Petrus menyangkal Yesus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Lukisan Penyangkalan Petrus karya Rembrandt, 1660. Yesus dilukiskan di pojok kanan atas, dengan tangan terikat, sedang menoleh ke arah Petrus.

Peristiwa Petrus menyangkal Yesus dicatat dalam ke-4 kitab-kitab Injil -- Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes -- dalam bagian Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Merupakan suatu hal yang sangat tragis, karena Simon Petrus dikenal sebagai murid utama Yesus Kristus. Peristiwa ini juga disejajarkan dengan pengkhianatan Yudas Iskariot, murid lain yang termasuk dua belas murid utama Yesus, yang mengakibatkan ditangkapnya dan kemudian kematian Yesus. Perbedaan yang menyolok di akhir kedua peristiwa ini adalah: Petrus bertobat dan kembali menjadi pemimpin dari murid-murid Yesus, sedangkan Yudas Iskariot mati bunuh diri.[1]

Nubuat Yesus atas penyangkalan Petrus[sunting | sunting sumber]

Pada waktu Perjamuan Terakhir yang dilakukan Yesus dengan murid-murid-Nya, Yesus telah mengatakan bahwa Petrus akan menyangkalnya "tiga kali sebelum ayam berkokok". Hal ini dicatat oleh keempat kitab Injil dengan keunikan detail masing-masing:

  • Injil Matius pasal 26:30-35: Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
    • Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba itu akan tercerai-berai. Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea."
    • Petrus menjawab-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak."
    • Yesus berkata kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."
    • Kata Petrus kepada-Nya: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau."
    • Semua murid yang lainpun berkata demikian juga.
  • Injil Markus 14:26-31: Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke Bukit Zaitun.
    • Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Kamu semua akan tergoncang imanmu. Sebab ada tertulis: Aku akan memukul gembala dan domba-domba itu akan tercerai-berai. Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea."
    • Kata Petrus kepada-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya, aku tidak."
    • Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada hari ini, malam ini juga, sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."
    • Tetapi dengan lebih bersungguh-sungguh Petrus berkata: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau."
    • Semua yang lainpun berkata demikian juga.
  • Injil Lukas pasal 22:31-34: [[Yesus berkata:] "Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."
    • Jawab Petrus: "Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!"
    • Tetapi Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku."
  • Injil Yohanes pasal 13:37-38: Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!"
    • Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

Catatan: Ayam berkokok dua kali hanya dicatat dalam Injil Markus. Sekali berkokok selalu menjadi tanda untuk berkokok lagi. Fayum papyrus membenarkan Injil Markus dengan adanya kata "dis" (=dua kali). Berkokoknya ayam menjadi tanda mulai waktu jaga pada jam ke-3 di malam hari.[2]

Penyangkalan Petrus[sunting | sunting sumber]

Lukisan Penyangkalan Petrus karya Caravaggio, 1610.

Berikut adalah catatan bagaimana Petrus menyangkal Yesus sebanyak 3 kali ([1], [2], [3]) menurut keempat Injil:

