Yustinus Martir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Justin Martyr)
Lompat ke: navigasi, cari
Santo Yustinus Martir
Justin Martyr.jpg
Santo Yustinus Martir
Martir
Lahir 100[1]
Flavia Neapolis, Samaria (Nablus masa kini)
Wafat 165 (umur 65)
Roma, Kekaisaran Romawi
Dihormati dalam Gereja Katolik
Komuni Anglikan
Gereja Ortodoks Timur
Lutheranisme
Ortodoksi Oriental
Dikanonisasi Pra-Kongregasi
Pesta 1 Juni (Gereja Katolik, Gereja Ortodoks Timur, Komuni Anglikan)
14 April (Kalender Roma, 1882–1969)

Santo Yustinus, juga dikenal sebagai Yustinus Martir (bahasa Yunani: Ιουστίνος ο Μάρτυρας, bahasa Latin: Iustinus Martyr, bahasa Inggris: Justin Martyr) dan Yustinus sang Filsuf[2], adalah seorang apolog Kristen, dan dipandang sebagai penafsir terpenting teori Logos pada abad ke-2.[3] Ia wafat sebagai martir bersama dengan sejumlah muridnya, dan dipandang sebagai seorang santo atau orang kudus oleh Gereja Katolik,[4] Komuni Anglikan,[5] Gereja Ortodoks Timur,[6] dan Gereja Ortodoks Oriental.

Sebagian besar karyanya telah hilang, namun dua karya apologi dan satu karya dialog masih terlestarikan. Apologi Pertama, karyanya yang paling terkenal, dengan penuh semangat membela moralitas kehidupan Kristen, dan menyajikan beragam argumen filosofis dan etis untuk meyakinkan Kaisar Romawi, Antoninus Pius, agar menghentikan penganiayaan terhadap Kekristenan yang pada saat itu baru bertumbuh. Sebagaimana yang Santo Agustinus indikasikan terkait "agama yang benar" yang mendahului Kekristenan,[7] Santo Yustinus juga mengemukakan bahwa "benih-benih Kekristenan" (manifestasi-manifestasi tindakan Logos dalam sejarah) sebenarnya mendahului penjelmaan Kristus. Gagasan tersebut memungkinkan dia untuk mengklaim bahwa banyak filsuf Yunani historis (termasuk Socrates dan Plato), yang telah ia pelajari dengan baik karya-karyanya, sebagai orang-orang Kristen yang tidak menyadarinya.

Riwayat Hidup[sunting | sunting sumber]

Yustinus Martir (berjanggut) menunjukkan sebuah buku yang terbuka kepada Kaisar Romawi. Pahatan karya Jacques Callot.

Yustinus Martir lahir sekitar tahun 100 M[8] di Flavia Neapolis (sekarang Nablus) di Samaria ke dalam suatu keluarga pagan, dan mendefinisikan diri sebagai seorang Gentile.[9] Kakeknya, Bacchius, mempunyai nama Yunani, sedangkan ayahnya, Priscus, menyandang nama Latin, yang membawa spekulasi bahwa leluhurnya mungkin telah bermukim di Neapolis segera setelah kota itu didirikan atau mereka adalah keturunan komunitas "diplomatik" Romawi yang dikirimkan ke sana.[10]

Dalam pembukaan Dialog,[11] Yustin memaparkan pendidikan awalnya, bahwa ia tidak puas pada pendidikan mula-mula karena gagal memberikan sistem kepercayaan yang menyediakan inspirasi teologis dan metafisika bagi murid muda itu. Ia mengatakan pertama mencoba belajar pada sekolah seorang filsuf ajaran [[:en:stoicisme|Stoa], yang tidak mampu menjelaskan keberadaan Allah kepadanya. Kemudian ia berguru kepada seorang filsuf dari sekolah Peripatetic tetapi kecewa karena filsuf itu terlalu menginginkan bayarannya. Selanjutnya ia pergi mendengarkan seorang filsuf beraliran Pythagoras yang menuntutnya pertama-tama belajar musik, astronomi, dan geometri, yang tidak dikehendakinya. Lalu ia mengadopsi Platonisme setelah berjumpa dengan seorang pemikir Platonis yang baru pindah ke kotanya.

