Hukum Kasih
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
|
Bagian dari seri artikel tentang
|
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
| Yesus Kristus | ||||||
| Kelahiran · Kematian · Kebangkitan · Natal · Jumat Agung · Paskah |
||||||
| Dasar | ||||||
| Gereja · Injil · Kerajaan · Rasul: Paulus · Petrus |
||||||
| Alkitab | ||||||
| Perjanjian Baru · Perjanjian Lama · Kanon · Deuterokanonika | ||||||
| Teologi | ||||||
| Allah Bapa · Allah Putra · Allah Roh Kudus Trinitas · Keselamatan · Baptisan · Maria · |
||||||
| Ajaran | ||||||
| Sepuluh Perintah Allah · Hukum Kasih · Amanat Agung · Kotbah di Bukit: Ucapan Berbahagia · Doa Bapa Kami |
||||||
| Sejarah Kekristenan | ||||||
| Gereja mula-mula · Konsili · Pengakuan iman · Misi · Skisma Timur-Barat · Perang Salib · Reformasi · Kontra Reformasi |
||||||
| Denominasi Kristen | ||||||
|
||||||
| Topik terkait | ||||||
| Khotbah · Doa · Ekumenisme · Gerakan · Seni · Musik · Liturgi · Kalender · Simbol · Kritik |
Perumpamaan orang Samaria yang merefleksikan Hukum Kasih.
Hukum Kasih atau Hukum yang terutama adalah inti ajaran Yesus Kristus yang terdapat pada ketiga Injil Sinoptik: Matius 22:37-40, Markus 12:28-34, dan Lukas 10:25-28.
Hukum ini diungkapkan Yesus ketika ada orang-orang Farisi yang ingin mencobai Yesus dan menanyakan "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" (Matius 22:36)
[sunting] Hukum yang terutama
| “ | "Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." | ” |
