Kleopas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kleopas, seorang murid yang bertemu Yesus dalam perjalanan ke Emaus, oleh Joseph von Führich, 1837.

Kleopas adalah seorang tokoh Kristen yang terdapt dalam Alkitab Perjanjian Baru.[1]. Dia adalah seorang murid yang ditemui Yesus yang telah bangkit dari kubur, yaitu dalam perjalanan Kleopas dari Yerusalem menuju Emaus.[2] Dalam perjalanan itu, Yesus dan Kleopas berbicara, bahkan sempat makan bersama, mereka makan ikan goreng.[2] Kisah ini terdapat dalam Injil Lukas 24 ayat 13-27, Injil Markus 16.[2] Kleopas di sini mungkin sama dengan yang disebut dalam [Injil Yohanes]] 19 ayat 25.[2]

Kleopas adalah salah seorang murid Yesus yang memiliki pengharapan bahwa Yesus akan bangkit dan membebaskan Israel dari penindasan.[1] Pengharapan yang sama dengan pengharapan yang dimiliki Imam Zakharia (ayah Yohanes Pembaptis) dan Hana.[1] Namun harapan itu bisa dimaknai bahwa harapan tentang penyelamatan bukan hanya pada orang-orang Yahudi, namun juga atas segala bangsa di dunia.[1]

Makna penting yang bisa diambil dari kisah perjumpaan Kleopas dengan Yesus menuju Emaus adalah tentang tidak disebutkannya nama teman perjalanan Kleopas.[3] Hal ini ditafsirkan sebagai gaya Lukas (penulis Injil Lukas) untuk mengajak pembaca Alkitab seolah-olah turut hadir dalam peristiwa yang diceritakan.[3] Lalu makna yang lebih lanjut adalah bahwa Kleopas sebelumnya tidak mengenali Yesus yang adalah gurunya.[3] Dalam ayat tersebut dikisahkan bahwa muka Kleopas muram, pastilah kerena kekecewaan.[3] Jadi dari cerita ini, dapat dimaknai bahwa manusia yang bermuram, hanya memikirkan masalah-masalah hidupnya tanpa melihat kebenaran lain akan kesulitan mengenali Tuhan.[3] Menjadi manusia seharusnya lebih mampu berserah kepada Tuhan sehingga Tuhan benar-benar dapat dikenali dan dilibatkan dalam menyelesaikan masalah.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d (Indonesia)Martin Harun., Memberitakan Injil Kerajaan, Yogyakarta: Kanisius, 2001
  2. ^ a b c d (Indonesia)J.h. Bavick., Sejarah Kerajaan Allah 2 Perjanjian Baru, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2007
  3. ^ a b c d e f (Indonesia)Agustinus Gianto., MEMBARUI WAJAH MANUSIA, Kumpulan Ulasan Injil, Yogyakarta: Kanisius, 2006

Lihat pula[sunting | sunting sumber]