Dan persepsi mengenai hal-hal non-material sangat menguasaiku, dan penalaran ide-ide memberiku sayap-sayap, sehingga untuk sesaat aku merasa aku telah menjadi bijaksana; begitulah kebodohanku, aku berharap sejak itu untuk mencari Allah, karena inilah akhir dari filsafat Plato.[11]

Beberapa waktu kemudian, kebetulan ia bertemu seorang pria tua, kemungkinan seorang Kristen Siria,[12] di dekat pantai laut, yang mengajaknya berdialog mengenai Allah dan berbicara mengenai kesaksian para nabi yang lebih dari dapat dipercaya daripada penalaran para filsuf. Yustin menjadi seorang Kristen ketika ia merenungkan tulisan-tulisan Taurat dan membaca Injil serta surat-surat Paulus.[13] Yustin menemukan bahwa sekarang ia menemukan kebenaran sejati dalam agama Kristen. Oleh karena itu ia bertobat menjadi Kristen pada tahun 130. Sesudah pertobatannya, Yustin mengajar di Efesus. Ia memandang pengajaran Kristen sebagai filsafat, yang nilainya lebih tinggi dari filsafat Yunani.[2]

Mosaik pemenggalan kepala Yustinus Martir.

Perjuangan bagi kekristenan[sunting | sunting sumber]

Yustinus hidup pada masa gereja dan orang Kristen berada pada keadaan yang tidak menguntungkan. Ia sering melihat bahwa banyak orang Kristen yang dihambat dan dianiaya.[14] Oleh karena rasa keprihatinannya, ia membela kekristenan dari serangan yang dilancarkan oleh pemerintah yang tidak beragama Kristen.[15]

Karya-karya penting Yustinus tidak hanya terbatas dalam hal menulis saja, Yustinus juga mengadakan perjalanan yang cukup jauh. Dalam perjalanannya ia selalu berargumentasi tentang iman yang diyakininya. Di Efesus, ia bertemu dengan Trifo. Di Roma, ia bertemu Marcion, pemimpin kelompok Gnostik. Pada suatu perjalanannya ke Roma, ia pernah berselisih paham dengan seseorang yang bernama Crescens, seorang Cynic. Ketika Yustinus kembali ke Roma pada tahun 165, Crescens mengadukannya kepada penguasa atas tuduhan memfitnah. Yustinus pun ditangkap, disiksa dan akhirnya dipenggal kepalanya bersama-sama enam orang percaya lainnya.[2]

Karya[sunting | sunting sumber]

Perjamuan Terakhir (1498), dilukis oleh Leonardo da Vinci di Milano
Iustini Philosophi et martyris Opera (1636)

Penyebutan tertua mengenai Yustin ditemukan dalam Oratio ad Graecos karya Tatian yang menyebutnya "Yustin yang paling dikagumi", dan mengutip suatu perkataan Yustin serta mengatakan bahwa orang Cynic bernama Crescens telah menjebaknya. Irenaeus[16] menulis mengenai kemartiran Yustin dan mengenai Tatian sebagai murid Yustin. Irenaeus mengutip tulisan Yustin dua kali[17] dan memperlihatkan pengaruhnya dalam bagian-bagian lain. Tertulianus, dalam karyanya Adversus Valentinianos, menyebut Yustin seorang filsuf dan seorang martir serta antagonis paling awal terhadap ajaran sesat. Hippolitus dan Methodius dari Olympus juga menyebut atau mengutip tulisan Yustin. Eusebius dari Kaisarea membahasnya dengan panjang lebar,[18] dan menyebutkan karya-karya tulisan berikut:

  1. Apologi Pertama ditujukan kepada Antoninus Pius, putra-putranya, dan Senat Romawi;[19]
  2. Apologi Kedua ditujukan kepada Senat Romawi;
  3. Pengajaran kepada Orang Yunani (Discourse to the Greeks), suatu diskusi dengan para filsuf Yunani mengenai karakter dewa-dewa mereka;
  4. Hortatory Address to the Greeks (sekarang dianggap bukan karya Yustin[20]);
  5. suatu makalah Mengenai Kemahakuasaan Allah (On the Sovereignty of God), di mana ia menggunakan otoritas pagan maupun Kristen;
  6. suatu karya berjudul Sang Penulis Mazmur (The Psalmist);
  7. suatu makalah dalam bentuk skolastik Mengenai Jiwa (On the Soul); dan
  8. Dialog dengan Trypho.

Eusebius menyiratkan bahwa karya-karya lain juga ada dalam peredaran; dari St Irenaeus ia mengetahui adanya apologi "Melawan Marcion," dan suatu "Apologi" tulisan Yustin[21] mengenai suatu "Bantahan terhadap semua Ajaran Sesat".[22] Epifanius[23] dan Hieronimus[24] menyebutkan mengenai Yustin.

