Yudas Iskariot

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Ciuman Yudas, lukisan oleh Giotto di Bondone.

Yudas Iskariot (mati ~2933, Ibrani יהודה איש־קריות Yəhûḏāh ʾΚ-qəriyyôṯ), anak Simon Iskariot (Yohanes 6:71), dia juga termasuk salah seorang dari dua belas rasul yang dipilih oleh Yesus Kristus, dan dia bertugas sebagai bendahara (Yohanes 12:6, Yohanes 13:29). Yudas Iskariot dikenal di kalangan orang Kristen maupun orang Islam.

Menurut tradisi Kristen[sunting | sunting sumber]

Di kalangan orang Kristen, nama Yudas Iskariot sudah tidak asing lagi. Dia dianggap sebagai pengkhianat karena telah menyerahkan Yesus Kristus kepada imam-imam kepala dengan harga 30 keping perak (Matius 26:14-15). Matius 27:5 mencatat bahwa Yudas melemparkan uang perak yang diterimanya ke dalam Bait Suci, lalu pergi menggantung diri, dan kemudian oleh Imam-Imam uang tersebut dibelikan sebidang tanah, yang disebut Tanah Tukang Periuk, sebagai tempat pekuburan orang asing. Dalam Kisah Para Rasul 1:18 kemudian diceritakan bahwa Yudas Iskariot telah membeli sebidang tanah sebelum ia akhirnya "jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar" -- tanah tersebut pada akhirnya dinamai Tanah Darah, atau Hakal-Dama.

Dalam suatu pemilihan yang diadakan oleh para murid, posisi Yudas akhirnya digantikan oleh Matias setelah kesebelas murid membuang undi untuk menentukan siapa orang ke-12 yang akan menggantikannya (Kisah Para Rasul 1:26).


Menurut Tradisi Islam[sunting | sunting sumber]

Menurut Islam, Isa A.S. (Jesus PBUH) tidak dibunuh atau disalib, melainkan Yudas Iskariot yang wajah diserupakan seperti Isa, kemudian disalib oleh orang-orang Yahudi. Sementara menurut Kristen, Isa Almasih dibunuh dan disalibkan, sedangkan Yudas Iskariot adalah murid Isa Almasih yang mati karena bunuh diri dengan cara gantung diri.

Referensi[sunting | sunting sumber]