Matius 7:12

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Lembaran dari Codex Sinaiticus (~330-360 M) yang memuat Matius 7:12 di antara bagian Matius 6:32-7:27 dalam bahasa Yunani kuno.

Matius 7:12 (disingkat Mat 7:12; bahasa Inggris: Matthew 7:12) adalah ayat keduabelas dari pasal ketujuh Injil Matius, yaitu kitab pertama dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Ayat ini termasuk ke dalam rangkaian Khotbah di bukit yang diucapkan oleh Yesus Kristus di Galilea (~29 M), yang dicatat oleh Matius, salah seorang dari keduabelas Rasul pertama. Merupakan salah satu ayat yang paling terkenal dari Alkitab Kristen, dan biasa dikenal sebagai "Aturan Emas" atau "Etika timbal balik" (bahasa Inggris: The Golden Rule).

"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi." Matius 7:12 (Terjemahan Baru)

Konteks Alkitab[sunting | sunting sumber]

Ayat ini adalah bagian dari nas Alkitab dalam Matius 7 terutama ayat Matius 7:1-12 yang memuat ajaran mengenai "Hal menghakimi". Bagian ini mempunyai paralel dengan nas pada Injil Lukas, yaitu Lukas 6:37-38,41-42. Nas ini merupakan sebagian dari rangkaian pasal Matius 5:1-7:29, yang biasanya disebut Khotbah Kristus di Bukit, berisi penyataan dari prinsip-prinsip kebenaran Allah dengan mana semua orang Kristen harus hidup oleh iman kepada Anak Allah (Galatia 2:20) dan oleh kuasa Roh Kudus yang tinggal di dalam diri orang beriman (Roma 8:2-14; Galatia 5:16-25). Semua orang yang menjadi anggota Kerajaan Allah harus lapar dan haus akan kebenaran yang diajarkan dalam Khotbah Kristus (lihat Matius 5:6).[1]

Analisis[sunting | sunting sumber]

Aturan emas[sunting | sunting sumber]

Ayat ini dianggap sebagai intisari seluruh Kotbah di bukit. Ada beberapa edisi Alkitab yang menambahkannya di akhir bagian Matius 7:7-11, dan aturan yang dikenal sebagai "Aturan Emas" atau "Etika timbal balik" ini memang nampaknya merupakan kepanjangan dari ajaran mengenai doa di bagian tersebut. Namun, adanya kata "karenanya" dalam bahasa Yunani aslinya dan penyebutan "Hukum" (= Taurat) dan "kitab para nabi" menyiratkan bahwa ajaran ini menjangkau lebih jauh. Davies dan Allison mengamati bahwa penyebutan "hukum dan kitab para nabi" ini mengkaitkan ayat tersebut dengan bagian sebelumnya pada Matius 5:17, yaitu permulaan pengajaran mengenai etika tingkah laku. Ayat ini lebih dekat terkait dengan ajaran "kasihilah musuh-musuhmu" pada Matius 5:44.[2] Dalam Injil Lukas, aturan ini muncul segera setelah pengajaran mengenai musuh-musuh, membuat kaitannya lebih nyata. Luz mencatat bahwa selain merupakan ikhtisar seluruh kotbah, aturan ini juga dapat diterapkan dalam kehidupan biasa. Jikalau ayat-ayat seperti Matius 5:29 nampaknya tidak sesuatu dengan kenyataan, ajaran-ajaran dalam ayat ini dapat secara masuk akal diterapkan oleh semua orang.[3]

