Rajungan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Rajungan
Portunus sanguinolentus.jpg
Portunus sanguinolentus, rajungan bintang
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Upafilum: Crustacea
Kelas: Malacostraca
Ordo: Decapoda
Infraordo: Brachyura
Superfamili: Portunoidea
Famili: Portunidae
Rafinesque, 1815 [1]
Marga

Rajungan adalah nama sekelompok kepiting dari beberapa marga anggota suku Portunidae. Jenis-jenis kepiting ini dapat berenang dan sepenuhnya hidup di laut.[2]

Jenis-jenis[sunting | sunting sumber]

Beberapa jenis rajungan yang biasa didapati dan dijual di sekitar Jakarta, di antaranya:[3]

Jenis-jenis berikut juga biasa ditangkap dan dikonsumsi, akan tetapi jarang dijumpai di pasar:

  • Charybdis callanassa
  • Charybdis lucifera
  • Charybdis natator, rajungan batik
  • Charybdis tunicata
  • Thalamita crenata, rajungan hijau
  • Thalamita danae, rajungan hijau
  • Thalamita puguna
  • Thalamita spimmata

Catatan taksonomis[sunting | sunting sumber]

Portunus pelagicus (rajungan biasa), yang semula disangka menyebar luas dari pesisir timur Afrika, ke anak-benua India, Asia Tenggara, hingga Jepang, Australia, dan Kaledonia Baru, kini ternyata terdiri dari empat spesies yang berbeda, yakni: P. pelagicus, P. segnis, P. reticulatus, dan P. armatus.[4]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Sammy De Grave, N. Dean Pentcheff, Shane T. Ahyong et al. (2009). "A classification of living and fossil genera of decapod crustaceans" (PDF). Raffles Bulletin of Zoology. Suppl. 21: 1–109. 
  2. ^ Nontji, A. Laut Nusantara: 189-99. Jakarta :Djambatan.
  3. ^ Moosa, MK. 1980. "Beberapa catatan mengenai rajungan dari Teluk Jakarta dan Pulau-pulau Seribu." dalam Burhanuddin, MK. Moosa & H. Razak (eds.) Sumberdaya hayati bahari. Jakarta :LON-LIPI.
  4. ^ Lai, JCY., PKL. Ng & PJF. Davie. "A revision of the Portunus pelagicus (Linnaeus, 1758) species complex (Crustacea: Brachyura: Portunidae), with the recognition of four species." The Raffles Bulletin of Zoology 58(2): 199-237. (31 Agustus 2010)