Uzia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
The King Uzziah Stricken with Leprosy, by Rembrandt, 1635.

Uzia (bahasa Ibrani: עֻזִּיָּהוּ, "YHWH adalah kekuatanku"; bahasa Yunani: Οζίας; bahasa Latin: Ozias); bahasa Inggris: Uzziah), atau yang dikenal juga dengan nama Azarya (bahasa Ibrani: עֲזַרְיָה, "YHWH telah menolong"; bahasa Yunani: Αζαρις; bahasa Inggris: Azariah) adalah raja kerajaan Yehuda (791 SM - 740 SM). Ayahnya adalah raja Amazia[1][2] dan ibunya bernama Yekholya dari Yerusalem.[3] Ia memulai kepemimpinannnya pada umur 16 tahun dan memerintah selama 52 tahun.[2] Kemungkinan Uzia telah menduduki takhta bersama bapaknya, sebelum Amazia mati terbunuh.[2] Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.[4] Pada masa pemerintahannya, Yehuda mengalami kemakmuran yang besar.[2] Yehuda dapat menutup kerugian-kerugian yang dialami pada waktu pemerintahan raja-raja yang terakhir, khususnya dalam hal pertanian dan peternakan.[1][2] Ia sangat memperhatikan bidang militer, sehingga ia menyediakan persenjataan khusus untuk pertahanan, menyiagakan tentara yang besar lengkap dengan senjata paling jitu dan membangun kota-kota benteng di tempat-tempat strategis.[2] Namun, pada akhirnya pemerintahan Uzia melanggar perintah Tuhan, yakni dengan mempersembahkan kurban ungkupan.[1] Oleh karena itu, Tuhan memberikan hukuman kepadanya dengan penyakit kusta.[1] Raja Uzia sakit kusta sampai kepada hari matinya, dan sebagai orang yang sakit kusta ia tinggal dalam sebuah rumah pengasingan, karena ia dikucilkan dari rumah TUHAN. Dan Yotam, anaknya, mengepalai istana raja dan menjalankan pemerintahan atas rakyat negeri itu.[5]

Para nabi[sunting | sunting sumber]

Pada zaman raja Uzia, muncul sejumlah nabi yang menyampaikan nubuat Allah kepada bangsa Israel dan Yehuda:

  • nabi Amos, salah seorang peternak domba dari Tekoa. Pada waktu itu Yerobeam, anak Yoas, masih menjabat sebagai raja Israel. Firman Allah diucapkan melalui nabi Amos dua tahun sebelum gempa bumi.[6] Gempa ini dicatat juga dalam kitab Zakharia:
Maka tertutuplah lembah gunung-gunung-Ku, sebab lembah gunung itu akan menyentuh sisinya; dan kamu akan melarikan diri seperti kamu pernah melarikan diri oleh karena gempa bumi pada zaman Uzia, raja Yehuda. Lalu TUHAN, Allahku, akan datang, dan semua orang kudus bersama-sama Dia.[7]
  • nabi Hosea bin Beeri.[8]
  • nabi Yesaya bin Amos.[9] Yesaya juga dicatat sebagai penulis kitab riwayat hidup raja Uzia.[10]

Nama[sunting | sunting sumber]

Kitab 2 Raja-raja pada awalnya mencatat namanya sebagai "Azarya" (yaitu pada pasal 14 sampai setengah pasal 15), dan kemudian mulai menggunakan nama "Uzia" berkenaan dengan nama putra dan sekaligus penerusnya, "Yotam bin Uzia", mulai 2 Raja-raja 15:30 dan seterusnya.[11] Kitab 2 Tawarikh selalu menggunakan nama "Uzia". Demikian pula kitab nabi-nabi Amos, Hosea dan Yesaya.

Perhitungan waktu[sunting | sunting sumber]

  • Uzia (Azarya) bin Amazia memerintah Kerajaan Yehuda di Yerusalem selama 52 tahun sejak usia 16 tahun.[3]
  • Ayahnya, Amazia, wafat pada usia 54 tahun,[12] ketika Uzia berusia 16 tahun.[3] berarti Uzia lahir ketika Amazia berusia 38 tahun dan telah memerintah 13 tahun lamanya.[13]
  • Uzia meninggal pada usia 68 tahun, ketika Yotam, putranya, berusia 25 tahun.[14]

Menurut tahun Kerajaan Yehuda[sunting | sunting sumber]

Menurut perhitungan waktu pemerintahan raja Asa, Yosafat dan seterusnya, maka tahun-tahun kehidupan Uzia dapat dihitung sejak berdirinya Kerajaan Yehuda (mulai dari pecahnya Kerajaan Israel).

