Lukas 2

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
pasal 1       Lukas 2       pasal 3
Papyrus 4, 150-175 CE

Lukas 6:4-16 pada Papirus 4, yang ditulis sekitar tahun 150-175 M.
Kitab: Injil Lukas
Bagian Alkitab: Perjanjian Baru
Kitab ke- 3
Kategori: Injil

Lukas 2 (disingkat Luk 2) adalah bagian dari Injil Lukas pada Perjanjian Baru dalam Alkitab Kristen. Disusun oleh Lukas, seorang Kristen yang merupakan teman seperjalanan Rasul Paulus.[1][2]

Teks[sunting | sunting sumber]

Tempat[sunting | sunting sumber]

Peristiwa-peristiwa yang dicatat dalam pasal ini terjadi di Nazaret, Betlehem dan Yerusalem

Struktur[sunting | sunting sumber]

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Ayat 1[sunting | sunting sumber]

Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.[3]

Kaisar Augustus, dalam laporannya Res Gestae Divi Augusti ("Tindakan-tindakan Agustus Agung" atau "Deeds of the Divine Augustus"), menulis tentang 3 kali sensus warganegara Romawi yang dilakukannya (menurut pakar sejarah pada tahun-tahun 28 SM, 8 SM dan 14 M):

"Aku melakukan sensus penduduk. Aku mengadakan lustrum sesudah interval 41 tahun. Dalam lustration ini 4.063.000 warganegara Romawi dimasukkan daftar sensus. Kedua kalinya, pada zaman konsul-konsul Gaius Censorinus dan Gaius Asinius, aku mengadakan lagi lustrum sendirian, dengan konsular kerajaan (consular imperium). Dalam lustrum ini 4.233.000 warganegara Romawi dimasukkan ke dalam daftar sensus. Ketiga kalinya, dengan consular imperium, dan dengan putraku, Tiberius Caesar sebagai sejawatku, aku mengadakan lustrum pada zaman konsul-konsul Sextus Pompeius dan Sextus Apuleius. Dalam lustrum ini 4.937.000 warganegara Romawi dimasukkan daftar sensus."[4]

Kaisar Agustus baru memakai gelar "Agustus" sejak tahun 27 SM. Dalam pemerintahannya "Masa Damai Romawi" (Pax Romana atau Roman peace) dimulai dan berlangsung beberapa abad lamanya. Dalam masa damai ini, "Raja Damai",[5] yaitu Yesus Kristus dilahirkan.[6]

Sejarawan dari abad ke-5 M, Orosius, mencatat "[Augustus] memerintahkan dilakukan sensus di setiap provinsi di mana saja dan semua orang harus didaftarkan. Maka pada waktu itu, Kristus dilahirkan dan dimasukkan ke dalam sensus Romawi, segera setelah Ia lahir ... Dalam satu nama Kaisar ini semua orang dari bangsa-bangsa besar mengambil sumpah, melalui partisipasi sensus, menjadi bagian dari satu masyarakat."[7] Sejarawan Yahudi-Romawi dari abad ke-1 M, Flavius Yosefus (37-100) nampaknya juga mencatat hal yang sama: "ketika semua orang Yahudi memberikan jaminan niat baik mereka kepada Kaisar, dan kepada pemerintahan raja, orang-orang ini [kaum Farisi] tidak bersumpah, jumlahnya lebih dari enam ribu."[8] Jadi dari konteks ini, sensus yang diadakan atas perintah Kaisar Agustus ini adalah untuk menyatakan kesetiaan (census of allegiance) bukan untuk pajak, dan dilaksanakan kira-kira satu tahun sebelum kematian raja Herodes.[9]

Ayat 2[sunting | sunting sumber]

Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria.[10]

Kirenius merupakan pejabat penting pada zaman Kaisar Agustus dan ditugaskan mengurus militer Romawi di Siria, yang wilayahnya meliputi Yudea, pada dua masa jabatan: tahun 6 sampai 4 SM, dan tahun 6 sampai 9 M.[6]

