Silsilah Yesus Kristus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Bagian dari seri tentang
Yesus Kristus

Title jesus.jpg

Nama dan julukan
YesusKristusMesiasIsa AlmasihJuruselamat

Yesus Kristus dan Kekristenan
KronologiKelahiranSilsilah
PembaptisanPelayananMukjizat
PerumpamaanPerjamuan TerakhirPenangkapan
PengadilanPenyalibanKematian
PenguburanKebangkitanKenaikan
Kedatangan keduaPenghakiman

Ajaran utama Yesus Kristus
MesiasKotbah di Bukit
Doa Bapa KamiHukum Kasih
Perjamuan MalamAmanat Agung

Pandangan terhadap Yesus
Pandangan Kristen
Pandangan Islam
Pandangan Yahudi
Yesus dalam sejarah
Yesus dalam karya seni

Mosaik yang memperlihatkan silsilah Yesus

Yesus sering disebut sebagai anak Daud, berarti kelahirannya berasal dari keturunan Daud. Ia juga disebut sebagai taruk Isai atau tunas Isai yang berarti bahwa kelahirannya berasal dari keturunan Isai, ayah Daud.

Silsilah Yesus dalam kitab Injil Matius[sunting | sunting sumber]

Injil Matius dimulai dengan silsilah Yesus Kristus dari garis keturunan Yusuf. Silsilah ini menunjukkan bahwa Yesus berasal dari keturunan Daud, dan karena itu adalah ahli warisnya. Injil ini juga menyatakan bahwa Yesus adalah anak Allah, dan Yusuf sebenarnya bukan ayah kandung Yesus. Namun secara hukum, Yusuf adalah ayah Yesus.

Silsilah Yesus, menurut Injil Matius terdiri dari 14 keturunan sejak Abraham hingga Daud, 14 keturunan dari Daud hingga masa pembuangan ke Babel, dan 14 keturunan dari masa pembuangan ke Babel hingga Yesus Kristus:

Dari Abraham
hingga Daud
Dari Salomo hingga
masa pembuangan ke Babel
Dari masa pembuangan ke Babel
hingga Yesus
  1. Abraham
  2. Ishak
  3. Yakub
  4. Yehuda (a)
  5. Peres
  6. Hezron
  7. Ram
  8. Aminadab
  9. Nahason
  10. Salmon (b)
  11. Boas (c)
  12. Obed
  13. Isai
  14. Daud (d)
  1. Salomo
  2. Rehabeam
  3. Abia
  4. Asa
  5. Yosafat
  6. Yoram
  7. Uzia
  8. Yotam
  9. Ahas
  10. Hizkia
  11. Manasye
  12. Amon
  13. Yosia
  14. Yoyakim (Elyakim)*
  1. Yekhonya (Yoyakhin)
  2. Sealtiel
  3. Zerubabel
  4. Abihud
  5. Elyakim
  6. Azor
  7. Zadok
  8. Akhim
  9. Eliud
  10. Eleazar
  11. Matan
  12. Yakub
  13. Yusuf (e)
  14. Yesus
* Nama Yoyakim atau Elyakim (nama Yoyakim adalah nama pemberian dari Firaun Nekho), anak dari Yosia dan ayah dari Yekhonya tidak tercantum dalam Kitab Matius, tetapi tercantum di Kitab I Tawarikh 3:15-17.

Wanita-wanita dalam silsilah[sunting | sunting sumber]

  • (a) "dari Tamar", seorang Kanaan, menantu perempuan Yehuda.[1]
  • (b) "dari Rahab", isterinya, seorang Kanaan, membantu mata-mata di Yerikho.[2]
  • (c) "dari Rut", isterinya, seorang Moab.[3]
  • (d) "dari isteri Uria", sebenarnya bernama Batsyeba, setelah suaminya mati, diperisteri oleh Daud.[4]
  • (e) "suami Maria yang melahirkan Yesus"

Penggenapan nubuat[sunting | sunting sumber]

Silsilah dalam Matius biasanya digambarkan dengan sebuah pohon yang menggambarkan bahwa Yesus diturunkan dari Isai, ayah raja Daud

Matius memperkenalkan Yesus sebagai penggenapan pengharapan Israel yang dinubuatkan. Beberapa penggenapan nubuatan tentang Yesus yang dicatatkan oleh Matius:

  1. Yesus menggenapi nubuat Perjanjian Lama dalam hal:
  2. Oknum yang didahului oleh perintis jalan Sang Mesias (Matius 3:1-3)
  3. Daerah yang menjadi lokasi utama pelayanan-Nya di depan umum yaitu Nazaret (Matius 4:14-16)
  4. Pelayanan kesembuhan (Matius 8:17)
  5. Peranan selaku hamba Allah (Matius 12:17-21)
  6. Ajaran dalam bentuk perumpamaan (Matius 13:34-35)
  7. Peristiwa memasuki Yerusalem (Matius 21:4-5)
  8. Peristiwa penangkapan-Nya (Matius 26:56)

Silsilah Yesus dalam kitab Injil Lukas[sunting | sunting sumber]

Di dalam Injil Lukas, Lukas 3:23-38, versi Alkitab Kabar Baik (BIS) dicatat: "3:23Pada waktu Yesus mulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira 30 tahun. Menurut pendapat orang, Ia anak Yusuf, anak Eli,3:24anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, anak Yanai, anak Yusuf,3:25anak Matica, anak Amos, anak Nahum, anak Hesli, anak Nagai,3:26anak Maat, anak Matica, anak Simei, anak Yosekh, anak Yoda,(3:27anak Yohanan, anak Resa, anak Zerubabel, anak Sealtiel, anak Neri,3:28anak Malkhi, anak Adi, anak Kosam, anak Elmadam, anak Er,3:29anak Yesua, anak Eliezer, anak Yorim, anak Matat, anak Lewi,3:30anak Simeon, anak Yehuda, anak Yusuf, anak Yonam, anak Elyakim,3:31anak Melea, anak Mina, anak Matata, anak Natan, anak Daud,3:32anak Isai, anak Obed, anak Boas, anak Salmon, anak Nahason,3:33anak Aminadab, anak Admin, anak Arni, anak Hezron, anak Peres, anak Yehuda,3:34anak Yakub, anak Ishak, anak Abraham, anak Terah, anak Nahor,3:35anak Serug, anak Rehu, anak Peleg, anak Eber, anak Salmon[5],3:36anak Kenan[6], anak Arpakhsad, anak Sem, anak Nuh, anak Lamekh,3:37anak Metusalah, anak Henokh, anak Yared, anak Mahalaleel, anak Kenan,3:38anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah."

Menurut Lukas, Yesus adalah keturunan Raja Daud melalui anaknya yang bernama Natan.

Sebuah catatan dalam Talmud mengatakan bahwa Eli adalah ayah Maria, jadi ayah mertua Yusuf.[7]

Pentingnya Silsilah[sunting | sunting sumber]

Penggenapan nubuat para nabi mengenai Mesias[sunting | sunting sumber]

Sejumlah nabi menubuatkan bahwa Mesias (=Kristus, "Yang diurapi") akan dilahirkan dari garis keturunan raja Daud, antara lain:

  • Nabi Yesaya: Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. (Yesaya 9:7)
  • Nabi Yeremia: Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. (Yeremia 23:5)

Orang-orang Yahudi menuntut bahwa Mesias sejati harus dapat menunjukkan bukti silsilahnya dari Daud, seperti yang dicatat dalam Injil Yohanes pasal 7:

Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal. (Yohanes 7:42)

Bukti silsilah dari sumber lain[sunting | sunting sumber]

Eusebius[sunting | sunting sumber]

Eusebius menulis dalam bukunya "Ecclesiastical History" bahwa Kaisar Romawi Domitian menginterogasi beberapa cucu dari Yudas bin Yusuf, saudara Yesus Kristus, untuk meyakinkan bahwa mereka tidak dapat mengklaim sebagai penerus tahta Kerajaan Yehuda. Orang-orang ini menunjukkan tangan mereka yang kasar sebagai bukti bahwa mereka hanya petani biasa.[8]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kejadian 38:11-30
  2. ^ Yosua 2; Yosua 5
  3. ^ Rut 4:1-17
  4. ^ 2 Samuel 11:1-27; 2 Samuel 12:11-14; 1 Tawarikh 3:5
  5. ^ Lihat Salmon (tokoh Alkitab)
  6. ^ Lihat Kenan
  7. ^ Talmud Yerushalmi, Hag. chap.2, 11a; text bahasa Ibrani di http://www.mechon-mamre.org/b/r/r2b.htm, adalah sebagai berikut: למרים ברת עלי "Maria binti Eli"
  8. ^ Grant R. Jeffrey. Jesus, the Great Debate, Toronto, Canada: Frontier Research Publications. 1999. ISBN 0-921714-56-4

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Wikidata: Genealogy of Jesus Christ