Apologi[sunting | sunting sumber]

Karya tulis Yustinus, "Apologi Pertama", ditujukan pada Kaisar Antoninus Pius (dalam bahasa Yunani berjudul Apologia, yaitu suatu kata yang mengacu pada logika yang menjadi dasar kepercayaan seseorang).[25] Dalam tulisannya ini, Yustinus menyatakan bahwa orang Kristen menuntut keadilan. Jika orang Kristen bersalah, ia harus diadili. Ia menolak bila orang Kristen dihukum karena mereka seorang Kristen. Ia juga menjelaskan mengenai ibadah Kristen dan Perjamuan Kudus, sehingga kecurigaan kekaisaran Roma terhadap orang Kristen sebagai kelompok subversif, amoral, dan kriminal pun terhapus. Seperti Paulus, Yustinus tidak meninggalkan orang-orang Yahudi ketika ia berpaling kepada orang-orang Yunani. Dalam karya besar Yustinus lainnya, "Dialog dengan Trypho", ia menulis kepada seorang Yahudi kenalannya, bahwa Kristus adalah penggenapan tradisi Ibrani.[14]

Tidak hanya itu saja, Yustinus juga memberikan informasi mengenai tata ibadah, Baptisan, dan Perjamuan Kudus dalam gereja pada abad ke 2. Mengenai tata ibadah dikatakan bahwa ibadah dilakukan pada hari Minggu. Hal ini dikarenakan Allah beristirahat pada hari ketujuh. Selain itu, jemaat beribadah pada hari minggu juga karena Kristus bangkit pada hari tersebut. Mengenai praktik baptisan, Yustinus menyatakan bahwa mereka yang dibaptis adalah mereka yang telah percaya kepada pengajaran Kristen dan yang telah berjanji hidup mengikuti ajaran-ajaran tersebut.[2]

Komposisi[sunting | sunting sumber]

Sumber Alkitab[sunting | sunting sumber]

Injil[sunting | sunting sumber]

Yustin menggunakan materi dari kitab-kitab Injil (terutama Matius, Markus dan Lukas) dalam penyusunan Apologi Pertama dan Dialogue, baik secara langsung, seperti halnya Injil Matius,[26] atau secara tidak langsung melalui penggunaan suatu harmoni Injil, yang mungkin disusun sendiri oleh Yustin ataupun sekolah yang dipimpinnya.[27] Pengutipan dari Injil Yohanes hanya sedikit. Satu kemungkinan kutipan adalah dalam konteks baptisan Kristen (1 Apol. 61.4 – "Kecuali kamu dilahirkan kembali,, kamu tidak dapat masuk kerajaan sorga."), tetapi Koester menduga bahwa Yustin mendapatkan perkataan ini dari suatu liturgi baptisan bukannya dari tulisan Injil Yohanes.[28] Bukti yang lebih kuat adalah kemiripan kata-kata dengan Yohanes 3:4 langsung setelah diskusi mengenai kelahiran baru ("Jadi, apa yang mustahil bagi mereka yang sekali telah dilahirkan untuk memasuki rahim ibunya sekarang telah dinyatakan bagi semua"). Yustin juga menggunakan kata-kata yang sangat mirip dengan Yohanes 1:20 dan Yohanes 1:28. Lebih lanjut, dengan memakai istilah "catatan kenangan para rasul" ("memoirs of the apostles") dan membedakan dari tulisan-tulisan para "pengikutnya", Yustin harusnya tahu bahwa paling sedikit dua kitab Injil ditulis oleh rasul-rasul asli. Karena salah satunya jelas adalah Matius, yang lain tentunya adalah Yohanes.

Catatan kenangan para rasul[sunting | sunting sumber]

Yustinus (Yustin) Martir, dalam Apologi Pertama (1 Apol.) (~155) dan Dialog dengan Trypho (Dialog) (c. 160),[29] kadang merujuk sumber-sumber tertulis yang terdiri dari naratif kehidupan Yesus dan kutipan-kutipan perkataan Yesus sebagai "catatan kenangan para rasul" ("memoirs of the apostles"; Yunani: ἀπομνημονεύματα τῶν ἀποστόλων; transliterasi: apomnêmoneúmata tôn apostólôn) dan lebih jarang sebagai Injil (Greek: εὐαγγέλιον; transliterasi: euangélion) yang, menurut Yustin, dibacakan setiap hari Minggu dalam gereja di Roma (1 Apol. 67.3 – "dan memoirs of the apostles atau tulisan-tulisan para nabi dibacakan selama diizinkan").[30]

