Lukas 22

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
pasal 21       Lukas 22       pasal 23
Papyrus 4, 150-175 CE

Lukas 6:4-16 pada Papirus 4, yang ditulis sekitar tahun 150-175 M.
Kitab: Injil Lukas
Bagian Alkitab: Perjanjian Baru
Kitab ke- 3
Kategori: Injil

Lukas 22 (disingkat Luk 22) adalah bagian Injil Lukas pada Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen. Ditulis oleh Lukas, seorang Kristen yang merupakan teman seperjalanan Rasul Paulus.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Di taman Getsemani[sunting | sunting sumber]

Kristus di bukit Zaitun

Kristus bergumul dalam doa di taman Getsemani dicatat dalam ayat 43-44 pasal ini, menggambarkan ketakutan Yesus sebelum menghadapi kesengsaraan-Nya yang segera akan dijalani beberapa saat kemudian. Ada sejumlah naskah kuno yang tidak memuatnya, sehingga ada pakar yang menggugat keasliannya sejak pertengahan abad ke-19. Rasa takut ini menyebabkan Yesus mengalami kondisi hematidrosis atau "keringat darah".

Keadaan Yesus yang lemah dan ketakutan menghadapi tugas berat ini ada yang membandingkan dengan keadaan Musa yang mengeluh kepada Tuhan sebelum pergi menghadapi Firaun di Mesir.[3]

Ayat 43-44[sunting | sunting sumber]

bahasa Yunani

ὤφθη δὲ αὐτῷ ἄγγελος ἀπ' οὐρανοῦ ἐνισχύων αὐτὸν. καὶ γενόμενος ἐν ἀγωνίᾳ ἐκτενέστερον προσηύχετο. ἐγένετο δὲ ὁ ἱδρὼς αὐτοῦ ὡσεὶ θρόμβοι αἵματος καταβαίνοντες ἐπὶ τὴν γῆν.

Terjemahan Indonesia

Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya (Yesus) untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah.

Bukti naskah kuno[sunting | sunting sumber]

Lukas 22:43-44 pada Codex Vaticanus 354 (tahun 949 M)
Memuat ayat-ayat ini

Codex Sinaiticus*, 2, D, Codex Laudianus, Codex Seidelianus I, Codex Seidelianus II, Cyprius, Regius, Codex Campianus, Guelferbytanus B, Codex Sinopensis, Codex Nanianus, Codex Monacensis, Δ*, Codex Tischendorfianus III, Codex Athous Lavrensis, Uncial 0171, f1, 174, 565, 700, 892, 1009, 1010, 1071mg, 1230, 1241, 1242, 1253, 1344, 1365, 1546, 1646, 2148, 2174, ( 184, 211, Byz, it, vg, syrcur, syrh, syrp, syrpal, naskah-naskah Armenia dan Etiopia, Diatessaron.

Tidak memuat ayat-ayat ini

Papirus 69, Papirus 75, Codex Sinaiticus1, Codex Alexandrinus, Codex Vaticanus, Codex Petropolitanus Purpureus, Codex Nitriensis, Codex Borgianus, W, 158, 512, 542, 552, 579, 777, 826, 1071*, 1128, Lectionariespt, f, syrs, copsa, copbo, Georgian mss.

Dipertanyakan

Ditandai dengan asterisks (※) atau obeli (÷). Codex Sangallensis 48c, Codex Petropolitanusc, Codex Vaticanus 354, Codex Athous Dionysiou (045), 166, 481, 655, 661, 669, 776, 829, 892mg, 1079, 1195, 1216, 283, copbomss.[4] Minuscule 34 has questionable scholion at the margin.

Dipindahkan lokasinya

Naskah dari Family 13 (f13) meletakkan ayat-ayat ini setelah Matius 26:39. Sejumlah lektionari juga menempatkan Lukas 22:43-45a setelah Matius 26:39.

Lacuna (=berlubang atau tersobek hilang)

Codex Ephraemi Rescriptus (22:19-23:25) dan Minuscule 33 (Lukas 21:38-23:26) adalah "lacunose".

Bapa gereja[sunting | sunting sumber]

Mengutip ayat

Ireneus (180 M) menggunakannya sebagai argumen melawan kelompok Docetae.

Yustinus Martir, Hippolitus dari Roma, Dionysus, Eusebius dari Kaisarea, Epiphanius, Yohanes Krisostomus, Hieronimus (Jerome), Augustinus, Theodoret, Leontius, Cosmas, Facundus, Theodore dari Mopsuestia

Augustinus: "(...) janganlah golongan heretik menghibur diri dengan mengatakan di sinilah terletak bukti kelemahan-Nya, bahwa Ia membutuhkan bantuan dan penghiburan dari seorang malaikat. Biarlah mereka ingat bahwa Pencipta para malaikat tidak membutuhkan bantuan ciptaan-Nya." (De Trinitate, Book 10, para. 41).

Theodore dari Mopsuestia menulis: "Ketika Tuhan kita dalam pemikiran dan ketakutan yang mendalam menjelang masa sengsara-Nya, Lukas yang diberkati mengatakan bahwa 'seorang malaikat muncul kepada-Nya menguatkan dan menghibur-Nya,'"(Comm. on Lord's Prayer, Baptism and Eucharist; Bab 5)

Tidak mengutip ayat

Marcion, Klemens, Origen.

Ayat 50[sunting | sunting sumber]

Dan seorang dari mereka menyerang hamba Imam Besar sehingga putus telinga kanannya.[5]

Peristiwa penyerangan seorang murid Yesus Kristus terhadap salah satu orang hamba Imam Besar yang menangkap Yesus di taman Getsemani dicatat dalam keempat Injil,[6], hanya Injil Lukas dan Injil Yohanes yang mencatat bahwa yang terputus itu "telinga kanan",[7] tetapi Injil Yohanes satu-satunya yang menyebut secara rinci siapa pelaku dan korban tindakan tersebut: Simon Petrus yang melakukan pemotongan telinga, dan Malkhus yang dipotong telinga kanannya.[7] Injil Lukas satu-satunya yang mencatat bahwa Yesus memulihkan telinga itu (Lukas 22:51).

Ayat 51[sunting | sunting sumber]

Tetapi Yesus berkata: "Sudahlah itu." Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.[8]

Yesus Kristus tidak menginginkan ada yang terluka dalam penangkapan-Nya, kecuali Ia sendiri, sehingga Iapun menyembuhkan telinga hamba Imam Besar yang terpotong itu (Lukas 22:50).

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN:9789794159219.
  2. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN:9794159050.
  3. ^ Busse, Heribert. "Islam, Judaism and Christianity: Theological and Historical Affiliations", 1998. p. 126.
  4. ^ C. R. Gregory, Textkritik des Neuen Testaments, (Leipzig, 1900), vol. 1, p. 95.
  5. ^ Lukas 22:50
  6. ^ Matius 26:51; Markus 14:47
  7. ^ a b Yohanes 18:10
  8. ^ Lukas 22:51

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pustaka tambahan[sunting | sunting sumber]

  • Scrivener, Frederick Henry Ambrose; Edward Miller (1894). A Plain Introduction to the Criticism of the New Testament 2 (ed. 4). London: George Bell & Sons. hlm. 353–356. 
  • Bruce M. Metzger, A Textual Commentary on the New Testament, Deutsche Bibelgesellschaft, United Bible Societies, Stuttgart 1994, p. 151.
  • Bart D. Ehrman, The Orthodox Corruption of Scripture (Oxford University Press: 1993), pp. 187-194.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]