Ucapan bahagia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Ucapan bahagia, disebut juga ucapan berbahagia atau sabda bahagia, adalah bagian dari kotbah Yesus di bukit yang isinya mengandung nasihat tentang arti kebahagiaan yang sejati. Kotbah di Bukit yang disampaikan oleh Yesus terdapat dalam kitab Matius (Matius pasal 5-7).

Ucapan-ucapan kebahagiaan yang diajarkan Yesus ini bertolak belakang dengan nilai-nilai yang dipegang banyak orang saat itu -- bahkan juga pada masa kini.

Selain Matius, Lukas juga memuat kumpulan Ucapan Berbahagia ini. Perbedaannya adalah di dalam tulisan Lukas, selain mengucapkan "Berbahagialah", Yesus juga mengucapkan kata-kata yang keras yang dimulai dengan "Celakalah"

Matius 5:2-12[sunting | sunting sumber]

Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: 2
Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 3
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. 4
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. 5
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. 6
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. 7
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. 8
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. 9
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. 10
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. 11
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu. 12

Lukas 6:20-26[sunting | sunting sumber]

Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Ditulis dalam abjad bahasa Aram yang ditemukan di Pesyita.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]