Keduabelas Rasul

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Keduabelas Rasul (Bahasa Yunani: Ἀπόστολος, apostolos) adalah orang-orang yang, menurut Injil-Injil Sinoptik dan tradisi-tradisi Kristiani, dipilih dari antara murid-murid Yesus untuk suatu misi. Menurut Bauer lexicon, Kamus Alkitab Perjanjian Baru Yunani-Inggris Walter Bauer: "...Yudaisme mempunyai jabatan yang dikenal sebagai rasul (שליח)".

Injil Markus menyebutkan bahwa Yesus pertama-tama mengutus keduabelas orang tersebut pergi berdua-dua (Markus 6:7-13, bdk. Matius 10:5-42, Lukas 9:1-6), ke kota-kota di Galilea. Menurut Injil, awalnya mereka ditugasi menyembuhkan orang sakit, dan mengusir roh-roh jahat, serta dalam Injil Matius membangkitkan orang mati, namun menurut beberapa sarjana "membangkitkan orang mati" adalah metafora dari menyembuhkan orang-orang yang sakit secara siritual dan dengan demikian menyingkirkan perilaku yang buruk. Mereka juga diperintahkan untuk: "jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju." Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima mereka, maka mereka harus keluar dari situ dan mengebaskan debu dari kaki mereka, suatu sikap yang dianggap beberapa sarjana sebagai tindakan merendahkan (Miller 26). Membawa tongkat (Matius dan Lukas menulis bahkan sebatang tongkat pun jangan) kadang-kadang dijadikan alasan mengapa para uskup menggunakan tongkat jabatan, dalam denominasi-denominasi yang melestarikan suksesi apostolik.

Selanjutnya dalam narasi-narasi Injil, kedua belas rasul dikisahkan diutus untuk mewartakan Injil ke seluruh dunia, tanpa membeda-bedakan apakah orang Yahudi ataukah bangsa-bangsa lain. Meskipun para rasul digambarkan sebagai orang-orang Yahudi Galilea, dan 10 dari nama-nama mereka berasal dari Bahasa Aram, namun 4 nama lain yang berasal dari Bahasa Yunani[1] menunjukkan latar belakang mereka yang lebih metropolis. Bahwasanya kedua belas rasul dan orang-orang terdekat Yesus semuanya adalah orang-orang Kristiani Yahudi dengan jelas ditunjukkan dalam pernyataan Yesus bahwa misinya ditujukan bagi orang-orang yang berasal dari rumah Israel (Matius 15:24) dan dengan fakta bahwa sesudah kematian Yesus barulah para rasul sepakat dengan Paulus bahwa ajaran Injil oleh diberitakan pula kepada bangsa-bangsa lain yang tak bersunat (Kisah Para Rasul 1:4-8, 10:1-11:18, 15:1-31, Galatia 2:7-9).

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Kata rasul berasal dari Bahasa Arab yang artinya utusan, kata rasul digunakan dalam Alkitab Bahasa Indonesia sebagai padanan kata ἀπόστολος (apostolos) dari Bahasa Yunani.

Keduabelas Rasul[sunting | sunting sumber]

Lukisan James Tissot, Amanat Bagi Para Rasul.

Menurut tradisi, Keduabelas Rasul terdiri atas Petrus (yang menurut beberapa denominasi adalah "Ketua Para Rasul"),[2] Andreas, Yakobus Besar, Yakobus Kecil, Yohanes, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Tadeus, Simon, dan Yudas Iskariot. Setelah mengkhianati Yesus, Yudas mati bunuh diri.[3] Setelah kematian Yudas, Matias menjadi salah satu dari Keduabelas Rasul. Dalam Injil-Injil sinoptik, Markus merinci nama-nama Keduabelas Rasul, Matius mengikuti daftar Markus, dan Lukas mengganti Tadeus dalam daftar Markus dengan Yudas. Yohanes mencatat Keduabelas Rasul tanpa merinci semua nama mereka, dia menambahkan Natanael, dan menggunakan istilah "Murid yang dikasihi" (agaknya untuk menyebut Yohanes). Dipilihnya duabelas orang sebagai murid terdekat dengan Yesus itu mungkin sekali ada sangkut-pautnya dengan Duabelas Suku Israel. Dalam Injil-Injil sinoptik, Yesus memilih Petrus, Yakobus, dan Yohanes untuk menjadi saksi mata ketika Dia berubah wujud dan untuk menemaninya tatkala berdoa di Getsemani. Dalam Injil Markus, Keduabelas Rasul ini dikisahkan bebal, lamban memahami makna penting dari mukjizat-mukjizat dan perumpamaan-perumpamaan Jesus.[4] Kitab Kisah Para Rasul mencatat sepak-terjang mereka pada tahun-tahun sesudah Yesus disalibkan.

