Perang Agama Prancis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Perang Agama Prancis
Francois Dubois 001.jpg
Penggambaran pembantaian Hari Santo Bartolomeus oleh François Dubois
TanggalMaret 1562 – April 1598
LokasiPrancis
Hasil Gencatan senjata yang tidak tenang.
Maklumat Nantes memberikan hak-hak untuk Huguenot dalam beberapa hal;
Paris dan beberapa wilayah lain dinyatakan sebagai wilayah Katolik secara permanen.
Musuh-musuh Prancis tidak berhasil melemahkan Prancis atau merebut wilayahnya.
Pihak terlibat
Protestan:
Croix huguenote.svg Huguenot
 Inggris
Bendera Kerajaan Prancis Politique Katolik:
Emblem of the Papacy SE.svg Liga Katolik
Bendera Spanyol Spanyol
 Kadipaten Savoia
Tokoh dan pemimpin
Croix huguenote.svg Pangeran Condé
Bendera Kerajaan Inggris Elizabeth I
Bendera Kerajaan Prancis Catherine de Médici
Bendera Kerajaan Prancis Charles IX
Bendera Kerajaan Prancis Henri III
Bendera Kerajaan Prancis Henri3 IV
Emblem of the Papacy SE.svg Wangsa Guise
Bendera Spanyol Philip II
Emblem of the Papacy SE.svg Paus Sixtus V
Bendera Kadipaten Savoia Carlo Emanuel I

Perang Agama Prancis (1562–98) adalah istilah yang mengacu pada periode perang saudara antara orang-orang Katolik dan Protestan di Kerajaan Prancis. Konflik ini melibatkan wangsa-wangsa aristokrat seperti Wangsa Bourbon dan Wangsa Guise (Lorraine), dan kedua belah pihak menerima bantuan asing.

Sejarawan hingga kini masih memperdebatkan lama berlangsungnya perang ini; beberapa sejarawan meyakini bahwa Maklumat Nantes pada tahun 1598 mengakhiri perang ini, walaupun pemberontakan Huguenot masih berlanjut sehingga menurut sejarawan lain Perdamaian Alais pada tahun 1629 merupakan peristiwa yang mengakhiri perang ini. Namun, Pembantaian Vassy pada tahun 1562 dianggap sebagai awal mula Perang Agama Prancis.

Diperkirakan 2.000.000 hingga 4.000.000 orang tewas akibat perang, kelaparan, dan penyakit.[1] Saat konflik berakhir pada tahun 1598, Maklumat Nantes memberikan berbagai hak dan kebebasan untuk Huguenot, walaupun maklumat ini tidak mengakhiri permusuhan antara Katolik dengan Protestan. Perang ini melemahkan otoritas monarki, walaupun nantinya Raja Henri IV berhasil memperkuatnya kembali.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Knecht, Robert J. (2002). The French Religious Wars 1562-1598. Osprey Publishing. hlm. 91. ISBN 9781841763958. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]