Henry VIII dari Inggris

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Henry VIII
Potret karya Hans Holbein Muda(Walker Art Gallery, Liverpool).
Potret karya Hans Holbein Muda
(Walker Art Gallery, Liverpool).
Memerintah 21 April 1509 – 28 Januari 1547
Penobatan 24 Juni 1509
Pendahulu Henry VII
Pengganti Edward VI
Lahir 28 Juni 1491
Istana Greenwich, Greenwich
Mangkat 28 Januari 1547 (umur 55)
Istana Whitehall, London
Pasangan
Anak
Wangsa Wangsa Tudor
Ayah Henry VII dari Inggris
Ibu Elizabeth dari York
Tanda tangan Tanda tangan Henry VIII dari Inggris
Agama
Kristen (Anglikan, sebelumnya Katolik Roma)

Henry VIII (lahir 28 Juni 1491 – meninggal 28 Januari 1547 pada umur 55 tahun) adalah Raja Inggris sejak 21 April 1509 hingga kematiannya. Ia adalah Raja Irlandia pertama dari Inggris, dan melanjutkan klaim nominal para penguasa Inggris atas Kerajaan Perancis. Henry adalah raja kedua dari Wangsa Tudor dengan menggantikan ayahnya, Henry VII.

Henry dikenal karena peranannya yang menyebabkan pemisahan Gereja Inggris dari Gereja Katolik Roma, di samping perkawinannya yang sebanyak 6 kali dan banyak perselingkuhan yang dilakukannya, serta upayanya untuk memperoleh anulasi atas perkawinannya dengan Catarina d'Aragón, yang menyebabkan perselisihan dengan Sri Paus. Beberapa perbedaan pendapat dengan Sri Paus mendorong Henry untuk memisahkan Gereja Inggris dari otoritas kepausan, dengan dirinya sebagai raja dan sebagai Kepala Tertinggi Gereja Inggris; perselisihan tersebut juga menyebabkan Pembubaran Biara-Biara. Perselisihannya yang utama adalah dengan otoritas kepausan, bukan hal-hal doktrinal, dan ia tetap menjadi orang yang mengimani ajaran-ajaran teologis pokok Katolik kendati ia diekskomunikasi dari Gereja Katolik Roma.[1] Henry mengatur kesatuan hukum antara Inggris dan Wales dengan Laws in Wales Acts 1535 and 1542. Ia juga dikenal karena perseteruan pribadi yang panjang dengan François I dari Perancis maupun dengan Kaisar Romawi Suci Charles V, dengan siapa ia sering berperang.

Di dalam negeri, Henry dikenal karena perubahan-perubahan radikal yang dilakukannya pada Konstitusi Inggris, membawa teori hak ilahi raja-raja ke dalam Inggris. Selain menegaskan supremasi penguasa monarki atas Gereja Inggris, dan karenanya memulai Reformasi Inggris, ia banyak melakukan perluasan kekuasaan kerajaan. Berbagai tuduhan pengkhianatan dan bidah digunakan untuk menghentikan perbedaan pendapat, dan mereka yang dituduh seringkali dieksekusi tanpa suatu pengadilan resmi, dengan menggunakan bill of attainder. Ia memperoleh banyak tujuan politiknya melalui karya para menteri utamanya, beberapa di antara mereka diasingkan ataupun dieksekusi ketika tidak lagi ia sukai. Tokoh seperti Thomas Wolsey, Thomas More, Thomas Cromwell, Richard Rich, dan Thomas Cranmer, berperan penting dalam pemerintahan Henry. Ia adalah seorang pemboros yang berlebihan serta menggunakan hasil dari Pembubaran Biara-Biara dan akta-akta Parlemen Reformasi untuk mengkonversi uang, yang sebelumnya dibayarkan ke Roma, menjadi pendapatan kerajaan. Meskipun mendapat pemasukan uang yang besar dari sumber-sumber ini, Henry terus menerus berada di ambang kehancuran finansial karena pemborosan untuk keperluan pribadi dan banyaknya peperangan yang menghabiskan banyak biaya yang ia langsungkan di daratan Eropa.

Orang-orang sezamannya menganggap Henry di masa jayanya sebagai seorang raja yang menarik, berpendidikan, serta berbakat, dan ia digambarkan sebagai "salah seorang penguasa yang paling karismatik yang duduk di takhta Inggris".[2] Selain memerintah dengan kekuasaan yang signifikan, ia juga seorang penulis dan komponis. Hasratnya untuk memberikan Inggris seorang ahli waris laki-laki sebagian bersumber dari kesombongan pribadi dan sebagian lagi dari keyakinannya kalau seorang anak perempuan tidak akan mampu mengkonsolidasikan kekuasaan Tudor dan memelihara perdamaian yang rapuh akibat peristiwa Perang Mawar.[3] Hal ini menyebabkan dua hal yang membuat Henry paling banyak diingat orang: enam pernikahannya dan perpecahannya dengan Sri Paus (yang tidak akan pernah memberikan anulasi atas pernikahan pertama Henry). Seiring dengan pertambahan usianya, Henry menjadi sangat gemuk dan menderita masalah kesehatan, sehingga berkontribusi terhadap kematiannya pada tahun 1547. Ia seringkali dikarakterisasi dalam usia lanjutnya sebagai seorang raja yang penuh nafsu, egois, kasar, dan merasa tidak aman.[4] Ia digantikan oleh Edward VI putranya.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Scarisbrick 1997, hlm. 361
  2. ^ Guy 2000, hlm. 41.
  3. ^ Wilkinson 2009, hlm. 70
  4. ^ Ives 2006, hlm. 28–36