Penyebutan "catatan kenangan para rasul" ditemukan dua kali dalam karya Yustin 1 Apol. (66.3, 67.3–4) dan 13 kali dalam Dialogue, kebanyakan dalam tafsirannya mengenai Mazmur 22, sedangkan istilah "Injil" digunakan hanya 3 kali, sekali dalam 1 Apol. 66.3 dan dua kali dalam Dialog. Satu perikop di mana Yustin menggunakan kedua istilah itu (1 Apol. 66.3) membuat jelas bahwa "catatan kenangan para rasul" dan "Injil" adalah sama, serta penggunaan bentuk jamak mengindikasikan bahwa Yustin sadar ada lebih dari satu Injil tertulis. ("Para rasul di dalam memoirs yang mereka buat, yang juga disebut Injil-injil, telah meneruskan apa yang diperintahkan oleh Tuhan ...").[31] Yustin mungkin lebih suka mengggunakan penyebutan "catatan kenangan para rasul" supaya membedakan dengan "Injil" yang dibuat oleh tokoh yang hidup sezaman dengannya, Marcion, untuk menekankan hubungan antara kesaksian bersejarah dari kitab-kitab Injil dengan nubuat-nubuat Perjanjian Lama yang ditolak oleh Marcion.[32]

Tidak jelas bagaimana asalnya Yustin menggunakan sebutan "catatan kenangan para rasul" sebagai persamaan kata untuk "kitab-kitab Injil". Sarjana David E. Aune berargumen bahwa kitab-kitab Injil dipolakan seperti biografi-biografi klasik Yunani-Romawi, dan penggunaan istilah apomnemoneumata oleh Yustin mencakup semua kitab-kitab Injil dapat dipahami sebagai rujukan kepada biografi tertulis seperti Memorabilia Xenophon karena kitab-kitab itu melestarikan ajaran asli Yesus.[33] Namun, sarjana Helmut Koester menunjukkan bahwa judul bahasa Latin bagi "Memorabilia" baru diterapkan pada karya Xenophon pada Abad Pertengahan, dan lebih mungkin apomnemoneumata digunakan untuk menyebut penyampaian oral perkataan Yesus dalam Kekristenan mula-mula. Papias menggunakan istilah mirip yang bermakna "mengingat-ingat" (apomnemoneusen) ketika mengisahkan bagaimana Markus secara akurat mencatat "rekoleksi Petrus", dan Yustin juga menggunakannya dalam rujukan kepada Petrus dalam Dialog 106.3, diikuti oleh suatu kutipan yang hanya terdapat dalam Injil Markus (Mk 3:16–17). Jadi, menurut Koester, kemungkinan Yustin menerapkan sebutan "catatan kenangan para rasul" dengan cara serupa untuk mengindikasikan dapat dipercayanya rekoleksi para rasul yang didapati pada catatan tertulis kitab-kitab Injil.[34]

Surat-surat[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan perlawanannya terhadap ajaran Marcion, sikap Yustin terhadap Surat-surat Paulus umumnya bersesuaian dengan sikap Gerejanya. Dalam karya-karya Yustin didapati kutipan jelas dari Surat Roma, Surat 1 Korintus, Surat Galatia, Surat Efesus, Surat Kolose, dan Surat 2 Tesalonika, serta kemungkinan dari Surat Filipi, Surat Titus, dan Surat 1 Timotius. Nampaknya ia juga mengenal Surat Ibrani dan Surat 1 Yohanes. Karakter apologetika dari kebiasaan berpikir Yustin muncul lagi dalam catatan Kisah mati syahidnya, keasliannya dibuktikan oleh bukti-bukti internal.[35]

Kitab Wahyu[sunting | sunting sumber]

Yustin tidak mengutip langsung dari kitab Wahyu kepada Yohanes, tetapi ia jelas merujuknya, menyebut Yohanes sebagai pengarangnya (Dialogue. 81.4 "Terlebih pula di antara kami ada seorang bernama Yohanes, salah satu rasul Kristus, bernubuat dalam suatu wahyu yang diberikan kepadanya bahwa mereka yang percaya kepada Kristus kami akan menghabiskan seribu tahun di Yerusalem; dan bahwa setelahnya orang umum dan, singkatnya, kebangkitan dan penghakiman kekal akan terjadi"). Sarjana Brooke Westcott mencatat bahwa rujukan kepada pengarang satu-satunya kitab nubuat dalam Perjanjian Baru ini melukiskan pembedaan yang dibuat oleh Yustin antara peran nubuat dan penggenapan kutipan-kutipan dari kitab-kitab Injil, karena Yustin tidak menyebutkan nama kitab Injil kanonik secara individual.[36]

Sumber-sumber kesaksian[sunting | sunting sumber]