  • Injil Matius pasal 26:69-75: Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman.
    • Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu." Tetapi ia [1] menyangkalnya di depan semua orang, katanya: "Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud."
    • Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: "Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu." Dan ia [2] menyangkalnya pula dengan bersumpah: "Aku tidak kenal orang itu."
    • Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: "Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu." Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: [3] "Aku tidak kenal orang itu." Dan pada saat itu berkokoklah ayam.
    • Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: "Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.
  • Injil Markus 14:66-72: Pada waktu itu Petrus masih ada di bawah, di halaman.
    • Lalu datanglah seorang hamba perempuan Imam Besar, dan ketika perempuan itu melihat Petrus sedang berdiang, ia menatap mukanya dan berkata: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu." Tetapi ia [1] menyangkalnya dan berkata: "Aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang engkau maksud."
    • Lalu ia pergi ke serambi muka (dan berkokoklah ayam). Ketika hamba perempuan itu melihat Petrus lagi, berkatalah ia pula kepada orang-orang yang ada di situ: "Orang ini adalah salah seorang dari mereka." Tetapi Petrus [2] menyangkalnya pula.
    • Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ berkata juga kepada Petrus: "Engkau ini pasti salah seorang dari mereka, apalagi engkau seorang Galilea!" Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: [3] "Aku tidak kenal orang yang kamu sebut-sebut ini!" Dan pada saat itu berkokoklah ayam untuk kedua kalinya.
    • Maka teringatlah Petrus, bahwa Yesus telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau telah menyangkal Aku tiga kali." Lalu menangislah ia tersedu-sedu.
  • Injil Lukas pasal 22:54-62: Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh. Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.
    • Seorang hamba perempuan melihat dia duduk dekat api; ia mengamat-amatinya lalu berkata: "Juga orang ini bersama-sama dengan Dia." Tetapi Petrus [1] menyangkal, katanya: "Bukan, aku tidak kenal Dia!"
    • Tidak berapa lama kemudian seorang lain melihat dia lalu berkata: "Engkau juga seorang dari mereka!" Tetapi Petrus berkata: [2] "Bukan, aku tidak!"
    • Dan kira-kira sejam kemudian seorang lain berkata dengan tegas: "Sungguh, orang ini juga bersama-sama dengan Dia, sebab ia juga orang Galilea." Tetapi Petrus berkata: [3] "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.
    • Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus.
    • Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku." Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.
  • Injil Yohanes pasal 18:13-27: Lalu mereka membawa-Nya mula-mula kepada Hanas, karena Hanas adalah mertua Kayafas, yang pada tahun itu menjadi Imam Besar; dan Kayafaslah yang telah menasihatkan orang-orang Yahudi: "Adalah lebih berguna jika satu orang mati untuk seluruh bangsa." Simon Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus. Murid itu mengenal Imam Besar dan ia masuk bersama-sama dengan Yesus ke halaman istana Imam Besar, tetapi Petrus tinggal di luar dekat pintu. Maka murid lain tadi, yang mengenal Imam Besar, kembali ke luar, bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu lalu membawa Petrus masuk.
    • Maka kata hamba perempuan penjaga pintu kepada Petrus: "Bukankah engkau juga murid orang itu?" Jawab Petrus: [1] "Bukan!" Sementara itu hamba-hamba dan penjaga-penjaga Bait Allah telah memasang api arang, sebab hawa dingin waktu itu, dan mereka berdiri berdiang di situ. Juga Petrus berdiri berdiang bersama-sama dengan mereka. Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya. Jawab Yesus kepadanya: "Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan." Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?" Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?" Maka Hanas mengirim Dia terbelenggu kepada Kayafas, Imam Besar itu.
    • Simon Petrus masih berdiri berdiang. Kata orang-orang di situ kepadanya: "Bukankah engkau juga seorang murid-Nya?" Ia [2] menyangkalnya, katanya: "Bukan."
    • Kata seorang hamba Imam Besar, seorang keluarga dari hamba yang telinganya dipotong Petrus: "Bukankah engkau kulihat di taman itu bersama-sama dengan Dia?" Maka Petrus [3] menyangkalnya pula dan ketika itu berkokoklah ayam.

Pemulihan Petrus[sunting | sunting sumber]

Lukisan Pertobatan Petrus karya El Greco, 1580-1586.

Setelah Yesus bangkit dari kematian, Ia menunjukkan kepada Petrus, bahwa pertobatannya diterima dan Petrus dipulihkan lagi menjadi murid dan rasul Yesus Kristus. Keempat Injil mencatat pemulihan Petrus dari berbagai segi yang berbeda.

  • Injil Matius pasal 28:16-20: Dan kesebelas murid itu (termasuk Simon Petrus) berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu.
    • Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
  • Injil Markus 16:6-8: [Kata malaikat itu kepada para perempuan yang pergi ke kubur Yesus:] "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu."
    • Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.
  • Injil Lukas pasal 24:33-45: Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu (termasuk Simon Petrus). Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon [Petrus]."
    • Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"
    • Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.
    • Akan tetapi Ia [Yesus] berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.
    • Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.
    • Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi (Nevi'im) dan kitab Mazmur (Ketuvim)." Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.
  • Injil Yohanes pasal 21:15-19: Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    • Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    • Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
    • Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

Analisa[sunting | sunting sumber]

  • Penyesalan dan pertobatan Petrus atas penyangkalannya ditandai dengan tangisan "tersedu-sedu" dan "dengan sedihnya".[3]
  • Dalam pertemuan di tepi danau Galilea setelah kebangkitan Yesus dari kematian, Injil Yohanes mencatat bagaimana Yesus menanyai Simon Petrus tiga kali "Apakah engkau mengasihi Aku?", menunjukkan kepada pemulihan Petrus atas tiga kali penyangkalannya bahwa ia mengenal Yesus.[4]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Matius 27:3
  2. ^ Archibald Thomas Robertson. Robertson's Word Pictures in the New Testament. Broadman Press 1932,33, Renewal 1960.
  3. ^ Peter: apostle for the whole church by Pheme Perkins 2000 ISBN 0567087433 page 85
  4. ^ Repentance in Christian theology by Mark J. Boda, Gordon T. Smith 2006 ISBN 0814651755 page 110

Lihat pula[sunting | sunting sumber]