Arcandra Tahar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Ir.
Arcandra Tahar
M.Sc., Ph.D.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia ke-5
Petahana
Mulai menjabat
14 Oktober 2016
Presiden Joko Widodo
Menteri ESDM Ignasius Jonan
Didahului oleh Susilo Siswoutomo
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia ke-16
Masa jabatan
27 Juli 2016 – 15 Agustus 2016
Presiden Joko Widodo
Didahului oleh Sudirman Said
Digantikan oleh Ignasius Jonan
Informasi pribadi
Lahir 10 Oktober 1970 (umur 46)[1]
Bendera Indonesia Padang, Sumatera Barat
Kewarganegaraan  Indonesia
Relasi Taharuddin (ayah) dan Zuraida (ibu)
Anak 2
Alma mater Institut Teknologi Bandung
Texas A&M University
Profesi Insinyur
Agama Islam

Ir. Arcandra Tahar, M.Sc., Ph.D. (lahir di Padang, Sumatera Barat, 10 Oktober 1970; umur 46 tahun) adalah Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, sebelumnya dia adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia pada Kabinet Kerja yang menjabat sejak 27 Juli 2016 hingga 15 Agustus 2016. Ia menggantikan Sudirman Said yang diberhentikan oleh Presiden Joko Widodo dalam perombakan kabinet pada tanggal 27 Juli 2016.[2] Arcandra resmi diberhentikan sebagai Menteri ESDM pada tanggal 15 Agustus 2016 menyusul polemik dwikewarganegaraan yang ditujukan kepada dirinya sebagai menteri[3] dan menjadikannya sebagai menteri dengan masa kerja terpendek dalam sejarah di Indonesia, yakni 20 hari.[4] Pada tanggal 14 Oktober 2016, ia resmi dilantik menjadi Wakil Menteri ESDM mendampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan.[5]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Arcandra menyelesaikan S-1 di Teknik Mesin ITB (masuk tahun 1989) dan kemudian bekerja di Andersen Consulting. Selanjutnya ia mengikuti kuliah S-2 di Texas A&M University, Amerika Serikat hingga selesai. Arcandra kemudian kembali melanjutkan pendidikan S-3 di Amerika Serikat. Setelah itu, ia menjadi konsultan di berbagai perusahaan internasional. Arcandra memiliki peran dalam negosiasi dan keberhasilan Presiden Joko Widodo menarik kembali Blok Masela agar dikuasai Indonesia, dengan memutuskan eksplorasi harus dilakukan secara onshore dan bukan offshore. Arcandra memiliki hak paten tentang desain offshore di Amerika Serikat.[6][7]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • SMP Negeri 13 Padang: 1983–1986
  • SMA Negeri 2 Padang: 1986–1989
  • ITB Teknik Mesin: 1989–1994
  • Texas A&M University Ocean Engineering: 1996–1998
  • Texas A&M Univeristy Ocean Engineering (Doctor of Philosophy): 1998–2001

Riwayat pekerjaan[sunting | sunting sumber]

  • Asisten Peneliti Offshore Technology Research Center: 1997–2001
  • Technical Advisor Noble Denton: 2000
  • Peneliti Technip Offshore: 2001–2006
  • Hydronynamics Lead FloaTec LLC: 2006–2007
  • Principal dan Presiden Asia Pasific AGR Deepwater Development System: 2007–2009
  • Principal Horton Wison Deepwater: 2009–2013
  • Presiden Petroneering: 2013–2016[8]
  • Menteri ESDM Indonesia: 27 Juli 2016–15 Agustus 2016

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Pasca dilantik menjadi menteri, beredar sebuah rumor yang menyatakan bahwa Arcandra telah menjadi warga negara Amerika Serikat melalui proses naturalisasi pada bulan Maret 2012. Karena Indonesia tidak mengakui dwikewarganegaraan, maka otomatis secara hukum seorang Warga Negara Indonesia (WNI) akan kehilangan status WNI-nya.[9] Namun menurut penuturan Arcandra sendiri, dirinya masuk Indonesia menggunakan paspor Indonesia yang masih berlaku sampai 2017.[10] Pada 15 Agustus 2016, jabatan menteri Arcandra dicopot oleh Presiden Joko Widodo dan digantikan oleh Luhut Panjaitan.[3] Kemudian, pada 14 Oktober 2016, Arcandra diangkat menjadi wakil menteri ESDM dengan Ignasius Jonan sebagai menterinya.[11]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Susilo Siswoutomo
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia
2016–sekarang
Petahana
Didahului oleh:
Sudirman Said
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia
2016
Diteruskan oleh:
Luhut Binsar Panjaitan
sebagai Pelaksana Tugas