Bibliografi[sunting | sunting sumber]

Bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

Biografi[sunting | sunting sumber]

  • Bowle, John (1964). Henry VIII: a Study of Power in Action. Little, Brown and Company. 
  • Erickson, Carolly (1984). Mistress Anne: the Exceptional Life of Anne Boleyn. 
  • Cressy, David (1982). "Spectacle and Power: Apollo and Solomon at the Court of Henry VIII". History Today 32 (Oct): 16–22. ISSN 0018-2753. 
  • Gardner, James (1903). "Henry VIII". Cambridge Modern History 2. 
  • Graves, Michael (2003). Henry VIII'. 
  • Ives, E. W (2004). "Henry VIII (1491–1547)". The Oxford Dictionary of National Biography. Oxford University Press. 
  • Rex, Richard (1993). Henry VIII and the English Reformation. 
  • Ridley, Jasper (1985). Henry VIII. 
  • Starkey, David (2002). The Reign of Henry VIII: Personalities and Politics. Random House. ISBN 978-0-09-944510-4. 
  • Starkey, David; Doran, Susan (2009). Henry VIII: Man and Monarch. British Library Publishing Division. ISBN 978-0-7123-5025-9. 
  • Tytler, Patrick Fraser (1837). "Life of King Henry the Eighth". Edinburgh: Oliver & Boyd. Diakses tanggal 17 August 2008. 
  • Weir, Alison (1996). The Children of Henry VIII. 

Studi akademik[sunting | sunting sumber]

  • Bernard, G. W. (1986). War, Taxation, and Rebellion in Early Tudor England: Henry VIII, Wolsey, and the Amicable Grant of 1525. 
  • Bernard, G. W. (1998). "The Making of Religious Policy, 1533–1546: Henry VIII and the Search for the Middle Way". Historical Journal 41 (2): 321–349. doi:10.1017/S0018246X98007778. ISSN 0018-246X. JSTOR 2640109. 
  • Bush, M. L. (2007). "The Tudor Polity and the Pilgrimage of Grace". Historical Research 80 (207): 47–72. doi:10.1111/j.1468-2281.2006.00351.x. ISSN 0950-3471. 
  • Coleman, Christoper; Starkey, David, ed. (1986). Revolution Reassessed: Revision in the History of Tudor Government and Administration. 
  • Doran, Susan (2009). The Tudor Chronicles: 1485 - 1603. Sterling Publishing. pp. 78–203. ISBN 978-1-4351-0939-1. 
  • Fox, Alistair; Guy, John, ed. (1986). Reassessing the Henrician Age: Humanism, Politics and Reform 1500–1550. 
  • Guy, John. The Children of Henry VIII (Oxford University Press; 2013) 258 pages; traces the lives of Edward VI, Mary I, Elizabeth I, and Henry Fitzroy, Duke of Richmond.
  • Head, David M. (1982). "Henry VIII's Scottish Policy: a Reassessment". Scottish Historical Review 61 (1): 1–24. ISSN 0036-9241. 
  • Head, David M. (1997). "'If a Lion Knew His Own Strength': the Image of Henry VIII and His Historians". International Social Science Review 72 (3–4): 94–109. ISSN 0278-2308. 
  • Hoak, Dale (2005). "Politics, Religion and the English Reformation, 1533–1547: Some Problems and Issues". History Compass (3). ISSN 1478-0542. 
  • Lindsey, Karen (1995). Divorced, Beheaded, Survived: A Feminist Reinterpretation of the Wives of Henry VIII. Reading, MA., US: Addison-Wesley Publishing Co. ISBN 0-201-60895-2. 
  • MacCulloch, Diarmaid, ed. (1995). The Reign of Henry VIII: Politics, Policy, and Piety. 
  • Marshall, Peter (2009). (Re)defining the English Reformation. Journal of British Studies 48 (3). pp. 564–85. 
  • Mackie, J. D. (1952). The Earlier Tudors, 1485–1558. 
  • Maloney, William J. (2015). Diseases, Disorders and Diagnoses of Historical Individuals. Anaphora Literary Press. ISBN 978-1-68114-193-0. 
  • Moorhouse, Geoffrey (2003). The Pilgrimage of Grace: the Rebellion That Shook Henry VIII's Throne. Phoenix. ISBN 978-1-84212-666-0. 
  • Moorhouse, Geoffrey (2007). Great Harry's Navy: How Henry VIII Gave England Seapower. 
  • Moorhouse, Geoffrey (2009). The Last Divine Office: Henry VIII and the Dissolution of the Monasteries. 
  • Slavin, Arthur J, ed. (1968). Henry VIII and the English Reformation. 
  • Smith, H. Maynard (1948). Henry VIII and the Reformation. 
  • Thurley, Simon (1991). "Palaces for a Nouveau Riche King". History Today 41 (6). 
  • Trollope, William (1874). A practical and historical commentary on the liturgy and ritual of the Church of England: with examination questions. J. Hall. 
  • Wagner, John A. (2003). Bosworth Field to Bloody Mary: An Encyclopedia of the Early Tudors. ISBN 1-57356-540-7. 
  • Walker, Greg (2005). Writing under Tyranny: English Literature and the Henrician Reformation. 

Sumber utama[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh:
Henry VII
Raja Inggris & Irlandia
Wangsa Tudor

1509–1547
Diteruskan oleh:
Edward VI