Dalam Injil Yohanes[sunting | sunting sumber]

Injil Yohanes, tidak seperti ketiga Injil lainnya, tidak menyajikan suatu daftar formal dari para rasul, akan tetapi menyebut jumlah mereka yakni Dua Belas dalam Yohanes 6:67, 6:70, dan 6:71. Hanya sepuluh orang rasul yang disebutkan namanya, yakni:

  • Petrus
  • Andreas (diidentifikasi sebagai saudara dari Petrus)
  • Anak-anak Zebedeus (bentuk jamak berarti sekurang-kurangnya ada dua Rasul)
  • Filipus
  • Natanael
  • Tomas (yang disebut pula Didimus) (Yohanes 11:16, 20:24, 21:2))
  • Yudas Iskariot
  • Yudas (yang bukan Iskariot) (Yohanes 14:22)

Tokoh yang bernama Natanael dalam Injil Yohanes secara tradisional diidentifikasi sebagai orang yang sama dengan tokoh yang oleh Injil-Injil Sinoptik disebut Bartolomeus, dan banyak orang sepakat bahwa anak-anak Zebedeus adalah sebutan bagi Yakobus dan Yohanes, sedangkan Yudas (yang bukan Iskariot) adalah sebutan bagi Tadeus, yang dikenal pula sebagai Santo Yudas. Nama-nama yang tidak terdapat dalam Injil Yohanes adalah Yakobus anak Alfeus, Matius, dan Simon orang Kanaan/Zelot. Yakobus yang Adil, menurut Kitab Kisah Para Rasul, adalah pemimpin Gereja Yerusalem, dan Injil Matius merupakan Injil yang paling bercorak Yahudi dari semua Injil, dan boleh jadi penulis Injil Yohanes sengaja tidak mencantumkan nama kedua tokoh tersebut sebagai bentuk penentangannya terhadap Kekristenan Yahudi. Pada abad ke-2, adanya dua nama Simon dalam daftar Injil-Injil Sinoptik memberi peluang untuk menganggap Simon Magus adalah salah satu dari kedua Simon tersebut, dan oleh karena itu adalah salah satu dari kedua belas Rasul; dan mungkin saja karena alasan ini maka Injil Yohanes tidak mencantumkan nama Simon yang lain itu. Simon yang kedua itu mungkin pula adalah Simeon dari Yerusalem, pemimpin Gereja Yerusalem yang kedua, sesudah Yakobus.

Dalam Injil-Injil sinoptik[sunting | sunting sumber]

Menurut daftar yang terdapat dalam Injil-Injil Sinoptik (Matius 10:1-4, Markus 3:13-19, Lukas 6:12-16) dan Kisah Para Rasul 1:13, dua belas orang dipilih oleh Yesus menjelang permulaan pelayanan-Nya dan mereka ini juga disebutNya Rasul. Urutannya dalam 4 bagian Perjanjian Baru adalah:

Dua belas Rasul Yesus Kristus
Matius 10:2-4 Markus 3:16-19 Lukas 6:14-16 Kisah Para Rasul 1:13
Simon Petrus Simon Petrus Simon Petrus Petrus
Andreas Yakobus Andreas Yohanes
Yakobus Yohanes Yakobus Yakobus
Yohanes Andreas Yohanes Andreas
Filipus Filipus Filipus Filipus
Bartolomeus Bartolomeus Bartolomeus Tomas
Tomas Matius Matius Bartolomeus
Matius Tomas Tomas Matius
Yakobus anak Alfeus Yakobus anak Alfeus Yakobus anak Alfeus Yakobus bin Alfeus
Tadeus Tadeus
Simon orang Zelot Simon orang Zelot Simon orang Zelot Simon orang Zelot
Yudas anak Yakobus Yudas bin Yakobus
Yudas Iskariot Yudas Iskariot Yudas Iskariot (diganti oleh Matias)

Catatan:

