedjo Edy Purdiyatno - Republika.co.id
  4. ^ Mundur dari Nasdem, posisi Sultan Digantikan Mantan KSAL Tedjo Edhy - Republika.co.id
  5. ^ Tedjo: Sebuah Kehormatan Bisa Menggantikan Sultan - Republika.co.id
  6. ^ Agus Suhartono Resmi Jadi KSAL, diakses pada 14 November 2009
  7. ^ Sabrina Asril (26 Oktober 2014). "Inilah Susunan Kabinet Kerja Jokowi-JK". Kompas. Diakses tanggal 14 Maret 2021. 
  8. ^ Desy Saputra (26 Oktober 2014). "Susunan "Kabinet Kerja" pemerintahan Jokowi-JK". AntaraNews. Diakses tanggal 14 Maret 2021. 
  9. ^ Armenia, Resty (18 Maret 2015). "Ada Potensi Terorisme, TNI akan Gelar Latihan Perang di Poso". CNN Indonesia. Diakses tanggal 14 Maret 2021. 
  10. ^ Deny, Septian (16 Maret 2015). "Alasan Australia Batal Dapat Fasilitas Bebas Visa". Liputan6.com. Diakses tanggal 14 Maret 2021. 
  11. ^ Utama, Abraham (3 Juni 2015). "Menteri Tedjo: Bentrokan Kopassus dan TNI AU Kenakalan Remaja". CNN Indonesia. Diakses tanggal 14 Maret 2021. 
  12. ^ "Presiden Jokowi lantik enam menteri baru". BBC Indonesia. 12 Agustus 2015. Diakses tanggal 14 Maret 2021. 
Jabatan politik
Didahului oleh:
Djoko Suyanto
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia
2014–2015
Diteruskan oleh:
Luhut Binsar Panjaitan
Jabatan militer
Didahului oleh:
Sumardjono
Kepala Staf TNI Angkatan Laut
2008–2009
Diteruskan oleh:
Agus Suhartono
Didahului oleh:
Erwin Sudjono
Kepala Staf Umum TNI
2007–2008
Diteruskan oleh:
Yosaphat Didik Heru Purnomo