  • "Yang pertama kali": Ada yang menerjemahkan "...pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius..." dari bahasa Yunani sebagai "...pendaftaran yang diadakan sebelum Kirenius...", berhubung pemakaian kata "proto" yang dapat diterjemahkan sebagai "paling awal", atau "sebelum".[11] Dalam sejarah diketahui jelas dari catatan Romawi bahwa Kaisar Agustus memerintahkan pendaftaran sebanyak 3 kali, yaitu tahun 28 SM, 8 SM dan 14 M, tetapi ini hanya untuk pernyataan kesetiaaan (allegiance). Selain itu ada juga sensus-sensus tingkat provinsi yang dilakukan pada masa pemerintahan Agustus, terutama untuk orang yang bukan warganegara Romawi dengan tujuan untuk perhitungan pajak. Suatu sensus pajak semacam itu dicatat dilaksanakan oleh Kirenius pada tahun 6 M (satu dekade setelah kematian Herodes Agung; pada tahun Arkelaus dipecat dari jabatannya sebagai raja Yudea, dan provinsi Yudea diambil alih oleh pemerintah Romawi). Dicatat oleh sejarawan Flavius Yosefus bahwa sensus pajak ini dilaksanakan oleh Kirenius, sewaktu masih menjabat sebagai gubernur Siria serta diberi wewenang sementara atas Yudea juga sampai kedatangan gubernur dari Roma. Lukas juga menyinggung mengenai sensus ini di kitabnya yang lain yaitu Kisah Para Rasul 5:37. Jadi, memang dilakukan sejumlah pendaftaran, tetapi tidak ada pendaftaran untuk pajak di sekitar masa Kelahiran Yesus. Yang ada hanya pendaftaran untuk kesetiaan yang langsung diperintahkan oleh Kaisar Agustus sendiri.[9]

Ayat 4[sunting | sunting sumber]

Lokasi Nazaret dan Betlehem
Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud.[12]

Pernyataan ini saling menguatkan dengan catatan Injil Matius yang menulis bahwa:

  1. Yusuf berasal keturunan Daud.[13]
  2. Yesus lahir di Betlehem, Yudea.[14]

Kedua hal ini merupakan prasyarat Mesias seperti yang dicatat dalam Injil Yohanes pasal 7 ayat 42:

Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal.[15]

Perjalanan dari Nazaret, Galilea, ke Betlehem, Yudea, jauhnya 90 mil (140 km) dan saat itu ditempuh dalam waktu sekitar 3 hari.[16]

Ayat 5[sunting | sunting sumber]

Supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.[17]
  • "didaftarkan bersama-sama" (bahasa Yunani: ἀπογράψασθαι σὺν, apograpsasthai syn): ada yang menafsirkan "untuk perhitungan pajak" sesuai kebiasaan tujuan dilakukannya suatu sensus (Versi Raja James: bahasa Inggris: to be taxed with), tetapi sebenarnya hanya berarti "ditulis atau dicatat (namanya)" dan bisa jadi hanya untuk menyatakan kesetiaan (bahasa Inggris: allegiance; lihat catatan pada ayat 1).
  • "Maria, tunangannya" (bahasa Yunani: Μαριὰμ τῇ μεμνηστευμένῃ αὐτῷ γυναικὶ, Mariam tē menēsteymenē autō gynaiki, mnēsteuō: dijanjikan untuk menikah, gynē: istri): istrinya yang dijanjikan untuk menikah dengannya (Versi Raja James: bahasa Inggris: Mary his espoused wife). Injil Matius mencatat bahwa Maria dan Yusuf masih bertunangan ketika Yesus mulai dikandung.[18] Maria dan Yusuf pergi bersama-sama menunjukkan mereka sudah menikah, tetapi tidak berhubungan sebagai suami istri sampai setelah Yesus lahir.[19]
  • "yang sedang mengandung" (bahasa Yunani: οὔσῃ ἐγκύῳ, ousē enkyō): menurut struktur kalimat, anak ini bukan dari Yusuf.[16]

Ayat 7[sunting | sunting sumber]

Dan ia (Maria) melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.[20]
  • Kata-kata "dibungkus dengan lampin" (bahasa Yunani: ἐσπαργάνωσεν, esparganōsen) dan "terbaring" (bahasa Yunani: ἀνέκλινεν, aneklinen) "di dalam palungan" (bahasa Yunani: ἐν τῇ φάτνῃ, en tē phatnē) terulang di ayat 12 di dalam perkataan malaikat kepada para gembala, serta kata "palungan" ditegaskan lagi dari apa yang dilihat oleh para gembala di ayat 16.
  • Kata "anak sulung" (bahasa Yunani: πρωτότοκον, prōtotokon) menyiratkan bahwa Maria kemudian akan melahirkan anak-anak lain.[19][21][16]
  • "Penginapan" (bahasa Yunani: καταλύματι, katalymati) tampaknya adalah ruangan di perteduhan umum, bukan bangunan yang mempunyai kamar-kamar.[16]