  • Tahun ke-160 (tahun ke-70 Dinasti Yehu, tahun ke-12 Yoas raja Israel; tahun ke-11 Amazia): Azarya dilahirkan oleh Yekholya, dari Yerusalem, bagi Amazia, raja Yehuda.[15]
  • Tahun ke-164 (tahun ke-74 Dinasti Yehu, tahun ke-15 Yerobeam; tahun ke-29 Amazia, Azarya 4 tahun): Amazia mati dibunuh.[16]
  • Tahun ke-176 (tahun ke-86 Dinasti Yehu, tahun ke-27 Yerobeam): Azarya atau Uzia (16 tahun), putra Amazia, menjadi raja atas Yehuda.[16][17][18]
  • Tahun ke-190 (tahun ke-100 Dinasti Yehu, tahun ke-41 Yerobeam; tahun ke-15 Uzia (31 tahun)): Yerobeam mati.
  • Tahun ke-202 (tahun ke-112 Dinasti Yehu; tahun ke-27 Uzia (43 tahun)): Yotam, putra mahkota dan kelak penerus raja Uzia, dilahirkan oleh Yerusa anak Zadok.[14]
  • Tahun ke-213 (tahun ke-123 Dinasti Yehu; tahun ke-38 Uzia (54 tahun), Yotam 11 tahun): Zakharia bin Yerobeam, menjadi raja atas Israel di Samaria. Ia memerintah 6 bulan lamanya dan merupakan keturunan ke-4/terakhir dari Dinasti Yehu.[19] ~ 751-750 SM.[20]
  • Tahun ke-214 (tahun ke-39 Uzia (55 tahun), Yotam 12 tahun): (~ 750 SM[20])
    • Salum bin Yabesh menjadi raja dan memerintah sebulan lamanya di Samaria.[21]
    • Menahem bin Gadi menjadi raja atas Israel. Ia memerintah 10 tahun lamanya di Samaria.[22]
  • Tahun ke-224 (tahun ke-49 Uzia (65 tahun), Yotam 22 tahun): Ahas anak Yotam dilahirkan.[23]
  • Tahun ke-225 (tahun ke-50 Uzia (66 tahun), Yotam 23 tahun, Ahas 2 tahun): Pekahya, anak Menahem, menjadi raja atas Israel di Samaria. Ia memerintah 2 tahun lamanya.[24] (~ 740-739 SM[20])
  • Tahun ke-227 (tahun ke-52 Uzia (68 tahun), Ahas 3 tahun): (~ 738-737 SM[20])
    • Pekah bin Remalya menjadi raja atas orang Israel di Samaria. Ia memerintah 20 tahun lamanya.[25] (~ 738 SM[20])
    • Uzia wafat pada usia 68 tahun.[14] (~ 737 SM[20])
    • Pada tahun matinya raja Uzia, nabi Yesaya bin Amos mendapat panggilan Allah untuk menjadi utusannya dalam suatu penglihatan akan Allah yang duduk di atas tahta di atas Bait-Nya.[26] (~ 737 SM[20])
  • Tahun ke-228 (tahun ke-2 Pekah, Ahas 4 tahun): Yotam (25 tahun) menjadi raja atas Kerajaan Yehuda.[14]

Pemerintahan bersama Amazia[sunting | sunting sumber]

Ada pendapat bahwa Uzia mulai memerintah sewaktu ayahnya, Amazia, masih hidup:

  • Uzia mulai memerintah pada tahun ke-27 pemerintahan Yerobeam II di Kerajaan Israel Utara.[27] Yerobeam, anak Yoas, raja Israel, menjadi raja di Samaria, dalam tahun ke-15 zaman Amazia bin Yoas, raja Yehuda, ayah Uzia, dan memerintah 41 tahun lamanya.[28]

William F. Albright memperkirakan masa pemerintahannya pada tahun 783 – 742 SM. Edwin R. Thiele memperhitungkan bahwa Uzia menjadi raja bersama ayahnya Amazia sejak tahun 792/791 SM selama 14-15 tahun, memerintah sendiri sejak usia 39 tahun selama 27-28 tahun pada periode 767-740/739 SM.[29] Catholic Encyclopedia memberikan masa pemerintahannya pada tahun 809-759 SM.[30]

Pemerintahan bersama antara Uzia dan ayahnya, Amazia, diperkirakan dimulai ketika Yoas, raja Israel menangkap Amazia, raja Yehuda di Bet-Semes setelah Amazia dengan bodohnya menantang Yoas untuk berperang.[31] Saat itulah "segenap bangsa Yehuda mengambil Azarya, yang masih berumur 16 tahun dan mengangkat dia menjadi raja menggantikan ayahnya, Amazia."[32] Hal ini diperhitungkan pada tahun ke-7 pemerintahan Amazia di Yehuda yang bertepatan dengan tahun ke-9 pemerintahan Yoas di Israel (tahun 789 SM[20] atau 792/791 SM[29]).

