Yustinus Martir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Santo Yustinus Martir
Justin Martyr.jpg
Santo Yustinus Martir
Martir
Lahir 100[1]
Flavia Neapolis, Samaria (Nablus masa kini)
Wafat 165 (umur 65)
Roma, Kekaisaran Romawi
Dihormati dalam Gereja Katolik
Komuni Anglikan
Gereja Ortodoks Timur
Lutheranisme
Ortodoksi Oriental
Dikanonisasi Pra-Kongregasi
Pesta 1 Juni (Gereja Katolik, Gereja Ortodoks Timur, Komuni Anglikan)
14 April (Kalender Roma, 1882–1969)

Santo Yustinus, juga dikenal sebagai Yustinus Martir (bahasa Yunani: Ιουστίνος ο Μάρτυρας, bahasa Latin: Iustinus Martyr, bahasa Inggris: Justin Martyr) dan Yustinus sang Filsuf[2], adalah seorang apolog Kristen, dan dipandang sebagai penafsir terpenting teori Logos pada abad ke-2.[3] Ia wafat sebagai martir bersama dengan sejumlah muridnya, dan dipandang sebagai seorang santo atau orang kudus oleh Gereja Katolik,[4] Komuni Anglikan,[5] Gereja Ortodoks Timur,[6] dan Gereja Ortodoks Oriental.

Sebagian besar karyanya telah hilang, namun dua karya apologi dan satu karya dialog masih terlestarikan. Apologi Pertama, karyanya yang paling terkenal, dengan penuh semangat membela moralitas kehidupan Kristen, dan menyajikan beragam argumen filosofis dan etis untuk meyakinkan Kaisar Romawi, Antoninus Pius, agar menghentikan penganiayaan terhadap Kekristenan yang pada saat itu baru bertumbuh. Sebagaimana yang Santo Agustinus indikasikan terkait "agama yang benar" yang mendahului Kekristenan,[7] Santo Yustinus juga mengemukakan bahwa "benih-benih Kekristenan" (manifestasi-manifestasi tindakan Logos dalam sejarah) sebenarnya mendahului penjelmaan Kristus. Gagasan tersebut memungkinkan dia untuk mengklaim bahwa banyak filsuf Yunani historis (termasuk Socrates dan Plato), yang telah ia pelajari dengan baik karya-karyanya, sebagai orang-orang Kristen yang tidak menyadarinya.

Riwayat Hidup[sunting | sunting sumber]

Yustinus Martir juga adalah seorang filsuf yang aktif mempelajari ajaran-ajaran Stoa, Aristoteles, dan Phytagoras, tetapi sekarang ia menganut sistem Plato. Yustinus menjadi seorang Kristen ketika ia merenungkan tulisan-tulisan Taurat dan membaca Injil serta surat-surat Paulus.[8] Kemudian Yustinus bertemu dengan seorang tua yang bertapa di padang sunyi di Palestina. Orang tua ini mengajarkan kepadanya tentang Kitab Suci, tentang para nabi dalam Perjanjian Lama. Yustinus menemukan bahwa sekarang ia menemukan kebenaran sejati dalam agama Kristen. Oleh karena itu ia bertobat menjadi Kristen pada tahun 130. Sesudah pertobatannya, Yustinus mengajar di Efesus. Ia memandang pengajaran Kristen sebagai filsafat, yang nilainya lebih tinggi dari filsafat Yunani.[2]

Perjuangan bagi kekristenan[sunting | sunting sumber]

Yustinus hidup pada masa gereja dan orang Kristen berada pada keadaan yang tidak menguntungkan. Ia sering melihat bahwa banyak orang Kristen yang dihambat dan dianiaya.[9] Oleh karena rasa keprihatinannya, ia membela kekristenan dari serangan yang dilancarkan oleh pemerintah yang tidak beragama Kristen.[10]

Karya Penting[sunting | sunting sumber]

Perjamuan Terakhir (1498), dilukis oleh Leonardo da Vinci di Milano

Karya tulis Yustinus, "Apologi Pertama", ditujukan pada Kaisar Antoninus Pius (dalam bahasa Yunani berjudul Apologia, yaitu suatu kata yang mengacu pada logika yang menjadi dasar kepercayaan seseorang).[11] Dalam tulisannya ini, Yustinus menyatakan bahwa orang Kristen menuntut keadilan. Jika orang Kristen bersalah, ia harus diadili. Ia menolak bila orang Kristen dihukum karena mereka seorang Kristen. Ia juga menjelaskan mengenai ibadah Kristen dan Perjamuan Kudus, sehingga kecurigaan kekaisaran Roma terhadap orang Kristen sebagai kelompok subversif, amoral, dan kriminal pun terhapus. Seperti Paulus, Yustinus tidak meninggalkan orang-orang Yahudi ketika ia berpaling kepada orang-orang Yunani. Dalam karya besar Yustinus lainnya, "Dialog dengan Tryfo", ia menulis kepada seorang Yahudi kenalannya, bahwa Kristus adalah penggenapan tradisi Ibrani.[9]

