Bantuan:Perubahan terbaru

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

ASAL USUL DESA KUBANGJERO

Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes Propinsi Jawa Tengah

Desa Kubangjero terletak 10 km dari Kota Kecamatan Banjarharjo kearah Barat. Luas wilayah 237 hektar dengan jumlah penduduk ± 2750 jiwa dan 754 KK (sumber data : monografi desa th 2008). Batas wilayah desa utara Desa Kubangbungur,timur Cihaur dan Cibuniwangi,selatan Desa Sukareja dan barat Dukuh Cidangdeur. Kepemimpinan Desa Kubangjero dipimpin oleh seorang Kepala Desa dan Sekretaris Desa dengan masa jabatan 8-10 tahun.

I. Asal Mula Desa Kubangjero

Nama Desa Kubangjero berasal dari kata Kubang/Kubangan yang artinya sungai dan kata Jero (bhs Sunda) artinya dalam jadi Kubangan/sungai yang dalam. Pada jaman dahulu Desa kubangjero dilalui oleh sungai melewati tengah desa tepatnya dari arah selatan Desa Sukareja tembus ketanah Ki Lapor sampai tengah desa ketanah Pak Karyata hingga keujung desa Kubangjero sampai makam desa dan terus melewati sungai Ki Sela arah ke Desa Kubangbungur. Dari tahun ke tahun Kubangan itu makin hilang karena makin padatnya rumah tinggal penduduk, masyarakat Kubangjero menutupnya untuk dijadikan rumah tinggal. Masyarakat Kubangjero mayoritas beragama Islam, namun masih ada beberapa masyarakat yang percaya dengan mitos  atau kepercayaan peninggalan dari nenek moyang mereka. Bahkan desa Kubangjero terkenal dengan para pendekar yang konon mempunyai kekuatan untuk berperang atau duel (ujungan : adu kekuatan dg cambuk). Ada beberapa nama pendekar yang masih diingat oleh masyarakat misalnya : Pak Niti, Pak Gambir, Pak Mansyur, Pak Odah, Pak Mait dan masih banyak lagi. Desa kubangjero adalah desa tertua kedua setelah Desa Dukuh Jeruk.

Di Desa Kubangjero masih ada tempat yang dianggap keramat/angker dan masih menyimpan misteri yang belum terungkap sampai saat ini, nama tempatnya yaitu Cirea atau masyarakat lebih mengenalnya dengan nama Leuweung Cabe. Letak Leuweung Cabe 500 m sebelah utara Desa Kubangjero dengan luas tanah 1 hektar, tempat ini sangat terpisah jauh dari desa-desa sekitarnya dan jarang dikunjungi oleh masyarakat karena dianggap angker, sehingga flora dan fauna berkembang sangat aman. Ada beberapa jenis buah-buahan yang terdapat di hutan ini dan tidak dimiliki oleh desa lain, misalnya ; Ketos, Golampit, Cecendet dan Garmut.  

II. Masa Pemerintahan Desa Kubangjero

Masa pemerintahan Desa Kubangjero mengalami banyak pergantian kepemimpinan, namun hanya mulai tahun 1930 yang bisa ditulis karena banyak sumber data yang sudah hilang. Dibawah ini nama-nama Kades Desa Kubangjero :

-       Kades pertama Bp. Cacag sekitar tahun 1930

-       Kades kedua Bp. Santap tahun 1940

-       Kades ketiga Bp. Rokomba tahun 1950

-       Kades keempat Bp. Jaya Suminta tahun 1960

-       Kades kelima Bp. Karyata tahun 1970

-       Kades keenam PJS Ibu Ety Tarjan tahun 1978

-       Kades ketujuh Bp. Sutarso tahun 1981

-       Kades kedelapan Bp. Tori Mantep tahun 1989-tahun 2006 (2 periode)

-       Kades kesembilan Bp. Tiswan Sutarso tahun 2007

III. Kebudayaan dan Mata Pencaharian

Desa Kubangjero adalah desa yang terletak dengan perbatasan Propinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat, tepatnya dekat dengan Kec. Ciledug-Cirebon dan Kab. Kuningan sehingga aktifitas perdagangan dan perniagaan lebih sering dilakukan didaerah Jawa barat karena jaraknya lebih dekat. Kebudayaan yang masuk dan berkembangpun berasal dari kebudayaan Jawa Barat, seperti bahasa/alat komunikasi sehari-hari di Desa Kubangjero menggunakan bahasa Sunda. Bahkan kebudayaan kesenian daerah banyak berkembang di desa ini, misalnya : Tayub/pesta,sintren,buroq dan reog. Kesenian Tayub dipercaya oleh masyarakat untuk mendatangkan hujan apabila musim kemarau panjang, dan dilaksanakan dipinggir hutan Leuweung Cabe. Mata pencaharian masyarakat Desa Kubangjero mayoritas adalah bertani, selebihnya swasta/wiraswasta dan merantau keluar daerah.

IV. Kuliner/makanan khas Desa

Pada jaman dahulu masyarakat Desa Kubangjero mengkonsumsi makanan pokok dari Nasi Jagung (Kejo Jagong dalam bahasa Sunda) sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat pada jaman itu. Ada juga beberapa jenis makanan daerah yang lainnya, seperti : mirong, gadungan, gegemblong, rangginang, papais, sarabi, opak, wajit, jawadah, adras dan masih banyak lagi. Ada beberapa produk kuliner yang melegenda namanya sampai saat ini karena terkenal dengan rasanya yang enak dan lezat sehingga diminati banyak orang baik dari lingkungan masyarakat Desa Kubangjero maupun luar desa, yaitu : mirong dage Ma Kemoh, sarabi Ma Otay dan mirong Ma Aning.

Itulah gambaran singkat tentang Desa Kubangjero. Referensi dan sumber data didapat dari hasil tinjauan dan observasi monografi desa juga hasil wawancara dengan beberapa orang yang dianggap sesepuh desa/tokoh masyarakat. Ucapan terima-kasih kepada : Bp. Tiswan Sutarso (Kades), Bp. Tarwan (SekDes), Bp. Karyata (mantan Kades), Alm Bp. Soemarto (mantan Sekdes), Bp. Tori Mantep (mantan Kades), Bp. Urip (mantan Sekdes), Bp. Waryono (tokoh pemuda),  Bp. Didi Tuswandi (tokoh pemuda) dan semua warga masyarakat Desa Kubangjero.

(Penyunting : Oman Rochmana, S.Pd & Didi Tuswandi, A.Md)

Copyright 2013