Marsionisme

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sampul buku Marcion and Luke-Acts karya Joseph B Tyson

Marsionisme adalah ajaran yang dianggap sesat oleh Gereja-gereja resmi di Abad kedua, didirikan oleh seseorang yang bernama Marsion atau Marcion.[1][2] Ajarannya yang paling ditentang oleh banyak tokoh pada waktu itu adalah mengenai pemisahan Allah Perjanjian Lama dan Allah Perjanjian Baru.[1] Allah Perjanjian Lama, menurutnya Allah yang adil, kurang sempurna, kejam dan tidak berpengasihan, gemar menghukum dengan Hukum Taurat yang diturunkan kepada Musa.[1] Ajarannya lebih mirip pada Teologi Kristen tentang Gnostisisme.[1]

Baginya, hukum-hukum yang terdapat dalam Perjanjian Lama terlalu berat untuk dilaksanakan manusia.[1] Dialah Allah yang berkata, "Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu; gigi ganti gigi, mata ganti mata, darah ganti darah.".[1]

Sedangkan Allah Perjanjian Baru adalah Allah yang baik, mahamurah, penyayang yang tampak dalam diri Yesus.[1]Allah Perjanjian Baru ini diperkenalkan oleh Yesus Kristus, yang mengutus-Nya untuk menyelamatkan manusia dan menebus dosa-dosanya dengan membawa Injil tentang cinta kasih kepada manusia.[1]

Biografi singkat Marsion[sunting | sunting sumber]

Marsion sendiri hidup di Sinope, Pontus, Asia Kecil pada tahun 70-150.[3] Walau bukan seorang gnostik, namun pandangannya banyak dipengaruhi oleh gnostisisme.[1]

Pemikiran[sunting | sunting sumber]

Marsion diketahui hanya memakai Injil Lukas dalam meletakkan pandangannya. [4] [5] Pandangan lain dari Marsion adalah mengenai Kristus yang mengajarkan bahwa Kristus tidak sungguh-sungguh mati.[1] Kristologi Marsion disebut doketisme: Kristus tiba-tiba turun di atas kota Kapernaum pada tahun ke-15 pada masa Tiberius, lalu Kristus membuang Allah Perjanjian Lama ke Hades dan menebus jiwa-jiwa umat maunusia dari kuasa Allah yang tidak adil itu..[1] Dalam etika dia menetapkan hidup askese, berpantang makan daging, minum anggur dan menikah, namun dia tetap menerima pengikut pasangan suami istri.[1] Selain itu adalah dia melakukan pembabtisan orang mati, dan ditolak oleh Gereja resmi.[1] Pengikutnya sendiri tersebar di Itali, Mesir, Afrika Utara, Siprus dan Siria.[1]

Pandangan Marsion ini juga dicatat memiliki peran (persiapan) dalam pembuatan Surat-surat Paulus[5] pada abad kedua di Yunani : Galatia, I dan II Korintus, Roma, I dan II Tesalonika, Efesus, Kolose, Filipi, dan Filemon.[2] Teks-teksnya juga disesuaikan dengan pandangan khusus Marsion.[2] Maka Polikarpus dari Smyrna memperingatkan Jemaat di Filipi untuk mewaswpadai pandangan Marsion ini, Marsion dijuluki sebagai the first born of satan dan antichrist[3]

Pengaruh[sunting | sunting sumber]

Pengaruh Marsionisme tampak dalam diri Tertulianus, namun ditentang oleh Ireneus, dalam beberapa seri buku-buku mereka tampak berdebatan pandangannya tentang kekristenan.[5] Namun pada masa modern ini pandangannya sudah ditinggalkan orang karena bersifat elusif atau tidak konstruktif terhadap sejarah Yesus.[5]

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n (Indonesia)F. D. Wellem. Riwayat Singkat Hidup Tokoh-tokoh dalam Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1993. Hlm. 179-180
  2. ^ a b c (Inggris)Alexander Souter. The Text and Canon of The New Testament. London: Duckworth, 1948. Hlm. 12
  3. ^ a b (Inggris) Joseph Hoffmann. Marcion on The Restitution of Christianity. Chico California: Oxford University-Scholars Press, 1984
  4. ^ (Inggris)Gamble, Harry Y., The New Testament Canon, Fortress Press Philadelphia 1985 Halaman 27
  5. ^ a b c d Tyson, Joseph B., Marcion and Luke -Acts- A Defining Struggle, University of South Carolina, Columbia 2006 bagian Pendahuluan