William Sang Penakluk

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
William Sang Penakluk
Bayeuxtapestrywilliamliftshishelm.jpg
William menyingkap ketopong agar jelas terlihat masih bernyawa, gambar adegan Pertempuran Hastings pada
Dewangga Bayeux
Raja Inggris
Berkuasa25 Desember 1066 –
9 September 1087
Penobatan25 Desember 1066
PendahuluEdgar Ætheling
(tidak dinobatkan)
Harold Putra Godwin
(dinobatkan)
PenerusWilliam Rufus
Adipati Normandia
Berkuasa3 Juli 1035 – 9 September 1087
PendahuluRobert Sang Dikara
PenerusRobert Courteheuse
LahirSekitar tahun 1028[1]
Falaise, Kadipaten Normandia
Wafat9 September 1087
(kira-kira pada umur 59 tahun)
Priorat Santo Gervasius, Rouen, Kadipaten Normandia
Pemakaman
WangsaNormandia
AyahRobert Sang Dikara
IbuHerleva dari Falaise
PasanganMathilde dari Flandria
(kawin 1051/1052; wafat 1083)
Anak
Rincian

William I[a] (ca. 1028[1] – 9 September 1087), yang lebih dikenal dengan sebutan William Sang Penakluk dan julukan William Si Haram Jadah,[2][b] adalah Raja Inggris pertama dari bangsa Norman. William menjadi Raja Inggris sejak tahun 1066 sampai mangkat pada tahun 1087. Ia masih terhitung keturunan Rollo, dan menyandang jabatan Adipati Normandia sejak tahun 1035. Melalui perjuangan panjang, William berhasil menegakkan kedaulatannya atas Normandia pada tahun 1060. Enam tahun kemudian, ia memimpin bangsa Norman menggempur dan menaklukkan Inggris. Sesudah itu, ia masih harus berjuang lagi demi menegakkan kedaulatannya atas Inggris maupun untuk mengatasi masalah-masalah yang ditimbulkan putra sulungnya, Robert Courtehose.

William terlahir sebagai anak haram, hasil hubungan luar nikah Robert Sang Dikara, Adipati Normandia, dengan gundiknya yang bernama Herleva. Statusnya selaku anak haram maupun usianya yang masih belia menjadi sumber masalah pada saat William menyandang jabatan Adipati Normandia menggantikan mendiang ayahnya, demikian pula anarki yang merongrong tahun-tahun pertama masa pemerintahannya. Sejak William masih kanak-kanak hingga mencapai usia akil balig, para menak Norman saling berperang demi memperebutkan hak asuh atas dirinya sekaligus memperjuangkan kepentingan pribadi mereka. William berhasil memadamkan pemberontakan pada tahun 1047, dan mulai berjuang menegakkan kedaulatannya atas Kadipaten Normandia sampai tahun 1060. Perkawinannya dengan Mathilde dari Flandria pada era 1050-an menjadi penggalang dukungan baginya dari Kabupaten Flandria. Pada hari perkawinannya, William sudah berhasil menempatkan para pendukungnya pada jabatan-jabatan uskup dan abas di Normandia. Perjuangan menegakkan kedaulatan merangsang William untuk terus memperluas wawasan dan pengalaman tempurnya. Pada tahun 1062, ia merebut Kabupaten Maine, negeri tetangga Kadipaten Normandia.

Pada era 1050-an dan awal era 1060-an, William menjadi salah seorang calon ahli waris takhta Kerajaan Inggris, karena Edward Sang Pengaku Iman, Raja Inggris kala itu, adalah saudara sepupu ayahnya, dan tidak kunjung dikaruniai keturunan. Calon ahli waris lainnya adalah Harold Putra Godwin, Earl Inggris yang ditunjuk menjadi raja pengganti oleh Edward Sang Pengaku Iman sebelum tutup usia pada bulan Januari 1066. Dengan alasan bahwa Edward Sang Pengaku Iman sudah berjanji mewariskan takhta kepadanya, dan bahwa Harold Putra Godwin sudah bersumpah mendukungnya menjadi ahli waris takhta, William menyiapkan satu armada besar dan menginvasi Inggris pada bulan September 1066. Ia mengalahkan dan menewaskan Harold dalam pertempuran Hastings pada tanggal 14 Oktober 1066. Sesudah susah payah berjuang, William akhirnya dinobatkan menjadi Raja Inggris pada hari Natal tahun 1066 di London. Ia membenahi urusan pemerintahan Inggris sebelum pulang ke Normandia pada awal tahun 1067. Meskipun beberapa kali timbul pemberontakan, kedaulatan William atas Inggris akhirnya dapat ditegakkan sepenuhnya pada tahun 1075, sehingga ia dapat lebih sering bermastautin di daratan Eropa.