Yustin kadang-kadang menggunakan Injil Matius langsung sebagai sumber nubuat-nubuat Perjanjian Lama untuk melengkapi sumber kesaksiannya.[26][37] Koester berpendapat bahwa Yustin telah menyusun suatu harmoni Injil awal sejalan dengan baris-baris harmoni Injil karya muridnya, Tatian, yaitu Diatessaron.[27]

"Sumber kerygma"[sunting | sunting sumber]

Kutipan berikut dari 1 Apol. 33:1,4–5 (paralel parsial dalam Dial. 84) mengenai annunciation dan kelahiran Yesus dari seorang perawan menunjukkan bagaimana Yustin menggunakan ayat-ayat harmoni Injil dari Injil Matius dan Lukas untuk memberikan bukti alkitabiah bahwa Yesus adalah Mesias berdasarkan penggenapan nubuat Yesaya 7:14.[38]

"Dan dengarlah lagi bagaimana Yesaya menubuatkan bahwa Dia harus dilahirkan dari seorang perawan;; karena demikian dikatakannya: 'Lihat, perawan itu mengandung dalam rahimnya dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menyebut dalam namanya, Allah beserta kita' (Matius 1:23)." (1 Apol. 33:1)[39][40]
"...kuasa Allah, yang turun ke atas perawan itu, menaunginya dan membuatnya selagi masih perawan untuk mengandung (bandingkan Lk 1:35), dan malaikat Allah memberitakan kepadanya dan berkata, 'Lihat, engkau akan mengandung dalam rahim dari Roh Kudus dan melahirkan seorang anak laki-laki (Mt 1:20/Lk 1:31) dan ia akan disebut Putra dari Yang Mahatinggi (Lk 1:32). Dan engkau akan menamainya Yesus, karena Ia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka (Mt 1:21),' sebagaimana diajarkan oleh mereka yang telah membuat memoirs mengenai segala sesuatu tentang Juruselamat kita Yesus ... (1 Apol. 33:4–5)[41]

Sumber-sumber katekismus[sunting | sunting sumber]

Yustin mengutip banyak perkataan Yesus dalam 1 Apol. 15–17 dan kelompok-kelompok perkataan lebih kecil dalam Dialog. 17:3–4; 35:3; 51:2–3; and 76:4–7. Perkataan itu paling sering merupakan harmoni Injil Matius dan Lukas yang nampaknya dikelompokkan bersama menurut topik dan diorganisir menjadi koleksi perkataan, termasuk materi yang kemungkinan berasal dari suatu katekismus Kristen mula-mula.[42][43]

Eksegesis profetik[sunting | sunting sumber]

Ekaristi[sunting | sunting sumber]

Pernyataan-pernyataan St. Yustinus dalam Apologi Pertama termasuk di antara sejumlah ungkapan Kristen yang paling awal tentang Ekaristi atau Perjamuan Kudus.

"Dan makanan ini di antara kalangan kita disebut Εὐχαριστία [Ekaristi] ... Karena bukan sebagai roti biasa dan minuman biasa kita menerima ini semua; tetapi sama seperti Yesus Kristus Juruselamat kita, yang telah dijadikan daging oleh Firman Allah, memiliki baik daging maupun darah demi keselamatan kita, demikian juga kita telah diajarkan bahwa makanan yang diberkati oleh doa Firman-Nya, dan yang darinya darah dan daging kita diberi makan oleh transmutasi, adalah daging dan darah dari Yesus yang telah menjadi daging."[44]

Peringatan dan Relikui[sunting | sunting sumber]

Gereja "St. John the Baptist" di Sacrofano, beberapa mil di sebelah utara Roma, mengklaim memiliki relikui St. Yustin.[45]

