Matius 26

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
pasal 25       Matius 26       pasal 27
Papyrus 37 recto, Matius 26

Lembaran Papirus 37 sisi recto yang memuat Injil Matius pasal 26:19-37 dalam bahasa Yunani dari tahun ~ 260 M
Kitab: Injil Matius
Bagian Alkitab: Perjanjian Baru
Kitab ke- 1
Kategori: Injil

Matius 26 (disingkat Mat 26) adalah bagian dari Injil Matius pada Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen, yang disusun menurut catatan Matius, salah seorang dari Keduabelas Rasul Yesus Kristus.[1][2][3][4]

Teks[sunting | sunting sumber]

Struktur[sunting | sunting sumber]

Matius 26:7-8, 10, 14-15 pada Papirus 64, atau lebih dikenal dengan nama Papirus Magdalen, dibuat antara tahun 50-70 M.

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Ayat 17[sunting | sunting sumber]

Matius 26:29-35 pada Papirus 53, ~ abad ke-3 M.

Ayat 23[sunting | sunting sumber]

Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.[5]

Merupakan penggenapan nubuat yang tertulis dalam Mazmur 41:10 dan dikutip oleh Yesus Kristus sendiri, menurut catatan Injil Yohanes (Yohanes 13:18).

Ayat 37[sunting | sunting sumber]

Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,[6]

Inilah tahap pertama dari penderitaan Kristus. Semua penderitaan rohani dan jasmaniah yang dialami oleh Kristus bermula di taman Getsemani. "Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah" (Lukas 22:44). Di bawah tekanan yang hebat, pembuluh darah halus dalam kelenjar-kelenjar keringat dapat pecah sehingga keringat bercampur dengan darah (lihat Matius 26:39; untuk memperoleh pengertian lebih lanjut mengenai tahapan ini dalam penderitaan Kristus; untuk tahap kedua dari penderitaan Kristus lihat Matius 26:67).[7]

Papirus 37, sisi verso, memuat Matius 26:38-52 dalam bahasa Yunani, ~ tahun 260 M

Ayat 39[sunting | sunting sumber]

Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."[8]

Yang dimaksudkan oleh Yesus dengan "cawan ini" telah menjadi pokok pembahasan yang panjang lebar.

  • 1) Belum tentu Kristus sedang berdoa agar dibebaskan dari kematian jasmaniah, karena Ia sudah membulatkan tekad untuk mati karena dosa manusia (bandingkan Markus 10:33-34; Lukas 9:51; Yohanes 12:24,27; Ibrani 10:5-9).
  • 2) Lebih besar kemungkinannya Ia sedang berdoa agar dibebaskan dari hukuman perpisahan dari Allah, hukuman yang tertinggi atas dosa. Kristus berdoa agar kematian jasmani-Nya dapat diterima sebagai harga tebusan yang penuh bagi dosa-dosa umat manusia. Akan tetapi, Ia tetap memohon, "tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki". Lalu Yesus menyerahkan diri-Nya untuk mengalami kematian jasmani dan pemisahan rohani dari Bapa-Nya di sorga agar dapat menyediakan keselamatan kita (bandingkan Matius 27:46). Doa-Nya itu "didengarkan" karena Bapa-Nya menguatkan Dia untuk meminum cawan yang sudah ditetapkan (lihat Ibrani 5:7).[7]

Ayat 47[sunting | sunting sumber]

Waktu Yesus masih berbicara datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid itu, dan bersama-sama dia serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi.[9]

Ayat 51[sunting | sunting sumber]

Tetapi seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangannya, menghunus pedangnya dan menetakkannya kepada hamba Imam Besar sehingga putus telinganya.[10]

Peristiwa penyerangan seorang murid Yesus Kristus terhadap salah satu orang hamba Imam Besar yang menangkap Yesus di taman Getsemani dicatat dalam keempat Injil,[11], hanya Injil Lukas dan Injil Yohanes yang mencatat bahwa yang terputus itu "telinga kanan",[12][13] tetapi Injil Yohanes satu-satunya yang menyebut secara rinci siapa pelaku dan korban tindakan tersebut: Simon Petrus yang melakukan pemotongan telinga, dan Malkhus yang dipotong telinga kanannya.[13] Injil Lukas satu-satunya yang mencatat bahwa Yesus memulihkan telinga itu.[14]

Matius 26:52-69 pada Codex Ephraemi (~ tahun 450 M) dalam faksimili Tischendorf (1843).

Ayat 57[sunting | sunting sumber]

Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua. [15]

Ayat 67[sunting | sunting sumber]

Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia,[16]

Inilah tahap kedua dari penderitaan Kristus. Setelah ditangkap pada waktu malam dan ditinggalkan oleh murid-Nya (ayat Mat 26:55-57), Yesus dibawa kepada Kayafas dan majelis Yahudi. Ketika itu mereka menutupi mata-Nya, berulang-ulang memperolokkan Dia, meludahi dan menampar Dia. (untuk tahap ketiga dari penderitaan-Nya lihat Matius 27:2).[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN:9789794159219.
  2. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN:9794159050.
  3. ^ Hill, David. The Gospel of Matthew. Grand Rapids: Eerdmans, 1981
  4. ^ Schweizer, Eduard. The Good News According to Matthew. Atlanta: John Knox Press, 1975
  5. ^ Matius 26:23
  6. ^ Matius 26:37
  7. ^ a b c The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  8. ^ Matius 26:39
  9. ^ Matius 26:47
  10. ^ Matius 26:51
  11. ^ Markus 14:47
  12. ^ Lukas 22:50
  13. ^ a b Yohanes 18:10
  14. ^ Lukas 22:51
  15. ^ Matius 26:57
  16. ^ Matius 26:67

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]