Yotam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Jotham from "Promptuarii Iconum Insigniorum "

Yotam (Ibrani: יוֹתָם, Yunani: Ιωαθαμ, yang artinya "Tuhan adalah sempurna" adalah raja ke-11 kerajaan Yehuda (742 SM - 735 SM) dan anak dari Raja Uzia.[1][2] Alkitab mencatat bahwa Yotam melawan Rezin, Raja Aram dan Pekah, Raja Israel (2 Raja-raja 15:37) dalam rangka menolak keterlibatan Yehudan dalam blok anti-Asyur.[1] Di dalam 2 Tawarikh 27:5 diceritakan bahwa ia menang dalam perang melawan bani Amon, yang menyebabkan bani Amon harus membayarkan upeti sebesar 100 talenta perak, sepuluh ribu kor gandum dan sepuluh ribu kor jelai.[1] Ia hidup pada zaman nabi Yesaya, dan Mikha.[1] Ia adalah raja yang takut akan Tuhan.[2] Akan tetapi, ia hidup dalam kondisi rakyat yang meluaskan praktik-praktik penyembahan berhala.[1] Selama 16 tahun memimpin, Yotam memberikan pengaruh spiritual yang baik terhadap Yehuda dan pemerintahannya semakin kuat.[1] Ia membangun pintu gerbang yang tinggi untuk Bait Suci, memperkokoh kota kubu-kubu, memperluas wilayah kerajaan Yehuda dan menundukkan orang Amon.[2] Kepemimpinannya selanjutnya diteruskan oleh anaknya, Ahas.[1]

Perhitungan waktu[sunting | sunting sumber]

  • Dalam tahun kedua (ke-2) zaman Pekah bin Remalya, Raja Israel, Yotam, anak Uzia Raja Yehuda menjadi raja.[3]
  • Ia (Yotam) berumur dua puluh lima (25) tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belas (16) tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yerusa, anak Zadok.[4]
  • Ayahnya, Uzia (Azarya) memerintah Kerajaan Yehuda di Yerusalem selama 52 tahun sejak usia 16 tahun.[5] berarti Yotam lahir pada tahun ke-27 pemerintahan Uzia, ketika Uzia berusia 43 tahun.
  • Yotam meninggal pada usia 41 tahun, ketika Yotam, putranya, berusia 25 tahun.[6]

Menurut tahun Kerajaan Yehuda[sunting | sunting sumber]

Menurut perhitungan waktu pemerintahan Raja Asa, Yosafat dan seterusnya, maka tahun-tahun kehidupan Yotam dapat dihitung sejak berdirinya Kerajaan Yehuda (mulai dari pecahnya Kerajaan Israel).

  • Tahun ke-202 (tahun ke-112 Dinasti Yehu; tahun ke-27 Uzia (43 tahun)): Yotam, putra mahkota dan kelak penerus Raja Uzia, dilahirkan oleh Yerusa anak Zadok.[6]
  • Tahun ke-213 (tahun ke-123 Dinasti Yehu; tahun ke-38 Uzia (54 tahun), Yotam 11 tahun): Zakharia bin Yerobeam, menjadi raja atas Israel di Samaria. Ia memerintah 6 bulan lamanya dan merupakan keturunan ke-4/terakhir dari Dinasti Yehu.[7] ~ 751-750 SM.[8]
  • Tahun ke-214 (tahun ke-39 Uzia (55 tahun), Yotam 12 tahun): (~ 750 SM[8])
    • Salum bin Yabesh menjadi raja dan memerintah sebulan lamanya di Samaria.[9]
    • Menahem bin Gadi menjadi raja atas Israel. Ia memerintah 10 tahun lamanya di Samaria.[10]
  • Tahun ke-224 (tahun ke-49 Uzia (65 tahun), Yotam 22 tahun): Ahas anak Yotam dilahirkan.[11]
  • Tahun ke-225 (tahun ke-50 Uzia (66 tahun), Yotam 23 tahun, Ahas 2 tahun): Pekahya, anak Menahem, menjadi raja atas Israel di Samaria. Ia memerintah 2 tahun lamanya.[12] (~ 740-739 SM[8])
  • Tahun ke-227 (tahun ke-52 Uzia (68 tahun), Ahas 3 tahun): (~ 738-737 SM[8])
    • Pekah bin Remalya menjadi raja atas orang Israel di Samaria. Ia memerintah 20 tahun lamanya.[13] (~ 738 SM[8])
    • Uzia wafat pada usia 68 tahun.[6] (~ 737 SM[8])
    • Pada tahun matinya Raja Uzia, Nabi Yesaya bin Amos mendapat panggilan Allah untuk menjadi utusannya dalam suatu penglihatan akan Allah yang duduk di atas takhta di atas Bait-Nya.[14] (~ 737 SM[8])
  • Tahun ke-228 (tahun ke-2 Pekah, Ahas 4 tahun): Yotam (25 tahun) menjadi raja atas Kerajaan Yehuda.[6]
  • Tahun ke-243 (tahun ke-17 Pekah, tahun ke-16 Yotam): Yotam (41 tahun) mati. Ahas (20 tahun) anak Yotam menjadi raja dan memerintah atas Yehuda selama 16 tahun.[11]

Bukti arkeologi[sunting | sunting sumber]

  • Sebuah segel abad ke-8 SM dari tanah liat yang disebut bulla milik Raja Ahas telah diketemukan. Berukuran 0,4 inci, di segel tersebut tertera tulisan: "Milik Ahas, anak Yotam, Raja Yehuda"[15]. Ini merupakan bukti pemerintahan Raja Yotam, dan Raja Ahas, anaknya.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g (Indonesia) I. Snoek. 1981. Sejarah Suci. Jakarta: BPK Gunung Mulia
  2. ^ a b c (Indonesia)J.D. Douglas, 2008. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid II. Jakarta: Bina Kasih.
  3. ^ 2 Raja-raja 15:32
  4. ^ 2 Raja-raja 15:33
  5. ^ 2 Raja-raja 15:2; 2 Tawarikh 26:3
  6. ^ a b c d 2 Raja-raja 15:33
  7. ^ 2 Raja-raja 15:8
  8. ^ a b c d e f g Harold Camping. The Perfect Harmony of the Numbers of the Hebrew Kings. Oakland:Family Radio. 2008.
  9. ^ 2 Raja-raja 15:13
  10. ^ 2 Raja-raja 15:17
  11. ^ a b 2 Raja-raja 16:1-2; 2 Tawarikh 28:1
  12. ^ 2 Raja-raja 15:23
  13. ^ 2 Raja-raja 15:27
  14. ^ Yesaya 6:1
  15. ^ http://theosophical.wordpress.com/2011/08/12/biblical-archaeology-14-ahaz-bulla/