Doa Tobat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Doa Tobat adalah rumusan doa yang menyatakan pertobatan dan penyesalan atas dosa-dosa yang diperbuat seseorang. Dalam Gereja Katolik, rumusan Doa Tobat dapat digunakan dalam upacara liturgi atau secara pribadi; biasanya didaraskan oleh peniten dalam Sakramen Rekonsiliasi, sebelum menerima absolusi dari imam. Doa Tobat berbeda dengan Pernyataan Tobat (Confiteor atau Mea culpa) yang diucapkan oleh umat dalam misa --sebelum menyanyikan atau mendaraskan Tuhan Kasihanilah Kami.

Rumusan doa ini berbeda-beda dalam Gereja Katolik, Gereja Anglikan, dan Gereja Lutheran (didaraskan saat Holy Absolution). Dalam Gereja Katolik sendiri dimungkinkan adanya perbedaan rumusan Doa Tobat antara Gereja Latin (berbeda makna dengan Ritus Liturgi Latin) dan masing-masing Gereja Katolik Timur.


Rumusan Doa Tobat dalam Gereja Latin[sunting | sunting sumber]

Bahasa Indonesia[sunting | sunting sumber]

Rumusan Doa Tobat sesuai yang tertulis dalam buku Puji Syukur no. 25-26:[1]

Doa Tobat (1)[sunting | sunting sumber]

Allah yang maharahim, aku menyesal atas dosa-dosaku.
Aku sungguh patut Engkau hukum,
terutama karena aku telah tidak setia kepada Engkau
yang mahapengasih dan mahabaik bagiku.
Aku benci akan segala dosaku,
dan berjanji dengan pertolongan rahmat-Mu
hendak memperbaiki hidupku dan tidak akan berbuat dosa lagi.
Allah yang mahamurah, ampunilah aku, orang berdosa.
Amin.

Doa Tobat (2)[sunting | sunting sumber]

Ya Allahku, Engkaulah yang harus kukasihi lebih dari segala sesuatu.
Aku menyesal sungguh atas dosa-dosaku.
Dengan sengaja aku berbuat salah dan tidak mau berbuat baik.
Aku telah berdosa terhadap Engkau.
Dengan pertolongan rahmat-Mu, aku berniat teguh untuk bertobat,
dan untuk tidak berdosa lagi.
Berilah aku kekuatan
untuk menghindari apa saja yang menjerumuskan aku ke dalam dosa.
Ya Allah, kasihanilah aku,
dalam nama Yesus Kristus, Juruselamatku,
yang telah menderita sengsara dan wafat bagiku.
Amin.

Bahasa Latin[sunting | sunting sumber]

Actus Contritionis[2]

Deus meus, ex toto corde paenitet me omnium meorum peccatorum,
eaque detestor, quia peccando,
non solum poenas a te iuste statutas promeritus sum,
sed praesertim quia offendi Te,
summum bonum, ac dignum qui super omnia diligaris.
Ideo firmiter propono,
adiuvante gratia Tua,
de cetero me non peccaturum peccandique occasiones proximas fugiturum.
Amen.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Komisi Liturgi KWI. Puji Syukur (ed. 2010). Jakarta: Penerbit OBOR. hlm. 21. ISBN 978-979-565-009-6. 
  2. ^ "Thesaurus Precum Latinarum - Actus Contritionis". Preces-latinae.org. Diakses 2012-03-17.