Anne dari Britania Raya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Anne
Potret Ratu Anne oleh Michael Dahl, 1705
Potret Ratu Anne oleh Michael Dahl, 1705
Ratu Inggris, Skotlandia dan Irlandia
Memerintah 8 Maret 1702 – 1 Mei 1707
Koronasi 23 April 1702
Pendahulu William III & II
Ratu Britania Raya dan Irlandia
Memerintah 1 Mei 1707 – 1 Agustus 1714
Pengganti George I
Pasangan Pangeran George dari Denmark
Anak
Pangeran William, Adipati Gloucester
Wangsa Wangsa Stuart
Ayah James II & VII
Ibu Anne Hyde
Lahir 6 Februari 1665
Istana St James's, London
Meninggal 1 Agustus 1714 (umur 49)
Istana Kensington, London
Dikubur 24 Agustus 1714
Westminster Abbey, London
Tanda tangan Tanda tangan Anne dari Britania Raya

Anne (lahir 6 Februari 1665 – meninggal 1 Agustus 1714 pada umur 49 tahun[1]) naik takhta menjadi penguasa Inggris, Skotlandia dan Irlandia pada 8 Maret 1702. Pada 1 Mei 1707, berdasarkan Undang-Undang Penyatuan, dua kerajaannya, Inggris dan Skotlandia, bersatu sebagai negara berdaulat tunggal: kerajaan bersatu Britania Raya.

Anne lahir pada masa pemerintahan pamannya, Charles II, pamannya tidak memiliki anak sah yang masih bertahan hidup untuk dijadikan pewaris takhta. Ayah Anne, James, lalu menggantikan Charles sebagai Raja. Namun karena James adalah penganut katolik dan katolik tidak populer di Inggris, masa pemerintahannya hanya bertahan tiga tahun setelah itu ia digulingkan dalam "Revolusi Gemilang" 1688. Kakak ipar dan sekaligus sepupu Anne yang protestan, William III menjadi raja bersama dengan istrinya, Mary II yang merupakan kakaknya Anne. William dan Mary tidak punya anak. Setelah kematian Mary pada tahun 1694, William terus menjadi raja tunggal sampai ia digantikan oleh Anne saat kematiannya pada tahun 1702.

Sebagai ratu, Anne disukai politikus moderat Tory, yang lebih cenderung untuk berbagi pandangan agama Anglikannya daripada lawan mereka, kaum Whig. Whig tumbuh lebih kuat selama Perang Suksesi Spanyol, sampai tahun 1710 Anne menolak banyak dari mereka dari kantornya. Persahabatan dekatnya dengan Sarah Churchill, berubah masam sebagai hasil dari perbedaan politik.

Anne diganggu oleh kesehatan yang buruk sepanjang hidupnya. Meskipun telah tujuh belas kali hamil, dia meninggal tanpa adanya anak-anak yang masih hidup dan ia merupakan penguasa terakhir dari Wangsa Stuart. Berdasarkan ketentuan Act of Settlement 1701, ia digantikan oleh sepupunya George I dari Wangsa Hanover, yang mempunyai darah keturunan Wangsa Stuart melalui nenek dari pihak ibu, Elizabeth Stuart, putri dari James VI dan I.

Awal kehidupan[sunting | sunting sumber]

Anne (tengah) dan saudaranya Mary (kiri) bersama kedua orang tua mereka, Adipati York dan istrinya, dilukis oleh Sir Peter Lely dan Benedetto Gennari II

Anne lahir pada pukul 11:39 malam tanggal 6 Februari 1665 di Istana St James's, London, ia adalah anak keempat dan putri kedua dari James, Adipati York (yang kemudian dikenal sebagai James II dan VII), dan istri pertamanya, Anne Hyde.[2] Ayahnya adalah adik dari Raja Charles II, yang memerintah tiga kerajaan yakni Inggris, Skotlandia dan Irlandia, dan ibunya adalah putri dari Edward Hyde, Earl Pertama Clarendon. Pada saat pembaptisan Anglikannya di Chapel Royal di St James's, kakaknya, Mary, adalah salah satu orang tua baptisnya, bersama dengan Duchess of Monmouth dan Uskup Agung Canterbury, Gilbert Sheldon.[3] Adipati York dan istri memiliki delapan anak, tapi Anne dan Mary adalah satu-satunya yang bertahan hidup sampai dewasa.[4]