Pada tahun 1882 Paus Leo XIII mengadakan suatu Misa dan suatu Office yang disusun untuk hari peringatannya, yang ditetapkan pada tanggal 14 April,[46] satu hari setelah kematiannya sebagaimana diindikasikan dalam Martyrology of Florus; tetapi karena tanggal ini sering jatuh dalam masa perayaan Paskah, peringatannya dipindahkan pada tahun 1968 ke tanggal 1 Juni, hari di mana ia telah diperingati dalam Ritus Bizantin sejak sedikitnya abad ke-9.[47]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (Inggris) Thomas Whitlaw, Commentary on John (1885), p. xl
  2. ^ a b c d F.D. Wellem. 1993. Riwayat Hidup Singkat Tokoh-tokoh Dalam Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hal.149.
  3. ^ (Inggris) Rokeah (2002) Justin Martyr and the Jews p.22.
  4. ^ (Inggris) "St. Justin Martyr". Diakses tanggal 2011-04-02. 
  5. ^ (Inggris) "For All the Saints" (PDF). Diakses tanggal 2012-11-08. 
  6. ^ (Inggris) "Justin the Philosopher & Martyr and his Companions". Diakses tanggal 2011-04-02. 
  7. ^ (Inggris) The very thing which is now called the Christian religion existed among the ancients also, nor was it wanting from the inception of the human race until the coming of Christ in the flesh, at which point the true religion which was already in existence began to be called Christian." – St. Augustine, Retractiones
  8. ^ Hanegraaff, Wouter (2012). Esotericism and the Academy: Rejected Knowledge in Western Culture. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 20. ISBN 9780521196215. 
  9. ^ Craig D. Allert, Revelation, Truth, Canon, and Interpretation: Studies in Justin Martyr's Dialogue With Trypho, page 28 (Leiden, Brill, 2002). ISBN 90-04-12619-8
  10. ^ Reinhold Plummer,Early Christian authors on Samaritans and Samaritanism, Mohr Siebeck, 2002 p.14.
  11. ^ a b Justin Martyr. "2-8". Justin Martyr's Dialogue with Trypho. 
  12. ^ Oskar Skarsaune, The proof from prophecy: a study in Justin Martyr's proof-text tradition:text-type, provenance, theological profile, Brill, 1987 p.246.
  13. ^ A. Kenneth Curtis, J. Stephen Lang & Randy Petersen. 2001. 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm.5-6.
  14. ^ a b F.D. Wellem. 2003. Hidupku Bagi Kristus. Jakarta: BPK Gunung Mulia. hal. 86.
  15. ^ Eddy Kristiyanto. 2006. Gagasan yang menjadi Peristiwa: Sketsa Sejarah Gereja Abad I-XV. Yogyakarta: Kanisius. hal.72.
  16. ^ Haer. I., xxviii. 1.
  17. ^ IV., vi. 2, V., xxvi. 2.
  18. ^ Church History, iv. 18.
  19. ^ David Rokéah, Justin Martyr and the Jews, page 2 (Leiden, Brill, 2002). ISBN 90-04-12310-5
  20. ^ Hardwick, Michael, "Contra Apionem and Antiquatates Judaicae: Points of Contact" in Feldman, Louis H. and Levison, John R. (eds.), Josephus' Contra Apionem (Brill Publishers, 1996), p. 379.
  21. ^ i. 26
  22. ^ Church History, IV., xi. 10.
  23. ^ Haer., xlvi. 1.
  24. ^ De vir. ill., ix.
  25. ^ (Inggris)Emily J. Hunt. 2003. Christianity in The Second century. London: Routledge Taylor&Francis Group. hal.55
  26. ^ a b Skarsaune (1987) The Proof From Prophecy pp. 130,163; p. 130 – "Yustin sometimes had direct access to Matthew and quotes OT texts directly from him. ... (The direct borrowings are most frequent in the Dialogue; in the Apology, Mic 5:1 in 1 Apol. 34:1 may be the only instance.)" p. 163 note: Diagram of the internal structure of the putative "kerygma source", showing the insertion of scriptural quotation of Mic 5:1 from Mt. 2:6
  27. ^ a b Koester, (2000) Introduction to the New Testament: History and literature of Early Christianity. 2nd ed., 1982 1st ed., p. 344 – "On the basis of the gospel quotations of the First Apology and the Dialogue with Trypho, one can conclude with great certainty that Yustin also had composed a harmony of the Gospels of Matthew, Mark, and Luke (he did not know the Gospel of John), which is lost but was used by his student Tatian for the composition of his famous and influential four-gospel harmony known as the Diatessaron."
  28. ^ Koester (1990) Ancient Christian Gospels pp. 360–361; p. 360 – "Ia tahu dan mengutip terutama Injil Matius dan Injil Lukas; tentunya ia juga mengenal Injil Markus, meskipun hanya ada satu rujukan eksplisit kepada Injil ini (Dial. 106.3); ia nampaknya tidak tahu Injil Yohanes." footnote #2: "Satu-satunya rujukan kepada Injil Yohanes mungkin adalah kutipan suatu perkataan dalam 1 Apol. 61.4.."