Pada tahun-tahun menjelang akhir hayatnya, William direpotkan dengan berbagai masalah yang menimpa negeri-negeri kekuasaannya di daratan Eropa, masalah-masalah yang ditimbulkan putranya, Robert Courtehose, dan ancaman invasi orang Dani yang membayang-bayangi Inggris. Pada tahun 1086, William memerintahkan penyusunan Kitab Domesday, daftar seluruh tanah pertuanan di Inggris berikut nama tuannya sebelum invasi bangsa Norman dan nama tuannya pada saat penyusunan daftar. Ia mangkat pada bulan September 1087, ketika sedang memimpim kampanye militer di kawasan utara Prancis. Jenazahnya dikuburkan di Caen. Masa pemerintahannya di Inggris ditandai oleh pembangunan puri-puri, pengukuhan para petinggi Norman menjadi kaum menak baru di negeri itu, dan kemunculan muka-muka baru di jajaran rohaniwan Inggris. Alih-alih mempersatukan negeri-negeri kekuasaannya menjadi sebuah kekaisaran, William justru menyelenggarakan pemerintahan tiap-tiap negeri secara terpisah. Sesudah ia mangkat, wilayah kedaulatannya dibagi-bagi. Normandia beralih ke tangan Robert Courtehose, sementara Inggris menjadi jatah William Rufus.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Orang Utara pertama kali menyerbu daerah yang kelak menjadi Normandia pada abad ke-8. Bangsa Skandinavia sudah mendirikan permukiman yang permanen di Prancis sebelum tahun 911, yakni tahun ketika Rollo, salah seorang pemimpin orang Viking, mencapai mufakat dengan Raja Prancis, Karel Si Polos, terkait kedaulatan Rollo atas Kabupaten Rouen. Kemudian hari, Rouen dan sekitarnya menjadi jantung wilayah Kadipaten Normandia.[3] Bangsa Skandinavia mungkin berpangkalan di Normandia saat kembali menyerbu Inggris pada akhir abad ke-10. Kenyataan ini meretakkan hubungan baik antara Kerajaan Inggris dan Kadipaten Normandia.[4] Sebagai usaha perbaikan hubungan, Raja Æthelred Si Kurang Arif mempersunting Emma, adik Adipati Richard II, menjadi istri keduanya pada tahun 1002.[5]

Serbuan orang Dani ke Inggris terus berlanjut, dan Æthelred meminta bantuan dari Adipati Richard dengan mengungsi ke Normandia pada tahun 1013 ketika ia dan keluarganya disingkirkan dari Inggris oleh Svend Si Janggut Cukit, Raja Denmark. Kemangkatan Svend Si Janggut Cukit pada tahun 1014 membuka peluang bagi Æthelred untuk pulang ke Inggris, tetapi kepulangannya ditentang putra Svend , Knut. Æthelred mangkat tanpa diduga-duga pada tahun 1016, dan Knut menjadi Raja Inggris. Kedua putra Æthelred dan Emma, Edward dan Alfred, diasingkan ke Normandia, sementara ibu mereka, Emma, menjadi istri kedua Knut.[6]

