Injil Markus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Injil Markus adalah Injil kedua di bagian Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen. Meskipun ini merupakan kitab kedua, banyak pakar menganggap kitab ini sebagai kitab yang ditulis paling awal di antara kitab-kitab di Perjanjian Baru. Injil Markus digolongkan ke dalam Injil Sinoptis bersama-sama Injil Matius dan Injil Lukas.

Penulis[sunting | sunting sumber]

Penulis Injil ini adalah Markus, yang disebut juga Yohanes,[1] kemenakan Barnabas, rekan sekerja Paulus[2] dan yang disebut Simon Petrus sebagai "anaknya", yaitu "anak rohani" atau murid terdekatnya.[3]

Menurut catatan gereja mula-mula, Markus menulis Injilnya berdasarkan penuturan Petrus. Eusebius mengutip tulisan Papias (~60-130), uskup Hierapolis, sekitar tahun 120, demikian:[4]

"Ini juga dikatakan oleh penatua (Yohanes): Markus, yang menjadi penterjemah bagi Petrus, menulis dengan teliti, meskipun tidak berurutan, apa yang diingat-nya [Petrus] dari perkataan atau tindakan Kristus. Karena dia [Markus] tidak mendengar sendiri maupun menjadi pengikut langsung dari Tuhan, tetapi kemudian, seperti saya katakan, menjadi pengikut Petrus, yang menyesuaikan pengajarannya menurut kebutuhan pendengarnya, tetapi tidak dengan maksud untuk memberikan riwayat yang beruntunan dari pengajaran Tuhan, sehingga Markus tidak keliru ketika menuliskan sejumlah hal menurut ingatannya. Karena dia berhati-hati dalam satu hal, yaitu tidak menghilangkan apa pun yang didengarnya, maupun tidak menyatakannya dengan tidak tepat." Hal-hal ini dituliskan Papias mengenai Markus.

—Eusebius, Hist. Eccl., iii. 39

Ada 2 poin yang memperkuat informasi dari Papias tersebut:
1. Sejumlah detail kecil-kecil di Injil Markus menunjukkan informasi dari saksi mata. Misalnya dalam cerita Yesus menenangkan angin ribut, hanya Injil Markus menuliskan detail bahwa ada "kapal lain" yang mengikuti kapal yang ditumpangi Yesus. Seorang saksi mata yang biasa berlayar (Petrus, misalnya) mampu mengingat hal ini dibanding orang-orang lain yang sama-sama menyaksikan peristiwa itu.

Juga kutipan bahasa Aram dengan terjemahan Yunani, misalnya di Markus 5:41 menunjukkan informasi langsung dari saksi mata:

bahasa Yunani: καὶ κρατήσας τῆς χειρὸς τοῦ παιδίου λέγει αὐτῇ· 'ταλιθα κουμ, ὅ ἐστιν μεθερμηνευόμενον· τὸ κοράσιον, σοὶ λέγω, ἔγειρε.
"Lalu dipegang-Nya tangan anak itu, kata-Nya: "Talita kum," yang berarti: "Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!"

Kutipan kata-kata dalam bahasa daerah ini lazimnya diperoleh dari saksi mata dan dalam kisah ini, Injil Matius dan Lukas juga memberi informasi yang sama, hanya Petrus, Yohanes dan Yakobus yang menyaksikan langsung peristiwa itu di dalam rumah Yairus.

2. Khotbah Petrus di rumah Kornelius, seorang non-Yahudi, dimulai dengan cerita pembaptisan Yesus (Kisah Para Rasul 10:37-38). Yang menarik, Injil Markus dimulai dengan pembaptisan Yesus. Jadi sesuai dengan tulisan Papias, maka Injil Markus tidak dimulai dengan kelahiran Yesus, karena Petrus biasanya tidak memulai pengajarannya dari sana, melainkan dari kisah pembaptisan Yesus.

Waktu penulisan[sunting | sunting sumber]

Injil Markus, bersama-sama dengan Injil Matius dan Injil Lukas seringkali disebut sebagai Injil Sinoptik, karena kemiripan isi ketiga buku tersebut. Secara tradisi, Yohanes Markus dipercaya menulis buku ini antara tahun 64-67. Menuruti tulisan Agustinus dari Hippo, gereja mula-mula berpendapat bahwa Injil ini ditulis setelah Matius menulis Injil Matius, namun sejumlah sejarawan modern berpendapat bahwa Injil Markus merupakan Injil yang paling awal ditulis, dan kedua Injil Sinoptik lainnya menggunakan Injil Markus sebagai sumber mereka.

