Injil Lukas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Lukisan St.Lukas yang ada di dalam Gereja Lutheran Injili Jerman di Charleston, south Carolina

Injil Lukas adalah salah satu dari empat tulisan yang mengawali Perjanjian Baru.[1] Injil Lukas digolongkan sebagai Injil Sinoptik bersama dengan Injil Matius dan Injil Markus.[1] Isi pemberitaannya mengenai kehidupan dan pelayanan Yesus Kristus.[1] Di kalangan para ahli Perjanjian Baru, Lukas diyakini sebagai penulis Injil ini.[2] Penyusunan Injil Lukas menggunakan bahan-bahan tulisan yang kurang lebih sama dengan yang digunakan dalam Injil Matius dan Injil Markus, tetapi hasil susunannya tidak persis sama dengan kedua Injil tersebut.[3]

Latar Belakang[sunting | sunting sumber]

Penulis[sunting | sunting sumber]

Menurut tradisi, penulis Injil Lukas adalah Lukas yang merupakan rekan sekerja Rasul Paulus.[2] Akan tetapi, pada perkembangan selanjutnya pendapat mengenai penulis Injil Lukas menjadi beragam.[2] Berdasarkan kesaksian diperoleh dari Kanon muratori, Irenaeus, Klemens dari Aleksandria, Origenes dan Tertullianus, umumnya berpendapat bahwa penulis Injil Lukas dan Kisah Para Rasul adalah orang yang sama yaitu Lukas.[2] Pendapat ini muncul dengan melihat bagian pendahuluan pada Injil Lukas dan Kisah Para Rasul yang sama-sama ditujukan kepada Teofilus.[2] Selain itu, ditemukan beberapa kesamaan linguistik dan teologis sehingga menimbulkan kesan keduanya berasal dari satu penulis yang sama.[2] Namun, dalam Injil Lukas sendiri sebenarnya tidak dicantumkan nama penulisnya (anonim).[2]

Waktu dan Tempat[sunting | sunting sumber]

Tempat Injil ini ditulis tidak diketahui secara pasti.[1] Kaisarea, Akhaya dan Roma adalah beberapa nama kota yang diduga menjadi tempat Injil ini dituliskan.[1] Yang dapat dipastikan adalah Injil ini dituliskan di luar Palestina tetapi mengenai lokasinya sulit ditentukan.[1] Ada yang menganggap tulisan pada pasal 21 ayat 24[4] mengindikasikan bahwa Lukas mengingat kembali pada peristiwa hancurnya kota Yerusalem, sehingga muncul anggapan Lukas menulis dengan memakai sudut pandang sebagai orang Kristen generasi ke-3 dan dengan demikian penulisan Injil Lukas dilakukan sekitar tahun 80/85 M.[1] Namun, peristiwa terakhir yang dicatat di Kisah Para Rasul adalah masa penjara rasul Paulus yang pertama, dan sama sekali tidak menyebutkan mengenai matinya Paulus (~64-67 M) maupun kejatuhan Yerusalem (70 M), sehingga kitab ini lebih tepatnya diperkirakan ditulis paling lambat tahun 62 M.[5]

Maksud Penulisan[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan kalimat pembukaan, penulisan Injil Lukas dimaksudkan untuk memberitahukan Teofilus tentang kebenaran dari segala sesuatu yang telah diajarkan kepadanya.[3] Penulis Injil Lukas juga hendak menuliskan sebuah sejarah untuk meyakinkan orang-orang, terutama para penguasa bahwa kekristenan merupakan agama yang sah dan tidak perlu dicurigai.[3] Kita dapat menemukan di dalamnya kisah-kisah yang berisi perdebatan antara kekristenan dengan pihak penguasa.[3]

Melalui tulisannya, penulis Injil Lukas ingin menolong para pembacanya untuk memahami iman Kristen lebih baik lagi dengan cara menceritakan tentang kehidupan pelayanan dan pengajaran Yesus.[6] Untuk itu dia memberikan perhatian secara khusus terhadap fakta-fakta historis tentang Yesus dengan mempelajari dan menggunakan data-data dari laporan-laporan yang dibuat orang lain.[6]