Sesudah Knut mangkat pada tahun 1035, takhta Kerajaan Inggris jatuh ke tangan Harold Si Kaki Terwelu, putra Knut dari istri pertama, sementara Harthacnut, putranya dari perkawinan dengan Emma, menjadi Raja Denmark. Inggris masih tetap bergejolak. Alfred pulang ke Inggris pada tahun 1036 untuk mengunjungi ibunya, dan mungkin saja untuk menantang seabsahan jabatan raja yang disandang Harold, tetapi kepulangannya berakhir dengan maut. Salah satu cerita menyalahkan Godwin, Earl Wessex, sebagai orang yang bertanggung jawab atas kematian Alfred, tetapi cerita-cerita lain menyalahkan Harold. Emma hijrah ke pengasingan di Flandria sampai Harthacnut dinobatkan menjadi Raja Inggris sesudah Harold mangkat pada tahun 1040. Edward pulang ke Ingris menyusul Harthacnut, adik seibunya, dan dinobatkan menjadi Raja Inggris sesudah Harthacnut mangkat pada bulan Juni 1042.[7][c]

Masa muda[sunting | sunting sumber]

Château de Falaise di Falaise, Normandia Bawah, Prancis, berdiri di lokasi bekas bangunan tempat William dilahirkan

William lahir pada tahun 1027 atau 1028 di Falaise, Kadipaten Normandia, mungkin sekali menjelang akhir tahun 1028.[1][8][d] Ia adalah putra tunggal Adipati Robert Sang Dikara, putra Adipati Richard II.[e] Ibunya adalah Herleva, putri Fulbert dari Falaise, seorang penyamak kulit atau pemulasara jenazah.[9] Mungkin sekali Herleva adalah warga rumah tangga kadipaten, tetapi tidak kawin sah dengan Adipati Robert.[2] Kemudian hari Herleva kawin dengan Herluin de Conteville dan dikaruniai dua orang putra (Odo, Uskup Bayeux, dan Robert, Bupati Mortain) serta seorang putri yang tidak diketahui namanya.[f] Walter, salah seorang saudara Herleva, menjadi pendukung dan pelindung William saat belum akil balig.[9][g] Adipati Robert Sang Dikara juga dikaruniai seorang putri, Adelaide, hasil hubungan luar nikah dengan gundik lain.[12]

Robert Sang Dikara menjadi Adipati Normandia menggantikan abangnya, Richard III, pada tanggal 6 Agustus 1027.[1] Perseteruan Robert dan Richard seputar jabatan adipati dan kematian Richard secara mendadak membuat sejumlah penulis menuduh Robert sebagai pembunuh Richard, yang mungkin saja benar tetapi tidak ada buktinya.[13] Kadipaten Normandia bergejolak ketika keluarga-keluarga menak menjarah harta benda Gereja dan Alain III, Adipati Britania Kecil, menyerang negeri itu. Pada tahun 1031, Robert berhasil menghimpun cukup banyak pendukung dari kalangan menak. Banyak di antara mereka kelak tampil mengemuka pada masa hidup William, misalnya Robert, Uskup Agung Rouen (paman Adipati Robert yang mula-mula berseberangan kubu dengannya), Osbern (kemenakan Gunnor, istri Adipati Richard I), dan Gilbert, Bupati Brionne (cucu Adipati Richard I).[14] Sesudah menyandang jabatan adipati, Robert meneruskan pemberian santunan kepada Edward dan Alfred, putra-putra Raja Inggris yang hidup dalam pengasingan di kawasan utara Prancis.[2]

Ada indikasi bahwa Robert pernah bertunangan dengan putri Raja Knut, tetapi perkawinan mereka tak kunjung terlaksana. Tidak jelas apakah William akan tetap mewarisi jabatan Adipati Normandia andaikata Robert dikaruniai seorang putra dari perkawinan yang sah. Adipati-adipati sebelumnya juga berstatus anak haram, dan pencantuman nama William bersama-sama dengan nama ayahnya dalam piagam-piagam keluaran kadipaten Normandia agaknya mengindikasikan bahwa William adalah orang yang paling berpeluang menjadi ahli waris Robert.[2] Pada tahun 1034, Adipati Robert memutuskan untuk berziarah ke Yerusalem. Alih-alih menuruti bujukan sejumlah pendukungnya agar mengurungkan niat berziarah, sang adipati malah mengumpulkan para menak Norman untuk bersidang pada bulan Januari 1035 dan memerintahkan mereka untuk berprasetia kepada William selaku ahli warisnya[2][15] sebelum ia bertolak menuju Yerusalem. Ia wafat pada awal bulan Juli di Nikea, dalam perjalanan pulang ke Normandia.[15]