Struktur[sunting | sunting sumber]

Dua tema besar dalam Injil Markus adalah tentang kerahasiaan Yesus sebagai Mesias dan kelambanan murid-muridnya untuk memahaminya. Dalam Injil ini, Yesus sering dikutip memerintahkan murid-muridnya untuk tidak memberitahu siapapun identitasnya (sebagai Mesias). Yesus menggunakan perumpamaan untuk menyampaikan pesan-pesannya. Seringkali, murid-muridnya kesulitan menangkap maksud dari perumpamaan-perumpamaan tersebut, dan Yesus menjelaskannya kepada mereka secara pribadi. Murid-muridnya juga seringkali tidak dapat memahami arti mujizat yang dilakukan oleh Yesus.

Sebagaimana Injil Matius, Injil Markus tidak dituliskan sesuai kronologi waktu yang teratur. Beberapa peristiwa terjadi tidak berurutan, melainkan berdasarkan kemiripan isi (perumpamaan-perumpamaan / mujizat-mujizat). Hanya Injil Lukas yang ditulis secara kronologis dari awal hingga akhirnya.

Latar belakang dan target pembaca[sunting | sunting sumber]

Daftar κεφάλαια atau "pasal-pasal" Injil Markus pada Codex Alexandrinus (~400-440 M).

Markus menulis Injil ini terutama untuk orang-orang Yunani atau Grika dan bangsa-bangsa lainnya yang berbicara bahasa Yunani di kekaisaran Romawi, berbeda dengan Matius rupanya yang menulis untuk orang-orang Yahudi. Hal ini dapat dilihat dari pilihan kata yang digunakan, referensi-referensi Perjanjian Lama yang dicantumkan, penjelasan tentang adat-istiadat orang Yahudi yang ditujukan kepada kaum non-Yahudi.

Markus juga menggunakan istilah Anak Allah untuk menyebut Tuhan Yesus (Markus 1:1), bandingkan dengan Matius yang menggunakan istilah Anak Daud (Matius 1:1) dan Lukas yang menggunakan istilah Anak Manusia dan Yohanes yang memakai istilah Firman atau bahkan Allah.

Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah

Ayat-ayat Terkenal[sunting | sunting sumber]

  • Markus 1:17: Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
  • Markus 10:14-16: Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya." Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.
  • Markus 16:16: (Yesus berkata kepada mereka:) "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum."
  • Markus 16:17-18: (Yesus berkata kepada mereka:) "Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Detail isi[sunting | sunting sumber]

Menurut judul perikop LAI Terjemahan Baru[5]
Awal mula pelayanan Yesus

Mujizat Yesus dan Pengajaran Yesus

Yesus di Yerusalem

Kotbah tentang akhir zaman

Minggu terakhir Yesus

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Injil Markus
Didahului oleh:
Injil Matius
Perjanjian Baru
Alkitab
Diteruskan oleh:
Injil Lukas

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pustaka tambahan[sunting | sunting sumber]

  • Brown, R., et al. The New Jerome Biblical Commentary, Prentice Hall, 1990.
  • Bultmann, R., History of the Synoptic Tradition, Harper & Row, 1963.
  • Dewey, J., The Survival of Mark’s Gospel: A Good Story?, JBL 123.3 (2004) 495-507.
  • Ehrman, Bart D., Misquoting Jesus, Harper Collins, 2005.
  • Grant, Robert M., A Historical Introduction to the New Testament Harper and Row, 1963: Chapter 8: The Gospel Of Mark
  • Dormeyer, Detlev , Das Markusevangelium, Wiss. Buchgeselschaft Darmstadt 2005, ISBN 978-3-534-15613-9
  • Guy, Harold A, The Origin of the Gospel of Mark, Hodder & Stoughton 1954
  • Holmes, M. W., "To Be Continued... The Many Endings of Mark", Bible Review 17.4 (2001).
  • Ladd, George Eldon. A Theology of the New Testament Grand Rapids: Eerdmans, 1987.
  • R. T. France, The Gospel of Mark: A Commentary on the Greek text, NICNT, Wm. Eerdmans, 2002.
  • Mack, Burton L., 1993. The Lost Gospel: The Book of Q and Christian origins, HarperSanFrancisco.
  • McKnight, E. V., What is Form Criticism?, 1997.
  • Neill, Stephen and Wright, Tom, The Interpretation of The New Testament 1861-1986, Oxford University Press, 1990, 1989, 1964, ISBN 0-19-283057-0
  • Perrin, N., What is Redaction Criticism?
  • Perrin, Norman & Duling, Dennis C., The New Testament: An Introduction, Harcourt Brace Jovanovich 1982, 1974
  • Schnelle, Udo, 1998. The History and Theology of the New Testament Writings (M. Eugene Boring translator), Minneapolis: Fortress Press, 1998.
  • Telford, W. (ed.), The Interpretation of Mark, Fortress Press, 1985.
  • Tuckett, C. (ed), The Messianic Secret, Fortress Press, 1983

Pranala luar[sunting | sunting sumber]