Juwairiyah binti al-Harits

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Bagian dari serial Islam
Muhammadwives.png
Ummahatul Mu'minin
Para istri Muhammad

Khadijah binti Khuwailid

Saudah binti Zum'ah

Aisyah binti Abu Bakar

Hafshah binti Umar

Zainab binti Khuzaimah

Hindun binti Abi Umayyah

Zainab binti Jahsy

Juwairiyah binti al-Harits

Ramlah binti Abu Sufyan

Shafiyah binti Huyay

Maimunah binti al-Harits

Maria binti Syama’un


Juwairiyah binti al-Harits al-Mushthaliqiyyah al-Khuza'iyyah (bahasa Arab: جويرية بنت الحارث المصطلقية الخزاعية) atau lebih dikenal dengan Juwairiyah binti al-Harits (lahir pada tahun 15 Sebelum H/608, wafat di Madinah pada tahun 56 H/676) adalah istri dari Nabi Muhammad S.A.W, dan termasuk dari Ibu Para Mukminin.

Nasabnya[sunting | sunting sumber]

  • Ayahnya: adalah seorang Sahabat Nabi yang mulia, dan merupakan Pembesar Bani al-Mushthaliq, namaanya al-Harits bin Dharar bin Habib bin 'A`idz bin Malik bin al-Mushthaliq bin Sa'id bin 'Amru bin Rabi'ah bin Haritsah bin Khuza'ah.

Ibadahnya[sunting | sunting sumber]

  • Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dan 'Amru An Naqid dan Ibnu Abu 'Umar -dan lafaz ini milik Ibnu Abu 'Umar- mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Muhammad bin ‘Abdurrahman -budak- keluarga Thalhah dari Kuraib dari Ibnu ‘Abbas dari Juwairiyah bahwasanya Nabi S.A.W keluar dari rumah Juwairiyah pada pagi hari usai salat subuh dan dia tetap di tempat salatnya. Tak lama kemudian Rasulullah S.A.W kembali setelah terbit fajar (pada waktu dhuha), sedangkan Juwairiyah masih duduk di tempat salatnya. Setelah itu, Rasulullah menyapanya: Ya Juwairiyah, kamu masih belum beranjak dari tempat salatmu Juwairiyah menjawab; Ya, Saya masih di sini, di tempat semula ya Rasulullah. Kemudian Rasulullah S.A.W berkata: Setelah keluar tadi, aku telah mengucapkan empat rangkaian kata-kata -sebanyak tiga kali- yang kalimat tersebut jika dibandingkan dengan apa yang kamu baca seharian tentu akan sebanding, yaitu Subhaanallahi Wabihamdihi 'Adada Khalqihi wa Ridha Nafsihi wa Zinata 'Arsyihi wa Midada Kalimatihi yang artinya Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya sebanyak hitungan makhluk-Nya, menurut keridlaan-Nya, menurut arasy-Nya dan sebanyak tinta kalimat-Nya)
  • Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abu Kuraib dan Ishaq dari Muhammad bin Bisyr dari Mis'ar dari Muhammad bin 'Abdurrahman dari Abu Risydin dari Ibnu 'Abbas dari Juwairiyah dia berkata; bahwa suatu ketika Rasulullah S.A.W melewatiku ketika dia usai salat shubuh. -lalu dia menyebutkan redaksi yang serupa. Namun dia dengan menggunakan kalimat; Subhaanallah Wabihamdihi Subhaanallah 'Adada Khalqihi Subhaanallah Ridha Nafsihi Subhaanallah Zinata 'Arsyihi Subhaanallah Midaada Kalimaatihi. Yang artinya: Maha suci Allah sebanyak hitungan makhluk-Nya. Maha Suci Allah menurut keridlaan-Nya. Maha Suci Alloh menurut kebesaran arasy-Nya. Maha Suci Allah sebanyak paparan kelimat-Nya.

Keilmuannya[sunting | sunting sumber]

Juwairiyah menghafal beberapa hadis, termasuk dua hadis yang terdapat di dalam Sahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, selain itu juga terdapat di Sunan Abi Daud, Jami at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa'i dan Sunan Ibnu Majah. Ia meriwayatkan hadis kepada Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Ubaid bin as-Sabbaq, Mujahid, dan lain-lain.

Kematiannya[sunting | sunting sumber]

Ia hidup pada masa kekhalifahan Muawiyah, dan wafat di Madinah pada bulan Rabi'ul Awwal 53 H/676, dan disalatkan oleh Marwan bin Hakam, Gubernur Madinah dan dimakamkan di Jannatul Baqi.

Referensi[sunting | sunting sumber]


Pranala luar[sunting | sunting sumber]