Konteks Jemaat[sunting | sunting sumber]

Jemaat yang digambarkan dalam Injil Lukas adalah jemaat yang tengah menghadapi rupa-rupa persoalan.[1] Pertama, komunitas Lukas sedang mengalami krisis pengharapan akan kedatangan Tuhan (parousia}.[1] Di antara mereka ada yang tetap bertekun dalan pengharapan kedatangan Tuhan sementara yang lain sudah mulai lesu imannya dan terus mempertanyakan kapan hari kedatangan Tuhan itu tiba (Lukas 17:8).[1] Injil Lukas sendiri menegaskan bahwa Hari Tuhan pasti akan datang (Lukas 21:8,9b) asalkan Injil telah diberitakan ke seluruh dunia.[1] Dengan demikian, yang menjadi fokus seharusnya bukan pada perhitungan kedatangan Hari Tuhan melainkan pada pemberitaan Injil.[1]

Persoalan kedua adalah banyaknya orang kaya yang sudah menjadi Kristen.[1] Orang-orang kaya ini kemudian menimbulkan masalah di dalam jemaat.[1] Mereka memiliki watak yang egois dan tamak serta mengabaikan keadaan orang miskin.[1] Karena ketamakan ini, mereka berada pada posisi yang berbahaya dan mereka dapat dengan mudah jatuh dari imannya.[1] Persoalan ketiga adalah mengenai hubungan gereja dan negara.[1] Hubungan keduanya digambarkan oleh Injil Lukas tidaklah saling bermusuhan atau terlibat dalam konflik.[1]

Ayat-ayat terkenal[sunting | sunting sumber]

  • Lukas 1:37: Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.
  • Lukas 1:38: Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."
  • Lukas 2:6-7: Ketika mereka di situ (Betlehem) tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
  • Lukas 2:11: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
  • Lukas 24:27: Lalu Ia (Yesus) menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.

Pokok-pokok Teologi[sunting | sunting sumber]

Pemberitaan tentang Kerajaan Allah[sunting | sunting sumber]

Kerajaan Allah adalah salah satu pokok pemberitaan Yesus (Lukas 4:43; 8:1; 9:11).[7] Ungkapan Basileia tou Theou (Kerajaan Allah) yang dipakai dalam Injil Lukas menunjuk kepada tindakan Allah dalam sejarah manusia untuk mewujudkan Kerajaan-Nya melalui pelayanan Yesus.[7] Sekalipun Yesus yang digambarkan Lukas sangat menekankan kehadiran kerajaan Allah dalam dunia pada masa kini tetapi tidak berarti Yesus mengabaikan kedatangan Kerajaan Allah yang pada masa mendatang.[7] Pemenuhan Kerajaan Allah yang penuh kemuliaan pada masa depan tetap dinantikan.[7]

Gambaran tentang Yesus[sunting | sunting sumber]

  • Peduli pada Orang-orang Bukan Yahudi

Injil Lukas tidak hanya diberitakan kepada orang-orang Yahudi tetapi juga kepada orang-orang yang dianggap kafir dan berdosa. Ini tampak dalam penjabaran silsilah Yesus yang ditelusuri hingga Adam, bapa semua manusia.[1] Dari awal, telah dikisahkan tentang malaikat yang datang mengabarkan kesukaan besar yakni kelahiran Juruselamat bagi seluruh bangsa.[1] Dalam cerita tentang Yohanes Pembaptis, Injil Lukas juga mengutip dari Yesaya 40:3-5 yang menyatakan bahwa keselamatan ditawarkan kepada semua bangsa (Lukas 3:4-6). Lukas pun menggambarkan peta pelayanan Yesus yang tidak hanya meliputi daerah Palestina. Tirus dan Sidon, kota-kota yang bukan milik orang Yahudi (Lukas 6:17) juga menjadi sasaran pelayanan Yesus.[1]

  • Sahabat Bagi Orang Miskin
Yesus menyembuhkan seorang buta dekat Yerikho

Penulis Injil Lukas hidup pada masa ketika orang banyak pada umumnya menganggap hina orang-orang miskin.[8] Pandangan yang muncul pada waktu itu adalah orang yang miskin berarti tidak berkenan pada Allah. Pandangan seperti inilah yang ditolak oleh penulis Lukas.[8] Oleh karena itu, bila dibandingkan dengan penulis-penulis Injil yang lain, penulis Lukaslah yang benyak memberikan perhatian terhadap kehidupan kaum miskin.