Menjadi Adipati Normandia[sunting | sunting sumber]

Tantangan[sunting | sunting sumber]

Diagram hubungan kekerabatan William. Nama bertanda "---" adalah nama kerabat yang menentang William. Nama bertanda "+++" adalah nama kerabat yang mendukung William. Nama bertanda "---" maupun "+++" adalah nama kerabat yang berubah sikap seiring berjalannya waktu.

William harus menghadapi berbagai tantangan tatkala resmi menyandang jabatan adipati, antara lain statusnya sebagai anak haram dan usianya yang masih belia. Bukti yang ada mengindikasikan bahwa ia baru berumur tujuh atau delapan tahun ketika itu.[16][17][h] Berkat dukungan paman ayahnya, Uskup Agung Robert, dan Raja Prancis, Henri I, William dapat menjadi Adipati Normandia menggantikan mendiang ayahnya.[20] Dukungan yang ia berikan kepada putra-putra Raja Inggris di pengasingan untuk kembali ke tanah air mereka pada tahun 1036 menunjukkan bahwa para pelindung William berkeinginan melanjutkan kebijakan-kebijakan mendiang ayahnya.[2] Tak lama sesudah maut merenggut salah seorang pendukung utamanya, Uskup Agung Robert, pada bulan Maret 1037, kekacauan pun merajalela di Normandia.[20]

Anarki di Kadipaten Normandia baru berakhir pada tahun 1047,[21] dan hak mengasuh William menjadi salah satu prioritas pihak-pihak yang bersaing memperebutkan kekuasaan. Mula-mula William diasuh Alain III, Adipati Britania Kecil. Sesudah Alain III wafat pada akhir tahun 1039 atau bulan Oktober 1040, pengasuhan William diambil alih Gilbert, Bupati Brionne. Gilbert tewas terbunuh dalam hitungan bulan, dan hak asuh William beralih kepada Turchetil, Bendara Turqueville, yang juga tewas terbunuh tak lama sesudah kematian Gilbert.[22] Pemegang hak asuh berikutnya, Osbern, tewas terbunuh pada awal era 1040-an di kamar William ketika sang adipati yuwana sedang terlelap. Kemudian hari muncul cerita bahwa, paman William dari pihak ibu, kadang-kadang harus menyembunyikan sang adipati yuwana di rumah-rumah rakyat jelata,[23] meskipun cerita ini mungkin hanyalah selentingan yang dibesar-besarkan Ordericus Vitalis. Sejarawan Eleanor Searle berspekulasi bahwa William dibesarkan bersama-sama dengan ketiga saudara sepupunya yang kemudian hari menjadi orang-orang penting dalam perjalanan kariernya, yakni William Fitz Osbern, Roger de Beaumont, dan Roger de Montgomery.[24] Meskipun banyak yang saling berperang demi kepentingan pribadi pada masa perwalian William, para menak Norman masih mengakui keabsahan pemerintah kadipaten, dan para pemuka agama juga mendukung William.[25]

Tugu peringatan di bekas lokasi Pertempuran Val-ès-Dunes

Raja Prancis, Henri I, tetap mendukung William.[26] meskipun demikian, pada akhir tahun 1046, seteru-seteru William bersama-sama mengobarkan pemberontakan di daerah Normandia Bawah, dipimpin oleh Guy dari Burgundia dengan dukungan dari Nigel, Vicomte Cotentin, dan Ranulf, Vicomte Bessin.