Saat kanak-kanak, Anne menderita "defluksi", kondisi mata yang dimanifestasikan sebagai penyiraman yang berlebihan. Untuk perawatan medis, ia dikirim ke Perancis, di mana dia tinggal bersama neneknya dari pihak ayah, Ratu Henrietta Maria, di Château de Colombes dekat Paris.[5] Setelah kematian neneknya pada 1669, Anne tinggal bersama bibinya, Henrietta Anne. Saat kematian mendadak bibinya pada tahun 1670, Anne kembali ke Inggris. Ibunya meninggal pada tahun berikutnya.[6]

Sebagai hal tradisional di lingkungan keluarga kerajaan, Anne dan adiknya dibesarkan terpisah dari ayah mereka dalam pembentukan mereka sendiri di Richmond, London.[7] Sesuai instruksi dari Charles II, mereka dibesarkan sebagai Protestan.[8] Ditempatkan di perawatan Kolonel Edward dan Lady Frances Villiers,[9] pendidikan mereka terfokus pada ajaran gereja Anglikan.[10] Henry Compton, Uskup London, ditunjuk sebagai pembimbing Anne.[11]

Sekitar tahun 1671, Anne pertama kali berkenalan dengan Sarah Jennings, yang kemudian menjadi teman dekat dan salah satu penasihatnya yang paling berpengaruh.[12] Jennings menikah dengan John Churchill (Adipati Marlborough masa depan) sekitar tahun 1678. Kakaknya John, Arabella Churchill, adalah gundik dari Adipati York, dan John Churchill sendiri menjadi jenderal terpenting bagi Anne.[13]

Pada tahun 1673, Adipati York berpindah agama ke Katolik Roma, dan ia menikahi seorang putri Katolik, Maria dari Modena, yang hanya enam setengah tahun lebih tua dari Anne. Charles II tidak memiliki anak yang sah, sehingga Adipati York adalah orang berikutnya dalam garis suksesi takhta kerajaan, diikuti oleh dua anaknya yang masih hidup dari pernikahan pertamanya, Mary dan Anne. Selama sepuluh tahun ke depan, istri pertama Adipati York memiliki sepuluh anak, namun semuanya meninggal, dan hanya menyisakan Mary dan Anne yang berada pada urutan kedua dan ketiga dalam garis suksesi setelah ayah mereka.[14] Ada indikasi bahwa, sepanjang awal kehidupan Anne, ia dan ibu tirinya bergaul dengan baik bersama-sama,[15] dan Adipati York adalah seorang ayah yang teliti dan penuh kasih sayang.[16]

Pernikahan[sunting | sunting sumber]

Anne, circa 1684, dilukis oleh Willem Wissing dan Jan van der Vaart

Pada bulan November 1677, kakak tertua Anne, Mary, menikahi sepupu mereka yang berasal dari Belanda, William dari Oranye, tapi Anne tidak bisa menghadiri pernikahan tersebut karena dia sedang menderita cacar.[17] Pada saat ia sembuh, Mary sudah berangkat ke kehidupan barunya di Belanda. Lady Frances Villiers tertular penyakit itu, dan meninggal. Bibinya Anne, Lady Henrietta Hyde (istri Laurence Hyde) ditunjuk sebagai pengasuh barunya.[18] Setahun kemudian, Anne dan ibu tirinya mengunjungi Mary di Belanda selama dua minggu.[19]

Ayah dan ibu tiri Anne pindah ke Brussels pada Maret 1679, dan Anne mengunjungi mereka sejak akhir Agustus.[19] Pada bulan Oktober, mereka kembali ke Britania, Adipati dan istri keduanya itu ke Skotlandia dan Anne ke Inggris.[20] Anne tinggal dengan ayah dan ibu tirinya di Istana Holyrood di Edinburgh dari Juli 1681 sampai Mei 1682.[21] Itu adalah perjalanan terakhirnya di luar Inggris.[22]

Sepupu kedua Anne, George dari Hanover (yang akhirnya nanti akan menjadi penggantinya) mengunjungi London selama tiga bulan sejak Desember 1680, memicu rumor potensi pernikahan antara mereka.[23] Sejarawan Edward Gregg, menepis rumor yang tidak berdasar, karena ayahnya Anne pada dasarnya telah diasingkan dari pengadilan atas keputusannya berpindah ke Katolik, dan dari pihak Hanover sendiri telah merencanakan untuk menikahkan George dengan sepupu pertamanya Sophia Dorothea dari Celle sebagai bagian dari skema untuk menyatukan warisan Hanover.[24] Rumor lainnya mengklaim bahwa Anne didekati oleh Lord Mulgrave (yang kemudian akan menjadi Adipati Buckingham), meskipun ia menyangkalnya. Namun demikian, sebagai akibat dari gosip, ia diberhentikan sementara dari pengadilan.[25]

