Matius 16:2b-3

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Codex Macedoniensis 034 (Gregory-Aland) dengan teks Matius 16:2.4, tidak memuat tanda-tanda zaman (Matius 16:2b-3)

Injil Matius 16:2b–3 (Tanda-tanda zaman) adalah suatu nas dalam Alkitab Kristen bagian Perjanjian Baru yang terdapat dalam Injil Matius pasal 16, yang mencatat konfrontasi antara Yesus dan orang-orang Farisi dan orang Saduki atas permintaan mereka untuk mendapatkan tanda-tanda dari surga.

Teks[sunting | sunting sumber]

Bahasa Yunani
Ὀψίας γενομένης λέγετε, Εὐδια, πυρράζει γὰρ ὁ οὐρανός
καὶ πρωὶ, Σήμερον χειμών, πυρράζει γὰρ στυγνάζων ὁ οὐρανός.
τὸ μὲν πρόσωπον τοῦ οὐρανοῦ γινώσκετε διακρίνειν, τὰ δὲ σημεῖα τῶν καιρῶν οὐ δύνασθε.
Transliterasi Yunani
Opsias genomenēs legete, Eudia, pyrrazei gar ho ouranos
kai prōi, Sēmeron kheimōn, pyrrazei gar stygnazōn ho ouranos
to men prosōpon tou ouranou ginōskete diakrinein, ta de sēmeia tōn kairōn ou dynasthe.
Terjemahan bahasa Indonesia (TB)
Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah,
dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk.
Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak.

Teks serupa[sunting | sunting sumber]

Injil Lukas 12:54-56

Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?

Perikop dalam Injil Lukas memiliki perbedaan sebagai berikut:

  1. Para penanya adalah "beberapa ahli Taurat dan orang Farisi", bukan "orang-orang Farisi dan Saduki";
  2. Para penanya tidak meminta "tanda dari surga"; dan
  3. "Tanda Yunus" dari Matius 16:4 tidak disebutkan.

Injil Tomas, Logion 91:2

"Engkau menguji wajah langit dan bumi, tapi engkau tidak tahu apa yang di depanmu, engkau tidak tahu bagaimana untuk menguji waktu".

Bukti ilmiah[sunting | sunting sumber]

Ayat ini berkaitan dengan petuah yang digunakan untuk prakiraan cuaca selama ribuan tahun dan menjadi suatu frasa yang terdapat pada baris sajak kuno dalam bahasa Inggris sering diulang oleh para pelaut:[1]

Red sky at night, sailors' delight.
Red sky at morning, sailors take warning[2][3][4]

Terjemahan bahasa Indonesia

Langit merah waktu petang, pelaut berhati senang
Langit merah waktu pagi, pelaut berhati-hati

Fenomena dapat dibuktikan secara ilmiah yaitu bergantung pada cahaya kemerahan pada pagi atau sore hari, yang disebabkan oleh kabut atau awan mendung yang terkait dengan badai di wilayah tersebut.[5] Jika langit pagi berwarna merah, hal ini dikarenakan langit cerah di atas cakrawala timur mengizinkan matahari menyinari bagian bawah awan yang sarat dengan air. Pepatah itu mengasumsikan bahwa akan lebih banyak awan sedemikian datang dari barat. Sebaliknya, dalam rangka untuk melihat awan merah pada malam hari, sinar matahari harus memiliki jalur cahaya yang jelas dari barat, sehingga angin barat yang bertiup tentunya akan menghasilkan langit yang cerah.[5]

Karena pola angin berlaku berbeda di seluruh dunia, sajak tradisional ini umumnya tidak cocok pada garis lintang yang lebih rendah dalam kedua belahan bumi, di mana angin cenderung bertiup dari timur ke barat. Sajak itu umumnya berlaku tepat pada pertengahan garis lintang di mana, karena rotasi bumi, angin bertiup dari barat ke timur.[5]

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Merupakan salah satu dari beberapa ayat Perjanjian Baru yang absen pada banyak naskah-naskah kuno awal. Keaslian bagian ini mulai diperdebatkan oleh para sarjana sejak paruh kedua abad ke-19. Hieronimus (Jerome) memasukkan bagian ini dalam Alkitab Vulgata, tetapi ia menyadari bahwa sebagian naskah-naskah yang dikenalnya tidak memuatnya.

Bukti naskah[sunting | sunting sumber]

Memuat bagian ini

C, D, K, L, (N), W, Δ, Θ, Π, f1, 22, 33, 565, 700, 892, 1009, 1010, 1071, 1079, 1195, 1230, 1241, 1242, 1253, 1344, 1365, 1546, 1646, 2148, 2174, 150mg, ( 185, 211, 333, 950 δύνασθε γνῶναι), Byz, vg, syrp, syrh, copbomss, eth, geo. 794 memuat bagian ini, tetapi pada margin.

Tidak memuat bagian ini

א, B, V, X, Y, Γ, 047, 2, f13, 34, 39, 44, 84, 151, 157, 180, 194, 272, 274, 344, 376, 445, 539, 563, 595, 661, 699, 776, 777, 780, 788, 792, 826, 828, 852, 994, 1073, 1074, 1076, 1078, 1080, 1093, 1216, 2542, syrcur, syrs, copsa, copbomss, arm, Origen.

Mempertanyakan bagian ini

Ditandai dengan tanda bintang (*) atau obeli (÷). Ee, Ω, 348, 707, 711, 829, 873, 905, 184.[6]

Memindahkan bagian ini

Minuscule 579 memuat bagian ini tetapi menyisipkannya setelah ayat 9.