Ayat 11[sunting | sunting sumber]

[Kata malaikat itu kepada para gembala:] "Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud."[22]
  • "Kota Daud" (bahasa Yunani: πόλει Δαβίδ, polei Dabid) di sini adalah Betlehem, Yudea (ayat 4). Di bagian lain dapat berarti Yerusalem, misalnya 2 Samuel 5:7.[16]
  • "Juruselamat" (bahasa Yunani: σωτὴρ, sōtēr), "Kristus" (bahasa Yunani: Χριστὸς, Christos), "Tuhan" (bahasa Yunani: κύριος, kyrios): Tiga gelar ini bersama-sama menyimpulkan pekerjaan penyelamatan Yesus dan keagungan kedudukan-Nya. Allah disebut sebagai "Juruselamat" di Lukas 1:47, di sini Yesus yang disebut demikian. "Kristus" berarti "yang diurapi" (dalam bahasa Ibrani: "Mesias"), menunjuk kepada posisi rajani dan mesianik Yesus. Kata "Tuhan" adalah gelar untuk penguasa. Arti kata ini dijelaskan oleh Petrus dalam khotbahnya di Kisah Para Rasul 2:30-36, di mana Yesus ditetapkan untuk duduk di sebelah kanan Allah, memerintah bersama Allah, dan dari sana membagikan buah keselamatan.[16]

Ayat 19[sunting | sunting sumber]

Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.[23]

Kisah-kisah dalam Injil Lukas pasal 1 dan 2 ini diperoleh Lukas dari saksi mata, Maria, yang mengingat sejumlah peristiwa tersebut (lihat pula ayat 51).

Ayat 21[sunting | sunting sumber]

Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.[24]

Menurut aturan Taurat, anak laki-laki Israel harus disunat pada hari ke-8 sesuai perjanjian Tuhan Allah dengan Abraham[25] dan peraturan dalam Kitab Imamat pasal 12 ayat 3.[26]

Ayat 27[sunting | sunting sumber]

Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,[27]

Referensi silang: Galatia 4:4

Ayat 51[sunting | sunting sumber]

Dan ibu-Nya [Yesus] menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.[28]

Kisah-kisah dalam Injil Lukas pasal 1 dan 2 ini diperoleh Lukas dari saksi mata, Maria, ibu Yesus, yang mengingat sejumlah peristiwa tersebut. (lihat pula ayat 19)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN:9789794159219.
  2. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN:9794159050.
  3. ^ Lukas 2:1
  4. ^ The Res Gestae of Augustus diterbitkan dalam Loeb Classical Library, 1924, chapter 8
  5. ^ Yesaya 9:6
  6. ^ a b Isaac Asimov. Asimov's Guide to the Bible. The New Testament. New York: Doubleday. 1969.
  7. ^ Orosius. Adv. Pag. VI.22.7, VII.2.16.
  8. ^ Flavius Yosefus. Ant. XVII, ii, 4
  9. ^ a b Colin J. Humphreys. The Star of Bethlehem, A Comet in 5 BC and the Date of Christ's Birth. Tyndale Bulletin 43.1 (1992) 31-56.
  10. ^ Lukas 2:2
  11. ^ Nigel Turner, Grammatical Insights into the New Testament, T&T Clark: 1966, pp. 23,24 and Syntax, p. 32.
  12. ^ Lukas 2:4
  13. ^ Matius 1:1
  14. ^ Matius 2:1
  15. ^ Yohanes 7:42
  16. ^ a b c d e f The Nelson Study Bible. Thomas Nelson, Inc. 1997
  17. ^ Lukas 2:5
  18. ^ Matius 1:18
  19. ^ a b Matius 1:25
  20. ^ Lukas 2:7
  21. ^ Matius 13:55; Markus 3:31-35
  22. ^ Lukas 2:11
  23. ^ Lukas 2:19
  24. ^ Lukas 2:21
  25. ^ Kejadian 17:12
  26. ^ Imamat 12:3
  27. ^ Lukas 2:27
  28. ^ Lukas 2:51

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]