Istilah ptokhos dalam bahasa Yunani yang berarti miskin banyak digunakan dalam Injil Lukas sedangkan bahasa Ibraninya adalah ani yang artinya orang-orang yang miskin dalam hal materi. Dalam Injil Lukas, istilah ptokhos dapat dijumpai pada Lukas 4:18-19; 7:22; 23; 14:13-21; 20:22-23. Pada perikop-perikop ini orang-orang miskin yang dimaksud adalah mereka yang tertindas, lumpuh, buta, kusta dan cacat. Dengan demikian, menjadi jelas bahwa orang-orang miskin dalam Lukas adalah orang-orang yang miskin materi sehingga dijauhi dan dipinggirkan oleh masyarakat.[7]

Namun, walaupun perhatian Yesus terhadap orang miskin sangat besar ia tidak bermaksud mendorong orang-orang miskin untuk melakukan gerakan revolusioner. Yesus hanya menunjukkan bela rasa terhadap kelompok yang dikucilkan masyarakat ini melalui karya-karya pelayanannya seperti menyembuhkan orang-orang buta, lumpuh, kusta, tulis, bahkan membangkitkan orang mati. Semua itu dilakukannya agar orang-orang dapat terbebas dari segala hambatan sehingga mendapatkan masa depan yang lebih baik.[7]


Perempuan berdosa sedang mengurapi kaki Yesus
  • Sahabat Bagi Kaum Perempuan

Dalam dunia Yahudi, perempuan tidak dihargai dan dianggap sebagai kaum yang rendah martabatnya. Perempuan juga dipandang tak ada bedanya dengan barang yang dapat dimiliki atau dibuang. Berbeda dengan orang-orang Yahudi kebanyakan, Yesus sebagai orang Yahudi justru tidak berpandangan demikian.[7]

Injil Lukas memperlihatkan keakraban Yesus dengan kaum perempuan sebagai sahabat. Ia digambarkan sangat menghargai harkat dan martabat mereka sebagai manusia.[7] Dalam Injil Lukas dapat dijumpai beberapa sosok perempuan seperti Elisabet, Maria dan Marta, Maria Magdalena, dan perempuan janda yang berasal dari Nain.[8]

Potret perempuan yang sangat menonjol dalam Injil Lukas sudah terlihat sejak awal Injil ini ditulis. Elisabet dan Maria digambarkan sebagai dua orang perempuan yang dipakai Allah terkait rencana-Nya untuk menyelamatkan dunia.[7] Dalam pelayanan-Nya, Yesus pun melakukan berbagai mujizat terhadap beberapa perempuan seperti menyembuhkan mertua Petrus yang sedang sakit keras dan perempuan yang selama delapan belas tahun kerasukan roh, membangkitkan anak perempuan janda di Nain, memberi diri-Nya disentuh perempuan yang sedang mengalami pendarahan.[7] Perempuan tidak sekadar tampil sebagai kaum yang dibela tetapi juga sebagai kaum yang ikut terlibat dalam pelayanan Yesus. Lukas melaporkan ada sejumlah perempuan yang menjadi murid Yesus.[7]


  • Sahabat bagi Pemungut Cukai dan Orang Berdosa
Gambar Zakheus si pemungut cukai oleh Niels Larsen Stevns

Meskipun kekuasaan pusat ada pada pemerintah Romawi akan tetapi pada pelaksanaan tugas ada pendelegasian tugas dan wewenang kepada alat-alat pemerintahan.[9] Untuk mengurusi bidang keuangan diberikan kekuasaan kepada orang-orang Yahudi untuk menarik pajak. Agar dapat menjadi pemungut cukai, seseorang harus membayar sejumlah besar uang yang diambil dari pajak bangsa Israel kepada pemerintah Romawi.[9] Walaupun sudah ada tarif pajak yang ditetapkan tetapi tanpa pengawasan yang ketat mudah saja bagi para pemungut cukai untuk menarik uang dari rakyat lebih banyak dari yang seharusnya diberikan.[9]