  • Setiap daftar dimulai dengan Simon Petrus dan diakhiri dengan Yudas Iskariot (kecuali di Kisah Para Rasul karena Yudas sudah mati).
  • Juga di tiap daftar, nampaknya ada pembagian 3 grup yang masing-masing terdiri dari 4 orang, meskipun urutan tidak selalu sama, di mana Petrus rupanya mengepalai grup 1, Filipus grup 2 dan Yakobus bin Alfeus grup 3.
  1. Simon: yang diberi nama Petrus (Bahasa Yunani: petros, petra; Bahasa Aram: kēfas; artinya "Batu Karang") oleh Yesus, dikenal pula dengan sebutan Simon bar Yonah (Bahasa Aram) atau Simon bin Yunus, Kefas (Bahasa Aram), dan Simon Petrus. Pekerjaannya sebelum mengikut Yesus adalah nelayan dari Betsaida "di Galilea" (Yohanes 1:44; bdk. 12:21)
  2. Andreas: saudara Simon, nelayan dari Betsaida, dan murid Yohanes Pembaptis, adalah Rasul Yang Pertama Kali Dipanggil.
  3. Yakobus dan
  4. Yohanes: anak-anak Zebedeus, yang disebut Yesus Boanerges
  5. Filipus: dari Betsaida "di Galilea" (Yohanes 1:44, 12:21)
  6. Bartolomeus: dalam Bahasa Aram "bar-Talemai", "putra Talemai" atau "orang Ptolemais". Rasul ini diidentifikasikan dengan Natanael yang disebut dalam Injil Yohanes 1:45-1:51.
  7. Matius: si pemungut cukai, dianggap sama dengan Lewi anak Alfeus
  8. Tomas: namanya berasal dari kata bahasa Aram T'oma' = kembar, juga dikenal sebagai Didimus, dan kata bahasa Yunani Didymous = kembar
  9. Yakobus anak Alfeus: umumnya dikenal sebagai Yakobus Kecil. Kadang-kadang juga dikenal sebagai Yakobus Si Orang Benar[5]
  10. Tadeus (dalam Injil Matius dan Markus) atau Yudas anak Yakobus dalam Injil Lukas dan Kisah Para Rasul. Secara tradisional disebut Santo Yudas atau Rasul Yudas. Ada manuskrip-manuskrip Injil Matius yang sebagai Lebbaeus. Ada juga beberapa manuskrip Latin dari masa selanjutnya menamakannya "Yudas orang Zelot", namun ini dianggap sebagai naskah yang keliru)
  11. Simon orang Zelot: Injil Lukas menulis "Simon yang disebut orang Zelot". Ada yang menyamakannya dengan Simeon dari Yerusalem, sementara beberapa orang lain meragukannya dengan alasan bahwa tokoh bernama Simeon disebut-sebut pada waktu kelahiran Yesus sekitar tiga puluh tahun sebelumnya, sebagai seorang pria uzur yang tak lama lagi akan meninggal dunia. [6]
  12. Yudas Iskariot: nama Iskariot dapat berarti kota-kota Yudea di Keriot atau pun berarti sikarii (para pejuang pergerakan nasional Yahudi), atau berarti Isakhar. Juga disebut (misalnya dalam Yohanes 6:71 dan 13:26) sebagai "Yudas, anak Simon". Dia digantikan sebagai rasul dalam Kitab Kisah Para Rasul oleh Matias.

Pemanggilan[sunting | sunting sumber]

Hanya Injil Matius, Markus, dan Lukas yang mencatat pemanggilan keduabelas rasul.

Yesus memanggil murid-murid yang pertama[sunting | sunting sumber]

Matius 4:18-22 dan Markus 1:16-20 menceritakan bagaimana Yesus memanggil Simon, Andreas, Yakobus, dan Yohanes.

Yesus memanggil keduabelas rasul[sunting | sunting sumber]

Matius 10:1-4, Markus 3:13-19, dan Lukas 6:12-16 menuliskan nama keduabelas rasul yang dipanggil Yesus, tanpa merinci pemanggilan masing-masing (kecuali empat yang di atas).

Penjala ikan menjadi penjala manusia[sunting | sunting sumber]

Lukas 5:1-11 menuliskan pemanggilan Simon, Yakobus, dan Yohanes setelah sebelumnya Yesus melakukan mujizat.

Lewi pemungut cukai mengikut Yesus[sunting | sunting sumber]

Markus 2:13-17 dan Lukas 5:27-32 menuliskan Lewi anak Alfeus (yang dalam Matius 9:9-13 disebut Matius) si pemungut cukai yang mengikuti panggilan Yesus.

Pengutusan[sunting | sunting sumber]

Yesus mengutus keduabelas murid[sunting | sunting sumber]

Matius 10:5-15, Markus 6:6-13, dan Lukas 9:1-6 menceritakan bagaimana Yesus mengutus keduabelas muridnya kepada orang-orang Israel untuk memberitakan bahwa "Kerajaan Sorga sudah dekat", menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, menahirkan orang kusta, dan mengusir setan. Yesus menasihati supaya mereka tidak membawa bekal apa-apa melainkan hanya menerima tumpangan orang lain. Tidak dituliskan kapan pengutusan ini berakhir.

