Evangelikalisme

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Evangelikalisme adalah istilah yang biasanya merujuk kepada praktik-praktik dan tradisi-tradisi keagamaan yang terdapat dalam agama Kristen Protestan konservatif. Evangelikalisme dicirikan oleh penekanan pada penginjilan, pengalaman pertobatan secara pribadi, iman yang berorientasi pada Alkitab dan keyakinan tentang relevansi iman Kristen pada masalah-masalah kebudayaan. Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, Gereja-gereja, orang-orang, dan gerakan-gerakan sosial Protestan telah sering dicap evangelikal yang dibedakan dari liberalisme Protestan.

Perlu dicatat bahwa di Eropa daratan, kata yang sama dalam bahasa Inggris “Evangelical”, yang biasanya diterjemahkan menjadi “Injili” dalam bahasa Indonesia, biasanya diartikan sebagai Protestan atau bahkan Lutheran seperti yang biasa digunakan dalam terjemahannya ke dalam bahasa Jerman "evangelisch". Di Jerman, kelompok Protestan yang dikenal sebagai Lutheran di AS dan di berbagai tempat lainnya di seluruh dunia, secara eksklusif disebut sebagai Evangelische atau Injili, yang tergolong ke dalam Gereja Injili di Jerman. Lihat lebih jauh dalam "Penggunaan" di bawah ini.

Penggunaan[sunting | sunting sumber]

Istilah 'evangelikal', dalam pengertian leksikal, tetapi juga yang lebih jarang digunakan, merujuk kepada apapun juga yang tersirat dalam keyakinan bahwa Yesus adalah Mesias. Kata ini berasal dari kata bahasa Yunani untuk 'Injil' atau 'kabar baik': ευαγγελιον evangelion, dari eu- "baik" dan angelion "kabar" atau "berita". Dalam pengertiannya yang paling sempit, menjadi evangelikal berarti menjadi Kristen, artinya, didasarkan pada, dan dimotivasikan oleh, serta bertindak sesuai dengan, penyebaran pesan kabar baik dari Perjanjian Baru.


Masuk ke Indonesia[sunting | sunting sumber]

Gerakan Injili masuk ke Indonesia pada tahun 1950-an, baik secara langsung dari Amerika Serikat maupun dari Eropa, dengan didirikannya sekolah-sekolah teologi pada masa itu, antara lain: Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT, berdiri tahun 1952) dan Institut Injili Indonesia (I-3, berdiri tahun 1959). Gerakan Injili di Indonesia juga disuburkan oleh kaum Injili di Jerman yang memberikan dukungan terhadap Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil di Indonesia (YPPII), dan oleh kaum Injili di Inggris melalui Overseas Missionary Fellowship (OMF) yang mengirimkan para misonari mereka untuk melayani di beberapa gereja dan lembaga Kristen di Indonesia. Sedangkan penyebaran di kalangan mahasiswa dilakukan melalui Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia yang merupakan kepanjangan tangan dari Campus Crusades for Christ.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Gerakan[sunting | sunting sumber]

Gerakan Tandingan[sunting | sunting sumber]

Daftar tokoh evangelikal: tokoh historis, sarjana, pengarang, pendidik dan pemimpin[sunting | sunting sumber]

Penerbitan[sunting | sunting sumber]

Seminari dan sekolah teologi[sunting | sunting sumber]

Kelompok-kelompok regional dan nasional[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

.

Apologetika/Teologi Evangelikal[sunting | sunting sumber]

Penelitian tentang kelompok Evangelikal[sunting | sunting sumber]