Itulah sebabnya, pemungut cukai menjadi kelompok yang tidak disukai dan dibenci oleh orang-orang Yahudi. Rakyat menyamakan mereka dengan orang-orang berdosa dan tidak mengenal Allah. Akan tetapi, kelompok inilah yang justru mendapat perhatian dalam Injil Lukas.[7] Injil ini mencatat tentang Yesus yang mau makan bersama-sama dengan para pemungut cukai dan orang berdosa (Lukas 5:27-32). Hal ini membuat Yesus dikecam sebagai seorang peminum dan pelahap sahabat pemungut cukai dan orang berdosa (Lukas 7:34).[7] Namun, dalam pandangan Yesus seorang pemungut cukai lebih berkenan di hadapan Allah daripada orang Farisi (Lukas 18:9-14).[9]

Gelar-gelar Yesus[sunting | sunting sumber]

  • Yesus sebagai Nabi
Kisah Perjalanan ke Emaus berdasarkan Lukas 24:13-32, karya Joseph von Führich, 1830.

Dalam Injil Lukas paling tidak kita dapat menemukan ada dua puluh tujuh kali kata nabi (profetes) disebutkan.[2] Beberapa ayat secara eksplisit memperlihatkan kenabian Yesus.[2] Lukas 4:22 menceritakan tentang Yesus yang dilukiskan sebagai seorang nabi pada waktu Ia membaca sebuah gulungan kitab di salah satu rumah ibadah di Nazareth.[2] Lukas 9:7-8 menyatakan bahwa Herodes banyak mendengar cerita dari orang-orang yang menyebut Yesus sebagai Yohanes Pembaptis atau nabi Elia atau salah satu dari antara para nabi dulu yang telah bangkit.[2] Dari Lukas 24:19 ditemukan lagi sebuah pernyataan tentang Yesus sebagai nabi dari mulut salah satu murid Yesus ketika sedang berada dalam perjalanan ke Emaus.[2] Dengan demikian dapat dikatakan bahwa gambaran Yesus sebagai seorang nabi sejak masa pelayanan hingga setelah kematian-Nya merupakan salah satu pokok yang hendak ditekankan dalam Injil Lukas.[2]

  • Anak Allah

Gelar Yesus sebagai sebagai Anak Allah muncul dua puluh lima kali dalam Injil Lukas.[7] Gelar ini bahkan telah diperkenalkan dimulai dari kisah pemberitahuan tentang kelahiran seorang anak laki-laki yang disampaikan malaikat Gabriel kepada Maria.[2] Allah sendiri mengakui Yesus sebagai anak-Nya (Lukas 9:35).[2] Tidak hanya Allah, bahkan setan pun mengakui Yesus sebagai anak Allah ketika ia menyembuhkan orang-orang yang sakit (Lukas 4:41).[2] Tampaknya pemberian gelar Anak Allah dari penulis Injil Lukas terutama untuk menunjukkan bahwa Allah sendiri yang menyatakan diri-Nya kepada manusia melalui setiap karya yang Yesus lakukan.[2]

  • Anak Daud

Penyebutan Yesus sebagai Anak Daud dalam Injil ini hanya tiga kali yaitu dua kali saat Bartimeus meminta Yesus mencelikkan matanya (Lukas 18:38-39) dan satu kali saat Yesus bertanya pada ahli Taurat (Lukas 20:41-44). Dengan gelar Anak Daud, penulis hendak menegaskan bahwa Yesus adalah seorang yang berasal dari keturunan Daud.[2] Ini sekaligus menyatakan bahwa Yesuslah Sang Mesias yang selama ini dinantikan oleh umat Israel, seperti telah dinubuatkan para nabi.[2]

  • Kristus (Mesias)