Pandangan modern[sunting | sunting sumber]

Beberapa sarjana menganggap bagian ini sebagai sisipan di kemudian hari dari sebuah sumber yang mirip dengan Lukas 12:54-56, atau dari bagian Injil Lukas itu sendiri, dengan penyesuaian mengenai tanda-tanda khusus dari cuaca. Scrivener (Lagrange) berpendapat bahwa kata-kata itu dihilangkan oleh penyalin di daerah beriklim berbeda (misalnya Mesir) di mana langit merah di pagi hari tidak meramalkan hujan. Bukti-bukti naskah cukup kuat dan kritik tekstual mengamati penghilangan ini sangat serius. Bukti internal juga dapat digunakan terhadap keasliannya. Di bagian Matius 16:2b–3 Yesus berbicara kepada para penanyanya dalam bentuk orang kedua, tapi di ayat 4 Ia berbicara sebagai orang ketiga. Ayat 4 dapat diperlakukan sebagai jawaban langsung atas permintaan dari ayat 1.[7] Gundry berpendapat positif mengenai keaslian bagian ini, karena ada beberapa perbedaan dengan bagian paralel dalam Lukas 12:54-56. Bagian itu tidak ditulis ulang dari Lukas ad litteram. Menurut Weiss ayat-ayat ini tidak dapat diadaptasi dari Injil Lukas. Injil Matius menggunakan sumber lain yang lebih tua. Davies dan Allison ragu-ragu. Menurut Hirunuma, "status tekstual ayat 2b–3 harus tetap dicurigai".[8]

Menurut Weiss dan Tregelles penghilangan ini adalah hasil dari konformasi Matius 12:38-39 sebelumnya (dan juga Markus 8:11-12).

Matius 12:38-39 Matius 16:1-4
Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu."





Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.

Kemudian datanglah orang-orang Farisi dan Saduki hendak mencobai Yesus. Mereka meminta supaya Ia memperlihatkan suatu tanda dari sorga kepada mereka. Tetapi jawab Yesus:

"Pada petang hari karena langit merah, kamu berkata: Hari akan cerah,
dan pada pagi hari, karena langit merah dan redup, kamu berkata: Hari buruk.

Rupa langit kamu tahu membedakannya tetapi tanda-tanda zaman tidak.

Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus."

Lalu Yesus meninggalkan mereka dan pergi.

Dalam Markus 8:11-12 tertulis:

Lalu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga. Maka mengeluhlah Ia dalam hati-Nya dan berkata: "Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda." Ia meninggalkan mereka; Ia naik pula ke perahu dan bertolak ke seberang.[9]

Menurut Theodor Zahn, kata γινωσκετε digunakan dalam cara yang tidak biasa untuk Perjanjian Baru, di mana οιδα digunakan sebagai gantinya.[10]

Fleddermann mencatat bahwa "bentuk πυρραζει hanya muncul pada tulisan-tulisan Bizantium, tanda lebih lanjut bahwa bagian ini merupakan interpolasi lebih muda".[11]

Kurt Aland berpendapat bahwa "Perkataan dalam Matius 16:2b-3 mencerminkan tradisi yang sangat awal, seperti halnya Pericope Adulterae dalam Yohanes 7:53-8:11. (...) Matius 16:2b-3 mungkin telah disarankan oleh Lukas 12:54-56, tapi bukan suatu paralel dalam arti sempit. Dalam setiap hal, kedua naskah harus sudah diterima dalam bagian-bagiannya di dalam tradisi Injil bahasa Yunani beberapa waktu di abad kedua – periode ketika ada kebebasan yang lebih besar dengan teks. Hanya saat itulah insersi (penyisipan) yang luas seperti itu dimungkinkan, tetapi mengingat jumlah oposisi yang rupanya dihadapi oleh Pericope Adulterae, hal ini tentunya telah cukup berakar kuat dalam tradisi injili."[12]

Menurut R. T. France, bagian ini mungkin adalah gloss awal, ayat 4. Diikuti langsung setelah 16:2a, dan "tanda-tanda dari surga" tidak dijelaskan dalam teks asli dari Matius, seperti "tanda Yunus" dari 16:4 yang tersisa yang tidak dapat dijelaskan dengan baik.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Ayat-ayat lain yang diperdebatkan

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kentucky Weather, by Jerry D. Hill, 2005, p.139, web: Books-Google-ikC
  2. ^ "GuideLines - Buoy & Marker Messages", Paddling.net, 2009, webpage: PN-297
  3. ^ "Weathervanes and Weather Wisdom. - Weather Station Channel", www.usedweatherstation.com, 2009, webpage:
      UsedWeath-6300
  4. ^ The Complete Sea Kayaker's Handbook, Shelley Johnson, 2001, p.171, weblink: Books-Google-IC
  5. ^ a b c "Everyday Mysteries", Library of Congress, February 12, 2009, webpage: LOC-wsailor
  6. ^ Gregory, Caspar René (1900). Textkritik des Neuen Testaments (dalam bahasa German). 1. Leipzig: J. C. Hinrichs. hlm. 95. 
  7. ^ R. T. France, Injil Matius, Grand Rapids, Michigan: William B. Eerdmans Publishing Company, 2007, hlm 604-605.
  8. ^ T. Hirunuma, E. J. Epp dan G. D. Fee, Kritik Tekstual Perjanjian Baru, hal 35-45.
  9. ^ Markus 8:11-12
  10. ^ Theodor Zahn, Das Evangelium des Matthäus, Leipzig: 1905, hal. 528 ff.
  11. ^ Fleddermann, Harry T. (2005). Q: A Reconstruction And Commentary. Peeters Publishers. hlm. 651–52. ISBN 90-429-1656-7. 
  12. ^ Kurt Aland dan Barbara Aland, Teks Perjanjian Baru: Sebuah Pengantar Kritis Edisi dan untuk Teori dan Praktek Modern Kritik Tekstual, trans.

Pustaka tambahan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]