Dengan keluarnya George dari Hanover dari pertentangan sebagai pelamar potensial untuk Anne, Raja Charles mencarikannya seorang pangeran yang memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai pengantin pria dan harus beragama Protestan, tetapi juga dapat diterima oleh sekutu Katolik Inggris yakni Louis XIV dari Perancis.[26] Denmark adalah sekutu Protestan Perancis, dan Louis XIV tertarik pada aliansi Anglo-Denmark. Sebuah perjanjian pernikahan antara Anne dan Pangeran George dari Denmark, adik dari Raja Christian V, dinegosiasikan oleh paman Anne, Laurence Hyde dan Sekretaris Negara Departemen Utara Inggris, Robert Spencer, Earl ke-2 Sunderland.[27] Ayah Anne menyetujui pernikahan itu dengan bersemangat karena berkurang pengaruh menantunya, William dari Orange, yang tentu tidak bahagia dengan hal tersebut.[28]

Uskup Compton meresmikan pernikahan Anne dan George dari Denmark pada 28 Juli 1683 di Chapel Royal.[29] Meskipun ini adalah pernikahan yang telah diatur, namun mereka adalah pasangan yang beriman dan bertaqwa.[30] Mereka diberi satu set bangunan di Istana Whitehall yang dikenal sebagai Cockpit sebagai tempat tinggal mereka di London,[31] dan Sarah Churchill diangkat sebagai salah satu Lady of the Bedchamber-nya Anne.[32] Dalam beberapa bulan setelah pernikahan, Anne hamil, tapi bayi yang dilahirkannya meninggal pada bulan Mei 1684. Selama dua tahun berikutnya, Anne melahirkan dua anak perempuan secara berurutan: Mary dan Anne Sophia.[33]

Pengganti James II dan VII[sunting | sunting sumber]

Ketika Charles II meninggal pada 1685, ayah Anne menjadi raja sebagai James II di Inggris dan Irlandia dan James VII di Skotlandia. Hal itu menimbulkan kekhawatiran bagi orang-orang Inggris, karena James mulai memberikan tokoh-tokoh Katolik berbagai jabatan militer dan administrasi, yang bertentangan dengan Test Acts yang dirancang untuk mencegah pengangkatan tersebut.[34] Anne berbagi keprihatinan umum, dan tetap menghadiri layanan Anglikan. Karena kakaknya, Mary tinggal di Belanda, Anne beserta suami dan anak-anaknya adalah satu-satunya anggota keluarga kerajaan yang menghadiri ibadah keagamaan Protestan di Inggris.[35] Ketika James mencoba untuk membaptis putri bungsu Anne ke dalam kepercayaan Katolik, Anne langsung menangis tersedu-sedu.[36] Anne menjadi terasingkan dari ayah dan ibu tirinya karena James pindah untuk melemahkan kekuasaan Gereja Inggris.[37]

Pada awal 1687, dalam hitungan hari, Anne keguguran, suaminya menderita cacar, dan dua anak perempuan mereka meninggal karena infeksi yang sama. Lady Rachel Russell menulis bahwa George dan Anne telah "mengambil [kematian] sangat berat ... Kadang-kadang mereka menangis, kadang-kadang mereka berkabung dalam kata-kata, kemudian duduk diam, bergandengan tangan, George sakit di tempat tidur, dan Anne merawatnya."[38] Tahun berikutnya, bayi lainnya yang ia lahirkan meninggal.[33]

Mary dari Modena dan James Francis Edward, ibu tiri dan saudara tiri Anne.

Tanda bahaya publik bagi James meningkat ketika istrinya, Maria dari Modena hamil untuk pertama kalinya sejak James naik takhta.[39] Dalam surat kepada kakaknya Mary, Anne mencurigai bahwa Ratu berpura-pura hamil dalam upaya untuk memperkenalkan pewaris takhta palsu. Anne mengalami keguguran lagi pada bulan April 1688, dan meninggalkan London untuk memulihkan diri di kota spa, Bath.[40]

