Isyboset
Isyboset (bahasa Ibrani: אִֽישְׁבֹּ֫שֶׁת, Standard: Ishbóshet, Tiberian: ʼΚbṓšeṯ; bahasa Inggris: Ish-bosheth) juga dinamakan Esybaal[1] (bahasa Ibrani: אֶשְׁבַּ֫עַל, Standard: Eshbáʻal, Tiberian: ʼEšbáʻal), Ashbaal atau Ishbaal), adalah satu dari 4 putra raja Saul. Ibunya bernama Ahinoam binti Ahimaaz. Lahir kira-kira tahun 1047 SM. Setelah raja Saul dan 3 putranya meninggal bersamaan, panglima Abner mengangkatnya sebagai raja Israel tahun 1007 SM di Mahanaim, seberang sungai Yordan. Waktu itu ia berusia 40 tahun, dan bertahta selama 2 tahun[2]. Namun Daud dan suku Yehuda memisahkan diri dan mengalahkan pasukannya. Peperangan berakhir dengan memihaknya panglima Abner kepada Daud dan pengembalian Michal, saudara perempuan Isyboset yang juga istri Daud, kepada Daud[3]. Dengan pindahnya Abner, Isyboset kehilangan keberanian untuk berperang, tetapi kemudian dibunuh oleh 2 orang kepala gerombolannya, Rekhab dan Baana, yang ingin mendapat hadiah dari Daud pada tahun 1005 SM. Daud malah menghukum mati ke-2 orang itu dan menguburkan Isyboset di kuburan Abner di Hebron[4].
Catatan Sejarah [sunting]
Pakar sejarah Mesir, David Rohl, mengidentifikasi Esybaal dengan Mutbaal yang disebut-sebut di surat-surat Amarna. Teori Rohl belum diterima sepenuhnya oleh pakar lain, tetapi jelas kedua nama ini, dari bahasa yang berbeda, artinya sama, yaitu "pengikut Baal". Keduanya mempunyai ayah (satu Saul, satunya Labaya) yang menjadi raja di daerah barat sungai Yordan, sedangkan mereka menjadi raja di daerah timur sungai Yordan.
Referensi [sunting]
|
||||||||||||||||