  29. ^ Rokeah (2002) Justin Martyr and the Jews p. 2 – Karyanya Apologi Pertama bertarikh sekitar 155 M, karena menyebutkan (bab 29) prokurator Mesir, Felix, yang menjabat antara tahun 151 dan 154. Grant (Greek Apologists pp. 53–54) mengkaitkan Apologi Pertama dengan catatan mati syahidnya Polikarpus, uskup Smirna, yang terjadi pada tahun 155 atau 156; ia mendapati kutipan dari Apologi pada deskripsi kematian Polikarpus yang dihukum bakar dalam suatu surat yang dikirimkan oleh komunitas Kristen di Smirna kepada komunitas-komunitas Kristen lain segera setelah peristiwa itu. ... Apologi Pertama disebutkan dalam Dialog dengan Trypho (akhir bab 120), sehingga kemungkinan dialog itu disusun sekitar tahun 160 M."
  30. ^ Koester (1990) Ancient Christian Gospels p. 38 – "Jelaslah bahwa "catatan-catatan kenangan" ini sebenarnya adalah Injil tertulis dan yang digunakan dalam liturgi sebagai instruksi bagi Sakramen dan sebagai teks bagi homili-homili."
  31. ^ Koester (1990) Ancient Christian Gospels: Their History and Development pp. 38,40–41; p. 38 – Dial. 100.4; 101.3; 102.5; 103.6,8; 104.1; 105.1,5,6; 106.1,3,4; 107.1 "In each instance the materials quoted derive from written gospels, usually from Matthew and Luke, in one instance from Mark, and each time the term serves to quote, or to refer to, gospel materials which demonstrate that the prophecy of the Psalm has been fulfilled in the story of Jesus. Istilah "catatan kenangan para rasul" are used as reliable historical records." p40 – "Yustin menggunakan istilah "Injil" hanya tiga kali: 1 Apol. 66.3, Dialog 10.2; 100.1." p. 41 – "Dapat dipastikan bahwa "Injil" merujuk kepada literatur yang sama yang oleh Yustin di bagian lain disebut "catatan kenangan para rasul". Penggunaan bentuk jamak dalam 1 Apol. 66.3 mengindikasikan bahwa Yustin tahu lebih dari satu Injil tertulis."
  32. ^ Koester 1990 Ancient Christian Gospels: Their History and Development pp. 36–37,43; pp. 36–37 – "...tidak ada bukti ada orang sebelum Marcion yang telah menggunakan istilah "Injil" untuk menyebut suatu dokumen tertulis. ...tulisan-tulisan Yustin yang terlestarikan itu, dua Apologi dan Dialog dengan Trypho karyanya, jelas menunjukkan dampak-dampak tantangan Marcion." p. 43 – "In direct antithesis to Marcion's use of the written gospel, Yustin binds these gospels to the prophetic revelation in the Old Testament scriptures."
  33. ^ Aune (1987) The New Testament in its Literary Environment p. 67 – "Yustin Martyr (writing ca. 155) described the Gospels as 'reminiscences [apomnemoneumata] of the apostles' (1 Apology 66.3; 67.3) and 'reminiscences of Peter' (Dialogue with Trypho 106.3). Thus Yustin, like Matthew, Luke, and Papias, prefers to designate the Gospels by a recognized literary form. Though apomnemoneumata are not carefully defined in rhetorical handbooks, they are essentially expanded chreiai, i.e., sayings and/or actions of or about specific individuals, set in a narrative framework and transmitted by memory (hence "reliable"). ... His use of the term "reminiscences", therefore, suggests a connection to Xenophon's Memorabilia (in Greek apomnemoneumata), a "biography" of Socrates."
  34. ^ Koester 1990 Ancient Christian Gospels: Their History and Development pp. 33–34,38–40; pp. 33–34 – "What Papias says about Mark reflects the use of categories which are drawn from the oral tradition. ... The written gospels' authority is assured by the same technical terms which had been established for the oral tradition. ... The term "remember" (mnemoneuein/apomnemoneuein) was decisive for the trustworthiness of the oral tradition." pp. 39–40 – "The composite form of the verb "to remember" (apomnemoneuein) had been used by Papias of Hierapolis as a technical term for the transmission of oral materials about Jesus. If Yustin's term "memoirs of the apostles" is derived from this usage, it designates the written gospels as the true recollections of the apostles, trustworthy and accurate, and more reliable than any oral tradition which they are destined to replace."
  35. ^ Bonwetsch (1914) New Schaff–Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge, p. 284; Juga lihat, Kemartiran Yustinus Martir pada Wikisource
  36. ^ Westcott (1875) A general survey of the canon of the New Testament, p. 120 – "To quote prophecy habitually without mentioning the Prophet's name would be to deprive it of half its value; and if it seem strange that Yustin does not quote the Evangelists like Prophets, it is no less worthy of notice that he does quote by name the single prophetic book of the New Testament. ... This reference to the Apocalypse appears to illustrate the difference which Yustin makes between his quotations from the Prophecies and the Gospels."