Ibu tiri Anne melahirkan seorang putra, James Francis Edward, pada tanggal 10 Juni 1688, dan suksesi Katolik menjadi lebih mungkin.[41] Anne masih di Bath, jadi dia tidak menyaksikan kelahiran, yang diberi keyakinan bahwa anak itu palsu. Anne mungkin telah sengaja meninggalkan ibukota untuk menghindari keadaan saat itu, atau karena dia benar-benar sakit,[42] tetapi juga mungkin bahwa James ingin mengesampingkan semua Protestan, termasuk putrinya, dari urusan negara.[43][44] "Aku tidak akan pernah puas sekarang", Anne menulis kepada kakaknya Mary, "Apakah anak itu asli atau palsu. Mungkin itu adalah saudara kita, tetapi hanya Tuhan yang tahu ... seseorang tidak dapat membantu memiliki seribu ketakutan dan pikiran melankolis, tapi perubahan apapun yang mungkin terjadi, kau akan menemukan saya teguh pada agama saya."[45]

Untuk menghilangkan rumor tentang anak yang palsu, James memiliki 40 saksi soal kelahiran tersebut yang kemudian menghadiri pertemuan Dewan Rahasia, tapi Anne mengaku dia tidak bisa hadir karena dia sendiri sedang hamil[46] dan kemudian menolak untuk membaca deposisi karena itu "tidak perlu".[47]

"Revolusi Gemilang"[sunting | sunting sumber]

Ukiran William dan Mary

Dalam apa yang dikenal sebagai "Revolusi Gemilang", kakak ipar Anne, William dari Oranye, menyerbu Inggris pada 5 November 1688 dalam sebuah tindakan yang akhirnya menggulingkan Raja James. Dilarang oleh James untuk kunjungan Mary yang diproyeksikan pada musim semi 1687,[48] Anne berhubungan dengan Mary dan mengetahui rencana William untuk menyerang.[49] Atas saran dari Churchills,[44] dia menolak berpihak kepada James setelah William mendarat dan malah menulis kepada kakak iparnya pada tanggal 18 November menyatakan persetujuannya atas tindakan William.[50] Churchill meninggalkan raja yang tidak populer itu pada tanggal 24. Pangeran George mengikutinya malam itu juga,[51] dan pada malam hari berikutnya James mengeluarkan perintah untuk menempatkan Sarah Churchill di bawah tahanan rumah di Istana St James.[52] Anne dan Sarah melarikan diri dari Whitehall lewat tangga belakang, menempatkan diri mereka di bawah perawatan Uskup Compton. Mereka menghabiskan satu malam di rumahnya, dan kemudian tiba di Nottingham pada tanggal 1 Desember.[53] Dua minggu kemudian dan dikawal oleh sebuah kompi besar, Anne tiba di Oxford, di mana ia bertemu Pangeran George dengan penuh kemenangan.[54] "Tuhan tolong saya!", keluh James setelah putrinya mengkhianatinya pada 26 November, "Bahkan anak-anak saya telah meninggalkanku."[55] Pada tanggal 19 Desember, Anne kembali ke London, di mana ia sekaligus dikunjungi oleh kakak ipar William. James melarikan diri ke Perancis pada tanggal 23.[56]

Pada bulan Januari 1689, Parlemen Konvensi berkumpul di Inggris dan menyatakan bahwa James telah efektif turun takhta saat ia melarikan diri, dan pemegang takhta Inggris dan Irlandia menjadi kosong. Parlemen Skotlandia mengambil tindakan serupa, William dan Mary dinyatakan sebagai raja dari ketiga wilayah tersebut.[57] Bill of Rights 1689 dan Claim of Right Act 1689 menetapkan suksesi tersebut. Anne dan keturunannya berada di garis suksesi setelah William dan Mary, dan mereka harus diikuti oleh setiap keturunan William dengan pernikahan di masa depan.[58] Pada 24 Juli 1689, Anne melahirkan seorang putra, Pangeran William, Adipati Gloucester, yang meski sakit, selamat dalam masa pertumbuhan. Raja William dan Ratu Mary tidak punya anak, dan tampak seolah-olah anak Anne akhirnya akan mewarisi mahkota.[59]

