Lupus eritematosus sistemik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Systemic lupus erythematosus
Butterflyrash.jpg
Gambar penderita "butterfly rash" yang terdapat pada Lupus
Klasifikasi dan rujukan luar
Spesialisasi Imunologi, Rematologi, Dermatologi
ICD-10 M32.
ICD-9-CM 710.0
OMIM 152700
DiseasesDB 12782
MedlinePlus 000435
eMedicine med/2228 emerg/564
Patient UK Lupus eritematosus sistemik
MeSH D008180

Lupus merupakan penyakit yang terkait dengan kekebalan tubuh manusia. Penyakit ini termasuk dalam penyakit autoimun. Penyakit terjadi apabila terjadi anomali pada sistem dan kerja sel pertahanan tubuh manusia. Sel pertahanan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari masuknya kuman atau gangguan eksternal lainnya justeru menyerang tubuh pemiliknya[1]. Penyakit ini menjadi salah satu penyakit mematikan pada jenis Eritematosus Sistemik atau yang juga disebut dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Lupus jenis ini lebih dikenal dan sering digunakan untuk menyederhanakan penyebutan dan pemahaman tentang penyakit ini di kalangan umum. Selain jenis tersebut, terdapat beberapa jenis penyakit lupus lainnya yaitu lupus neonatal (lupus yang terjadi pada bayi) dan lupus terinduksi obat (drug-inducted lupus)[2].

Gejala[sunting | sunting sumber]

Pengidap lupus akan mengalami serangan dari sel antibodi dari dalam tubuh sendiri. Pada SLE, serangan lupus juga dapat memengaruhi organ-organ seperti seperti ginjal, kulit, sistem muskoskleletal, sistem kardiovaskular, sistem saraf pusat dan tepi, dan darah. Lesi mukokutan terjadi pada> 80% pasien. Lupus eritematosus kutane akut bisa terlokalisasi dengan karakteristik ruam "kupu-kupu" pada pipi dan jembatan hidung, atau ruam makulopapular secara menyeluruh. Lupus ini dinilai paling berbahaya dibandingkan dengan jenis lainnya. Lupus neonatal pada bayi biasanya akan hilang pada selang waktu tertentu. Sementara lupus terinduksi obat akan hilang saat reaksi obat dihilangkan dari tubuh.

Lupus lebih banyak diderita wanita daripada pria dengan perbandingan 9:1, karena faktor hormonal dan biasanya menjangkiti wanita muda. Penyakit ini suka "menyamar", sehingga seringkali dokter menyangka penyakit lainnya, tetapi yang tersering adalah adanya nyeri sendi.[3] Saat ini tes untuk menentukan positif atau negatif atas lupus telah ada di banyak laboratorium klinik.

Penyebab[sunting | sunting sumber]

Penyakit lupus dipengaruhi oleh dua faktor yaitu internal tubuh manusia dan lingkungan. Secara umum, faktor penyebab pasti timbulnya penyakit lupus belum diketahui[4].

Faktor internal[sunting | sunting sumber]

Faktor internal disebabkan oleh faktor genetika yang menyebabkan adanya kecenderungan anomali pada sistem antibodi yang menyerang bagian-bagian jaringan tubuh. Karena itu, penyakit lupus sering diidentikkan dengan penyakit turunan. Fakta menunjukkan bahwa penyakit lupus akan lebih berisiko diidap oleh orang dari beberapa ras seperti ras Asia, Hispanik, dan Amerika Afrika.

Faktor eksternal[sunting | sunting sumber]

Penyebab eksternal lupus terkait erat dengan gaya hidup dan kondisi manusia. Faktor eksternal berarti serangkaian atau satuan penyebab yang merangsang reaksi zat antibodi yang akhirnya menyerang jaringan tubuh. Beberapa penyebab eksternal lupus, antara lain:

  • Stress berlebihan.
  • Penggunaan obat misalnya prokainamid, hidralazin, dan isoniazid
  • Sinar ultraviolet matahari, sinar ultraviolet dari lampu

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://ensiklo.com/2015/01/apakah-penyakit-lupus-mengenal-penyebab-gejala-dan-macam-lupus/
  2. ^ http://www.medicalnewstoday.com/info/lupus
  3. ^ "Penyakit Lupus Ternyata Lebih Suka menyerang Wanita". 27 Januari 2015. 
  4. ^ http://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=59878&page=3

Pranala luar[sunting | sunting sumber]