Bantuan:Pengantar penyuntingan dengan VisualEditor/kuis kelayakan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

VisualEditor-logo.svg

Membuka menu penyuntingan
Cara mengaktifkan mode penyuntingan visual

Perkakas
Perkakas yang dapat digunakan

Pranala
Menghubungkan halaman satu sama lain

Menerbitkan perubahan
Menyimpan hasil suntingan Anda

Membuat artikel baru
Menulis halaman dari awal

Ringkasan
Apa saja yang telah dipelajari?



20150508최광모DSC09831.JPG

Bayangkan terdapat artikel tentang Budi yang merupakan pejabat tinggi di sebuah kementerian. Dalam artikel tersebut terdapat lima referensi.

  1. Sumber pertama berasal dari Kompas.com yang hanya menyebut dalam satu kalimat bahwa Budi meresmikan pabrik di Cikarang.
  2. Sumber kedua merupakan profil orang dari Tribunnewswiki dengan sumber dari beberapa blog lain.
  3. Sumber ketiga berasal biografi singkat yang ditulis di Kompasiana.
  4. Sumber keempat berupa halaman profil di blog pribadi Budi
  5. Sumber kelima berupa hasil wawancara yang dirilis di situs resmi kementerian tersebut.


Apakah artikel tersebut memenuhi kelayakan artikel sesuai dengan kriteria?

Jawaban

Tidak memenuhi kelayakan. Agar sebuah subjek dapat dituliskan di Wikipedia, subjek tersebut haruslah dibahas secara signifikan di sebuah sumber sekunder yang tepercaya dan independen.

  • Sumber dari Kompas.com tepercaya dan independen, tetapi pembahasannya tidak signifikan (hanya disebut Budi meresmikan pabrik di Cikarang)
  • Sumber dari Tribunnewswiki memiliki sumber yang tidak tepercaya karena rujukan yang dipakai berasal dari blog lain.
  • Sumber dari Kompasiana ada tidak bisa dipercaya karena serupa dengan blog di mana semua orang bisa menulis apa saja tanpa proses verifikasi oleh editor. Selain itu kemungkinan tidak independen karena bisa saja ditulis oleh kerabat Budi.
  • Sumber dari blog pribadi jelas tidak independen karena dimiliki oleh Budi.
  • Sumber dari wawancara yang dirilis di situs kementerian merupakan sumber primer yang masih memerlukan pemastian lebih lanjut. Selain itu ada kemungkinan tidak independen karena dirilis oleh kementerian tempat Budi bekerja