Jami at-Tirmidzi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jami` at-Tirmidhi
Sampul buku Jami at-Tirmidzi
PengarangMuhammad bin Isa at-Tirmidzi
BahasaArab
SeriKutubus Sittah
Subjekhadits
GenreKoleksi Hadits
Diterbitkanabad ke 9

Jami at-Tirmidzi atau lebih dikenal dengan Sunan at-Tirmidzi adalah kitab kumpulan Hadis dalam Islam yang disusun oleh ilmuwan hadis at-Tirmidzi.[1] Kitab ini adalah kitab nomor 5 di antara enam kitab rujukan hadis utama Islam Sunni (Kutubus Sittah) sesuai dengan urutan prioritasnya.

Nama[sunting | sunting sumber]

Nama lengkap buku hadis ini adalah (bahasa Arab: الجامع المختصر من السنن عن رسول الله ومعرفة الصحيح والمعلول وما عليه العمل, Al-Jāmiʿ al-Mukhtaṣar Min as-Sunan ʿAn Rasūl Allāh ﷺ Wa Maʿrifat al-Ṣaḥeeḥ Wal-Maʿlool Wa Mā ʿAlaihil al-ʿAmal)[2]

Istilah Jami' dalam judul menunjukkan koleksi lengkap yang mencakup delapan mata pelajaran Risalah (pesan Allah). Istilah sunan dalam judul mengacu pada fokus kumpulan dan susunan bab berdasarkan mata pelajaran Risalah tertentu, ahkam (hukum umum).[3]

Al-Kattani berkata: "Jamiʿ at-Tirmidzi juga bernama Sunan Tirmidz, bertentangan dengan mereka yang mengira mereka adalah dua kitab yang terpisah, dan [disebut juga] al-Jamiʿ al-Kabir.[4]

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Kitab ini terbagi dalam 50 bab berisi 3956 buah teks hadis. Isinya meliputi delapan pokok bahasan hukum. Di antara ciri-ciri Sunan at-Tirmidzi yakni, adanya penjelasan tentang isnad (sandaran) hadis serta komentar-komentar dari para imam mazhab. Kriteria lain yang juga belum dimiliki pengumpul hadis sebelum Tirmidzi adalah perihal istilah baru berkenaan dengan kualitas hadis.

Menurut Ibnu Taimiyah, at-Tirmidzi adalah tokoh pertama yang secara resmi menggunakan istilah hasan (baik). Di samping itu ia juga banyak menitikberatkan penilaian tentang periwayat Hadis melalui kaidah al-Jarh wa Ta'dil (cacat dan benar). Di samping mengikuti jejak gurunya, Muslim, Tirmidzi juga merumuskan sistem isnad baru dengan cara mengumpulkan beberapa isnad dalam satu hadis. Ia juga kadangkala memberi tambahan lafadz (komentar) terhadap perbedaan riwayat yang terjadi.[5]

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Jonathan A.C. Brown (2007), The Canonization of al-Bukhārī and Muslim: The Formation and Function of the Sunnī Ḥadīth Canon, p.10. Brill Publishers. ISBN 978-9004158399. Quote: "We can discern three strata of the Sunni hadith canon. The perennial core has been the Sahihayn. Beyond these two foundational classics, some fourth/tenth-century scholars refer to a four-book selection that adds the two Sunans of Abu Dawud (d. 275/889) and al-Nasa'i (d. 303/915). The Five Book canon, which is first noted in the sixth/twelfth century, incorporates the Jami' of al-Tirmidhi (d. 279/892). Finally the Six Book canon, which hails from the same period, adds either the Sunan of Ibn Majah (d. 273/887), the Sunan of al-Daraqutni (d. 385/995) or the Muwatta' of Malik b. Anas (d. 179/796). Later hadith compendia often included other collections as well.' None of these books, however, has enjoyed the esteem of al-Bukhari's and Muslim's works." Diarsipkan 2018-01-06 di Wayback Machine.
  2. ^ Imam Tirmidhi and his Al-Jami’ al-Sunan: http://daruliftaa.com/node/7130 Diarsipkan 2014-01-27 di Wayback Machine.
  3. ^ "Imam Tirmidhi and his Al-Jami' al-Sunan (الجامع السنن للإمام الترمذي رضي الله عنه) - daruliftaa.com". daruliftaa.com. 26 March 2005. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-01-27. Diakses tanggal 2013-09-06. 
  4. ^ Al-Risalah al-Mustatrafah, pg. 11.
  5. ^ Mengenal Kitab Hadis Sunan Imam Tirmidzi — Imam Tirmidzi menulis kitab hadis serta memperkenalkan istilah baru dalam ilmu hadis m.republika.co.id, diakses tanggal 2022-12-24.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]