Gelar 'Kristus' yang dikenakan pada Yesus jarang digunakan oleh Lukas.[2] Kata 'Kristus' berasal dari bahasa Ibrani mashiah yang artinya 'diurapi' dan biasanya ditujukan pada orang yang diutus Allah untuk mengemban tugas tertentu. Kata ini dapat digunakan kepada seorang raja, imam, nabi, dan pahlawan.[7] Bagi penulis Lukas, Yesus sebagai mesias berarti sosok orang yang diperlengkapi dan diutus Allah untuk menderita.[2]

  • Tuhan

Gelar "Tuhan" kepada Yesus adalah gelar yang paling banya dijumpai dalam Injil Lukas (ada 103 kali penulis Injil Lukas memakai gelar ini).[2] Kata "Tuhan" sendiri yang dalam bahasa Yunani yakni Kurios mempunyai banyak arti.[2] Kurios bisa menjadi sebutan yang ditujukan pada pemilik sesuatu misalnya pemilik kebun anggur atau sebagai sebutan dari seorang hamba kepada tuannya, atau sebutan kepada orang yang dihormati.[2]

Di samping itu, gelar ini pun dipakai oleh orang-orang Yunani untuk menyebut ilah-ilah mereka sementara orang-orang Kristen memakai kata yang sama untuk menyapa Allah.[7] Pemberian gelar "Tuhan" kepada Yesus berarti Yesus menempati posisi yang amat tinggi dan terhormat di samping Allah.[2] Gelar Kurios tidak hanya ditujukan pada Yesus tetapi juga pada Allah sehingga untuk menentukan apakah yang dimaksud adalah Allah atau Yesus, pembaca harus memperhatikan konteks.[2]

Gambaran Para Murid[sunting | sunting sumber]

Dalam menggambarkan mengenai murid-murid Yesus, Lukas begitu berbeda dengan Injil yang lain.[7] Bila dalam Injil Markus murid-murid digambarkan sebagai orang-orang yang degil hatinya dan sulit sekali memahami maksud perumpamaan Yesus, Lukas justru sebaliknya.[7] Selain itu, para murid juga dikenal sebagai murid-murid yang tetap menjaga kesetiaan pada Yesus bahkan hingga saat Yesus disalibkan.[7] Perbedaan-perbedaan tersebut dilakukan agar dapat memberi gambaran mengenai model kemuridan yang ada dalam komunitasnya.[7]

Daftar Isi[sunting | sunting sumber]

Kelahiran

Masa Bayi Yesus

Masa Kanak-kanak Yesus

Permulaan Pelayanan Yesus Kristus

Pelayanan Kristus di Daerah Galilea

Mujizat-mujizat yang Dilakukan oleh Tuhan Yesus

  • Yesus Menenangkan Badai (Lukas 8:22-25; Markus 4:35-41, Matius 8:18; 23-27)
  • Yesus Menyembuhkan Orang-orang Gadara yang Kerasukan (Lukas 8:26-40; Markus 5:1-21, Matius 8:28-34)
  • Yesus Membangkitkan Puteri Yairus dan Menyembuhkan Seorang Perempuan yang Sakit Pendarahan (Lukas 8:41-56; Markus 5:22-43, Matius 9:18-26)
  • Pelayanan Pengabaran Injil dari Kedua Belas Rasul (Lukas 9:1-6; Matius 10:1,10:5-11:1, Markus 6:7-13)
  • Yohanes Pembaptis Dibunuh (Lukas 9:7-9; Markus 6:14-29, Matius 14:1-12)
  • Kedua-belas Murid yang Kembali dari Perjalanan Penginjilan (Lukas 9:10-11; Markus 6:30-34, Matius 14:13-14, Yohanes 6:1-2)
  • Yesus Memberi Makan 5000 Orang (Lukas 9:12-17; Markus 6:35-44, Matius 14:15-21, Yohanes 6:3-14)
  • Petrus Mengakui Yesus adalah Mesias (Lukas 9:18-21; Matius 16:13-20, Markus 8:27-30)
  • Pemberitahuan Pertama tentang Penderitaan Yesus dan Syarat-syarat Mengikuti Dia (Lukas 9:22-27; Markus 8:31-9:1, Matius 16:21-28)
  • Yesus Dimuliakan di atas Gunung (Lukas 9:28-36; Matius 17:1-13, Markus 9:2-13)
  • Yesus Mengusir Roh dari Seorang Anak yang Bisu (Lukas 9:37-43; Markus 9:14-29, Matius 17:14-21)
  • Pemberitahuan Kedua tentang Penderitaan Yesus (Lukas 9:43-45, Markus 9:30-33a, Matius 17:22-23)
  • Pengajaran tentang Kerendahan Hati (Lukas 9:46-50; Markus 9:33b-41, Matius 18:1-6)