Tidak hanya itu saja, Yustinus juga memberikan informasi mengenai tata ibadah, Baptisan, dan Perjamuan Kudus dalam gereja pada abad ke 2. Mengenai tata ibadah dikatakan bahwa ibadah dilakukan pada hari Minggu. Hal ini dikarenakan Allah beristirahat pada hari ketujuh. Selain itu, jemaat beribadah pada hari minggu juga karena Kristus bangkit pada hari tersebut. Mengenai praktik baptisan, Yustinus menyatakan bahwa mereka yang dibaptis adalah mereka yang telah percaya kepada pengajaran Kristen dan yang telah berjanji hidup mengikuti ajaran-ajaran tersebut.[2]

Karya-karya penting Yustinus tidak hanya terbatas dalam hal menulis saja, Yustinus juga mengadakan perjalanan yang cukup jauh. Dalam perjalanannya ia selalu berargumentasi tentang iman yang diyakininya. Di Efesus, ia bertemu dengan Trifo. Di Roma, ia bertemu Marcion, pemimpin kelompok Gnostik. Pada suatu perjalanannya ke Roma, ia pernah berselisih paham dengan seseorang yang bernama Crescens, seorang Cynic.> Ketika Yustinus kembali ke Roma pada tahun 165, Crescens mengadukannya kepada penguasa atas tuduhan memfitnah. Yustinus pun ditangkap, disiksa dan akhirnya dipenggal kepalanya bersama-sama enam orang percaya lainnya.[2]

Eksegesis profetik[sunting | sunting sumber]

Ekaristi[sunting | sunting sumber]

Pernyataan-pernyataan St. Yustinus dalam Apologi Pertama termasuk di antara sejumlah ungkapan Kristen yang paling awal tentang Ekaristi atau Perjamuan Kudus.

"Dan makanan ini di antara kalangan kita disebut Εὐχαριστία [Ekaristi] ... Karena bukan sebagai roti biasa dan minuman biasa kita menerima ini semua; tetapi sama seperti Yesus Kristus Juruselamat kita, yang telah dijadikan daging oleh Firman Allah, memiliki baik daging maupun darah demi keselamatan kita, demikian juga kita telah diajarkan bahwa makanan yang diberkati oleh doa Firman-Nya, dan yang darinya darah dan daging kita diberi makan oleh transmutasi, adalah daging dan darah dari Yesus yang telah menjadi daging."[12]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Inggris) Thomas Whitlaw, Commentary on John (1885), p. xl
  2. ^ a b c d F.D. Wellem. 1993. Riwayat Hidup Singkat Tokoh-tokoh Dalam Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hal.149.
  3. ^ (Inggris) Rokeah (2002) Justin Martyr and the Jews p.22.
  4. ^ (Inggris) "St. Justin Martyr". Diakses tanggal 2011-04-02. 
  5. ^ (Inggris) "For All the Saints" (PDF). Diakses tanggal 2012-11-08. 
  6. ^ (Inggris) "Justin the Philosopher & Martyr and his Companions". Diakses tanggal 2011-04-02. 
  7. ^ (Inggris) The very thing which is now called the Christian religion existed among the ancients also, nor was it wanting from the inception of the human race until the coming of Christ in the flesh, at which point the true religion which was already in existence began to be called Christian." – St. Augustine, Retractiones
  8. ^ A. Kenneth Curtis, J. Stephen Lang & Randy Petersen. 2001. 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm.5-6.
  9. ^ a b F.D. Wellem. 2003. Hidupku Bagi Kristus. Jakarta: BPK Gunung Mulia. hal. 86.
  10. ^ Eddy Kristiyanto. 2006. Gagasan yang menjadi Peristiwa: Sketsa Sejarah Gereja Abad I-XV. Yogyakarta: Kanisius. hal.72.
  11. ^ (Inggris)Emily J. Hunt. 2003. Christianity in The Second century. London: Routledge Taylor&Francis Group. hal.55
  12. ^ (Inggris) First Apology, Chapter 66

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Templat:Sejarah teologi Katolik