France mencatat bahwa bentuk negatif dari "Aturan Emas", yaitu "jangan lakukan terhadap orang lain, apa yang tidak engkau inginkan diperbuat orang kepadamu", muncul pula dalam beberapa karya filsafat Yunani dan juga dalam tulisan-tulisan Yahudi kuno. Juga muncul dalam tradisi-tradisi lain seperti agama Buddha dan Khonghucu (Confucianism). Namun, Yesus Kristus nampaknya adalah orang pertama yang memformulasikan versi positif aturan ini. Ada sejumlah karya yang mengklaim telah memuat versi positif ini sebelum Yesus, tetapi keasliannya diragukan.[4] Luz mencatat bahwa beberapa sarjana memandang versi positif ini sangat penting karena menginstruksikan semua murid untuk bekerja secara aktif demi kebaikan orang lain, bukan hanya sekadar menahan berbuat jahat secara pasif. Namun, Luz menyatakan bahwa dalam penerapan aktual rupanya tidak banyak perbedaan antara kedua formulasi tersebut. Ia bahkan berpendapat bahwa upaya membedakan kedua versi itu merupakan akibat prasangka Anti-Yudaisme oleh banyak sarjana Alkitab. Para penulis Kristen pada abad-abad pertama tidak melihat banyak perbedaan antara kedua versi ini, dan sejumlah penulis mengutip ulang ayat ini dalam versi negatif.[3]

Satu masalah dengan "Aturan Emas" menurut sejumlah pembaca adalah tidak memperhitungkan mereka yang mencoba menyakiti diri sendiri. Masyarakat tidak akan dilayani dengan baik oleh mereka yang bersifat masochistic (suka menyakiti diri sendiri) atau suicidal (berniat bunuh diri) dengan mengikuti aturan ini, maupun mereka yang berniat melakukan dosa dengan mengumbar kepuasan diri sendiri. Menurut Luz, St. Augustinus mengamati masalah ini dan berkomentar mengenai banyaknya penyunting yang mengubah frasa ini dengan kata-kata "segala sesuatu yang baik yang kamu kehendaki..." [3]

Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi[sunting | sunting sumber]

Frasa penutup ayat ini mengindikasikan bahwa Yesus di sini memaparkan "Aturan Emas" sebagai ikhtisar yang valid untuk seluruh hukum moral. Dapat pula merujuk kepada Hillel, yang menulis bentuk negatif Aturan Emas ini dan kemudian menutupnya dengan pernyataan yang serupa bahwa aturan ini mewakili keseluruhan ajaran Alkitab. Penyusun Injil Matius menampilkan ikhtisar hukum agama yang kedua pada Matius 22:40, di mana Yesus mengatakan kepada para pengikut-Nya bahwa hanya ada dua hukum: "mengasihi Allah" dan "mengasihi sesama". Jika diolahkata secara berbeda, kedua hukum dasar ini pada dasarnya adalah sama.[5]

Bahasa Kuno[sunting | sunting sumber]

Bahasa Yunani[sunting | sunting sumber]

Textus Receptus/Novum Testamentum Graece

Πάντα οὖν ὅσα ἂν θέλητε ἵνα ποιῶσιν ὑμῖν οἱ ἄνθρωποι οὕτως καὶ ὑμεῖς ποιεῖτε αὐτοῖς· οὗτος γάρ ἐστιν ὁ νόμος καὶ οἱ προφῆται

Transliterasi (dengan pranala konkordansi Strong):

Panta oun hosa ean thelēte hina poiōsin hymin hoi anthrōpoi, houtōs kai hymeis poieite autois. houtos gar estin ho nomos kai hoi prophētai.

Terjemahan harfiah:

Semua, karenanya, sebanyak apapun kalian inginkan untuk dilakukan (bagi) kalian (oleh) orang-orang, demikian pula kalian melakukan (kepada) mereka. Ini sesungguhnya adalah Hukum (=Taurat) itu dan (kitab) para nabi.

Sejumlah naskah tertua yang memuat salinan pasal ini dalam bahasa Yunani kuno antara lain adalah

Bahasa Latin[sunting | sunting sumber]

Vulgata (abad ke-4 M)

omnia ergo quaecumque vultis ut faciant vobis homines et vos facite eis haec est enim lex et prophetae.