Pelayanan Kristus di Yudea

  • Perjalanan Melalui Samaria (Lukas 9:51-56)
  • Harga Mengikuti Yesus (Lukas 9:57-62, Matius 8:19-22)
  • Penginjilan oleh Ketujuh-puluh Murid (Lukas 10:1-16)
  • Kembalinya Ketujuh-puluh Murid dari Penginjilan (Lukas 10:17-24)
  • Perumpamaan Orang Samaria yang Baik Hati (Lukas 10:25-37)
  • Yesus Mengunjungi Marta dan Maria (Lukas 10:38-42)
  • Pengajaran tentang Doa (Lukas 11:1-13)
  • Dosa Menghujat Roh Kudus (Lukas 11:14-28, Matius 12:43-45)
  • Permintaan Mengenai Tanda, Pengajaran Mengenai Tanda Yunus (Lukas 11:29-32)
  • Perumpamaan Tentang Pelita yang Menyala (Lukas 11:33-36)
  • Mengecam Orang Farisi (Lukas 11:37-44)
  • Peringatan tentang Kemunafikan (Lukas 11:45-12:12)
  • Peringatan Tentang Ketamakan (Lukas 12:13-34)
  • Berwaspada Saat Menunggu Kedatangan Kristus Yang Kedua-kali (Lukas 12:35-59)
  • Pengajaran tentang Pertobatan (Lukas 13:1-9)
  • Penyembuhan Perempuan yang Bungkuk pada Hari Sabat (Lukas 13:10-17)

Perumpamaan tentang Kerajaan Allah

  • Perumpamaan Biji Sesawi (Lukas 13:18-19)
  • Perumpamaan tentang Ragi (Lukas 13:20-21)
  • Jalan Sempit ke Sorga (Lukas 13:22-30)
  • Yesus Memberitahukan KesengsaraanNya untuk Ketiga-kalinya (Lukas 13:31-35)
  • Menyembuhkan Orang yang Sakit Ayan (Lukas 14:1-6)
  • Perumpamaan tentang Tamu Pesta (Lukas 14:7-15)
  • Perumpamaan tentang Pesta Agung (Lukas 14:16-24)
  • Harga Mengikuti Yesus (Lukas 14:25-27)
  • Perumpamaan tentang Menara (Lukas 14:28-30)
  • Perumpamaan tentang Raja yang Mau Maju Berperang (Lukas 14:31-33)
  • Perumpamaan tentang Garam yang Tawar (Lukas 14:34-35)
  • Perumpamaan tentang Domba yang Hilang (Lukas 15:1-7)
  • Perumpamaan tentang Uang yang Hilang (Lukas 15:8-10)
  • Perumpamaan tentang Anak yang Hilang (Lukas 15:11-32)
  • Perumpamaan tentang Manager yang Kehilangan Pekerjaan (Lukas 16:1-13)
  • Peringatan tentang Ketamakan (Lukas 16:14-18)
  • Orang Kaya dan Lazarus (Lukas 16:19-31)
  • Instruksi tentang Pengampunan dan Pelayanan (Lukas 17:1-10)
  • Yesus Menyembuhan 10 Orang Kusta (Lukas 17:11-19)
  • Tanda-tanda Akhir Zaman (Lukas 17:20-37)
  • Perumpamaan tentang Janda yang Gigih (Lukas 18:1-8)
  • Perumpamaan Tentang Farisi dan Pemungut Cukai (Lukas 18:9-14)
  • Yesus dan Anak-anak (Lukas 18:15-17; Markus 10:13-16, Matius 19:13-15)
  • Orang Muda yang Kaya (Lukas 18:18-30; Matius 19:16-20:16, Markus 10:17-31)
  • Pemberitahuan yang ke 4 Mengenai Kesengsaraan Yesus (Lukas 18:31-34; Markus 10:32-34, Matius 20:17-19)
  • Menyembuhkan si Buta Bartimeus (Lukas 18:35-43; Markus 10:46-52, Matius 20:29-34)
  • Pertobatan Zakheus (Lukas 19:1-10)
  • Perumpamaan tentang Mata Uang (Lukas 19:11-28)

