Maryam

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Maryam binti 'Imran (bahasa Arab : مريم Maryam putri/anak perempuan dari Imran) merupakan satu dari empat wanita yang dianggap paling agung yang pernah hidup di dunia, di samping Aisyiah istri Firaun, Khadijah istri Nabi Muhammad SAW, dan Fatimah binti Muhammad SAW dalam Islam. Bahkan Maryam merupakan satu-satunya wanita yang namanya diabadikan dalam kitab suci Al-Quran. Bahkan salah satu surahnya, ada yang dinamai dengan surah Maryam, surah ke-19. Maryam disebut 34 kali dalam Al-Quran. Maryam menjadi panutan bagi wanita Islam di dunia. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT memilih Maryam di atas semua perempuan di seluruh dunia.

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).

—Quran, surah Ali 'Imran/3, ayat 42.

Maryam dalam Qur'an[sunting | sunting sumber]

Nama Maryam sering disebutkan dalam Al-Qur'an. Kisah hidupnya disebutkan dalam awal surat. Surat ke-19 diambil dari namanya. Surat ini bernama Maryam.

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Dalam Al-Qur'an, Maryam merupakan anak dari 'Imran.

Kelahiran[sunting | sunting sumber]

Kelahiran Maryam disebutkan dalam Al-Qur'an dalam banyak surat. Ayahnya 'Imran (bahasa Arab: يواكيم;Imran) dan ibunya (آن;Hannah) juga disebutkan dalam Al-Qur'an. Qur'an menceritakan bahwa 'Imran dan Hannah yang sudah tua tidak memiliki anak selama bertahun-tahun. Suatu hari Anne melihat burung makan bersama anak-anaknya. Melihat ini membuat Anne ingin anak untuk dirinya sendiri. Dia berdoa kepada Allah agar dikaruniai anak. Dia berjanji bahwa jika doanya terkabul , kehidupan anaknya akan diabdikan untuk mengabdi Allah. Hannah juga berdoa untuk anaknya untuk dilindungi dari "sentuhan" dari Setan (إبليس;Iblis) .

Awal kehidupan[sunting | sunting sumber]

Qur'an menceritakan bahwa Maryam dibesarkan di Masjid dan memiliki tempat khusus sendiri di sana. Qur'an juga menceritakan bahwa ada seseorang yang akan menjadi wali Maryam. Nabi Zakariyya menjadi wali dari Maryam. Seringkali, ketika Nabi Zakariyya akan mengunjungi kamar Maryam, ia akan menemukan Maryam memiliki banyak makanan. Dia selalu bertanya di mana Maryam mendapat makanan. Maryam pun menjawab "Allah memberikan kepada siapa yang Dia kehendaki". Nabi Zakariyya tidak akan mempertanyakan hal ini setelah kejadian tersebut. Sebagai Nabi, ia percaya bahwa Allah adalah pemberi segala sesuatu dan kehidupan.

Kelahiran 'Isa[sunting | sunting sumber]

Kabar gembira Maryam tentang kelahiran 'Isa sangat penting dalam Islam. Mereka dianggap sebagai salah satu mukjizat yang luar biasa dari Allah SWT. Penjelasan pertama dari kabar gembira tentang Kelahiran 'Isa dalam surah Maryam ayat 20. Qur'an menceritakan bahwa Malaikat (bahasa Arab: الروح القدس, al-Ruh al-Quds, Jibra'il ) datang kepada Maryam dan mengatakan bahwa dia akan hamil dengan anak yang suci. Maryam bertanya kepada Jibril bagaimana dia akan hamil karena tidak ada laki-laki pun yang pernah menyentuhnya. Malaikat Jibril mengatakan kepadanya bahwa bagi Allah segala sesuatu itu adalah mudah dan Kelahiran 'Isa akan menjadi tanda bagi umat manusia. Kelahiran disebutkan kemudian di surah At-Tahrim ayat 12, di mana Al-Quran mengatakan bahwa Maryam tetap perawan sementara Allah menciptakan 'Isa dalam rahimnya.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]