Bahasa Indonesia[sunting | sunting sumber]

Versi Matius 7:12
Terjemahan Baru (1974) Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.[6]
BIS (1985) Perlakukanlah orang lain seperti kalian ingin diperlakukan oleh mereka. Itulah inti hukum Musa dan ajaran nabi-nabi.[7]
Terjemahan Lama (1958) Sebab itu barang apa pun yang kamu suka orang akan berbuat padamu, sedemikian juga hendaklah kamu berbuat kepadanya; karena inilah hukum Taurat dan kitab nabi-nabi.[7]
AYT Draft Karena itu, perlakukanlah orang lain dengan cara kamu ingin diperlakukan. Itulah isi dari hukum Taurat dan ajaran para nabi.[7]
MILT (2008) Oleh karena itu, segala apa saja yang kamu inginkan agar manusia lakukan kepadamu, demikian jugalah kamu lakukan kepada mereka, karena inilah isi torat dan kitab para nabi.[7]
WBTC Draft (2006) Lakukanlah terhadap orang lain seperti yang kamu inginkan dilakukannya terhadap kamu. Itulah artinya hukum Musa dan ajaran nabi-nabi.[7]
FAYH (1989) Lakukanlah bagi orang lain apa yang kalian ingin supaya dilakukan orang bagi kalian. Inilah pengajaran Hukum Musa secara singkat.[7]
ENDE (1969) Djadi apa jang kamu kehendaki orang berbuat bagi kamu, hendaklah demikian djuga kamu berbuat bagi mereka. Karena demikianlah sjarat hukum taurat dan nabi-nabi.[7]
Shellabear Draft (1912) Sebab itu barang apa yang kamu suka orang berbuat padamu, maka begitu juga hendaklah kamu pun berbuat pada orang; karena demikianlah pengajaran taurit dn surat nabi-nabi adanya.[7]
Shellabear 2000 (2000) Perbuatlah terhadap orang lain apa yang kamu kehendaki mereka perbuat terhadap kamu, karena demikianlah ajaran Kitab Suci Taurat dan Firman yang disampaikan Allah melalui para nabi.[7]
Melayu BABA (1913) Sbab itu smoa apa-apa yang kamu suka orang buat sama kamu, bgitu juga biar kamu buat sama orang: kerna ini-lah hukum-taurit dan kitab nabi-nabi.[7]
Klinkert 1879 (1879) Maka sebab itoe barang jang kamoe kahendaki diboewat orang akan kamoe, demikian hendaklah kamoe pon berboewat akandia, karena demikianlah boenji torat dan soerat segala nabi.[7]
Klinkert 1863 (1863) Maka {Luk 6:31} segala perkara, jang kamoe maoe orang lain boewat sama kamoe, bijar kamoe djoega boewat bagitoe sama dia-orang, karna itoelah boeninja toret dan segala nabi-nabi.[7]
Leydekker Draft (1733) Sebab 'itu segala sasawatu jang kamu suka segala manusija berbowat padamu, bagitu lagi hendakhlah kamu 'ini berbowat padanja: karana bahuwa 'ini djuga 'ada bunji Tawrat dan segala Nabij 2.[7]

Bahasa asing[sunting | sunting sumber]

Bahasa Inggris[sunting | sunting sumber]

Versi Raja James (1610)

"Therefore all things whatsoever ye would that men should do to you, do ye even so to them: for this is the law and the prophets."

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  2. ^ Davies, W.D. and Dale C. Allison, Jr. A Critical and Exegetical Commentary on the Gospel According to Saint Matthew. Edinburgh : T. & T. Clark, 1988-1997.
  3. ^ a b c Luz, Ulrich. Matthew 1-7: A Commentary. trans. Wilhlem C. Linss. Minneapolis: Augsburg Fortess, 1989.
  4. ^ France, R.T. The Gospel According to Matthew: an Introduction and Commentary. Leicester: Inter-Varsity, 1985.
  5. ^ Fowler, Harold. The Gospel of Matthew: Volume One. Joplin: College Press, 1968
  6. ^ Matius 7:12
  7. ^ a b c d e f g h i j k l m SabdaWeb Matius 7:12

Pranala luar[sunting | sunting sumber]