Matius 19

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
pasal 18       Matius 19       pasal 20
Papyrus 71, 350 M

Injil Matius 19:10-11 pada bagian depan (recto) potongan naskah Papirus 71, yang ditulis sekitar tahun 350 M.
Kitab: Injil Matius
Bagian Alkitab: Perjanjian Baru
Kitab ke- 1
Kategori: Injil

Matius 19 (disingkat Mat 19) adalah bagian dari Injil Matius pada Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen, yang diyakini disusun menurut catatan Matius, salah seorang dari Keduabelas Rasul Yesus Kristus.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Tempat[sunting | sunting sumber]

Peristiwa dalam pasal ini terjadi di Galilea dan Yudea seberang sungai Yordan (Perea), sebelum memasuki Yerikho, dalam perjalanan menuju Yerusalem.

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Ayat 4[sunting | sunting sumber]

Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?"[3]

Yesus Kristus mengutip dari Kejadian 1:27,[4] yang juga dicatat dalam Kejadian 5:2.[5]

Ayat 5[sunting | sunting sumber]

"Dan firman-Nya: 'Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.'"[6]

Yesus Kristus mengutip dari Kejadian 2:24.[7]

Ayat 6[sunting | sunting sumber]

"Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."[8]

Ini merupakan pengajaran Yesus Kristus yang menguatkan pernyataan ayat-ayat dari Kejadian 1 dan Kejadian 2 yang telah tertulis berabad-abad sebelumnya.

Ayat 9[sunting | sunting sumber]

"Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."[9]

Ayat 11[sunting | sunting sumber]

Akan tetapi Ia (Yesus) berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja."[10]

Perkataan ini hanya dicatat dalam Injil Matius, tidak terdapat dalam kitab-kitab lain. Menjawab komentar murid-murid bahwa orang "lebih baik jangan kawin" Yesus mengindikasikan bahwa memang ada orang-orang yang memilih untuk tidak kawin, meskipun jumlahnya tidak banyak. Orang yang demikian itu termasuk rasul Paulus.[11]

Ayat 12[sunting | sunting sumber]

"Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."[12]

Perkataan ini hanya dicatat dalam Injil Matius, tidak terdapat dalam kitab-kitab lain. Yesus mengindikasikan bahwa memang ada orang yang dilahirkan tanpa kemampuan berhubungan badan, ada pula yang dikebiri. Namun, ada yang diberi karunia roh untuk tidak kawin demi memusatkan pelayanan kepada Allah.[13][11]

Ayat 18[sunting | sunting sumber]

Memuat kutipan dari Keluaran 20:13–16; Ulangan 5:17–20

Ayat 19[sunting | sunting sumber]

Memuat kutipan dari Keluaran 20:12; Ulangan 5:16; Imamat 19:18

Seni[sunting | sunting sumber]

Peristiwa-peristiwa dalam Matius 19 dalam lukisan Rembrandt "Hundred Guilder Print"

.

  • Peristiwa-peristiwa dalam pasal ini digabung dalam satu lukisan karya Rembrandt yang lebih dikenal dengan nama "Hundred Guilder Print.[14] Lukisan yang dikerjakan pada tahun 1640-an dan selesai pada tahun 1649 ini unik karena lebih menggambarkan belas kasihan dan kedamaian.[15] Tokoh Yesus Kristus ditempatkan di tengah sebagai pusat lukisan, dikelilingi oleh murid-murid-Nya, ahli Taurat yang berdebat dengan-Nya, ibu-ibu yang membawa bayi-bayi mereka untuk diberkati, melambangkan penerimaan Kristus atas semua orang, meskipun di mata umum tidak penting kedudukannya, orang-orang sakit yang disembuhkan-Nya, orang muda yang kaya terduduk dengan tangan memegang kepala berjalan ke luar ke arah gerbang di sebelah kanan, mengingat-ingat peringatan Yesus tentang bahaya pengumpulan kekayaan. Dengan demikian, etsa ini juga mempunyai fungsi pendidikan karena menggabungkan sejumlah pesan agamawi..[15]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kritis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN:9789794159219.
  2. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN:9794159050.
  3. ^ Matius 19:4
  4. ^ Kejadian 1:27
  5. ^ Kejadian 5:2
  6. ^ Matius 19:5
  7. ^ Kejadian 2:24
  8. ^ Matius 19:6
  9. ^ Matius 19:9
  10. ^ Matius 19:11
  11. ^ a b The Nelson Study Bible. Thomas Nelson, Inc. 1997
  12. ^ Matius 19:12
  13. ^ 1 Korintus 7:7
  14. ^ Hundred Guilder Print, Rijksmuseum. Retrieved 4 September 2011.
  15. ^ a b Kleiner, Fred S. (2005). Gardner's Art Through the Ages: A Global History. Boston, MA: Clark Baxter. pp. 680, 685, 686. ISBN 9780495115502. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]