Rasul-rasul lain[sunting | sunting sumber]

Matias[sunting | sunting sumber]

Sesudah Yudas Iskariot mengkhianati Kristus dan bunuh diri karena rasa bersalahnya sebelum kebangkitan Yesus, jumlah para rasul tinggal sebelas orang. Menurut Kisah Para Rasul 1:16–20, Petrus berkata, "Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu… Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini… Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain.'" Jadi antara kenaikan Kristus dan hari Pentakosta, para rasul yang tersisa memilih rasul yang keduabelas dengan cara membuang undi, cara tradisional Yahudi untuk mengetahui kehendak Allah. Undian tersebut jatuh pada Matias, yang kemudian menjadi yang terakhir dari Keduabelas Rasul dalam Perjanjian Baru.

Ayat ini adalah salah satu di antara ayat-ayat Alkitab yang digunakan Gereja Katolik Roma untuk mempertahankan ajarannya mengenai Suksesi Apostolik.

Yesus sendiri[sunting | sunting sumber]

Penulis Surat kepada Orang Ibrani (dalam Ibrani 3:1) menyebut Yesus "Rasul dan Imam Besar yang kita akui" dan yang "dipandang layak mendapat kemuliaan lebih besar dari pada Musa".

Paulus dari Tarsus[sunting | sunting sumber]

Paulus adalah rasul khusus yang mengabarkan Injil kepada bangsa bukan Yahudi.

Barnabas[sunting | sunting sumber]

Dalam Kisah Para Rasul 14:13, misionaris bernama Barnabas disebut pula rasul.

Yakobus yang Adil[sunting | sunting sumber]

Yakobus ini biasa diidentifikasikan sebagai saudara Yesus (lihat Yakobus yang Adil untuk penjelasan lebih lanjut). Dia tidak disebut sebagai rasul dalam Injil-Injil, namun Gereja Ortodoks mengidentifikasikan dia sebagai pemimpin dari ketujuhpuluh orang dalam Lukas 10:1-20. Kelak dalam Kisah Para Rasul dia dikisahkan menjadi pemimpin Gereja Yerusalem, dan dia disebut pula sebagai rasul oleh Paulus dalam Galatia 1:19.

Andronikus dan Yunias[sunting | sunting sumber]

Dalam Roma 16:7 Paulus mengatakan bahwa Andronikus dan Yunias adalah "orang-orang yang terpandang di antara para rasul".

Ada dua pertanyaan yang menarik di sini. Yang pertama, apakah Yunias seorang wanita? Yang kedua, apakah kalimat itu bermakna bahwa mereka dikenal-baik oleh para rasul, ataukah mereka sendiri termasuk para rasul. Dari kedua pertanyaan tersebut, terbit kemungkinan adanya seorang rasul perempuan, yang mungkin merupakan contoh netralitas gender dalam Gereja purba.[7]

Untuk penjelasan selengkapnya mengenai isu ini, lihat artikel Yunia.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Ke-4 nama Yunani tersebut adalah Andreas, Filipus, Tadeus, dan Lebbaeus. Referensi: A Marginal Jew karya John P. Meier
  2. ^ "Peter, St." Cross, F. L., ed. The Oxford dictionary of the Christian church. New York: Oxford University Press. 2005.
  3. ^ Dalam Matius 27:5, Yudas gantung diri. Dalam Kisah Para Rasul 1:18, Yudas jatuh tersungkur dengan tubuh yang terbelah, bukan bunuh diri. "Judas Iscariot." Cross, F. L., ed. The Oxford dictionary of the Christian church. New York: Oxford University Press. 2005.
  4. ^ Harris, Stephen L., Understanding the Bible. Palo Alto: Mayfield. 1985. "Mark" hal. 285-296.
  5. ^ Catholic Encyclopedia: Saudara-saudara Yesus: "Identitasnya [Yakobus Saudara Tuhan] dengan Yakobus Muda (Markus 15:40) dan Rasul Yakobus, anak Alfeus (Matius 10:3; Markus 3:18), sekalipun diragukan oleh banyak kritikus Protestan, dapat pula dianggap pasti."
  6. ^ Catholic Encyclopedia: Saudara-saudara Yesus: "beberapa orang menyamakannya [Simeon dari Yerusalem] dengan Rasul Simon orang Kana (Matthew 10:4; Mark 3:18) atau Zelot (Lukas 6:15; Kisah Para Rasul 1:13)."
  7. ^ (Lihat Crossan, J. D. dan Reed, J. L., In Search of Paul, HarperSanFrancisco, 2004, pp 115-116, ISBN 0-06-051457-4.)