  37. ^ Koester (1990) Ancient Christian Gospels pp. 382–383 – "In the discussion of the prophecy for the place of Jesus' birth (1 Apology 34), Yustin only quotes the prophecy of Micah 5:1 and then remarks that Jesus was born in this 'village in the land of Judah which is 35 stades from Jerusalem' (1 Apol. 34:2). No actual narrative material from a gospel is quoted. ... However, the quotation of the text of Micah 5:1 is not given in the text of the LXX; rather, Yustin follows the form of the text quoted in Matt. 2:6. ... The form of the quotation that appears in Matt 2:6 departs considerably from both the LXX and the Hebrew text. It is, in fact, a combination of Micah 5:1 and 2 Sam 5:2; only the latter speaks of the prince's function as the Shepard of Israel. The conflated quotation was wholly the work of Matthew. There can be no question that Yustin is quoting this Matthean text."
  38. ^ Skarsaune (1987) The Proof From Prophecy p. 145 – "1 Apol. 33 contains an elaborate explanation of Is 7:14. ... One notices that the fulfillment report is stylized so as to match the prophecy perfectly. That Yustin did not entirely formulate it ad hoc is demonstrated by the close parallel in the Proteuangelium Iakobi (PJ 11:3), where much of the same combination of Matthean and Lukan elements occurs. Probably all three elements (Prophecy – Exposition – Fulfillment report) were present in Yustin's source. And – as pointed out by Koester [Koester (1956) p. 67] – it seems the same source is employed once more in Dial. 84."
  39. ^ Koester (1990) Ancient Christian Gospels p. 379 – "1 Apol. 33 gives as proof concerning Jesus' birth the prophecy of Isa 7:14. The text of this scriptural passage is presented in a form that is influenced by its quotation in Matt 1:23."
  40. ^ Skarsaune (1987) The Proof From Prophecy pp. 32–34; p. 32 – "It is obvious that Yustin's quotation of IS 7:14 in 1 Apol. 33:1 has Mt 1:23 as its direct or indirect source. There are indications in the context which indicate that we should reckon with an intermediary source between Mt and Yustin. This intermediary source may account for the deviations from Matthew's text." p. 33 – Diagram of Mt 1:23, Is 7:14 LXX, and 1 Apol. 33:1 p. 34 – "To conclude: Although Is 7:14 has its peculiar problems in Yustin, ... we have found confirmation for our thesis concerning Yustin and his 'testimony sources': Yustin claims the text from Mt 1:23 – probably transmitted through an intermediary source – as the true LXX."
  41. ^ Koester (1990) Ancient Christian Gospels pp. 380–81 – "The text of 1 Apol. 33:5 is a harmony of two angelic announcements, the one from Matthew in which the angel calls Joseph in a dream, the other from Luke's narrative of the annunciation. While the passage begins with a sentence from Luke, 'from the Holy Spirit' is interpolated from Matt 1:20. The naming of Jesus and the reason for this name is given according to Matt 1:21. ... But in order to argue for the fulfillment of Isa 7:14 in 1 Apol. 33:3–6, the report of the command to name the child 'Jesus' did not need to refer to the Matthean form. ... It is evident, therefore, that Yustin is quoting from a harmonized gospel text... Yustin's gospel text must have continued with the remainder of the Lukan pericope of the annunciation. In the introduction to the harmonization of Luke 1:31–32 and Matt 1:20–21, Yustin had already alluded to the Lukan continuation of the story: 1 Apol. 33:4 ... recalls Luke 1:35 ("The Holy Spirit will come upon you and the power of the Most High will overshadow you.")
  42. ^ Koester (1990) Ancient Christian Gospels p. 361 – "The most striking feature is that these sayings exhibit many harmonizations of the text of Matthew and Luke. However, the simple assumption of a harmonized gospel cannot explain all the peculiarities of the quotations."
  43. ^ Bellinzoni (1967) Sayings of Jesus in Justin Martyr pp. 99–100 – "It has already been argued above that the entire section Apol. 15–17 may have been based on a single source different from the sources underlying the rest of Justin's sayings of Jesus, and I have tried to indicate that this section has many features in common with primitive Christian catechisms."
  44. ^ (Inggris) First Apology, Chapter 66
  45. ^ Sacrofano - Church of Saint John the Baptist, "...tulang-tulang St. Yustinus dilestarikan dalam guci besar di bawah altar marmer berwarna, dibangun pada tahun 1515." [1]
  46. ^  Lebreton, Jules (1910). "St. Justin Martyr". Dalam Herbermann, Charles. Catholic Encyclopedia. 7. New York: Robert Appleton. Diakses tanggal 2 November 2013. 
  47. ^ Calendarium Romanum (Libreria Editrice Vaticana 1969), p. 94

Pustaka[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Templat:Sejarah teologi Katolik