Boas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
RembrandtBoasRuth.jpg

Boas dalam kitab Kejadian dari Kitab Suci Ibrani dan Alkitab, adalah salah satu anak dari Salmon dan isterinya, Rahab.[1] Ia dan istrinya, Rut, mempunyai seorang putra bernama Obed[2].[1] Boas adalah tokoh utama (protagonis) dalam kitab Rut.[1] Cerita Boas yang memperistri Rut, orang Moab itu, tercatat dalam kitab Rut.[1] Dari keturunan mereka lahirlah raja Daud dan dari Daud lahirlah Yesus.[3][1]

Karakter[sunting | sunting sumber]

Penulis kitab Rut mendeskripsikan Boas dalam dua cara, yaitu deskripsi langsung dan deskripsi tidak langsung.[1] Deskripsi langsung adalah sebuah pemaparan langsung tentang siapa Boas (Kitab Rut 2:1).[1] Boas digambarkan sebagai seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh.[1] Deskripsi tidak langsung adalah sebuah deskripsi yang memakai perkataan, komentar, atau tindakan yang berkaitan dengan Boas.[1] Dalam hal ini, kehadiran tokoh-tokoh lain turut memperkaya gambaran deskripsi tentang Boas.[1] Boas dikenal sebagai seorang yang kaya pada masa ia hidup.[1] Hal ini didasarkan pada besar ladang dan banyaknya pekerja yang ia miliki.[1] Rut merupakan salah satu pekerja ladang Boas.[1] Boas juga merupakan sosok yang murah hati.[1] karakter Boas yang murah hati ini terlihat ketika ia memperbolehkan Rut untuk bekerja di ladang miliknya.[1] Rut bekerja di ladang Boas sebagai pemungut jelai.[1] Ia bahkan meminta para pekerja ladang lain untuk tidak mengganggu Rut.[1] Ia bahkan meminta para pekerja ladanganya agar tidak memungut jelai yang terjatuh dan membiarkan Rut memungut jelai tersebut.[1] Boas juga digambarkan sebagai tokoh yang bertanggungjawab.[1] Ia bertanggungjawab atas perkataannya kepada Rut.[1] Ia berjanji bahwa ia akan menebus Rut dengan cara menikahi Rut.[1] Namun, ia akan menebus Rut apabila seseorang yang (menurut tradisi Israel) seharusnya menebus Rut menolak untuk mengambil haknya.[1] Ia memanggil orang tersebut dan bertanya kepada orang itu apakah ia akan menebus Rut.[1] Orang itu menolak dan Boas pun menggenapi perkataannya kepada Rut.[1] Boas juga dipandang sebagai sosok yang berkuasa.[1] Tidak banyak orang mampu memanggil tua-tua kota untuk berkumpul di pintu gerbang kota untuk memutuskan permasalahan yang dialami oleh seseorang.[1] Umumnya, hanya beberapa tua-tua kota yang datang untuk mengatasi masalah yang terjadi di dalam masyarakat.[1] Namun, Boas mampu memanggil seluruh tua-tua kota.[1] Tidak hanya itu, banyak orang yang datang ke pintu gerbang kota untuk menyaksikan Boas.[1] Boas juga digambarkan sebagai sosok yang berintegritas.[1] Ia memiliki integritas karena Boas tidak melakukan hal yang buruk.[1] Boas punya kesempatan untuk melakukan hal yang buruk terhadap Rut yaitu saat Rut datang kepada Boas di malam hari.[1] Namun, ia memanfaatkan kesempatan itu.[1]

Teologis[sunting | sunting sumber]

Nama Boas terkait dengan beberapa tema teologis.[4]

Boas dan Goel[sunting | sunting sumber]

Goel adalah sebuah konsep dalam Alkitab tentang penebusan.[4] Gi Umumnya, kata ini dikenakan kepada Tuhan.[1] Goel merupakan hak Tuhan.[1] Dalam Kitab Rut, kata ini dikenakan kepada Boas.[4] Boas dianggap sebagai goel oleh Naomi.[4] Boas menjalankan fungsi dari goel.[5] Ia berjanji kepada Rut bahwa ia akan menebus Rut apabila orang yang memiliki hak untuk menebus Rut menolak melakukan hal itu.[5] Tindakan penebusan yang dilakukan Boas tidak hanya dilihat berarti bagi Rut, tetapi juga bagi Naomi.[5] Boas memang tidak berbicara langsung dalam dengan Naomi.[6] Naomi telah menjadi janda sejak Elimelekh meninggal.[4] Ia pun kehilangan kedua anak laki-lakinya yaitu Mahlon dan Kilyon tanpa memiliki cucu laki-laki.[4] Dalam tradisi Israel, perempuan yang menjadi janda termasuk dalam kategori orang miskin.[1] Kehilangan Elimelekh dan kedua anak laki-laki merupakan bencana bagi Naomi.[4]. Naomi menganggap kematian Elimelekh dan kedua anak laki-lakinya sebagai sebuah tanda bahwa Tuhan tidak berkenan kepada dirinya.[1] Naomi bahkan tidak memiliki cucu laki-laki untuk meneruskan nama keluarga Elimelekh.[1] Naomi juga sudah cukup tua untuk bisa melahirkan seorang anak.[7] Sosok Boas yang muncul sebagai seorang lelaki yang menikahi Rut dilihat oleh Naomi sebagai sosok yang menebus dirinya dari keadaan yang terpuruk itu.[4] Selain itu, Naomi juga mendapatkan keuntungan karena Boas merupakan orang yang kaya dan terpandang.[7] Akan tetapi, fokus Naomi bukanlah pada kekayaan Boas melainkan kepada keturunan yang diberikan Boas baginya melalui Rut.[1] Naomi akhirnya dapat memilki keturunan dan nama keluarga Elimelekh pun tidak hilang.[1]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad ae af ag ah ai aj ak al am an Yongky Karman. 2009. Tafsiran Alkitab:Kitab Rut. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
  2. ^ I Tawarikh 2:12
  3. ^ Matius 1:4 Silsilah Yesus dari Boas
  4. ^ a b c d e f g h (English) J.Darline Peipman. 2008. The Book of Ruth, Precept Upon Precept. United States of America:Xulon Press.
  5. ^ a b c (English) Israel P. Loken. 2008. The Old Testament Historical Books: an Introduction. United Stated of America: Xulon Press.
  6. ^ (English) Adelle Berlin. 1983. Poetics And Interpretation of Biblical Narrative. Indiana:The Almond Press. Hlm 87-90
  7. ^ a b (English) Katherine C. Bushnell. 2009. Heaven on Earth and How It Will Come. Leicester: Wildside Press.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Orang tua:
Salmon dan Rahab
Boas
? tahun
Anak:
Obed