Baca juga[sunting | sunting sumber]

Keterangan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ bahasa Norman Lama: Williame I; bahasa Inggris Lama: Willelm I
  2. ^ William secara berkala disebut bastardus (si haram jadah) dalam sumber-sumber non-Norman dari masa hidupnya.[2]
  3. ^ Klaim Guillaume de Poitiers bahwa Edward naik takhta berkat jasa Adipati William patut diragukan kebenarannya, karena ketika itu William praktis tidak berdaulat di kadipatennya sendiri.[2]
  4. ^ Tanggal lahir William tidak dapat dipastikan karena para penulis tawarikh bangsa Norman menyajikan keterangan yang saling bertentangan. Menurut Orderic Vitalis, William mengaku sudah berumur 64 tahun di saat sakratulmaut, yang berarti ia lahir sekitar tahun 1023. Meskipun demikian, Orderic juga mengemukakan bahwa William berumur 8 tahun ketika ayahnya berangkat ke Yerusalem pada tahun 1035, yang berarti ia lahir pada tahun 1027. Menurut William dari Malmesbury, William berumur 7 ketika ayahnya berangkat, artinya ia lahir pada tahun 1028. Menurut sumber lain, De obitu Willelmi, William berumur 59 tahun ketika mangkat pada tahun 1087, artinya ia lahir pada tahun 1027 atau 1028.[9]
  5. ^ Dengan demikian, Emma dari Normandia adalah bibi ayahnya, dan Edward Sang Pengaku Iman adalah saudara sepupu ayahnya.[10][11]
  6. ^ Putri Herleva dan Herluin de Conteville ini kemudian hari kawin dengan William, Bendara La Ferté-Macé.[9]
  7. ^ Walter dikaruniai dua orang putri. Salah seorang di antaranya menjadi biarawati, dan seorang lagi (bernama Matilda) kawin dengan Ralph Tesson.[9]
  8. ^ Pandangan Gereja maupun masyarakat terhadap status anak haram ketika itu sedang mengalami pergeseran. Di bawah pengaruh reformasi Gregorius, Gereja berpandangan bahwa dosa hubungan intim di luar ikatan perkawinan mencemari anak yang lahir dari hubungan tersebut, tetapi kaum menak tidak sepenuhnya sepaham dengan Gereja pada masa hidup William.[18] Status sebagai anak haram Henry Sang Adisarjana (putra keempat William Sang Penakluk) menghalangi Robert FitzRoy menjadi Raja Inggris ketika Henry Sang Adisarjana mangkat pada tahun 1135 tanpa meninggalkan keturunan laki-laki yang sah.[19]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Bates William the Conqueror hlm. 33
  2. ^ a b c d e f g h Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama DNB
  3. ^ Collins Early Medieval Europe hlmn. 376–377
  4. ^ Williams Æthelred the Unready hlmn. 42–43
  5. ^ Williams Æthelred the Unready hlmn. 54–55
  6. ^ Huscroft Norman Conquest hlmn. 80–83
  7. ^ Huscroft Norman Conquest hlmn. 83–85
  8. ^ "William the Conqueror" History of the Monarchy
  9. ^ a b c d e Douglas William the Conqueror hlmn. 379–382
  10. ^ Douglas William the Conqueror hlm. 417
  11. ^ Douglas William the Conqueror hlm. 420
  12. ^ van Houts "Les femmes" Tabularia "Études" hlm. 19–34
  13. ^ Douglas William the Conqueror hlmn. 31–32
  14. ^ Douglas William the Conqueror hlmn. 32–34, 145
  15. ^ a b Douglas William the Conqueror hlmn. 35–37
  16. ^ Bates William the Conqueror hlm. 36
  17. ^ Douglas William the Conqueror hlm. 37
  18. ^ Crouch Birth of Nobility hlmn. 132–133
  19. ^ Given-Wilson dan Curteis Royal Bastards hlm. 42
  20. ^ a b Douglas William the Conqueror hlmn. 38–39
  21. ^ Douglas William the Conqueror hlm. 51
  22. ^ Douglas William the Conqueror hlm. 40
  23. ^ Bates William the Conqueror hlm. 37
  24. ^ Searle Predatory Kinship hlmn. 196–198
  25. ^ Douglas William the Conqueror hlmn. 42–43
  26. ^ Douglas William the Conqueror hlmn. 45–46

Sumber[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh:
Harold Putra Godwin
Raja Inggris
Wangsa Normandia

1066–1087
Diteruskan oleh:
William Rufus