Kesengsaraan Kristus

  • Yesus dielu-elukan di Yerusalem (Lukas 19:29-40, Markus 11:1-10, Matius 21:1-9, Yohanes 12:12-19)
  • Keluhan Mengenai Yerusalem (Lukas 19:41-44)
  • Yesus Menyucikan Bait Allah (Lukas 19:45-48; Markus 11:15-18, Matius 21:12-13)
  • Pertanyaan Mengenai Kuasa Yesus (Lukas 20:1-8; Matius 21:23-27, Markus 11:27-33)
  • Perumpamaan tentang Penyewa Kebun yang Jahat (Lukas 20:9-19; Matius 21:33-46, Markus 12:1-12)
  • Yesus Ditanya Mengenai Pembayaran Pajak pada Kaisar (Lukas 20:20-26; Matius 22:15-22, Markus 12:13-17)
  • Yesus Ditanyai Mengenai Kebangkitan Orang Mati (Lukas 20:27-40, Matius 22:23-33, Markus 12:18-27)
  • Pertanyaan Yesus Tidak Dapat Dijawab oleh Orang Farisi (Lukas 20:41-44; Matius 22:41-46, Markus 12:35-37)
  • Yesus Mengecam Ahli-ahli Taurat dan Orang-orang Farisi (Lukas 20:45-47; Matius 23:1-39, Markus 12:38-40)
  • Persembahan Seorang Janda Miskin dari Semua Uang yang Ia Miliki (Lukas 21:1-4; Markus 12:41-44)
  • Khotbah Yesus tentang Akhir Zaman (Lukas 21:5-38; Matius 24:1-25, Markus 13:1-37)
  • Untuk Kelima-kalinya Yesus Memberitahukan KesengsaraanNya (Lukas 22:1-2; Matius 26:1-5, Markus 14:1-2)
  • Yudas Iskariot Mengkhianati Yesus (Lukas 22:3-6, Matius 26:14-16, Markus 14:10-11)
  • Perjamuan Malam Terakhir (Lukas 22:7-18, Matius 26:17-20, Markus 14:12-17)
  • Penetapan Perjamuan Kudus (Lukas 22:19-20; Matius 26:26-29, Markus 14:22-25, 1 Korintus 11:23-25)
  • Yesus Memberitahukan Siapa yang Akan Mengkhianati Dia (Lukas 22:21-23; Yohanes 13:21-35, Matius 26:21-25, Markus 14:18-21)
  • Yesus Menegur Ambisi Murid-muridNya yang Mementingkan Diri (Lukas 22:24-30)
  • Yesus Memberitahukan bahwa Petrus akan menyangkal Yesus (Lukas 22:31-38, Matius 26:31-35, Markus 14:27-31, Yohanes 13:36-38)
  • Di Taman Getsemani (Lukas 22:39-46, Matius 26:30,36-46, Markus 14:26, 32-42, Yohanes 18:1)
  • Pengkhianatan dan Penangkapan (Lukas 22:47-53, Matius 26:47-56, Markus 14:43-52, Yohanes 18:2-12)
  • Yesus Diadili oleh Kayafas dan Penyangkalan Petrus (Lukas 22:54-62, Matius 26:57-58, 69-75, Markus 14:53-54, 66-72, Yohanes 18:15-18, 25-27)
  • Yesus Diadili oleh Mahkamah Agama (Lukas 22:63-71; Matius 26:59-68, Markus 14:55-65)
  • Yesus diadili oleh Pilatus (Lukas 23:1-5; Yohanes 18:28-38, Matius 27:1-2, 11-14, Markus 15:1-5)
  • Diadili oleh Herodes Antipas (Lukas 23:6-12)
  • Yesus Diadili Lagi oleh Pilatus (Lukas 23:13-25, Matius 27:15-26, Markus 15:6-15, Yohanes 18:39-40)
  • Jalan Kesengsaraan (Lukas 23:26-33, Matius 27:31-34, Markus 15:20-23, Yohanes 19:16-17)
  • Yesus Disalib
    • Tiga Jam Pertama (Lukas 23:33-43, Matius 27:35-44, Markus 15:24-32, Yohanes 19:18-27)
    • Tiga Jam Kedua (Lukas 23:44-46, Markus 15:33-37, Matius 27:45-50, Yohanes 19:28-30)
  • Hal-hal yang Segera Terjadi Setelah Yesus Mati (Lukas 23:45-49; Matius 27:51-56, Markus 15:38-41)
  • Yesus Dikubur (Lukas 23:50-56; Yohanes 19:31-42, Matius 27:57-61, Markus 15:42-47)

