Desiderius Erasmus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Desiderius Erasmus
Lahir 28 Oktober, 1466
Rotterdam
Meninggal 12 Juli 1536 (umur 69)
Basel
Era Filsafat Modern
Minat utama Filsafat Kristen, Humanisme

Desiderius Erasmus Roterodamus (atau Desiderius Erasmus dari Rotterdam) (lahir di Gouda, 27 Oktober 1466 – meninggal di Basel, Swiss, 12 Juli 1536 pada umur 69 tahun) adalah seorang filsuf, humanis dan ahli teologi Belanda.

Riwayat Hidup[sunting | sunting sumber]

Erasmus dilahirkan pada tanggal 27 Oktober 1466.[1] Ia memulai pendidikan di salah satu sekolah Latin di Utrecht lalu melanjutkannya di Deventer di bawah asuhan "Persaudaraan Kehidupan Bersama" (The Brethrehn Common Life).[1] Di sini Erasmus dikenal karena kecakapannya yang luar biasa. Ayahnya adalah seorang imam.[2] Eramus sempat masuk ke biara Augustinus karena dipaksa oleh walinya setelah ibunya meninggal dunia.[1] Selama lima tahun dari 1486 hingga 1491, Erasmus tinggal di biara itu.[1]

Selanjutnya, pada tahun 1492, Erasmus ditahbiskan sebagai imam oleh Uskup Cambray.[1] Seumur hidupnya, Erasmus tetap menjadi seorang imam walaupun tidak pernah menjabat sebagai imam jemaat.[1] Dengan bantuan Uskup Cambray, pada tahun 1495 Erasmus melanjutkan pendidikan di Paris.[1] Erasmus semasa hidupnya sering berpolemik dengan Martin Luther. Ia meninggal dunia tahun 1536 di Basel.[3] Saat itu, ia sebenarnya sedang dalam kunjungan ke Basel untuk mengawasi buku yang dibuatnya mengenai Origenes yang hendak diterbitkan oleh percetakan milik Johanis Froben.[1] Sayangnya, tak beberapa lama dia berada di rumah Froben, Erasmus jatuh sakit dan meninggal dunia.[1]

Polemik dengan Martin Luther[sunting | sunting sumber]

Sebelumnya Erasmus bersimpati pada gerakan reformasi yang dilakukan Martin Luther.[1] Akan tetapi, Erasmus tidak setuju dengan tindakan Luther yang dianggapnya telah membuat perpecahan gereja dan merusak hubungan dengan kepausan.[2] Sejak tahun 1524, ia pun memperlihatkan reaksi menentang Luther karena perbedaan pendapat di antara keduanya mengenai kehendak bebas.[1]

Secara terbuka melalui tulisannya Diatribe de Libero Artibrio (Uraian tentang kehendak bebas), Erasmus mengkritik Luther.[1] Tulisan ini dimaksudkan untuk menyerang ajaran Luther yang menganggap orang yang berdosa terbelenggu oleh dosanya sehingga tidak mampu melakukan kebaikan.[2] Menurut Erasmus, meskipun telah berdosa, manusia tetap mempunyai kehendak bebas yang dapat mencapai keselamatan dengan rahmat Tuhan.[1]

Luther tidak tinggal diam dan membalas Erasmus dengan tulisannya yang berjudul De Servo Arbitrio (Kehendak yang terikat).[1] Melalui karyanya itu, Luther mengajukan pendapatnya bahwa manusia yang telah berdosa tidak lagi memiliki kehendak bebas.[1] Seperti kuda atau kedelai yang jalannya diatur oleh penunggangnya dan dapat lagi menikmati kebebasan, demikianlah keadaan manusia yang telah jatuh dalam dosa.[1]

Karya-karya[sunting | sunting sumber]

  • Enchiridion Militis Christian (Handbook of the Christian Soldier) tahun 1503.[4]
  • De libero arbitrio diatribe sive collatio (Kebebasan Kehendak), tahun 1524.[2]
  • Laus Stultitiae (Pujian kepada Kebodohan), yang ditulis tahun 1509 dan didedikasikan kepada sahabatnya, Thomas More. Di dalam karyanya ini, Erasmus menyindir para biarawan dan teolog. Inilah karya Erasmus yang banyak dibaca orang.[2]
  • De puritate ecclesiae christianae (1536), rekonsiliasi antara banyak kaum yang berseteru di Geraja.
  • Institutio Principis Christiani (Basel, 1516), nasihat untuk Raja Charles dari Spanyol, yang kemudian menjadi Charles V, Kaisar Kerajaan Romawi Yang Suci.
  • Colloquia Familiaria tahun 1518.[5] Para imam sebagai pejabat gereja dan lembaga-lembaga gerejawi menjadi sasarannya dalam karya ini.[5]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p {id} F.D Wellem. 2003. Riwayat Hidup Singkat. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 74-75.
  2. ^ a b c d e f {id} Tony Lane. 2007. Runtut Pijar: Sejarah Pemikiran Kristiani. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 130.
  3. ^ {en} Williston Walker. 1946. A History of The Christian Church. New York: Charles Schribner's Sons. Hlm. 329.
  4. ^ a b c {id} Alister E. McGrath. 2000. Sejarah Pemikiran Reformasi. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 67,69.
  5. ^ a b {id} Eddy Kristiyanto. 2002. Gagasan yang Menjadi Peristiwa. Yogyakarta: Kanisius. Hlm. 239.