Leluhur[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Semua tanggal dalam artikel ini menggunakan Gaya Lama, Kalender Julian digunakan di Britania Raya sepanjang hidup Anne, namun tahun diasumsikan untuk memulai tanggal 1 Januari pada 25 Maret, yang merupakan Tahun Baru Inggris.
  2. ^ Curtis, pp. 12–17; Gregg, p. 4
  3. ^ Gregg, p. 4
  4. ^ Green, p. 17; Gregg, p. 6; Waller, pp. 293–295
  5. ^ Curtis, pp. 19–21; Green, p. 20; Gregg, p. 6
  6. ^ Curtis, pp. 21–23; Gregg, p. 8; Somerset, pp. 11–13; Waller, p. 295
  7. ^ Gregg, p. 5
  8. ^ Curtis, pp. 23–24; Gregg, p. 13; Somerset, p. 20
  9. ^ Green, p. 21; Gregg, p. 5
  10. ^ Curtis, p. 28; Gregg, p. 13; Waller, p. 296
  11. ^ Somerset, p. 20
  12. ^ Curtis, p. 27; Green, p. 21; Gregg, p. 28
  13. ^ Curtis, p. 34; Green, p. 29; Gregg, p. 28
  14. ^ Weir, pp. 260–261
  15. ^ Somerset, pp. 22–23
  16. ^ Somerset, pp. 8–9
  17. ^ Curtis, p. 30; Green, p. 27; Gregg, p. 17
  18. ^ Green, p. 28; Gregg, p. 17; Somerset, p. 29
  19. ^ a b Green, p. 28: Gregg, p. 20
  20. ^ Green, p. 29; Gregg, p. 22; Somerset, p. 34
  21. ^ Green, p. 32; Gregg, p. 26; Somerset, p. 35
  22. ^ Green, p. 28
  23. ^ Curtis, pp. 35–37; Green, p. 31; Gregg, p. 24; Somerset, pp. 34, 36
  24. ^ Gregg, p. 24–25
  25. ^ Curtis, p. 37; Green, pp. 32–33; Gregg, p. 27; Somerset, p. 37
  26. ^ Somerset, p. 40
  27. ^ Gregg, p. 32
  28. ^ Gregg, p. 33; Somerset, pp. 41 42
  29. ^ Gregg, pp. 33–34; Somerset, p. 43
  30. ^ Curtis, pp. 41–42; Green, pp. 34–35; Gregg, pp. 32–35; Somerset, p. 44
  31. ^ Curtis, p. 42; Green, p. 34; Gregg, p. 35; Somerset, pp. 41, 44
  32. ^ Curtis, p. 43; Green, p. 36; Gregg, p. 34; Somerset, p. 49
  33. ^ a b Weir, p. 268
  34. ^ Somerset, pp. 61, 64
  35. ^ Waller, p. 300
  36. ^ Green, p. 38
  37. ^ Somerset, pp. 65, 74–77
  38. ^ Green, p. 39; Gregg, p. 47; Waller, p. 301
  39. ^ Curtis, p. 55; Gregg, p. 52; Somerset, pp. 80–82
  40. ^ Somerset, pp. 86–87; Waller, pp. 303–304
  41. ^ Ward, pp. 241–242
  42. ^ Waller, p. 304
  43. ^ Nenner, p. 243
  44. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama yorke
  45. ^ Kutipan dalam Green, p. 43
  46. ^ Somerset, p. 95
  47. ^ Gregg, pp. 62–63; Waller, p. 305
  48. ^ Green, p. 39; Gregg, p. 47; Somerset, p. 74
  49. ^ Gregg, p. 60
  50. ^ Green, p. 47; Gregg, p. 63
  51. ^ Gregg, p. 64
  52. ^ Gregg, p. 65
  53. ^ Gregg, pp. 65–66
  54. ^ Green, pp. 45–47; Gregg, p. 67
  55. ^ Gregg, p. 66
  56. ^ Gregg, p. 68; Somerset, p. 105
  57. ^ Ward, pp. 250–251, 291–292
  58. ^ Green, p. 52; Gregg, p. 69
  59. ^ Curtis, p. 72; Green, pp. 54–55
  60. ^ a b c d e f g Jones, W. A. (1853). "Lord Clarendon and his Trowbridge Ancestry", The Wiltshire Archaeological and Natural History Magazine, vol. 9, pp. 282–290
  61. ^ Evans, C. F. H. (January 1975). "Clarendon's Grandparents", Notes and Queries, vol. 22, no. 1, p. 28
  62. ^ a b c Alsbury, Colin (2004). "Aylesbury, Sir Thomas, baronet (1579/80–1658)", Oxford Dictionary of National Biography, Oxford University Press. Retrieved 20 September 2011. berlangganan atau keanggotan perpustakaan umum Kerajaan Serikat diperlukan

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Media tentang Anne dari Britania Raya di Wikimedia Commons Kutipan tentang Anne dari Britania Raya di Wikiquote

Anne dari Britania Raya
Lahir: 6 Februari 1665 Wafat: 1 Agustus 1714
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
William III & II
Ratu Inggris dan Skotlandia
8 Maret 1702 – 1 Mei 1707
Acts of Union 1707
Ratu Irlandia
8 Maret 1702 – 1 Agustus 1714
Diteruskan oleh:
George I
Acts of Union 1707 Ratu Britania Raya
1 Mei 1707 – 1 Agustus 1714