Kebangkitan Yesus

  • Wanita-wanita Mengunjungi Kubur Yesus yang kosong (Lukas 24:1-3, Markus 16:2-4, Yohanes 20:2)
  • Para Malaikat Menampakkan Diri (Lukas 24:4-8; Matius 28:5-7, Markus 16:5-7)
  • Laporan dari Wanita-wanita (Lukas 24:8-11)
  • Petrus dan Yohanes ke kubur (Lukas 24:12, Yohanes 20:3-10)
  • Yesus Menampakkan Diri kepada Murid-murid yang Sedang Menuju ke Emaus pada Petang Hari di Minggu Paskah (Lukas 24:13-32, Markus 16:12)
  • Yesus Menampakkan Diri kepada Petrus pada Minggu Paskah (Lukas 24:33-35, Markus 16:13, 1 Korintus 15:5)
  • Yesus Menampakkan Diri Kepada Sebelas Murid tanpa Tomas di Yerusalem pada Petang Minggu Paskah (Lukas 24:36-49, Markus 16:14-18, Yohanes 20:19-25)
  • Yesus Menampakkan Diri Kepada Sebelas Rasul di Gunung Zaitun pada Hari Ke Empat Puluh Setelah Paskah (Kisah Para Rasul 1:3-8, Lukas 24:50)
  • Kenaikan Yesus Ke Sorga (Lukas 24:51-53; Kisah Para Para Rasul 1:9-12, Markus 16:19-20)

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Injil Lukas
Didahului oleh:
Injil Markus
Perjanjian Baru
Alkitab
Diteruskan oleh:
Injil Yohanes

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u {id} Samuel Benyamin Hakh. 2010. Perjanjian Baru:Sejarah, Pengantar dan Pokok-pokok Teologisnya. Bandung : Bina Media Informasi. Hlm.268, 291-294.
  2. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z {id} Bambang Subandrijo. 2010. Menyingkap Pesan-pesan Perjanjian Baru 1. Bandung : Bina Media Informasi. Hlm.103,120-128.
  3. ^ a b c d {id} S. Wismoady Wahono. 1986. Di sini Kutemukan. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 376.
  4. ^ Lukas 21:24
  5. ^ The Nelson Study Bible. Thomas Nelson, Inc. 1997
  6. ^ a b {id} John Drane. 1996. Memahami Perjanjian Baru. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm.213.
  7. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t {id} Samuel Benyamin Hakh. 2007. Pemberitaan tentang Yesus menurut Injil-injil Sinoptik. Bandung: Jurnal Info Media. Hlm.53, 57, 119, 121, 126-127.
  8. ^ a b c {id} C.Groenen. 1973. Mengantar "Berita untuk Manusia". Ende: Nusa Indah. Hlm.78.
  9. ^ a b c d {id} R.Soedarmo. 2008. Makna Ungkapan-ungkapan Asing dalam Alkitab. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm.33-34.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]