Eklesiologi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Eklesiologi (dari bahasa Yunani ἐκκλησια,ekklesia: gereja; dan λογος, logos: perkataan, firman, atau ilmu; bahasa Inggris: ecclesiology) merupakan salah satu sub-disiplin ilmu teologi yang membahas mengenai hakikat dan fungsi gereja, berkaitan dengan identitas dan misi gereja di dalam dunia.[1] Dalam ranah gerejawi, eklesiologi adalah rumusan teologis-sistematis mengenai pemahaman gereja tentang dirinya.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Akar kata eklesiologi berasal dari bahasa Yunani kuno ἐκκλησίᾱ}}, ekklēsiā (bahasa Latin: ecclesia) artinya "jemaat, gereja", dan akhiran -λογία, -logia, yang berarti "perkataan", "pengetahuan", atau "logika". Dalam dunia Yunani-Romawi, ekklesia digunakan untuk merujuk suatu pertemuan sah, atau disebut badan kepengurusan. Sejak awal pada zaman Pythagoras, kata ini mengandung makna lain yaitu komunitas dengan kepercayaan yang sama.[2] Makna inilah yang dipakai dalam terjemahan bahasa Yunani untuk Alkitab Ibrani (disebut Septuaginta), dan kemudian digunakan pula oleh komunitas Kristen untuk merujuk pertemuan para orang percaya.[3] Kombinasi akhiran -logia sering digunakan untuk menamai ilmu atau kumpulan pengetahuan.

Kata yang mirip eklesialogi pertama kalinya muncul dalam penerbitan per kuartal The British Critic pada tahun 1837, dalam suatu artikel yang ditulis oleh seorang kontributor anonim.[4] Penulis itu mendefinisikan sebagai berikut:

Kami maksudkan dengan "Ecclesialogy", suatu ilmu yang membahasa konstruksi dan operasi lazim dari Gereja atau Komuni atau Masyarakat Kristen; dan yang memandang orang-orang yang menjadi anggota masyarakat tersebut, apakah sebagai anggota Gereja Kristen dalam artian paling luas yang diterima, atau anggota sejumlah cabang atau komuni dari Gereja tersebut, yang bertempat di beberapa kerajaan terpisah, dan diatur menurut bentuk internal konstitusi dan disiplin.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ WCC. The Nature and Mission of the Church. Geneva: WCC.
  2. ^ Diogenes Laertius, 8.41 (available online, retrieved 22 May 2008).
  3. ^ F. Bauer, W. Danker, A Greek English Lexicon of the New Testament and other Early Christian Literature, third ed., (Chicago:University of Chicago Press, 2000), ἐκκλησία.
  4. ^ White, James F. (1979). The Cambridge Movement: the ecclesiologists and the Gothic revival (ed. revised). Cambridge University Press. hlm. 48–9. 
  5. ^ Anon. (1837). "Ecclesialogy". The British Critic Quarterly Theological Review and Ecclesiastical Record (London: J.G. and F. Rivington) XXII (41): 218–248. 

Pustaka tambahan[sunting | sunting sumber]

  • Flanagan, Donal, ed. The Meaning of the Church: Papers of the Maynooth Union Summer School, 1965. Dublin, Ire.: Gill and Son, 1966. N.B.: Mostly concerns the Roman Catholic Church's own ecclesiology, but also includes a lengthy chapter on the Reformed/Presbyterian standpoint, "The Church in Protestant Theology".

Pranala luar[sunting | sunting sumber]