Matius 5

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
pasal 4       Matius 5       pasal 6
Injil Matius 5-6 TL

Halaman yang memuat Injil Matius pasal 5 dan 6 dalam versi Terjemahan Lama
Kitab: Injil Matius
Bagian Alkitab: Perjanjian Baru
Kitab ke- 1
Kategori: Injil

Matius 5 (disingkat Mat 5) adalah bagian Injil Matius pada Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen, menurut catatan Matius, salah seorang dari keduabelas Rasul pertama Yesus Kristus.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Codex Sinaiticus (~330-360 M), Matius 4:19-5:22
Codex Sinaiticus (~330-360 M), Matius 5:22-6:4

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Ayat 3-12[sunting | sunting sumber]

Perkataan Yesus Kristus sebagai bagian khotbah di bukit diawali dengan "Beatitudes" (=ucapan bahagia). Ada 8 ucapan bahagia untuk umum:

  • 5:3  Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
  • 5:4  Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
  • 5:5  Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
  • 5:6  Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
  • 5:7  Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
  • 5:8  Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
  • 5:9  Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
  • 5:10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Satu yang khusus untuk pendengar:

  • 5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
  • 5:12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.

Ayat 13[sunting | sunting sumber]

[Yesus berkata:] "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang."[4]

Sebagaimana garam diperlukan untuk melezatkan dan mencegah makanan dari pembusukan, demikian pula orang percaya dan gereja harus merupakan teladan yang saleh di dalam dunia dan harus melawan kebobrokan moral dan kecurangan yang nyata dalam masyarakat.

  • 1) Gereja yang menjadi suam, yang memadamkan kuasa Roh Kudus dan tidak lagi melawan suasana yang kini meliputi dunia akan "dimuntahkan" oleh Allah (lihat Wahyu 3:15-16).
  • 2) Sebagai akibatnya mereka akan "dibuang dan diinjak orang"; yaitu, orang percaya yang suam, bersama keluarga mereka, akan dihancurkan oleh cara hidup dan nilai-nilai masyarakat yang tidak beriman (Ulangan 28:13,43,48; Hak 2:20-22).[5]

Ayat 14[sunting | sunting sumber]

[Yesus berkata:] "Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi."[6]

Ayat 17[sunting | sunting sumber]

[Yesus berkata:] "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya ."[7]

Ayat 18[sunting | sunting sumber]

[Yesus berkata:] "Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi."[8]

Ayat 18 Bahasa Yunani[sunting | sunting sumber]

Textus Receptus

αμην γαρ λεγω υμιν εως αν παρελθη ο ουρανος και η γη ιωτα εν η μια κεραια ου μη παρελθη απο του νομου εως αν παντα γενηται

Ayat 18 Catatan[sunting | sunting sumber]

Huruf Ibrani Yod maupun persamaannya, huruf Yunani iota, merupakan huruf berukuran terkecil di antara huruf-huruf dalam bahasa-bahasa tersebut. Kata "titik" diterjemahkan dari kata bahasa Yunani: κεραία, keraia, yang arti harfiahnya "tanduk kecil", dengan makna seperti tanda kutip tunggal (apostrof), atau coretan kecil yang membedakan satu huruf dengan yang lain (misalnya tanda titik di atas huruf "i" kecil). Di sini Yesus Kristus menekankan betapa pentingnya untuk memperhatikan bagian terkecil sekalipun dari Taurat.[9]

Sebelum semuanya terjadi[sunting | sunting sumber]

Ada pendapat yang menggunakan ayat ini untuk menyatakan bahwa Taurat itu berlaku selamanya, bahkan satu iota (satu titik) pun tidak ditiadakan. Namun, pendapat ini mengabaikan frasa yang juga terdapat pada ayat itu, yaitu frasa "sebelum semuanya terjadi". Padahal frasa inilah kunci dalam memahami ayat tersebut. Yang menjadi fokus sebenarnya adalah berhubungan dengan hal-hal yang akan segera digenapi Yesus Kristus dalam pelayanan-Nya di dunia ini; untuk itulah Ia berkata "satu iota-pun tidak akan dibatalkan sebelum semuanya terjadi". Maksud dari "semuanya terjadi" ini adalah berkaitan dengan hal-hal yang akan segera digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus, yaitu kematian-Nya dan kebangkitanNya yang dengan sendirinya akan menggenapi Hukum Taurat. Frasa "semuanya terjadi" dalam bahasa Yunani adalah: "γενηται - genêtai", yang berasal dari kata "γινομαι - ginomai". Kata ini sering dipakai dalam Injil Matius untuk sesuatu yang terjadi sebagai penggenapan nubuat (bandingkan dengan Matius 1:22; 21:4; 24:6; 26:54, 56).[10]

Ayat 29[sunting | sunting sumber]

[Yesus berkata:] "Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka."[11]

Ayat 44[sunting | sunting sumber]

[Yesus berkata:] "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu."[12]

Ayat 48[sunting | sunting sumber]

[Yesus berkata:] "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."[13]

Kata "sempurna" diterjemahkan dari bahasa Yunani τέλειος (teleios) yang dapat bermakna "lengkap; tuntas; selesai; matang/dewasa; sempurna".

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN:9789794159219.
  2. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN:9794159050.
  3. ^ Matius 5:1
  4. ^ Matius 5:13
  5. ^ The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  6. ^ Matius 5:14
  7. ^ Matius 5:17
  8. ^ Matius 5:18
  9. ^ Jamieson-Fausset-Brown Bible Commentary
  10. ^ Satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan
  11. ^ Matius 5:29
  12. ^ Matius 5:44
  13. ^ Matius 5:48

Pranala luar[sunting | sunting sumber]