Pemerintahan sendiri[sunting | sunting sumber]

  • Tahun ke 27 (usia: 43 tahun), Yotam, putra mahkota dan kelak penerus raja Uzia, dilahirkan oleh Yerusa anak Zadok.[14]
  • Tahun ke-38 (usia: 54 tahun), Zakharia bin Yerobeam, menjadi raja atas Israel di Samaria. Ia memerintah 6 bulan lamanya.[33] ~ 751-750 SM.[20]
  • Tahun ke-39 (usia: 55 tahun): (~ 750 SM[20])
    • Salum bin Yabesh menjadi raja dan memerintah sebulan lamanya di Samaria.[34] (~ 750 SM[20])
    • Menahem bin Gadi menjadi raja atas Israel. Ia memerintah 10 tahun lamanya di Samaria.[35] (~ 750-740 SM[20])
  • Tahun ke-50 (usia: 66 tahun), Pekahya, anak Menahem, menjadi raja atas Israel di Samaria. Ia memerintah 2 tahun lamanya.[36] (~ 740-739 SM[20])
  • Tahun ke-52 (usia: 68 tahun): (~ 738-737 SM[20])
    • Pekah bin Remalya menjadi raja atas orang Israel di Samaria. Ia memerintah 20 tahun lamanya.[37] (~ 738 SM[20])
    • Uzia wafat pada usia 68 tahun, digantikan oleh putranya, Yotam menjadi raja atas Kerajaan Yehuda. Saat itu Yotam berusia 25 tahun.[14]. (~ 737 SM[20])
    • Pada tahun matinya raja Uzia, nabi Yesaya bin Amos mendapat panggilan Allah untuk menjadi utusannya dalam suatu penglihatan akan Allah yang duduk di atas tahta di atas Bait-Nya.[38] (~ 737 SM[20])

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d (Indonesia) I. Snoek. 1981. Sejarah Suci. Jakarta: BPK Gunung Mulia
  2. ^ a b c d e f (Indonesia)J.D. Douglas, 2008. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid II. Jakarta: Bina Kasih.
  3. ^ a b c 2 Raja-raja 15:2; 2 Tawarikh 26:3
  4. ^ 2 Tawarikh 26:5
  5. ^ 2 Tawarikh 26:21
  6. ^ Amos 1:1
  7. ^ Zakharia 14:5
  8. ^ Hosea 1:1
  9. ^ Yesaya 1:1
  10. ^ 2 Tawarikh 26:22
  11. ^ Lihat 2 Raja-raja 14 dan 2 Raja-raja 15
  12. ^ 2 Raja-raja 15:1
  13. ^ 2 Raja-raja 14:2
  14. ^ a b c d e f 2 Raja-raja 15:33
  15. ^ 2 Raja Raja 15:2
  16. ^ a b 2 Raja-raja 14:2; 2 Tawarikh 25:1
  17. ^ 2 Raja Raja 15:1-2
  18. ^ Edersheim, Alfred. Bible History of Old Testament. Hendrickson Publishers. 1994. ISBN: 1565638328; ISBN-13: 9781565638327
  19. ^ 2 Raja-raja 15:8
  20. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q Harold Camping. The Perfect Harmony of the Numbers of the Hebrew Kings. Oakland:Family Radio. 2008.
  21. ^ 2 Raja-raja 15:13
  22. ^ 2 Raja-raja 15:17
  23. ^ 2 Raja-raja 16:1-2; 2 Tawarikh 28:1
  24. ^ 2 Raja-raja 15:23
  25. ^ 2 Raja-raja 15:27
  26. ^ Yesaya 6:1
  27. ^ 2 Raja-raja 15:1
  28. ^ 2 Raja-raja 14:23
  29. ^ a b Edwin R. Thiele, The Mysterious Numbers of the Hebrew Kings (3rd ed.; Grand Rapids, MI: Zondervan/Kregel, 1983) 217.
  30. ^ Driscoll, James F. "Ozias." The Catholic Encyclopedia. Vol. 11. New York: Robert Appleton Company, 1911. 30 November 2009 http://www.newadvent.org/cathen/11379a.htm, http://oce.catholic.com/oce/browse-page-scans.php?id=a6c038fa9e05f8c9d68dffcf9e73b544.
  31. ^ 2 Raja-raja 14:13
  32. ^ 2 Raja-raja 14:13
  33. ^ 2 Raja-raja 15:8
  34. ^ 2 Raja-raja 15:13
  35. ^ 2 Raja-raja 15:17
  36. ^ 2 Raja-raja 15:23
  37. ^ 2 Raja-raja 15:27
  38. ^ Yesaya 6:1

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]