Matius 6

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
pasal 5       Matius 6       pasal 7
Injil Matius 5-6 TL

Halaman yang memuat Injil Matius pasal 5 dan 6 dalam versi Terjemahan Lama
Kitab: Injil Matius
Bagian Alkitab: Perjanjian Baru
Kitab ke- 1
Kategori: Injil

Matius 6 (disingkat Mat 6) adalah bagian dari Injil Matius, pada Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen, yang disusun menurut catatan Matius, salah seorang dari keduabelas Rasul pertama Yesus Kristus.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Kotbah ini dianggap sebagai contoh dari apa yang diberitakan Yesus Kristus di setiap tempat yang dikunjungi-Nya.

  • Sejumlah bagian terkenal dari pasal 6 adalah hal pemberian sedekah, "Doa Bapa Kami" dan nasihat untuk mencari dulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya dalam mengatasi kekuatiran.[4]

Struktur isi[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Ayat 3[sunting | sunting sumber]

[Yesus berkata:] "Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu."[5]

Ayat 9[sunting | sunting sumber]

[Yesus berkata:] "Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,"[6]

Memuat bagian awal Doa Bapa Kami.

Ayat 10[sunting | sunting sumber]

[Yesus berkata:] "Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga."[7]

Memuat bagian Doa Bapa Kami.

Ayat 12[sunting | sunting sumber]

[Yesus berkata:] "Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami."[8]

Memuat bagian Doa Bapa Kami.

Seorang akademisi patristik dan teolog Anglikan bernama Henry Chadwick mengatakan bahwa ayat ini merujuk pada Sirakh 28:2 ("Ampunilah kesalahan kepada sesama orang, niscaya dosa-dosamupun akan dihapus juga, jika engkau berdoa.")[9][10]

Ayat 13[sunting | sunting sumber]

[Yesus berkata:] "dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)"[11]

Memuat bagian akhir Doa Bapa Kami.

Ayat 16[sunting | sunting sumber]

[Yesus berkata:] "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.".[12]

Ayat 17-18[sunting | sunting sumber]

[Yesus berkata:] "17Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, 18supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."[13]

Ayat 24[sunting | sunting sumber]

[Yesus berkata:] "Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon..".[14]

Ayat 28[sunting | sunting sumber]

[Yesus berkata:] "Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,"[15]

Ayat 33[sunting | sunting sumber]

[Yesus berkata:] "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."[4]

Ayat 34[sunting | sunting sumber]

[Yesus berkata:] "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."[16]

Foto[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN 9789794159219.
  2. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN 979-415-905-0.
  3. ^ Matius 5:1
  4. ^ a b Matius 6:33
  5. ^ Matius 6:3
  6. ^ Matius 6:9
  7. ^ Matius 6:10
  8. ^ Matius 6:12
  9. ^ Chadwick, Henry.(2001) The Church in Ancient Society: From Galilee to Gregory the Great Clarendon Press, Oxford, England, page 28, ISBN 0-19-924695-5
  10. ^ Sirakh 28:2
  11. ^ Matius 6:13
  12. ^ Matius 6:16
  13. ^ Matius 6:17-18
  14. ^ Matius 6:25
  15. ^ Matius 6:28
  16. ^ Matius 6:34

Pranala luar[sunting | sunting sumber]